Mengambil Kehidupan Kembaranku

Mengambil Kehidupan Kembaranku
BAB 6 Terdiam


__ADS_3

BOOOM


Ledakan besar terdengar seketika rumah mama Nayla berhamburan beserta api yang tak henti-hentinya melahap hingga habis rumah tersebut bahkan menjalar ke beberapa rumah tetangga , para tetangga berlarian keluar .


Pemadam kebakaran yang sudah di hubungi oleh warga memadamkan api setelah berjam-jam .


Drrrrt drrrrt drrrrt


Ponsel Ami bergetar .


Ami : halo tante , ada apa??


Tante Ira : nak rumah kamu kebakaran , mama kamu...sebaiknya kamu cepat kerumah sakit aku akan mengirimkan alamatnya .


Ami : Apa??? baik tante makasih


Dengan cepat ia meminta izin dosennya lalu berlari menuju jalan raya dan memberhentikan taxi , wajahnya sudah di penuhi air mata .


Sampai di rumah sakit beberapa tetangga dan juga sahabt mamanya sudah berada di sana menunggunya .


"tante mama aku mana??".


"mama kamu..".


"tante pliss aku mau ketemu mama".


Tanpa menjawab pertanyaan Ami , sahabat mamanya yang bernama Ira memegang tangan Ami dan membawanya ke ruang mayat .


"tante jangan bercanda deh , kenapa tante bawa aku kesini??? aku mau ketemu mama".


"ini mama kamu". ucap tante Ira lirih


"jangan bercanda tante hikz hikz aku gak suka tante bercanda kayak gini hikz hikz".

__ADS_1


Tente Ira pun membuka kain putih yang menutup mayat Nayla .


Meski tubuh Nayla hancur , Ami sebagai putrinya pasti mengenalinya .


Tubuh Ami mati rasa , ia tersungkur tanpa kata dengan air mata yang terus mengalir .


Dengan sekuat tenaga ia bangkit dan menghampiri mayat mamanya .


"ma bangun donk ma , kalau mama pergi Ami mau sama siapa lagi??? ma jawab donk ma , mama marah yah sama Ami??? ma jawab maaaa". Ami mengguncang mayat mamanya , ia masih tak terima akan kepergian mamanya .


Tante Ira sangat sedih , ia memeluk Ami dengan erat .


"sabar yah nak".


"tante tolong donk bangunin mama , tantekan sahabatnya mama pasti bisa bujukin mama supaya gak marah lagi sama Ami".


"Ami sadarlah , mama kamu sudah pergi".


BRUKK


Ami pingsan , tante Ira seketika panik .


Iapun berteriak memanggil perawat .


Setelah siuman Ami sama sekali tak berbicara sepatah katapun , ia terdiam bagai patung .


"nak kita harus memakamkan jasad mama kamu , yuk". ajak tante Ira


Ami masih terdiam , ia sekarang bagaikan boneka . Mengikuti kemana arah tangan yang menuntunnya .


Ia membisu sampai pemakaman selesai .


"nak kamu sementara tinggal di rumah tante , ini kamar kamu!!! kamar ini bekas kamar anak tante yang sudah menikah".

__ADS_1


Ami masih tak menjawab , tatapannya kosong raut wajahnya tanpa ekspresi .


Sudah berhari-hari , tapi Ami masih saja tidak bicara bahkan tidak pula makan dan minum .


Tante Ira sangat bingung , hingga akhirnya ia teringat akan titipan Nayla kepadanya .


Setelah mengambil koper tersebut tante Ira pun memberikannya kepada Ami .


"ini barang yang di titipkan oleh mamamu ke tante".


Masih tanpa ekspresi , Ami menerima koper tersebut lalu tante Ira pun meninggalkan Ami .


Ami memandang koper tersebut dengan mata sendu , hatinya perih bagai tersayat-sayat .


Orang yang ia sayangi dan satu-satunya penyemangat hidupnya sudah pergi jauh meninggalkannya .


Ami masih belum membuka koper tersebut , ia hanya mengelusnya .


Ia ragu untuk membuka koper tersebut .


Setelah berpikir lama , akhirnya Ami pun memberanikan dirinya untuk membuka koper itu .


Dengan perlahan Ami membuka koper itu sedikit demi sedikit .


Dan air matanya pun tumpah , ia mendapati pakaian baru beserta buku tabungan dan cardnya yang ternyata jumlah tabungan tersebut tak sedikit .


"Apa mama udah persiapin ini buat Ami sejak lama??". Gumamnya lirih .


Ami melihat sepucuk surat yang terselip di kantong koper , Ami pun mengambilnya dan membaca isi surat tersebut .


SELAMAT MEMBACA


JANGAN LUPA DI JADIIN FAVORIT LIKE AND KOMENTNYA YAH MAKASIH

__ADS_1


__ADS_2