
Di tempat lain , Ami sedang mengepak barangnya .
"Jadi besok kamu akan ke jakarta??". Tanya tante Ira
"Iya tante!! Tante makasih yah , tante udah izinin Ami tinggal di sini!!".
"Iya sama-sama nak!! Nanti kalau udah ketemu sama papa kamu jangan lupa hubungin tante yah".
"Iya tante pasti".
"Ya udah , kamu istirahat gih!!".
"Iya , met malam tante".
"Selamat malam Ami".
Perasaan Ami sungguh bersemangat namun bercampur gugup .
Ia masih bingung apa yang harus ia katakan setelah bertemu dengan papanya saat di jakarta .
"Semoga aja papa mau nerima Ami". Gumam Ami
-----------
Esoknya Ami pun berangkat , sekitar 4 jam menaiki bus akhirnya Ami sampai di terminal di jakarta .
"Hufftt akhirnya sampai juga , pegel banget". Ucap Ami sambil merenggangkan bahunya yang kaku .
Ami mengambil alamat yang sempat mamanya tuliskan di surat untuknya .
__ADS_1
Ia pun segera memesan taxi online , Ami tak henti-hentinya tersenyum ia tak menyangka bahwa sebentar lagi ia akan bertemu dengan papanya .
Tapi tiba-tiba....
BRAKKK
Sebuah mobil menabrak taxi online yang di tumangi Ami , mobil itu tak lain adalah milik Naya .
Tabrakan teesebut sangat kuat hingga membuat pintu taxi online tersebut terbuka membuat Ami terlempar dari dari dalam mobil dan kepala Ami menghantam pembatas jalan dengan sangat keras sehingga mengeluarkan banyak darah .
Sedangkan taxi online dan mobil Naya terus berguling dan..
BOOOMM
Kedua mobil tersebut meledak akibat bensin mobil yang tertumpah dan mesin mobil uang masih menyala , menyulut api dan membuat mobil tersebut terbakar .
Para pengendara memanggil pemadam dan juga ambulance .
Supir dan Naya meninggal di tempat kejadian , tubuh mereka rusak hingga tak bisa di kenali . Terutama tubuh Naya , karena tubuhnya benar-benar hancur ia tak bisa di indentifikasi .
Sedangkan Ami berada di IGD , ia masih tak sadarkan diri akibat kepalanya yang terbentur .
Sekitar seminggu tak sadarkan diri , akhirnya Ami pun siuman .
Ami berusaha membuka matanya dengan lemah .
"Dok dokter cucu saya sudah sadar". Teriak oma Mira
Dokterpun dengan cepat menghampiri Ami dan memeriksa keadaannya .
__ADS_1
"Masa kritisnya sudah lewat , tapi untuk memastikan kami akan memeriksanya kembali". Ucap Dokter
Oma Mira dan Papi Fahri menghampiri Ami dengan wajah yang senang .
"Siapa kalian?? Aku di mana??".
"Sayang ini papi!!! dok ada apa dengan anak saya??".
"maaf Tuan Adinata sepertinya anak anda mengalami amnesia , akibat benturan keras dikepalanya saat kecelakaan waktu itu".
"Papi?? Ahhhh". Ami menjerit kesakitan sambil memegang kepalanya , lalu pingsan .
Dokter pun membawa Ami keruang pemeriksaan untuk mengecek apa yang terjadi di kepala Ami .
Ternyata benar , ada sebuah gumpalan darah yang bersarang di kepala Ami . Yang membuatnya menjadi hilang ingatan , namun kasus Ami lebih parah .
"Jadi gimana dok anak saya??".
"Anak anda benar-benar amnesia , hanya saja pada kasus anak anda lebih parah dari amnesia biasanya".
"Maksud dokter??".
"Anak bapak tidak bisa di paksa untuk mengingat apapun karena itu bisa membuat otaknya bisa menjadi rusak , juga kemungkinan untuk mengingat masa lalunya kembali hanya sekitar 30% dan ada kemungkinan ia tak akan bisa mengingat masa lalunya kembali untuk selamanya!!! Tapi itu semua tergantung dari otak dari putri bapak".
Papi Fahri seketika lemas mendengar penjelasan dokter .
"Terus saya harus bagaimana dok , saya tidak mau terjadi apa-apa pada anak saya!!! Kecelakaan ini saja sudah cukup membuatnya menderita". Ucap Papi Fahri lirih .
"Kami dari pihak rumah sakit akan membantu putri bapak dengan sekuat tenaga , bapak cukup memberi dia dukungan dan motivasi".
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA DI JADIIN FAVORIT , LIKE AND KOMENTNYA YAH , MAKASIH