Mengambil Kehidupan Kembaranku

Mengambil Kehidupan Kembaranku
BAB 29 Sakit


__ADS_3

Sepulang Ami dan Juan dari cafe , Ami terus mengingat wanita yang menemuinya .


"Ami siapa dia?? apakah wanita yang bernama Ami itu terlihat begitu mirip denganku??? tapi kenapa nama itu terdengar sangat familiar bagiku?? dan kenapa aku merasa sangat dekat dengan wanita itu??". gumam Ami sambil mondar-mandir di kamarnya .


pertanyaan itu terus saja beputar di kepala Ami .


"apa yang aku lupa?? kenapa aku sama sekali tak mengingat apapun?? apa yang sudah terlewat hingga aku merasa sangat kehilangan???". gumam Ami .


Ami yang berusaha mengingat kenangan masa lalunya membuat kepalanya terasa sakit .


"awww kepalaku... sakit... kenapa kepalaku tiba-tiba terasa sangat sakit.. aaaawwww". rintih Ami sambil memegang kepalanya .


Pelayan yang kebetulan mendengar jeritan Ami bergegas ke kamarnya , pelayan tersebut menemukan Ami dengan keadaan merintih kesakitan dan terus memegang kepalanya .


Pelayan tersebut dengan sigap menelpon Erick .


"tuan nyonya tuan".


"ada apa dengan Naya".

__ADS_1


"nyonya terus merintih kesakitan sambil memegang kepalanya tuan".


Erick terkejut mendengarnya , ia mematikan telpon tersebut lalu langsung menelpon Frans .


"Frans segera kerumah ku , sekarang tut tut tut". ucap Erick singkat dengan nada cemas .


Tau bahwa ada sesuatu yang penting dari nada bicara Erick , Frans dengan cepat mengambil peralatannya lalu berlari menuju parkiran rumah sakit untuk mengambil mobilnya .


Karena kelelahan menahan sakit yang sangat luar biasa bahkan air mata dan keringat dingin terus bercucuran , Ami pun tak sadarkan diri .


Beberapa saat kemudian Erick pun datang lalu di susul oleh Frans .


Setelah masuk ke kamar Ami , Frans langsung memeriksanya .


"sepertinya dia berusaha untuk mengingat masa lalunya , itu yang memicu kepalanya terasa sangat sakit".


"lalu apa yang harus aku lakukan??".


"kita harus mencegahnya memaksakan dirinya untuk mengingat , karena itu bisa saja merenggut nyawanya". jelas Frans

__ADS_1


Erick hanya menarik nafas panjang lalu mengusap wajahnya kasar .


"Rick , apa belakangan ini dia bertingkah aneh atau menemui seseorang yang berasal dari masa lalunya??".


"entahlah , memangnya kenapa??".


"pasti ada yang memicu keinginan Naya agar mengingat masa lalunya".


"tapi dia sempat beberapa kali bertemu dengan mantan dan sahabatnya dulu , tapi dia tidak seperti ini".


"mungkin karena orang-orang itu tak terlalu berkesan di ingatan maupun hati Naya , mungkin kali ini Naya berusaha mengingat sesuatu yang menurutnya sangat berkesan di ingatannya". jelas Frans


"lalu apa yang harus aku lakukan?? tidak mungkin kan aku harus mengurungnya agar tidak bertemu atau mengalami hal yang berkesan di ingatannya??". lirih Erick


"sebaiknya besok kau bawa Naya ke rumah sakit , aku akan mencari tau apa yang bisa aku perbuat agar meringankan resiko dan rasa sakit yang ia derita ketika ia berusaha mengingat kembali ingatannya". ucap Frans sambil menepuk pundak Erick yang terlihat sangat gusar .


"terima kasih".


"santai bro , kalau gitu aku permisi dulu!! tidak usah mengantarku kau temani saja istrimu". ucap Frans lalu meninggalkan Erick dan Ami .

__ADS_1


Erick mengelus lembut kepala Ami lalu mengecupnya .


"apa yang berusaha kau ingat hingga membuat mu merasakan sakit seperti ini?? apa sepenting itu hingga kau rela menderita seperti ini?? ku mohon jangan sakiti dirimu karena bukan hanya yang terluka , aku juga merasa sangat sakit melihatmu menderita". lirih Erick sambil mengenggam erat tangan Ami .


__ADS_2