Mengambil Kehidupan Kembaranku

Mengambil Kehidupan Kembaranku
BAB 14 Malam Pertama


__ADS_3

Erick melempar tubuh Ami ke atas ranjang , lalu merobek dress yang Ami gunakan .


"Erick tolong jangan kaya gini hiks hiks". Mohon Ami


Tapi permohonan Ami tak membuat amarah Erick surut .


Erick memegang kedua tangan Ami menggunakan satu tangannya , dan tangan lainnya membuka bra dan celana dalam milik Ami .


"Jangan hiks hiks aku mohon jangan lakuin ini Erick". Ami kembali memohon sambil meronta .


Namun apa daya , kekuatan Ami yang lemah tak bisa mengalahkan kekuatan Erick yang besar .


Erick memlebarkan paha Ami dan dengan kuat mendorong milik masuk ke dalam *** Ami .


"Awwhh sakit Rick hiks hiks, sakit banget".


Erick yang masih terbawa emosi tak mengubris rintihan dan tangisan Ami .


Ia hanya terus menghentakkan tubuhnya di atas tubuh Ami .


Ami yang tau bahwa meski ia berteriak , Erick takkan menghentikan kegiatannya .


Ami kini hanya terus menangis , ia terisak menerima perlakuan kasar dari Erick hingga Erick mencapai klimaks .


Lalu Ami tertidur karena kesakitan sedangkan Erick tertidur karena kelelahan .


----------


Esoknya , Erick bangun lebih dulu .


Ia melihat bercak darah di atas ranjangnya dan mengingat kejadian semalam .


"Dia masih perawan , kemarin adalah malam pertama untuknya!!! Astaga apa yang telah aku lakukan , aku telah memaksanya bahkan bermain dengan sangat kasar!!! Itu semua karena aki termakan dengan omongan pria yang ia temui di restoran , Erick kau bodoh kaj benar-benar bodoh". Gumamnya sambil memukul-mukul kedua pipinya .


Erick yang melihat Ami terbangun berpura-pura tidur .


"Awwwhhh sakit banget". Rintih Ami saat berusaha bangun .


Dengan perlahan ia keluar dari kamar Erick menggunakan selimut terlilit di tubuhnya dengan sesekali meringis kesakitan .


Wajahnya terlihat amat sedih .


Setelah mendengar pintu tertutup Erick pun membuka matanya .

__ADS_1


"Aku udah ngatain dia cewek second , aku juga udah ngasarin dia!! Gimana aku ngehadapin dia sekarang??".


Erick terlihat bingung , ia memasuki kamar mandi dan memulai ritual mandinya .


Setelah mandi dan bersiap-siap ia pun menuju meja makan .


Ia tak melihat sosok Ami .


"Bi , Naya mana??".


"Nyonya pergi tuan".


"Pergi??? Kemana??".


"Saya tidak tau tuan , saat saya bertanya nyonya tak menjawab dia hanya menangis".


"Sial".


Erick mengambil jas dan kunci mobilnya lalu melajukan mobilnya ke arah rumah papi Fahri .


"Selamat pagi pi". Sapa Erick saat berpapasan dengan papi Fahri di depan rumah


"Loh nak Erick ngapain kemari pagi-pagi?? Naya mana??".


"Erick cuman mampir kok pi kebetulan lewat sini jadi sekalian nyapa!! Naya gak ikut pi , dia dirumah".


"Aku harus cari dia di mana??".


"Ayo masuk dulu".


"Gak usah pi , aku masih ada urusan di kantor!! Erick pamit dulu pi".


"Ya sudah kalau gitu , nanti mampir kesini bareng Naya yah".


"Iya pi".


Erick pun kembali ke mobilnya lalu kembali melajukan mobilnya .


Erick : Rinto lacak keberadaan Naya sekarang .


Rinto : baik bos .


Setelah melacak keberadaan Naya , Rinto pun mengirim lokasi Naya ke Erick .

__ADS_1


Erick pun segera melajuka mobilnya ke lokasi yang sudah ia dapatkan .


Erick sampai di sebuah apartemen mewah .


468 nomor apartemen tersebut .


(Ini apartemen Naya yang ia dapatkan dari papi Fahri saat dia berulang tahun , Ami mengetahuinya saat mendapat cardkey di tas milik Naya dan Ami pun ke mari) .


Ting tong


Ceklekk


Ami terkejut saat membuka pintu apartemen , ternyaya Erick .


"Kamu kenapa kamu bisa kesini??".


"Apa maksud kamu pergi gitu aja dari rumah??".


"Aku mau cerai".


"Apa??".


"Aku tau kau tak menyukaiku , sekarang aku mengerti sebesar apapun aku mencoba aku tetap tidak akan mengubah pandangan mu padaku!!! Pandangan yang jijik saat melihatku". Ucap Ami membalikkan tubuhnya , ia mencoba menyembunyikan air matanya .


"Tarik semua ucapan mu". Erick menggenggam tangan Ami dengan kuat .


"Lepas tangan aku sakit!!! Kamu mau apa lagi sih?".


"Tarik semua ucapan kamu dan pulang sama aku sekarang".


"pulang!! Itu bukan rumah aku , dan aku gak akan narik ucapan aku!!! Sekarang kamu pergi aja , aku takut kalau kamu akan muntah jika terus berada di sini".


Erick menarik lengan Ami dan mencium bibir Ami .


Ami mendorong tubuh Erick dan


PLAKK


Tamparan mendarat di wajah Erick .


"Kamu mau ngapain lagi haaa?? Kamu gak puas nyakitin aku semalam?? Sebenarnya aku tuh salah apa sih sama kamu??".


SELAMAT MEMBACA

__ADS_1


JANGAN LUPA DI JADIIN FAVORIT , LIKE AND KOMENTNYA YAH MAKASIH


__ADS_2