
Esoknya Erick sengaja pulang lebih awal karena sudah membuat janji pada Frans untuk membawa Ami ke rumah sakitnya .
Ami di antar oleh supir menuju rumah sakit milik Frans karena Erick sudah lebih dulu menunggunya di sana .
Setelah Ami sampai , Erick menyuruh supirnya pulang .
"Kamu pulang saja , Naya biar pulang sama saya".
"Baik tuan".
Budi pun mengiyakan perintan dari Erick dan langsung melajukan mobil menuju pulang .
"Jadi ini Naya". Tanya Frans
"Naya". Ucap Ami tersenyum sambil menyodorkan tangan untuk berjabat tangan .
"Frans sahabat Erick". Frans menyambut tangan Ami
Entah mengapa Erick terlihat kesal saat Frans dan Ami saling tersenyum .
"Lo mau terus di sini atau periksa dia".
"Ehh sorry, ayo silahkan lewat sini".
Frans pun menuntun Ami ke ruang periksa .
Setelah melalui beberapa pemeriksaan , hasilnya pun keluar .
"Jadi gimana??".
"Dia benar-benar amnesia , sepertinya sikapnya memang berubah karena amnesianya!!! Tapi...".
"Tapu kenapa???".
"Sepertinya dia akan sulit mengingat kembali masa lalunya".
"Kenapa??".
"Amnesianya sedikit lebih rumit dari beberapa pasien amnesia biasanya".
"Baguslah jika memang tak bisa mengingat masa lalunya , itu berarti dia gak akan bertingkah konyol dan murahan seperti dulu dan dia gak akan buat gue lebih malu lagi". Ucap Erick dingin .
Frans hanya menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar ucapan Erick .
__ADS_1
"Gimana hasilnya??". Tanya Ami yang menunggu di luar .
"Gak usah banyak nanya!!".
"Baik".
"Dia nurut banget". Gumam Erick
"Aku laper , kita ke restoran yang biasa aku kunjungi dulu sebelum pulang".
"Iya".
"Kenapa jawabannya singkat gitu , dia marah??". Batin Erick
Sekitar 25 menit Erick dan Ami pun sampai di restoran bintang 5 yang sering Erick kunjungi .
Seorang pelayan menghampiri meja mereka seranya menyerahkan menu , dan menuangkan air putih dan white wine di gelas di hadapan mereka .
"Kamu mau pesan apa??". Tanya Erick
"Steak aja".
"Dessertnya lava cake".
"Baik tuan". Ucap pelayan tersebut lalu pergi membawa menu .
Sekitar 15 menit kemudian pesanan mereka pun di hidangkan di atas meja , dan mereka pun mulai menyantap makanan mereka tanpa mengatakan sepatah katapun .
Ami yang merasa canggung karena sejak tadi mereka hanya berdiam diri pamit ke toilet .
"Mas aku ke toilet dulu".
"Hmm". Erick hanya berdehem tanpa menatap Ami
Saat Ami ingin ke toilet seorang pria menghalangi jalannya .
"Haii Naya apa kabar??". Tanya Boby salah satu mantan Naya
"Maaf anda siapa yah??".
"Ini aku Boby pacar kamu".
__ADS_1
"Kamu jangan sembarangan bicara yah , aku sudah punya suami tidak mungkin aku pacaran sama kamu".
Saat Ami dan Boby berdebat ponsel Ami berbunyi .
"Papi Fahri nelpon , Naya mana sih lama banget ke toiletnya!! Sebaiknya aku susul aja deh".
Erick pun menyusul Ami ke toilet , namun ia melihat Ami dan Boby di depan toilet .
"Ahh aku lupa kau sedang amnesia , tapi meski kamu gak inget aku!! Tubuh kamu pasti gak mungkin lupa kan?? Waktu kita main aja kamu sampai mendesab nikmat".
"Kamu jangan kurang aja yah , saya bisa panggil keamanan jika kamu tidak sopan". Ancam Ami
Erick sangat kesal mendengar kata-kata Boby , tanpa aba-aba Erick menarik lengan Boby dan
BUKK
Tinju Erick melayang ke wajah Boby , bibir Boby seketika mengeluarkan darah .
Setelah memukul Boby , Erick menarik tangan Ami dengan kuat .
Para pengunjung restoran melihatnya dengan heran .
Erick melempar Ami ke dalam mobil .
"Awwww". Rintih Ami
Dengan wajah geram , Erick melajukan mobilnya dengan sangat kencang .
Saat sampai di halaman rumahnya , Erick kembali menarik tangan Ami menuju kamar Erick .
Para pelayan yang melihatnya tak bisa menolong Ami , mereka sangat takut pada Erick apa lagi saat Erick marah .
Erick mendorong Ami ke dalam kamar lalu mebanting pintu kamar dan menguncinya .
"Senneng lo yah main sama cowok lain sementara lo tau lo udah punya suami". Teriak Erick marah
"Bukan bukan gitu ,maksud aku aku gak inget..".
"Ohh lo gak inget , kalau gitu gue bakalan kasih lo kenang-kenangan yang akan lo inget seumur hidup".
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA DI JADIIN FAVORIT , LIKE AND KOMENTNYA YAH MAKASIH
__ADS_1