Mengambil Kehidupan Kembaranku

Mengambil Kehidupan Kembaranku
BAB 18 Jalan-jalan


__ADS_3

Esoknya seperti yang sudah di janjikan , Ami menelpon Juan melalui telpon hotel .


Kring kring


Ponsel Juan berdering nyaring .


Wajah Juan senang meski tak yakin yang menelpon itu Ami atai bukan .


Ami : halo Juan?? Ini aku Naya


"Yes yes , dia beneran nelpon". Batin Juan kegirangan .


Juan : ahh iya


Ami ; bagaimana rencana jalan-jalannya??


Juan : jadi donk , aku baru aja udah mandi baru mau siap-siap .


(Sebenarnya Juan udah dari pagi-pagi buta udah siap , dia hanya nunggu telpon dari Ami aja 😂😂😂)


Ami : kita ketemu di mana??


Juan : aku jemput di hotel tempat kamu nginep aja gimana??


(Udah tau hotel setelah di kasih tau kemarin)


Ami : ya udah aku tunggu .


Juan : oke , bye


Ami : bye


Setelah Ami menutup telpon , Juan tak perlu menunggu lama .


Dengan cepat ia mengambil kunci mobil dan melajukannya ke hotel tempat Ami menginap .


Setelah sampai dengan cepat Juan pun masuk ke lobby hotel , ia melihat Ami yang sedang duduk di sofa lobby .


"Lama gak nunggunya??".


"Ehh kamu udah sampai?? Cepet banget".


"Emank gak tau kalau aku pembalap".

__ADS_1


"Dasar!! Jangan suka ngebut kalau kamu kecelakaan gimana??".


"Iya gak lagi kok".


'Dia khawatir ama aku'. Batin Juan senang .


"Kok senyum gitu , suka yah kalau dimarahin??".


"Suka..eehh maksud aku gak".


"Haha yah udah yuk entar keburu siang , kan jalan-jalannya jadi singkat".


"Yes mam".


Mereka berduapun menaiki mobil dan berlalu , mereka mengunjungi beberap tempat indah dan sempat mengunjungi beberapa restoran baru .


Mereka sangat cepat akrab karena memiliki kesamaan , mulai dari fashion , kuliner hingga sikap .


Setiap hari mereka berdua berkeliling kota paris , Ami merasa sangat nyaman berada di samping Juan . Dan rasa nyaman itu tak ia temukan pada diri Erick , ia mulai terbiasa bahkan bisa di bilang mulai merindukan Juan .


Itu kenapa Ami selalu bersama Juan sampai Juan pun akhirnya harus pulang ke jakarta lebih dulu .


Sedangkan Ami harus menunggu seminggu lagi .


"Iya sama-sama".


"Inget jangan lupa hubungin aku setelah sampai di jakarta , kamu udah janji loh yah".


"Haha iya , aku akan hubungin kamu kok".


"Sebenarnya ada yang mau aku omongin".


"Apa??".


"Aku suka sama kamu".


DEG


DEG


DEG


Jantung Ami berdetak kencang .

__ADS_1


"Ak...aku".


"Kamu gak perlu jawab sekarang jika kau tau ingin menjawabnya , aku hanya ingin mengutarakan perasaan ku padamu".


CUPP


Ami mengecup pipi Juan .


"Ka..kamu...". Juan gugup


"Jawaban aku boleh kamu artiin apa aja". Ucap Ami malu


Seketika Juan menganggkat tubub Ami dan berputar .


"Aahhhh haha udah stop aku pusing". Teriak Ami sembari tertawa .


"Aku senneng banget , makasih cupp". Ucap Juan seranya mencium pipi Ami gemas .


"Tapi..".


"Tapi apa??".


"Aku menyimpan sebuah rahasia".


"Aku akan mendengarkan".


"Nanti!! Aku akan menceritakannya nanti , pada saat waktu yang tepat aku akan menceritakannya jadi ku harap kau sabar , bisakan??".


"Tentu".


"Baiklah , dengar pesawatmu akan lepas landas!! Cepatlah , tunggu aku di jakarta".


"Tentu sayang". Ucap Juan mengelus lembut pipi Ami yang merona .


Juan pun menaiki pesawat , lalu Ami pun kembali ke hotel .


'Aku akan menceritakan tentang hubunganku dengan Erick , dan aku akan mengakhiri hubunganku dengannya!! Toh selama ini dia tidak menyukaiku , bahkan sebenarnya aku merasa aku juga tak pernah menyukainya!! Meski aku hilang ingatan tapi hatiku pasti akan mengenali orang yang aku cintai , tapi aku bahkan tak pernah merasakan jantungku berdebar saat berada di dekatnya'. Batin Ami .


"Sepertinya aku harus mencari tahu kenapa aku bisa menikah dengannya!!!". Gumam Ami


SELAMAT MEMBACA


JANGAN LUPA DI JADIIN FAVORIT , LIKE AND KOMENTNYA YAH MAKASIH

__ADS_1


__ADS_2