
Seminggu di paris Ami merasa sangat senang meski dia sering memikirkan Erick .
Sambil berjalan tanpa melihat jalan ia menabrak seseorang .
BRUKK
"Awww sakit". Ringis Ami mengusap keningnya .
"Kau dari indonesia juga??". Tanya pria tampan yang berada di depan Ami .
"Iya". Jawab Ami sembari tersenyum
"Cantik". Ucap pria tersebut secara spontan
"Haa??".
"Ah maaf bukan maksudku tidak sopan padamu".
"Haha tidak apa-apa!!!".
"Terima kasih".
"Oh iya sebagai permintaan maaf karena aku sudah menabrakmu , aku akan mentraktir mu makan!!".
"Benarkah??".
"Iya , bagaimana jika kita makan di restoran di depan situ saja".
"Di mana pun bisa".
"Baiklah ayo".
Ami pun berjalan menuju restoran bersama pria itu .
Mereka memesan makanan yang ternyata memiliki selera yang sama .
Sambil menunggu makanan mereka , pria tersebut memecah keheningan .
__ADS_1
"Aku belum tau nama nona siapa??".
"Naomi Natasya Adinata atau singkat saja Naya". Ucap Ami tersenyum manis .
"Nama kamu cantik secantik orangnya".
"Haha kamu bisa saja!! Kalau kamu??".
"Aku Juan Aditya, panggil Juan aja".
"Kau orang jakarta juga??".
"Iya , kau??".
"Sama".
"Kau akan berada di sini berapa lama??".
"Aku kesini ikut dengan oma ku , jadi aku akan pulang setelah bisnisnya selesai!!! Kalau kau bagaimana??".
"Aku hanya 2 minggu di sini , karena sudah seminggu mungkin minggu depan aku akan kembali".
"Voici votre commande". Ucap pelayan tersebut seranya meletakkan pesanan kami .
(Ini pesanan anda)
"Merci" ucap Juan
(Terima kasih) .
"Bon appétit". Balas pelayan tersebut lalu pergi
(Selamat menikmati hidangannya) .
Ami dan Juan pun menyantap makanan pesanan mereka , entah mengapa Juan sangat nyaman mengobrol dengan Ami ia merasa sangat cocok .
"Bagaimana jika besok kita berjalan-jalan bersama , anggap saja sebagai awal pertemanan toh kita sama-sama orang indonesia".
__ADS_1
"Baiklah".
"Kalau begitu bisakah kau memberiku nomor ponselmu agar aku mudah menghubungimu di mana kita akan bertemu".
"Aduuh maaf tapi aku tidak membawa ponselku kemari , ponselku tertinggal di rumahku di jakarta".
"Benarkah?? Sayang banget".
"Begini saja , kau berikan nomer ponselmu padaku!!! Aku akan menghubungimu melalui telpon hotel".
"Tapi bagaimana jika aku ingin bertemu dengan mu di jakarta??".
"Aku akan menelpon mu saat aku sampai di jakarta".
"Kau janji".
"Haha baiklah aku berjanji".
Setelah berbincang sejenak sambil menghabiskan makanan mereka , merekapun beramitan .
"Apa kau tak perlu aku antar sampai hotel??".
"Tidak perlu , aku akan pergi ke tempat oma ku dulu sebelum ke hotel".
"Baiklah jika seperti itu , sampai ketemu besok bye".
"Bye".
Dengan berat hati Juan pun pergi , namun apa daya Juan tak mungkin menghentikan Ami untuk pulang .
"Tak apa , toh besok aku akan bertemu dengannya lagi!!! Dia gadis cantik yang ramah". Gumam Juan sambil tersenyum .
Di sisi lain , Erick sangat gelisah selama Ami pergi .
"Kemana dia pergi?? Aku sudah pergi ke apartemennya tapi kata keamanan di sana dia pergi sehari setelah aku kesana , ponsel dan bahkan kartu kreditnya tak ia gunakan bagaimana aku bisa melacak keberadaannya!!! Damn shit , ini semua salahku kenapa aku harus bersikap dingin dan kasar padanya?? Apa yang harus kulakukan jika ia tak ingin kembali padaku , bagaimana jika ia ingin bercerai dariku?? . Gumam Erick sembari mondar-mandir bak setrikaan 😅😅 .
"Apa yang harus aku lakukan , selama nyonya Naya pergi bos Erick gusar dan frustasi seperti ini setiap harinya . bahkan pekerjaannya pun tak ia perhatikan lagi". Batin Rinto
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA DI JADIIN FAVORIT , LIKE AND KOMENTNYA YAH MAKASIH