
"seperti anda terlihat sangat senang pak Juan".
"yah begitulah". ucap Juan sambil tersenyum
"sepertinya calon nyonya Aditya".
"seperti itulah". wajahnya semakin ceria
"ohh iya apa anda akan menghadiri pesta ulang tahun menantu Wijaya malam ini??".
"mungkin tidak , aku masih harus mengurus beberapa hal di sini jadi tidak bisa pergi!! aku hanya akan mengirimkan hadiah saja".
"ohh".
Juan menuruh sekertarisnya untuk membeli sebuah hadiah.
"siapa nama menantu Wijaya?? aku akan menulis kartu ucaan untuknya karena tak bisa menghadiri acaranya tersebut".
"namanya Naomi Natasya Adinata".
Sontaj Juan terkejut mendengar nama Naya di sebut .
"siapa tadi namanya??".
"Naomi Natasya Adinata".
Seketika hati Juan terasa hancur mendengar nama Naya .
'jika dia menantu Wijaya lalu aku?? hubungan apa yang aku miliki dengan Naya?? apa aku dan dia berselingkuh?? kenapa Naya tak mengatakannya padaku bahwa dia sudah mempunyai suami??'. batin Juan yang membuatnya geram sekaligus sedih .
Seketika Juan memerintahkan kepada sekertarisnya untuk menyiapkan keberangkatannya kembali ke indonesia .
Di sisi lain Ami mulai bersiap-siap di acara ulang tahunnya yang di persiapkan oleh keluarga Wijaya .
'entah mengapa perasaan ki jadi tidak enak , ada apa yah?'. gumam Ami
__ADS_1
"ada apa nyonya?? apa anda baik-baik saja??".
"ahh iya , aku baik-baik saja".
"apa kau masih mau berlama-lama di depan cermin?? tamu-tamu sudah mulai berdatangan". ucap Erick seranya mendekati Ami .
"aku akan segera keluar , aku hanya sedikit gugup".
"gugup?? bukannya pesta meriah seperti ini sudah biasa bagimu??".
"entahlah , mungkin karena aku amnesia atau karena sudah lama tidak menghadiri pesta aku jadi merasa sangat gugup". dalih Ami
"sudahlah kan ada aku yang menemanimu". ucap Erick menenangkan Ami sambil memegang kedua bahu Ami .
"iya".
Ami dan Erick pun keluar menuju aula , tamu-tamu mulai mengucapkan selamat kepada Ami dan memberinya hadiah .
Namun tiba-tiba senyum di wajah Ami menghilang , wajahnya kini menjadi pucat pasih setelah melihat Juan .
Ami pun mengejarnya .
"Naya kamu mau kemana??". teriak Erick sambil mengikuti Ami keluar .
"Juan tunggu , ku mohon dengarkan penjelasanku dulu". Teriak Ami mencoba menghentikan langkah Juan .
Ami terus mengejar Juan hingga ke taman .
"ku mohon Juan berhentilah".
"apa yang akan kau katakan?? penjelasan apa yang akan kau berikan setelah membodohiku?? apa menyenangkan sudah mempermainkan perasaanku??".
"bukan seperti itu Juan , ku mohon dengarkan aku dulu".
"sudahlah ak...".
__ADS_1
Ami mendaratkan ciuman tepat di bibir Juan .
"aku mencintaimu , aku sangat mencintaimu". ucap Ami setelah melepas ciumannya .
"aku juga , tapi beri aku sedikit waktu". ucap Juan lalu meninggalkan Ami yang mulai mengeluarkan kristal bening dari matanya .
Prok prok prok
Erick bertepuk tangan setelah menyaksikan Ami mencium Juan dan menyatakan perasaannya pada Juan .
"hebat ternyata istriku berselingkuh".
Ami terkejut melihat kedatangan Erick .
"yah cepat atau lambat kau akan tau mengenai hal ini".
"jadi ini yang membuatmu menjaga jarak denganku??".
"iya , karena aku tidak mencintaimu".
"hebat Naya hebat , bisa-bisanya kau mengatakan hal itu secara terang-terangan". ucap Erick geram sambil menckram lengan Naya .
"bukankah pernikahan kita memang tak di dasari oleh cinta melainkan bisnis?? pernikahan kita hanya di atas kertas saja bukan sebuah perasaan , lagipula pernikahan kita akan berakhir sesuai dengan kontrak" .
Plakk
Sebuah tamparan mendarat di pipi Ami .
"yahh memang hubungan kita tak berawal dari cinta tapi bisnis , tapi apakah kau sama sekali tak memiliki perasaan padaku sedikitpun hingga kau tega berselingkuh?? kau tau bahwa aku sudah jatuh cinta padamu , apa itu tak membuat hatimu luluh??".
"maaf tapi aku sudah mencintai orang lain". ucap Ami melangkah pergi meninggalkan Erick .
'tidak , tidak akan aku melepaskanmu!! kau hanya bisa jadi milikku akan ku buat kau mencintaiku apapun caranya'. gumam Erick .
Bersambung...
__ADS_1