
" Sama-sama.. " jawab Melissa lalu
menyantap makanannya.
•••
Mereka kembali ke kamar masing-masing.
Maulana saat ini merasa amat gembira, dia
tak pernah segembira ini , perempuan yang
dulu dicintainya sekarang kembali berada
di sisinya. Kadang kala dia berfikir dia amat
bodoh, mencintai seorang wanita
bertahun-tahun, tanpa pasti akan
terbalaskan, tapi dia merasa Melissa pantas
untuk di cintainya seperti itu.
Disaat orang lain menjauh darinya, Melissa
malah mendekat, disaat orang lain
menjatuhkannya, Melissa membuatnya
bangkit, disaat orang lain merendahkannya,
Melissa mengangkatnya, Disaat orang lain
mengolok-oloknya, Melissa melindunginya,
dia tidak tau apa yang akan terjadi padanya
seandainya Melissa tidak hadir dalam
hidupnya. Andaikan dia masih seperti dulu,
mungkinkah ada seseorang yang akan
membelanya seperti Melissa?.
Jadi.. dia benar-benar tidak bisa
menggantikan Melissa dengan wanita yang
datang padanya setelah dia berubah seperti
sekarang.
Satu hal yang disesalkannya, dia tidak
sanggup mengungkapkan perasaan nya
saat itu. sehingga Melissa direbut laki-laki lain.
•••
Sementara itu, Melissa sedang bingung di
kamarnya, dia tidak tau meski berbuat apa
pada Maulana, dia memang mengakui, Maulana saat ini memang sangat mempesona, tapi mereka benar-benar tak kan mungkin
bersama karna statusnya saat ini.
Dia takut hubungan mereka nantinya akan
mendapat banyak tantangan, terutama dari
keluarga Maulana, dia tidak mau di kira
wanita yang tak tau diri karna berhubungan
dengan seorang pria yang sangat jauh
berbeda darinya.
Dia telah merasakan sakitnya hubungan
yang tak direstui. Orang tua Melissa tak
merestui hubungannya dengan Kevin, tapi
Melissa tetap keras kepala..sampai akhirnya
dia diancam akan di coret dari daftar ahli
waris meskipun dia anak semata wayang
dan dia tidak menerima sepeser pun dari
harta orang tuanya yang tergolong cukup
banyak dia tetap pada pendiriannya.
Disaat masalah melanda keluarganya, Melissa
tak sanggup untuk menghubungi orang
tuanya untuk meminta bantuan, meskipun
kedua orang tuanya telah memaafkannya
__ADS_1
sejak kelahiran Evan, anak pertamanya,
tapi dia tidak berani untuk memintai
bantuan kedua orang tuanya dia terlalu
malu untuk itu.
Melissa tak ingin Maulana akan mengalami nasib yang sama dengannya karna bersaman
mereka. Sudah jelas pasti, kedua orang tua
Maulana tak akan mau menerimanya sebagai
menantunya meskipun kedua orang tua
Maulana baik dan ramah, mereka tak akan
mau menikahkan putranya dengan wanita
yang tidak sederajat, apa lagi dia sudah
menjadi janda dan punya anak tiga,
andaikan saja dia masih bersama orang
tuanya mungkin status mereka akan sama,
tapi sekarang, dia tidak punya apa-apa.
•••
Pagi itu, mereka telah berada di ruang
meeting, Maulana meminta Melissa untuk
mempresentasikan proposal yang di
buatnya. meski Melissa telah lama vakum, tapi
dia tidak kehilangan kemampuannya,
kemampuannya yang terpendam selama ini
timbul kembali, dia merasa sangat senang,
begitu juga dengan Maulana yang merasa
takjub derngan kemampuan Melissa. Wanita ini
benar-benar menyia-nyiakan bakatnya
selama ini, pantas saja ayahnya menerima
Melissa kembali dengan senang hati untuk
sekian tahun berhenti.
•••
Setelah beberapa saat, akhirnya mereka
berhasil mendapatkan tender yang cukup
besar itu, dengan senyum bahagia, Maulana
mengangguk pada Melissa, wanita itu pun
membalas dengan senyuman.
•••
"Melissa.. ternyata kau hebat juga, aku bahkan
hampir tak bisa menjawab pertanyaan itu
tadinya.. untung saja ada kamu. " Kata
Maulana.
"Terima kasih Pak" Jawab Melissa.
"Ayahku pasti akan sangat senang jika
mengetahui kita berhasil mendapatkan
proyek ini. " Kata Maulana lagi.
" Mudah-mudahan Pak " Jawab Melissa.
"Melissa.. bisakah kau hanya memanggil
namaku? "Pinta Maulana lagi.
" Jika kau seperti ini aku merasa kau amat
jauh dariku, dan itu membuatku amat
sedih. " Kata Maulana lagi.
"Maaf.. " jawab Melissa singkat.
"Maaf untuk apa? "Kata Maulana tidak paham.
"Ku rasa.. kita tak mungkin bisa bersama,
aku hanya akan menjadi masalah untukmu." Jawab Melissa sedih.
__ADS_1
"Ku pastikan kau tak akan menjadi masalah
untukku. " Jawab Maulana.
"Ku mohon.. panggil aku seperti dulu lagi.
aku merindukan panggilan itu. " Kata
Maulana penuh harap.
"Baiklah. jika di luar kantor, aku akan
memanggil namamu." jawab Melissa.
Maulana tersenyum lega mendengarnya.
"Apa kita pulang hari ini? " Tanya Maulana lagi.
"Kau bertanya pada siapa? "Celetuk Maulana,
sehingga membuat Melissa cemberut, melihat
itu, Maulana menaikkan alisnya seolah
meminta jawaban.
"Maul. kita pulang hari ini? " Ulang Melissa.
"Tidak. kita akan pulang besok" jawab
Maulana santai.
"Bukannya sudah selesai? " Tanya Melissa
heran.
" Aku masih ingin bersamamu" Jawab Maulana
dengan pandangan sayu.
Melissa sedikit gugup dengan pandangan
Maulana, dulu dia sering menerima tatapan
seperti itu dari suaminya, tapi hampir dua
tahun ini, pandangan itu mulai berkurang,
dan setahun terakhir, pandangan itu benar-
benar hilang dan berubah menjadi
pandangan penuh kejengkelan.
" Kau kenapa?" Tanya Maulana saat melihat
Melissa terdiam..
" Tapi.. aku tak bisa, aku masih menikah."
jawab Melissa.
"Bukankah dia telah menjatuhkan talaknya
padamu? kau pernah bilang dia akan
membebaskanmu jika kau ingin pergi, jika
dalam tiga bulan ini jika kalian tidak rujuk,
secara agama kalian telah sah bercerai"
Kata Maulana, tapi Melissa hanya diam. lalu Maulana melanjutkan pertanyaannya " Apa kau ingin kembali padanya? " mendengar pertanyaan itu Melissa segera menggelengkan kepalanya, sepertinya dia begitu syok.
•••
"Aku ingin bersamamu beberapa saat lagi,
jadi kita akan pulang besok pagi. lagi pula
kemarin aku mengatakan akan
membawamu selama tiga hari kan? ini baru
hari ke dua. " Kata Maulana lagi.
"Maul.. ku mohon. aku tak bisa lama-lama
meninggalkan putra-putraku." Kata Melissa
memelas.
Maulana memandangnya dengan sayu. "satu
hari saja, aku ingi bersamamu sehari lagi,
aku tak akan berbuat macam-macam."
Kata Maulana lagi.
Entah kenapa dia menerima permintaan
itu.
''Apakah ini bisa dikatakan selingkuh?"
Batinnya cemas.
__ADS_1