
Erick melempar tubuh Ami ke atas ranjang , lalu merobek dress yang Ami gunakan .
"Erick tolong jangan kaya gini hiks hiks". Mohon Ami
Tapi permohonan Ami tak membuat amarah Erick surut .
Erick memegang kedua tangan Ami menggunakan satu tangannya , dan tangan lainnya membuka bra dan celana dalam milik Ami .
"Jangan hiks hiks aku mohon jangan lakuin ini Erick". Ami kembali memohon sambil meronta .
Namun apa daya , kekuatan Ami yang lemah tak bisa mengalahkan kekuatan Erick yang besar .
Erick memlebarkan paha Ami dan dengan kuat mendorong milik masuk ke dalam *** Ami .
"Awwhh sakit Rick hiks hiks, sakit banget".
Erick yang masih terbawa emosi tak mengubris rintihan dan tangisan Ami .
Ia hanya terus menghentakkan tubuhnya di atas tubuh Ami .
Ami yang tau bahwa meski ia berteriak , Erick takkan menghentikan kegiatannya .
Ami kini hanya terus menangis , ia terisak menerima perlakuan kasar dari Erick hingga Erick mencapai klimaks .
Lalu Ami tertidur karena kesakitan sedangkan Erick tertidur karena kelelahan .
----------
Esoknya , Erick bangun lebih dulu .
Ia melihat bercak darah di atas ranjangnya dan mengingat kejadian semalam .
"Dia masih perawan , kemarin adalah malam pertama untuknya!!! Astaga apa yang telah aku lakukan , aku telah memaksanya bahkan bermain dengan sangat kasar!!! Itu semua karena aki termakan dengan omongan pria yang ia temui di restoran , Erick kau bodoh kaj benar-benar bodoh". Gumamnya sambil memukul-mukul kedua pipinya .
Erick yang melihat Ami terbangun berpura-pura tidur .
"Awwwhhh sakit banget". Rintih Ami saat berusaha bangun .
Dengan perlahan ia keluar dari kamar Erick menggunakan selimut terlilit di tubuhnya dengan sesekali meringis kesakitan .
Wajahnya terlihat amat sedih .
Setelah mendengar pintu tertutup Erick pun membuka matanya .
__ADS_1
"Aku udah ngatain dia cewek second , aku juga udah ngasarin dia!! Gimana aku ngehadapin dia sekarang??".
Erick terlihat bingung , ia memasuki kamar mandi dan memulai ritual mandinya .
Setelah mandi dan bersiap-siap ia pun menuju meja makan .
Ia tak melihat sosok Ami .
"Bi , Naya mana??".
"Nyonya pergi tuan".
"Pergi??? Kemana??".
"Saya tidak tau tuan , saat saya bertanya nyonya tak menjawab dia hanya menangis".
"Sial".
Erick mengambil jas dan kunci mobilnya lalu melajukan mobilnya ke arah rumah papi Fahri .
"Selamat pagi pi". Sapa Erick saat berpapasan dengan papi Fahri di depan rumah
"Loh nak Erick ngapain kemari pagi-pagi?? Naya mana??".
"Erick cuman mampir kok pi kebetulan lewat sini jadi sekalian nyapa!! Naya gak ikut pi , dia dirumah".
"Aku harus cari dia di mana??".
"Ayo masuk dulu".
"Gak usah pi , aku masih ada urusan di kantor!! Erick pamit dulu pi".
"Ya sudah kalau gitu , nanti mampir kesini bareng Naya yah".
"Iya pi".
Erick pun kembali ke mobilnya lalu kembali melajukan mobilnya .
Erick : Rinto lacak keberadaan Naya sekarang .
Rinto : baik bos .
Setelah melacak keberadaan Naya , Rinto pun mengirim lokasi Naya ke Erick .
__ADS_1
Erick pun segera melajuka mobilnya ke lokasi yang sudah ia dapatkan .
Erick sampai di sebuah apartemen mewah .
468 nomor apartemen tersebut .
(Ini apartemen Naya yang ia dapatkan dari papi Fahri saat dia berulang tahun , Ami mengetahuinya saat mendapat cardkey di tas milik Naya dan Ami pun ke mari) .
Ting tong
Ceklekk
Ami terkejut saat membuka pintu apartemen , ternyaya Erick .
"Kamu kenapa kamu bisa kesini??".
"Apa maksud kamu pergi gitu aja dari rumah??".
"Aku mau cerai".
"Apa??".
"Aku tau kau tak menyukaiku , sekarang aku mengerti sebesar apapun aku mencoba aku tetap tidak akan mengubah pandangan mu padaku!!! Pandangan yang jijik saat melihatku". Ucap Ami membalikkan tubuhnya , ia mencoba menyembunyikan air matanya .
"Tarik semua ucapan mu". Erick menggenggam tangan Ami dengan kuat .
"Lepas tangan aku sakit!!! Kamu mau apa lagi sih?".
"Tarik semua ucapan kamu dan pulang sama aku sekarang".
"pulang!! Itu bukan rumah aku , dan aku gak akan narik ucapan aku!!! Sekarang kamu pergi aja , aku takut kalau kamu akan muntah jika terus berada di sini".
Erick menarik lengan Ami dan mencium bibir Ami .
Ami mendorong tubuh Erick dan
PLAKK
Tamparan mendarat di wajah Erick .
"Kamu mau ngapain lagi haaa?? Kamu gak puas nyakitin aku semalam?? Sebenarnya aku tuh salah apa sih sama kamu??".
SELAMAT MEMBACA
__ADS_1
JANGAN LUPA DI JADIIN FAVORIT , LIKE AND KOMENTNYA YAH MAKASIH