
"Dimana wanita itu??". Tanya Erick kepada Jaka sambil menaruh jasnya di sofa .
"Nyonya sedang memasak".
Tanpa bicara Erick pun ke dapur , dia melihat Ami sedang memasak .
Sedangkan bi Surti hanya duduk melihat Ami .
Ami sengaja melarang bi Surti membantunya memasak .
Bi Surti melihat Erick ke dapur
"Tu..".
"Hussttt". Erick melarang bi Surti berbicara dan bi Surti pun mengangguk mengerti lalu pergi .
Ami yang sedang mendengar lagu menggunakan earphone tak sadar jika Erick sudah duduk di meja dapur sambil terus memperhatikannya .
Ami hanya asik memasak sambil bersenandung .
"Suaranya bagus juga". Gumam Erick
Ami terkejut , ia menjatuhkan sendok yang ia pegang saat berbalik dan melihat Erick yang duduk .
"Astaga mas Erick bikin aku kaget aja". Ucap Ami seranya memegang dadanya .
"Cepat beri aku makan , aku lapar".
"Baik".
Ami tersenyum manis mendengar Erick meminta makanan yang ia masak .
Ami dengan cepat menyajikan makanan di hadapan Erick .
"Awas aja kalau gak enak". Ancam Erick
Erick memperhatikan makanan yang tersaji .
"Tidak ada udang dan juga makanan pedas sepertinya dia tau kalau aku tak bisa makan kedua makanan itu". Batin Erick
__ADS_1
"Ayo makan entar keburu dingin".
"Hmm".
Erick sangat terkejut saat mencicipi makanan buatan Ami .
"Makanan ini enak banget". Gumam Erick
"Kenapa?? Makanannya gak enak??".
"Rasanya lumayan". Dalih Erick
"Besok aku buatin makanan yang lebih enak deh dari ini".
"Hmm , tadi kamu kemana??".
"Tadi ke mall beli baju jadi sekalian beli bahan makanan , soalnya tadi ku liat udah gak ada bahan di kulkas".
"Itu sudah di handel sama Jaka , ngapain kamu yang beli".
"Yahh kan sekalian aja, lagian emank salah toh aku juga pengen masakin suami aku".
"Mas kenapa?? Nih minum dulu".
"Dari informasi yang aku dapat dia sifat dan sikapnya gak seperti ini!! Apa karena dia amnesia makanya dia berubah?? Tapi masa amnesia bisa bikin dia berubah".
"Aku udah kenyang".
"Aku salah bicara yah?? Maaf!!! Aku gak akan bicara sembarangan atau berbuat sesuatu tanpa izin kamu mulai sekarang".
Erick tak bicara sepatah katapun , dia hanya memandang Ami lalu berlalu .
Di kamar , Erick terus mondar-mandir . Kemudian ia pun memutuskan menelpon temannya Frans ia salah satu dokter terbaik lulusan luar negeri .
Erick : halo Frans gue mau nanya sesuatu sama lo
Frans : nanya apa??
Erick : apa amnesia bisa bikin orang berubah 160° dari sebelum dia amnesia??
__ADS_1
Frans : bisa , tapi 1 banding 1000!!! Kenapa??
Erick : lo taukan Naya amnesia??
Frans : jangan bilang iti Naya??
Erick : yupp!! Tau gak tadi pagi dia bangun pagi dan buatin gue sandwich , malamnya dia bikinin gue makan malam!! Dan yang bikin gue gak percaya masakannya sangat enak
Frans : serius?? Dia gak lagi kesambet hantu istri teladan kan?? Haha
Erick : anjriit lo , gue serius dia bahkan yang sendiri yang beli bahan makanan .
Frans : lo bisa bawa dia ke rumah sakit gue?? Gue pengen periksa jangan sampai dia hanya pura-pura .
Erick : oke besok gue bawa dia kesana .
(Tentu aja sifat dan sikapnya beda dia kan bukan Naya 😅😅😅)
Ami membereskan dapur dengan wajah sedih .
"apa dia marah karena aku ikut campur dengan masalah belanja atau dia gak suka bilang dia suami aku??? Atau dia gak suka keduanya?? Aku kan istrinya apa salah ikut campur masalah dapur??? Dan dia memang suami aku , masa aku gak bisa bilang dia suami aku!!". Gumam Ami
"Nyonya biar saya saja yang mencuci piring". Ucap Bi Surti membuyarkan lamunan Ami .
"Biar aku aja bi , nanggung".
"Nyonya kenapa?? Tuan Erick marah lagi??".
"Gak kok bi".
"Sepertinya nyonya sedang tidak enak badan atau tadi dia bertengkar lagi dengan tuan??". Batin Bi Surti
Setelah mencuci piring Ami pun kembali ke kamarnya .
Ia membaringkan tubuhnya dan memandang foto pernikahan Naya dan Erick .
"Dia sama sekali tidak tersenyum bahkan di hari pernikahan kami , apa segitu tak inginnya dia menikah denganku!!! Lalu jika dia memang tak ingin menikah denganku , mengapa dia menikahiku??".
SELAMAT MEMBACA
__ADS_1
JANGAN LUPA DI JADIIN FAVORIT , LIKE AND KOMENTNYA YAH MAKASIH