
Kring kring
Erick : iya pa
Papa Anton : pulang sekarang juga , ini sudah hampir 7 bulan kau meninggalkan istrimu!! Bahkan sekarang istrimu sedang mengalami amnesia kau tak berada di dekatnya , kau itu suami macam apa??
Erick : Naya amnesia?? Paling dia cuman pura-pura agar dia di perhatiin ma Erick aja pa
Papa Anton : diam kamu , bukannya khawatir kamu malah nuduh sembarangan!! Pulang sekarang atau takkan ku biarkan saham keluarga jatuh sepenuhnya di tanganmu tut tut tut
"Sial banget gue nikah ma tuh cewek , kalau aja ini bukan karena demi saham gue gak bakalan mau nikah ma dia". Geram Erick
"Ada apa bos??". Tanya Rinto asistennya
"Cari tau apa yang terjadi pada Naya 6 bulan terakhir".
"Baik".
Hanya butuh satu jam , semua informasi yang di inginkan Erick sudah berada di tangan Rinto .
"Bacakan".
"Nona Naya setiap hari berbelanja di mall dan beberapa butik langganannya , setiap malam dia juga pergi ke beberapa club yang sering ia datangi sebelum anda dan nona menikah dan...".
"Dan apa??".
"Saya tidak yakin harus membacakannya atau tidak". Ucap Rinto ragu
"Bacakan saja semuanya".
"Nona Naya sering bersama pria dan setiap harinya ia bersama pria yang berbeda , tapi tidak ada yang tau apa yang mereka lakukan karena mereka selalu memboking ruang private".
"Sialan tuh cewek mau bikin gue malu , jelas-jelas dia tau sekarang statusnya istri gue!!! Ada lagi??".
"Seminggu yang lalu nona Naya mengalami kecelakaan yang parah yang mengakibatkan ia amnesia , ini hasil laporannya".
Erick kini percaya kalau Naya (Ami) amnesia , ia membaca laporan medis tersebut dengan sangat teliti .
__ADS_1
"Apa keputusan bos??".
"Pesankan aku tiket pulang ke jakarta , aku tidak mau setelah ia amnesia pun akan membuatku semakin malu".
"Baik bos , saya permisi".
Rinto pun pamit untuk memesankan Erick tiket pesawat sekaligus mempersiapkan beberapa dokumen pekerjaan .
Sebenarnya pekerjaan Erick sudah selesai 1 bulan yang lalu , hanya saja Erick tak ingin bertemu dengan Naya makanya ia bilang pekerjaannya masih belum selesai .
Sore (waktu amerika) itu juga Erick dan Rinto kembali ke jakarta .
Erick di sambut kepala pelayan , Rinto sudah memberi tahu kepala pelayan bahwa Erick sudah ada di bandara .
Setelah mengantar Erick pulang , Rinto pun pulang ke rumahnya juga .
"Saya mau istirahat jangan ada yang mengganggu saya".
"Baik tuan".
Erick memasuki kamarnya , ia melihat Ami tidur dengan pulasnya .
"My god , jangan bilang gue nafsu ma nih cewek bekas ihhh amit-amit". Ucap Erick menggidikkan bahunya .
Erick memutuskan mandi karena tubuhnya terasa lengket .
Di saat Erick mandi , Ami terbangun dari tidurnya . Ia mendengar gemerincik air yang mengalir dari arah kamar mandi .
"Siapa yang mandi??? Apa ada yang masuk kekamar ini tanpa permisi??". Ucap Ami merasa takut .
Ami merasa bingung apa yang harus ia lakukan jika orang yang berada di dalam kamar mandi ingin macam-macam dengannya .
Ami mengambil vas bunga yang berada di atas meja , lalu memasang kuda-kuda dan menunggu Erick keluar .
Setelah 20 menit ritual mandi Erick pun selesai , ia membuka pintu .
Dengan cepat ia menghindar dari pukulan vas yang Ami layangkan .
__ADS_1
"Lo gila yah?? Mau bunuh gue lo??". Teriak Erick sambil menggenggam tangan Ami kuat
"Ka kamu... Kamu siapa??". Ami gemetar ketakutan .
Erick menarik lengan Ami ke tempat saklar lampu dan kamar tersebut kini menjadi terang .
"Erick!!".
"Bukannya kamu amnesia kok bisa kenalin gue??".
"Oma ngasih liat foto pernikahan kita dan ngasih tau nama kamu".
"Jadi apa maksudi lo tadi mau mukul gue??".
"Aku kira kamu orang lain yang masuk tanpa permisi di kamar kita makanya aku...".
"Tunggu dulu... Kamar kita?? Sejak kapan kamar gue jadi kamar lo juga??".
"Tapi bukannya kita sudah nikah , jadi kamar kamu kamar aku juga".
"Gak , gue gak mau sekamar ma cewen second kayak lo!!".
"Cewek second , maksudnya??".
"Jangan bilang karena lo amnesia lo juga jadi bodoh , lo punya otak lo pikir aja sendiri!! Sekarang lo keluar dari kamar gue , gue mau istirahat".
"Baik".
Ami merasa sangat sedih karena di usir oleh Erick , Ami berjalan keluar menuju kamar yang tak jauh dari kamar Erick .
Ami membaringkan tubuhnya , ia berusaha untuk tidur namun tak bisa .
Matanya tak bisa terpejam karena kata-kata Erick yang memanggilnya cewek second .
"Apa yang telah aku lakukan sebelum aku amnesia , kenapa suamiku seakan tak ingin jika aku berada di dekatnya bahkan ia tak memandang wajahku!! Kesalahan apa yang pernah aku buat sehingga membuatnya marah??". Pertanyaan tersebut terus berputar di kepala Ami .
SELAMAT MEMBACA
__ADS_1
JANGAN LUPA DI JADIIN FAVORIT , LIKE AND KOMENTNYA YAH , MAKASIH