
Juan yang masih kesal memutuskan untuk pergi keluar negeri untuk menenangkan hati dan pikirannya .
Sedangkan di sisi lain Ami merasa sangat sedih karena Juan mengabaikan semua panggilan dan pesan-pesannya .
"sudah hampir 2 bulan kau mengabaikanku , apa kau masih belum bisa memberiku kesempatan untuk menjelaskannya padamu!! apakah kau sudah tak mencintaiku lagi??". lirih Ami
Tanpa Ami sadari Erick yang sudah sejak tadi berdiri tak jauh dari tempat duduknya mendengar perkataan Ami dan merasa sangat kesal .
"apa kau sesedih itu demi dia??". ucap Erick sambil mengepalkan tangannya .
"yahh aku sangat sedih , aku sedih bahkan sampai rasanya ingin mati". ucap Ami dengan nada lesu tanpa menoleh ke arah Erick .
Jawaban Ami semakin membuat Erick semakin kesal , ia berjalan mendekati Ami dan memegang lengan Ami dengan sangat kuat .
"ahh lepaskan kau menyakitiku". ucap Ami sambil memberontak .
"lalu bagaimana dengan perasaanku?? bagaimana dengan hatiku yang kau sakiti??". teriak Erick
__ADS_1
"kau sendiri yang membuatku benci denganmu , kau sendiri yang mendorongku agar mencintai orang lain!! ingatkah dengan perlakuan kasar mu padaku? apa aku salah mencintai orang lain?? bukankah kau dulu sangat membenciku?? jangankan untuk menyukaiku kau bahkan memasang wajah jijik saat kau melihatku , lalu sekarang saat aku jatuh cinta pada orang lain kau bilang aku menyakiti hatimu!! haaa apa yang tadi kau katakan aku menyakiti hatimu , sungguh lelucon yang bagus". ucap Ami sinis .
"tapi kau tau aku sudah berubah , aku bahkan jatuh cinta padamu".
"tapi kau jatuh cinta padaku pada saat perasaanku sudah hilang padamu dan sudah jatuh cinta pada pria lain".
"apa tak bisa kau memberiku kesempatan??".
"saat aku meminta kesempatan , saat aku tak mengingat kesalahan apa yang ku perbuat padamu hingga membenciku karena amnesia . apa kau memberikan kesempatan , apa kau memberiku penjelasan??tidak , kau sama sekali tak memberiku hal itu , lalu kenapa kau meminta kesempatan padaku?? yah ku akui kau sudah berubah , kau sudah tak kasar lagi dan juga sudah tak lagi menghinaku tapi sayang aku sudah tak menganggap itu sebagai tanda cinta melainkan permintaan maaf".
Erick hanya terdiam , ia mengakui bahwa kekasarannya pada Ami waktu itu yang membuat wanita yang kini ia cintai semakin jauh dari dirinya .
"tidak!!! aku suamimu , takkan ku biarkan kau pergi meninggalkanku". gumam Erick
-----------------
Seminggu kemudian Juan yang sudah tenangpun kembali ke indonesia , namun masih enggan bertemu dengan Ami .
__ADS_1
Meski Juan sangat merindukannya .
Ia berusaha mengalihkan pikirannya melalui pekerjaan meski seringkali tak fokus .
Juan yang belum membaca pesan Ami padanya satupun mulai membukanya , dan betapa terkejutnya ia saat membuka salah satu pesannya dan melihat foto sebuah kontrak pernikahan antara Naya dan Erick .
Tanpa pikir panjang ia pun menghubungi Ami .
Ami terlihat sangat antusias saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya , dengan sigap ia pun mengangkatnya .
"aku ingin bertemu denganmu di cafe tempat kita biasa bertemu setengah jam lagi tut tut tut". ucap Juan lalu mematikan sambungan telepon tanpa mendengar sepatah kata apapun dari Ami .
Meski agak sedih Ami dengan tergesa-gesa berlari ke kamarnya untuk mengambil tas dan kunci mobil , lalu berangkat ke cafe yang Juan maksud .
Tak perlu waktu lama karena Ami melajukan mobilnya dengan sangat cepat .
Ia tiba di cafe lebih awal dari yang Juan katakan , ia menunggu dengan hati tak karuan .
__ADS_1
Bersambung..