
Sekitar beberapa jam Ami tak sadarkan diri tak terasa malam menjelang , setelah bangun ia melihat sosok Erick yang tertidur di samping tempat tidurnya sambil menggenggam erat tangannya .
Ami sekilas tersenyum melihat Erick yang tertidur pulas , tanpa sengaja Ami menggerakkan tangannya sehingga membuat Erick terbangun .
"kau sudah sadar??? bagaimana perasaanmu?? apa kepalamu masih terasa sangat sakit?? ini sudah larut malam apa kau merasa lapar?? apa kai juga haus??". pertanyaan bertubi-tubi di layangkan Erick pada Ami dengan wajah khawatirnya .
"aku baik-baik saja , terima kasih karena sudah mencemaskan aku". ucap Ami sambil tersenyum .
"dasar bodoh kau membuat ku sangat takut , kau tau aku hampir mengalami kecelakaan karena terburu-buru mengendarai mobil setelah mendengarmu sakit". kesal Erick
"maaf , lagian emank aku yang mau kesakitan kayak gini".
"memangnya apa yang ingin kau ingat sampai membuat mu seperti ini???"
"aku hanya bertemu dengan seseorang yang membuat ku merasa sangat dekat dengannya , lagian mana aku tau kalau memaksakan mengingat kembali ingatan aku bakalan buat aku kesakitan kayak gini". ucap Ami sambil memanyunkan bibirnya .
"seseorang itu siapa?? apa pria??".
"bukan dia seorang wanita , dia terlihat sangat bahagia ketika bertemu denganku!!! tapi..".
"tapi apa??".
"tapi dia memanggilku dengan nama berbeda".
"mungkin saja kau punya nama samaran saat berteman".
"entahlah , tapi yah nama yang ia sebutkan tadi terasa sangat familiar bagiku bahkan aku merasa lebih nyaman dengan sebutan tersebut di banding dengan Naya".
"memangnya wanita itu memanggilmu dengan sebutan apa??".
"Ami".
__ADS_1
"Ami??".
"yah Ami , dia memanggil ku dengan nama Ami!! awwww". kepala Ami kembali terasa sakit meski tak sesakit tadi .
"sudah sudah berhenti memikirkan nama dan wanita itu , lihat kepalamu sakit lagi!! berbaringlah".
Erick membantu Ami berbaring dan menyelimutinya .
"istirahatlah , besok kita temui Frans di rumah sakit".
"untuk apa??".
"tentu saja memeriksa keadaan kepalamu , setidaknya ketika kau berusaha mengingat sesuatu kau tidak kesakitan seperti tadi".
"baiklah".
"yah sudah kalau begitu aku akan kembali ke kamarku , istirahatlah!! selamat malam".
"ada apa?? apa kau membutuhkan sesuatu??".
"tidak , aku hanya ingin bilang terima kasih dan selamat malam". ucap Ami dengan tersenyum manis .
yang hanya di jawab dengan senyuman dan anggukan oleh Erick lalu keluar dari kamar Ami .
---------------
Keesokan harinya Erick sudah menunggu Ami di ruang makan .
"bi , Naya mana??".
"nyonya belum turun tuan , apa perlu saya panggil??".
__ADS_1
"tidak perlu biar saya saja".
Erick berlari-lari kecil menuju kamar Ami .
Tok tok tok
"yah siapa??".
"ini aku Erick".
"masuklah".
Erick pun melangkahkan kakinya ke dalam kamar Ami .
"hmm kapan kau akan selesai bersiap-siap , cepat sarapan". ucap Erick sambil berjalan keluar dengan wajah memerah .
"sial kenapa masih pagi begini Naya sudah terlihat sangat cantik , dia bahkan belum berdandan". gumam Erick .
"kenapa sih tuh anak , aneh". ucap Ami yang bingung akan tingkah Erick .
Setelah beberapa menit kemudian mereka berdua pun turun ke ruang makan dan melahap sarapan mereka .
"hmm bagaimana perasaan mu pagi ini??". Erick membuka perbincangan
"sudah lumayan".
"apa kepalamu masih terasa sakit??".
"sudah agak mendingan , masih agak sakit tapi gak sesakit kemarin". jawab Ami tanda menoleh pada Erick .
Setelah sarapan merekapun berangkat ke rumah sakit untuk menemui Frans .
__ADS_1
Bersambung..