
Paginya , Ami sangat terkejut karena bangun di kamar yang asing baginya .
"a..aku dimana??". tanyanya sambil mengingat kejadian semalam .
"aaahhh!!!". kaget Ami setelah mengingatnya "ya ampun , tapi syukurlah gak terjadi apa-apa toh baju aku masih lengkap!!".
"morning". sapa Juan sembari berjalan menuju Ami .
"mor..morning".
"kamu mandi gih , terus ke ruang makan aku udah buatin sarapan buat kamu".
"oke". ucap Ami sambil bergegas turun dari tempat tidur .
"tapi...aku harus pakai baju apa??".
"aku udah beliin kamu baju kok". ucap Juan sambil berjalan mengambil sebuah paperbag .
"haaa!! emank udah ada toko baju buka sepagi ini??".
"gak , semalam saat kamu tidur aku nelpon asisten aku untuk beliin baju dengan ukuran kamu , nih".
"ohhh , aku mandi dulu kalau gitu".
"iya".
Setelah mandi dan berpakaian , Ami pun keluar menuju ruang makan .
"habis makan aku akan antar kamu pulang".
"iya".
"mmm semalam..."
"aku minta maaf karena buat kamu repot".
"gak apa-apa kok , tapi ingat yah kamu gak boleh pergi minum sendirian atau bersama pria lain!!".
"kenapa??".
"kamu tuh gak kuat minum dan setelah mabuk kamu kayak mayat , heran aku tuh udah bangunin kamu sampai suara aku habis tapi kamunya gak bangun-bangun!! gimana kalau ada orang yang manfaatin situasi kamu".
"hehe aku mana tau kalau aku gak bisa minum alkohol!!".
"kok kamu gak tau??".
'apa aku cerita aja yah??'. batin Ami
"sebenarnya..hmmm sebenarnya aku...".
kringg kringg
__ADS_1
"maaf yah , aku angkat telpon dulu".
"iya silahkan".
'nanti aja deh , toha aku akan punya banyak waktu sama dia'. gumam Ami
Setelah menjawab telpon Juan sudah lupa akan apa yang ingin dia tau dari Ami .
Ia hanya mengantar Ami hingga depan halaman rumahnya lalu pamit untuk ke kantor .
"pagi bi". sapa Ami setelah masuk kerumahnya
"pagi non".
"bi , papi sama oma mana??".
"nyonya besar , dan tuan sudah berangkat ke kantor".
"ohh".
"non Naya mau bibi buatin sarapan??".
"gak usah bi makasih , aku udah sarapan ma teman tadi".
"ohh begitu toh".
"ohh iya bi , nanti kalau papi sama oma pulang dan nyariin aku bipang aja kalau aku udah pulang ke rumah suami aku yah".
"iya non".
"non Naya mau bibi bantuin ngemas baju non??".
"gak udah aku bisa sendiri kok bi".
"baiklah non , kalau gitu saya permisi ke belakang dulu".
"iya".
Bibi itu pun pergi ke dapur , sedangkan Ami ke kamar untuk mengemas pakaiannya .
Sekita 15 menit ia pun selesai dan meminta supir mengantarnya pulang .
Sesampainya di rumah Erick , para pelayan sangat gembira melihatnya .
Ia langsung menelpon Erick .
Erick : ada apa kamu nelpon??
Jaka : Tuan , nyonya sudah pulang!!
Erick : apa??? aku akan segera pulang tut tut tut
__ADS_1
"Rinto batalkan semua janji hari ini , aku harus pulang".
"baik bos".
Erick terlihat bersemangat , ia mengambil jasnya lalu berjalan keluar .
Ia tak henti-hentinya tersenyum sehingga para karyawannya terheran-heran karena tingkahnya .
Tak berapa lama berkendara ia pun sampai di rumahnya .
Dengan cepat ia masuk ke rumahnya .
"mana Naya??".
"ia berada di dapur , ia sedang...". Jaka tak sempat menyelesaikan ucapannya karena Erick sudah nyelonong pergi meninggalkan Jaka .
Ia berlari-lari kecil menuju dapur , dan melihat Ami sedang menggunakan celemek .
Erick menarik bahu Ami dan membalikkan tubuh Ami lalu langsung memeluknya .
"ka..kamu apa-apaan sih??".
Bi Surti dan pak Jaka meninggalkan Ami dan Erick yang berpelukan .
"kamu kemana aja?? kamu tau gak aku khawatir banget kalau kamu gak akan kembali".
"kamu sakit yah??". ucap Ami sembari memegang kening Erick dan tangan satunya memegang keningnya sendiri .
"kamu gak demam kok!! atau kamu lagi mabuk sepagi ini??".
"tidak , aku tidak demam atau mabuk!! aku hanya kangen sama kamu!!".
'haaaa aku gak lagi mimpikan?? dia ngomong aku-kamu ke aku??? dan bahkan dia bilang kangen aku".
"sepertinya aku mimpi deh!!". Ami mencubit pipinya sendiri "awww , atau aku tidur dulu lagi mungkin aku masih setengah sadar". ucap Ami lalu melangkahkan kakinya namun di hentikan oleh Erick .
"haha ini bukan mimpi kok".
"tapi kenapa kamu ngomong aku-kamu?? biasanya kamu ngomng lo-gue ke aku!! kamu juga biasanya dingin dan kasar ke aku , tapi sekarang".
"maaf".
"haaa??".
"maaf karena sudah perlakuin kamu dengan sangat dingin dan kasar , aku janji mulai hari ini aku akan perlakuin kamu dengan sangat baik".
"kenapa??".
"kok nanya kenapa sih , yah tentu saja karena kamu istri aku".
"tau gak kalau aku mau pingsan dengar kamu kayak gini!! kalau kamu mau permainin untuk permaluin aku lagi mending gak usah , karena aku akan jaga jarak sama kamu sampai kita cerai".
__ADS_1
SELAMAT MEMBACA
JANGAN LUPA DI JADIIN FAVORIT LIKE AND KOMENTNYA YAH MAKASIH