Mengambil Kehidupan Kembaranku

Mengambil Kehidupan Kembaranku
BAB 25 Tertawa


__ADS_3

Tring Tring


Sebuah pesan masuk kedalam ponsel Ami .


'ini pesan dari Juan'. batin Ami yang membuat wajahnya ceria .


"selamat ulang tahun sayang , maaf karena tidak bisa bersamamu hari ini aku sekarang berada di luar negeri karena urusan bisnis aku janji setelah kembali aku akan memberimu hadiah".


"jangan fikirkan fokuslah dengan pekerjaan mu , aku akan menunggumu".


"terima kasih , aku merindukanmu".


"aku juga".


Senyum cerah terpampang di wajah Ami setelah mendapat pesan dari Juan , Erick yang melihatnya merasa curiga .


"kau mendapat pesan dari siapa??". tanya Erick sedikit kesal .


'sial aku lupa kalau Erick masih ada di sampingku'. batin Ami


"ohh ini pesan dari papi , katanya dia akan memberiku hadiah setelah pulang dari luar negeri".


"ohh , aku kira...".


"kau kira apa...?? ngomong-ngomong kau kan hari ini pelayanku kenapa caramu bicara seperti itu padaku??".


"ohh iya hehe maafkan aku nonaku yang cantik".


"huuu dasar".

__ADS_1


"lalu apa tugas pelayanmu ini nona??".


"hmmm apa yah...".


Ami berfikir pekerjaan apa yang harus ia berikan pada Erick agar membuatnya kewalahan .


"aahhhaaa aku punya ide'. gumam Ami .


"hari ini aku sangat ini melihat tarian ala-ala korea gitu , kamu bisa gak??".


"haaa nari??? kamu ngerjain aku yah??".


"eeiittt aku nona kamu loh , kok ngomongnya gak sopan!! lagian bukannya kamu udah janjinya bakalan nurutin semua permintaan aku dan gak ada ngebantah??".


"tapi...".


"yah udah kalau emank gak mau , dasar semua cowok emang sama PEM-BO-HONG". ucap Ami penuh penekanan .


"aku bukan pembohong".


"kalau emank kamu bukan pembohong buktiin donk kalau kamu emank gak ngebantah permintaan aku seauai janji kamu".


"oke aku akan nari seperti yang kamu mau , tapi beri aku setidaknya 30 menit liat video nari ala korea yang kamu mau supaya aku bisa belajar".


"5 menit".


"20 menit deh yah".


"15 menit gak bisa di tawar lagi". tegas Ami.

__ADS_1


"okee". Erick menyanggupi meski dengan dongkolnya .


"haha rasain emank enak di kerjain hahaha'. gumam Ami merasa puas .


Setelah 15 menit , Erick pun akhirnya mulai menari .


Erick yang bertubuh kaku membuat Ami tertawa terpingkal-pingkal bahkan Ami terjatuh dari sofa akibat tertawa .


Tentu saja Erick merasa sangat malu , namun ia juga merasa senang karena sudah membuat wanita yang di cintainya tertawa bahagia .


"apa kau puas menertawakanku??". tanya Erick sedikit ngos-ngosan setelah menari


"belum buaaahahahaha". ucap Ami sambil melanjutkan tawanya hingga air matanya keluar .


"sudah berhentilah tertawa , aku sangat malu!! dan lihat bahkan kau sudah mengeluarkan air mata karena tertawa". ucap Erick mengusap wajah Ami lembut .


'entah kenapa saat bersama Erick jantungku tak berdetak kencang sama seperti saat aku bersama Juan'. batin Ami .


Erick yang terlena dengan wajah Ami mulai mendekat , yang memegang dagu Ami dan ingin menciumnya .


Namun sayang Ami menghindarinya .


"maaf". ucap Ami


Erick hanya tersenyum lirih .


'bersabarlah Erick , ini belum saatnya dia belum yakin akan perasaanmu padanya kau harus lebih bersabar agar dia yakin bahwa kau benar-benar mencintainya'. batin Erick menenangkan dirinya sendiri .


Sejenak kamar tersebut menjadi hening , ada kecanggungan tercipta di antara mereka .

__ADS_1


'entah mengapa aku merasa mengkhianati Juan saat aku bersama dengan Erick , apa itu berarti orang aku cintai adalah Juan??'. batin Ami


Bersambung..


__ADS_2