
BOOOM
Ledakan besar terdengar seketika rumah mama Nayla berhamburan beserta api yang tak henti-hentinya melahap hingga habis rumah tersebut bahkan menjalar ke beberapa rumah tetangga , para tetangga berlarian keluar .
Pemadam kebakaran yang sudah di hubungi oleh warga memadamkan api setelah berjam-jam .
Drrrrt drrrrt drrrrt
Ponsel Ami bergetar .
Ami : halo tante , ada apa??
Tante Ira : nak rumah kamu kebakaran , mama kamu...sebaiknya kamu cepat kerumah sakit aku akan mengirimkan alamatnya .
Ami : Apa??? baik tante makasih
Dengan cepat ia meminta izin dosennya lalu berlari menuju jalan raya dan memberhentikan taxi , wajahnya sudah di penuhi air mata .
Sampai di rumah sakit beberapa tetangga dan juga sahabt mamanya sudah berada di sana menunggunya .
"tante mama aku mana??".
"mama kamu..".
"tante pliss aku mau ketemu mama".
Tanpa menjawab pertanyaan Ami , sahabat mamanya yang bernama Ira memegang tangan Ami dan membawanya ke ruang mayat .
"tante jangan bercanda deh , kenapa tante bawa aku kesini??? aku mau ketemu mama".
"ini mama kamu". ucap tante Ira lirih
"jangan bercanda tante hikz hikz aku gak suka tante bercanda kayak gini hikz hikz".
__ADS_1
Tente Ira pun membuka kain putih yang menutup mayat Nayla .
Meski tubuh Nayla hancur , Ami sebagai putrinya pasti mengenalinya .
Tubuh Ami mati rasa , ia tersungkur tanpa kata dengan air mata yang terus mengalir .
Dengan sekuat tenaga ia bangkit dan menghampiri mayat mamanya .
"ma bangun donk ma , kalau mama pergi Ami mau sama siapa lagi??? ma jawab donk ma , mama marah yah sama Ami??? ma jawab maaaa". Ami mengguncang mayat mamanya , ia masih tak terima akan kepergian mamanya .
Tante Ira sangat sedih , ia memeluk Ami dengan erat .
"sabar yah nak".
"tante tolong donk bangunin mama , tantekan sahabatnya mama pasti bisa bujukin mama supaya gak marah lagi sama Ami".
"Ami sadarlah , mama kamu sudah pergi".
BRUKK
Ami pingsan , tante Ira seketika panik .
Iapun berteriak memanggil perawat .
Setelah siuman Ami sama sekali tak berbicara sepatah katapun , ia terdiam bagai patung .
"nak kita harus memakamkan jasad mama kamu , yuk". ajak tante Ira
Ami masih terdiam , ia sekarang bagaikan boneka . Mengikuti kemana arah tangan yang menuntunnya .
Ia membisu sampai pemakaman selesai .
"nak kamu sementara tinggal di rumah tante , ini kamar kamu!!! kamar ini bekas kamar anak tante yang sudah menikah".
__ADS_1
Ami masih tak menjawab , tatapannya kosong raut wajahnya tanpa ekspresi .
Sudah berhari-hari , tapi Ami masih saja tidak bicara bahkan tidak pula makan dan minum .
Tante Ira sangat bingung , hingga akhirnya ia teringat akan titipan Nayla kepadanya .
Setelah mengambil koper tersebut tante Ira pun memberikannya kepada Ami .
"ini barang yang di titipkan oleh mamamu ke tante".
Masih tanpa ekspresi , Ami menerima koper tersebut lalu tante Ira pun meninggalkan Ami .
Ami memandang koper tersebut dengan mata sendu , hatinya perih bagai tersayat-sayat .
Orang yang ia sayangi dan satu-satunya penyemangat hidupnya sudah pergi jauh meninggalkannya .
Ami masih belum membuka koper tersebut , ia hanya mengelusnya .
Ia ragu untuk membuka koper tersebut .
Setelah berpikir lama , akhirnya Ami pun memberanikan dirinya untuk membuka koper itu .
Dengan perlahan Ami membuka koper itu sedikit demi sedikit .
Dan air matanya pun tumpah , ia mendapati pakaian baru beserta buku tabungan dan cardnya yang ternyata jumlah tabungan tersebut tak sedikit .
"Apa mama udah persiapin ini buat Ami sejak lama??". Gumamnya lirih .
Ami melihat sepucuk surat yang terselip di kantong koper , Ami pun mengambilnya dan membaca isi surat tersebut .
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA DI JADIIN FAVORIT LIKE AND KOMENTNYA YAH MAKASIH
__ADS_1