
Erick bingung harus berkata apa pada Ami , ia terlalu arogan untuk mengucapkan kata maaf .
"kalau kau tak ingin pulang yah sudah , kau bisa tetap tinggal di sini selamanya".
'aahh sial kenapa aku malah mengatakan hal ini'. batin Erick
"pergi". ucap Ami dengan nada dingin .
Erick pun keluar dari apartemen tersebut .
"sial bukannya aku kesini ingin minta maaf , kenapa aku malah makin membuatnya marah". gumam Erick
"dasar laki-laki brengsek , bukannya minta maaf atas kekasarannya dia malah ngomong kayak gitu setelah ngambil kesempatan dalam kesempitan!! aku heran kenapa aku bisa suka sampai menikah dengannya sebelum amnesia , mungkin aku sudah gila". kesal Ami .
Erick pulang dengan wajah murung , ia bahkan tak ke kantor . Ia hanya berdiam diri di ruang kerjanya .
"apa sebaiknya aku kembali kesana??? tidak tidak pasti dia akan lebih marah lagi!!! sebaiknya aku tunggu beberapa hari mungkin amarahnya akan lebih reda dan akan ikut aku pulang". gumam Erick
Di sisi lain , Ami sangat kesepian di apartemen tersebut . Ia pun memutuskan ke rumah papi Fahri .
"sayang!!! kok kamu datang tidak kasih kabar dulu sama oma??".
"Naya mau kasih kejutan aja sama oma!!! mmm papi mana??".
"papi kamu lagi di ruang baca , kamu mau ketemu papi kamu??".
"entar aja deh".
"oh iya besok oma akan ke paris , oma akan ada urusan bisnis di sana . kamu mau di bawain apa??".
"paris!! oma berapa lama di sana??".
"sekitar 2 sampai 3 minggu , kenapa??".
"aku boleh ikut gak oma?? aku bosan di sini , bolehkan??". ucap Ami dengan wajah memelas .
"boleh donk sayang , tapi apa Erick bakalan kasih kamu izin??".
"entar aku kasih tau dia , dia pasti ngizinin aku kok".
'aku gak akan mau bicara sama dia , toh aku ikut oma juga karena mau hindarin dia!!! gak apa-apa lah cuman sebentar yang penting aku tenangin pikiran aku dulu'. batin Ami
"yah udah kalau gitu kamu bilang juga sama papi kamu agar dia tidak khawatir".
__ADS_1
"siip oma , kalau gitu aku ke papi dulu".
"iya sana".
'setelah amnesia dia tak seperti Naya yang aku kenal , entah kenapa aku merasa sangat asing dengannya'. batin Oma Mira
tok tok
"papi". panggil Ami
"Naya , ayo masuk".
"papi sibuk gak??".
"sesibuk apapun papi , pasti papi akan punya waktu buat anak papi!!! ada apa?? apa kau menginginkan sesuatu??". ucap papi Fahri seranya menuntun Ami duduk di sofa .
"pi , Naya boleh gak ikut sama oma ke paris??".
"boleh donk sayang , apa sih yang tidak boleh buat putri papi!! tapi Erick??".
"justru itu , aku pengen Erick gak boleh tau kalau aku ikut sama oma ke paris!!".
"kenapa?? kalian bertengkar??".
"apa??? beraninya dia kasar sama putri papi". papi Fahri merasa kesal .
'aduh aku salah ngomong'. batin Ami
"maksudnya bukan kasar yang seperti papi maksud!! aku hanya pengen ngasih dia pelajaran soalnya dia suka ngatur-ngatur aku dengan alasan yang gak masuk akal". dalih Ami
"hmmm baiklah papi tidak akan memberitahu Erick kalau kau akan ke paris dengan oma mu".
"serius pi?? makasih aku sayang papi". teriak Ami kegirangan .
"entah kenapa aku merasa Naya berbeda selama dia amnesia , tapi perubahan apapun yang terjadi dia tetaplah putri kesayanganku". gumam papi Fahri sambil tersenyum .
Keesokan harinya Ami dan oma Mira pun berangkat ke paris .
Ami terlihat sangat senang , oma Mira mengurus bisnisnya sedangkan Ami berkeliling paris di temani beberapa pengawal menikmati tempat wisata di sana .
Sementara Erick tak fokus dengan pekerjaannya karena terus memikirkan Ami .
"kira-kira apa yang sedang dia lakukan di apartemennya sendirian??". gumam Erick
__ADS_1
'sial kenapa aku memikirkannya?? tapi bukannya aku tak menyukainya karena berfikir dia cewek bekas , tapi nyatanyakan aku pria pertama untuknya jadi aku tak ada alasan untuk tak menyukainya bukan!!'. batin Erick .
Rinto sangat bingung pada bosnya , sejak tadi pagi dia sama sekali tak fokus dengan pekerjaannya .
Bahkan sejak tadi Rinto yang terus berbicara padanya pun tak Erick hiraukan .
"apa yang terjadi pada bos?? kenapa dia terlihat gusar seperti itu". gumam Rinto
"bos".panggil Rinto
"apa aku harus menelponnya". gumam Erick
"bos..".
"tapi apa dia akan menjawab telponku". Erick terus bergumam
"bossss". panggil Rinto sedikit berteriak
"berisik!!! ada apa??".
"pak Fahri Adinata menelpon anda".
"apa??".
Erick pun segera mengangkat telpon dari papi Fahri .
Erick : halo pi , apa...
papi Fahri : aku ingin kau berpisah dari putri ku
Erick sangat terkejut dengan ucapan dari papi Fahri .
Erick : maksud papi , papi nyuruh aku dan Naya cerai??
papi Fahri : iya , segera urus perceraikan kalian secepatnya .
Erick : tapi pi tut tut tut halo pi halo...
"sial , sepertinya papi Fahri sudah tau kekasaran yang aku lakukan pada Naya".
Erick mengambil jasnya lalu melangkah keluar dari kantornya , ia menaiki mobilnya lalu melajukannya ke kediaman Adinata .
SELAMAT MEMBACA
__ADS_1
TOLONG DI JADIIN FAVORIT LIKE AND KOMENTNYA YAH MAKASIH