
tok tok
"masuk".
"papi panggil Naya??".
"sini sayang". ucap papi Fahri sembari berjalan menuju sofa "sini duduk dekat papi".
"wajah papi kok kayak serius gitu kenapa??".
"apa kau mau bercerai dari Erick??".
'ahh gawat , papi gak tau apa-apa kan soal hubungan aku ma Juan'. batin Ami
"kok tiba-tiba nanya gitu pi??".
"sudah jangan sembunyiin lagi dari papi , papi sudah tau kalau Erick bertindak kasar denganmu itu kenapa kau menghindarinya dan ikut dengan oma kamu ke paris".
'huffft syukur deh papi gak tau'. batin Ami lega
"aku gak mau cerai kok pi , aku hanya buat Erick jera aja agar dia gak bersikap kasar lagi ma Naya".
"kamu beneran??".
"beneran pi aku cinta ma Erick".
'hoeekkk pengen muntah aku ngomong cinta ma Erick'. batin Ami
"baiklah sayang jika itu memang keputusan kamu , tapi ingat kapanpun jika Erick bertindak kasar lagi denganmu kamu harus cepat-cepat hubungin papi . oke??".
"iya pi , Naya janji bakalan hubungin papi kalau dia kasarin Naya lagi".
"baiklah!! lalu apa kau akan pulang??".
__ADS_1
"besok aja deh pi , aku ada janji ma teman!!".
"yah sudah kalau begitu kamu istirahat saja dulu sebelum pergi".
"iya pi , dah pi". ucap Ami seranya melangkah keluar ruangan tersebut .
Malam harinya , Ami sudah bersiap-siap pergi menuju tempat yang telah di sepakatinya dan Juan .
Ami terlihat begitu cantik dengan balutan dress selutut berwarna merah dengan atasnya model sabrina .
Juan sengaja menyewa restoran dengan ruangan khusus couple agar mereka bisa menikmati makan malam mereka dengan romantis .
Juan dengan manis menyambut Ami datang , tak lupa ia menarik kursi agar Ami lebih mudah untuk duduk .
"Kamu makin cantik menggunakan dress itu". Puji Juan
"Makasih". Ucap Ami tersipu malu .
"Ayo makan , gak enak Kalau udah dingin".
"Iya".
Merekapun melahap makanan mereka dengan sembari bercerita dan tertawa bersama .
Setelah makan malam mereka melanjut perbincangan mereka dengan di temani red wine .
Tapi karena tidak biasa meminum minuman beralkohol Ami dengan mudah mabuk .
__ADS_1
"Kenapa , kamu udah mabuk yah??".
"Gak kok hanya kepala aku sedikit pusing".
"Kalau gitu aku anterin kamu ke rumah kamu yah".
"Iya".
Juan pun memapah Ami menuju mobil .
"Astaga aku lupa nanya alamatnya". Ucap Juan memukul jidatnya .
"Naya... Naya ayo bangun , alamat kamu di mana??". Tanya Juan sambil mengguncang tubuh Ami .
Namun Ami sudah terlelap , ia tetap tak bangun meski sudah dibangunkan beberapa kali .
"Terpaksa aku bawa ke apartemen aja dulu". Ucap Juan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya .
Setelah sampai di apartemennya Juan langsung membawa Ami ke kamarnya lalu membaringkannya lalu menyelimutinya .
"Good night my love". Ucap Juan kemudian mengecup lembut kening Ami .
Juan memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya setelah itu ia mengambil bantal dan selimut lalu tidur di sofa .
Yah meski ia merasa tak nyaman , namun ia tak ingin tidur seranjang dengan Ami .
Bukannya tak tergoda namun ia menahan diri , ia tak mau Ami berpikir kalau dia sama dengan pria lainnya yang akan mengambil kesempatan dalam kesempitan .
Apalagi Juan sudah benar-benar jatuh cinta pada Ami , dia gak mau orang yang ia cintai malah membencinya hanya karena nafsu sesaatnya .
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA DI JADIIN FAVORIT LIKE AND KOMENTNYA YAH MAKASIH
__ADS_1