Mengambil Kehidupan Kembaranku

Mengambil Kehidupan Kembaranku
BAB 28 Kembali


__ADS_3

Wajah Ami berubah sumringah saat melihat Juan memasuki cafe tersebut .


Ami memperhatikan Juan hingga duduk di depannya .


"apa maksud dari foto ini??". ucap Juan sambil memperlihatkan foto kontrak pernikahan yang Ami kirimkan padanya .


Ami yang sedari tadi hanya memandang Juan pun tersadar dan kembali duduk .


"itu..itu kontrak pernikahan antara aku dan Erick".


"lalu sampai kapan kau akan menyembunyikan hubunganmu dan Erick??".


"hubunganku dengan Erick hanya sebatas di atas kertas tidak lebih".


"tapi sampai kapan kau sembunyikan?? kenapa tak memberiku penjelasan dari awal??".


"aku takut".


"takut??".


"yahh aku takut , aku takut setelah kau tau kau akan pergi meninggalkan aku!! aku takut , aku sangat takut kehilanganmu". lirih Ami


"lalu bagaimana dengan Erick??".


"kontrak pernikahan kami akan berakhir , sisa 1 tahun 8 bulan dan antara aku dan Erick sudah tidak ada hubungan apa-apa lagi".


"kenapa harus menunggu sampai selama itu??".


"perjanjian ini demi kelangaungan perusahaan papiku , dan aku juga sudah berjanji pada oma bahwa aku akan menyelesaikan kontrak ini dengan Erick!! itu kenapa aku tidak bisa melanggar kontrak tersebut".


Juan hanya terdiam mulai memahami maksud Ami . Sedangkan Ami hanya tertunduk lesu tak ingin memandang wajah Juan .


"apa kau menyukainya???". tanya Juan

__ADS_1


"tidak".


"apa mencintaiku??".


"yah".


"apa kau ingin menikah denganku setelah berpisah dengan Erick??".


"tentu saja!!!".


"baiklah kau sudah berjanji akan menikah denganku jangan ingkari".


"iya , ehh". Ami sedikit terkejut dan juga agak ragu


"kenapa kau melotot padaku?? kau sudah berjanji dan janji itu tak bisa di ingkari".


Ami merasa sangat senang lalu berdiri dari tempat duduknya dan memeluk Juan .


"apa kau serius?". tanya Ami antusias


"apa itu berarti kau sudah tak marah lagi padaku??".


"tidak , aku masih marah".


"baiklah , kalau begitu aku akan memakai rok yang sangat pendek lalu menggoda Erick". goda Ami dan mulai melonggarkan pelukannya .


"tidak boleh!!! awas saja jika kau berani melakukannya". ucap Juan setengah berteriak , yang membuat Ami senang dan semakin mempererat pelukannya .


Banyak mata yang melihat kemesraan mereka , bahkan ada pula yang memotret mereka .


"Ami!!". Teriak salah satu pengunjung lalu berjalan ke arah Ami dan Juan


Ami dan Juan terlihat bingung .

__ADS_1


"Ami apa kabar??". ucap wanita tersebut sambil memegang tangan Ami .


"maaf , tapi anda salah orang!! aku bukan Ami saya Naya".


"Ami jangan bercanda deh , ini gue Nessa teman kampus lu".


"maaf nona , sepertinya anda memang salah orang!! gadis ini adalah calon istri saya dan Namanya Naya , saya sangat mengenal keluarganya jadi tidak bukan dia teman yang anda maksud".


"aahhh kalau begitu maaf , mungkin temanku hanya mirip dengannya!! sekali lagi maaf". ucap Nessa sambil berjalan menjauh .


'dia bukan Ami?? tapi kenapa dia sangat mirip bak pinang di belah dua hampir tak memiliki perbedaan bahkan dari suara sekalipun , apa dia saudara kembarnya Ami?? tapi tidak mungkin aku dekat dengan almarhum ibu Ami dan setahuku Ami anak tunggal'. gumam Nessa sambil kembali duduk di tempat duduknya dan sesekali melirik ke meja Ami dan Juan .


"Sayang apa kau punya samaran??".


"sayang??".


"kenapa apa aku tidak bisa memanggilmu sayang??".


"boleh , kau boleh memanggilku apapun yang kau mau".


"haha , jadi apa jawabanmu??".


"jawaban tentang apa??".


"apa kau punya nama samaran??".


"setahu ku tidak , kenapa??".


"wanita tadi yang menyebutmu dengan nama Ami , aku melihat dia bersungguh-sungguh".


"yah memang , apa aku dan temannya itu sangat mirip hingga ia tak bisa membedakan antara temannya dan orang lain??".


"entahlah".

__ADS_1


Ami sangat bingung dengan kejadian tersebut hingga ia tak fokus dengan obrolannya dengan Juan .


Bersambung..


__ADS_2