MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 10 : Aku masih ingin bersamamu.


__ADS_3

" Sama-sama.. " jawab Melissa lalu


menyantap makanannya.


•••


Mereka kembali ke kamar masing-masing.


Maulana saat ini merasa amat gembira, dia


tak pernah segembira ini , perempuan yang


dulu dicintainya sekarang kembali berada


di sisinya. Kadang kala dia berfikir dia amat


bodoh, mencintai seorang wanita


bertahun-tahun, tanpa pasti akan


terbalaskan, tapi dia merasa Melissa pantas


untuk di cintainya seperti itu.


Disaat orang lain menjauh darinya, Melissa


malah mendekat, disaat orang lain


menjatuhkannya, Melissa membuatnya


bangkit, disaat orang lain merendahkannya,


Melissa mengangkatnya, Disaat orang lain


mengolok-oloknya, Melissa melindunginya,


dia tidak tau apa yang akan terjadi padanya


seandainya Melissa tidak hadir dalam


hidupnya. Andaikan dia masih seperti dulu,


mungkinkah ada seseorang yang akan


membelanya seperti Melissa?.


Jadi.. dia benar-benar tidak bisa


menggantikan Melissa dengan wanita yang


datang padanya setelah dia berubah seperti


sekarang.


Satu hal yang disesalkannya, dia tidak


sanggup mengungkapkan perasaan nya


saat itu. sehingga Melissa direbut laki-laki lain.


•••


Sementara itu, Melissa sedang bingung di


kamarnya, dia tidak tau meski berbuat apa


pada Maulana, dia memang mengakui, Maulana saat ini memang sangat mempesona, tapi mereka benar-benar tak kan mungkin


bersama karna statusnya saat ini.


Dia takut hubungan mereka nantinya akan


mendapat banyak tantangan, terutama dari


keluarga Maulana, dia tidak mau di kira


wanita yang tak tau diri karna berhubungan


dengan seorang pria yang sangat jauh


berbeda darinya.


Dia telah merasakan sakitnya hubungan


yang tak direstui. Orang tua Melissa tak


merestui hubungannya dengan Kevin, tapi


Melissa tetap keras kepala..sampai akhirnya


dia diancam akan di coret dari daftar ahli


waris meskipun dia anak semata wayang


dan dia tidak menerima sepeser pun dari


harta orang tuanya yang tergolong cukup


banyak dia tetap pada pendiriannya.


Disaat masalah melanda keluarganya, Melissa


tak sanggup untuk menghubungi orang


tuanya untuk meminta bantuan, meskipun


kedua orang tuanya telah memaafkannya

__ADS_1


sejak kelahiran Evan, anak pertamanya,


tapi dia tidak berani untuk memintai


bantuan kedua orang tuanya dia terlalu


malu untuk itu.


Melissa tak ingin Maulana akan mengalami nasib yang sama dengannya karna bersaman


mereka. Sudah jelas pasti, kedua orang tua


Maulana tak akan mau menerimanya sebagai


menantunya meskipun kedua orang tua


Maulana baik dan ramah, mereka tak akan


mau menikahkan putranya dengan wanita


yang tidak sederajat, apa lagi dia sudah


menjadi janda dan punya anak tiga,


andaikan saja dia masih bersama orang


tuanya mungkin status mereka akan sama,


tapi sekarang, dia tidak punya apa-apa.


•••


Pagi itu, mereka telah berada di ruang


meeting, Maulana meminta Melissa untuk


mempresentasikan proposal yang di


buatnya. meski Melissa telah lama vakum, tapi


dia tidak kehilangan kemampuannya,


kemampuannya yang terpendam selama ini


timbul kembali, dia merasa sangat senang,


begitu juga dengan Maulana yang merasa


takjub derngan kemampuan Melissa. Wanita ini


benar-benar menyia-nyiakan bakatnya


selama ini, pantas saja ayahnya menerima


Melissa kembali dengan senang hati untuk


sekian tahun berhenti.


•••


Setelah beberapa saat, akhirnya mereka


berhasil mendapatkan tender yang cukup


besar itu, dengan senyum bahagia, Maulana


mengangguk pada Melissa, wanita itu pun


membalas dengan senyuman.


•••


"Melissa.. ternyata kau hebat juga, aku bahkan


hampir tak bisa menjawab pertanyaan itu


tadinya.. untung saja ada kamu. " Kata


Maulana.


"Terima kasih Pak" Jawab Melissa.


"Ayahku pasti akan sangat senang jika


mengetahui kita berhasil mendapatkan


proyek ini. " Kata Maulana lagi.


" Mudah-mudahan Pak " Jawab Melissa.


"Melissa.. bisakah kau hanya memanggil


namaku? "Pinta Maulana lagi.


" Jika kau seperti ini aku merasa kau amat


jauh dariku, dan itu membuatku amat


sedih. " Kata Maulana lagi.


"Maaf.. " jawab Melissa singkat.


"Maaf untuk apa? "Kata Maulana tidak paham.


"Ku rasa.. kita tak mungkin bisa bersama,


aku hanya akan menjadi masalah untukmu." Jawab Melissa sedih.

__ADS_1


"Ku pastikan kau tak akan menjadi masalah


untukku. " Jawab Maulana.


"Ku mohon.. panggil aku seperti dulu lagi.


aku merindukan panggilan itu. " Kata


Maulana penuh harap.


"Baiklah. jika di luar kantor, aku akan


memanggil namamu." jawab Melissa.


Maulana tersenyum lega mendengarnya.


"Apa kita pulang hari ini? " Tanya Maulana lagi.


"Kau bertanya pada siapa? "Celetuk Maulana,


sehingga membuat Melissa cemberut, melihat


itu, Maulana menaikkan alisnya seolah


meminta jawaban.


"Maul. kita pulang hari ini? " Ulang Melissa.


"Tidak. kita akan pulang besok" jawab


Maulana santai.


"Bukannya sudah selesai? " Tanya Melissa


heran.


" Aku masih ingin bersamamu" Jawab Maulana


dengan pandangan sayu.


Melissa sedikit gugup dengan pandangan


Maulana, dulu dia sering menerima tatapan


seperti itu dari suaminya, tapi hampir dua


tahun ini, pandangan itu mulai berkurang,


dan setahun terakhir, pandangan itu benar-


benar hilang dan berubah menjadi


pandangan penuh kejengkelan.


" Kau kenapa?" Tanya Maulana saat melihat


Melissa terdiam..


" Tapi.. aku tak bisa, aku masih menikah."


jawab Melissa.


"Bukankah dia telah menjatuhkan talaknya


padamu? kau pernah bilang dia akan


membebaskanmu jika kau ingin pergi, jika


dalam tiga bulan ini jika kalian tidak rujuk,


secara agama kalian telah sah bercerai"


Kata Maulana, tapi Melissa hanya diam. lalu Maulana melanjutkan pertanyaannya " Apa kau ingin kembali padanya? " mendengar pertanyaan itu Melissa segera menggelengkan kepalanya, sepertinya dia begitu syok.


•••


"Aku ingin bersamamu beberapa saat lagi,


jadi kita akan pulang besok pagi. lagi pula


kemarin aku mengatakan akan


membawamu selama tiga hari kan? ini baru


hari ke dua. " Kata Maulana lagi.


"Maul.. ku mohon. aku tak bisa lama-lama


meninggalkan putra-putraku." Kata Melissa


memelas.


Maulana memandangnya dengan sayu. "satu


hari saja, aku ingi bersamamu sehari lagi,


aku tak akan berbuat macam-macam."


Kata Maulana lagi.


Entah kenapa dia menerima permintaan


itu.


''Apakah ini bisa dikatakan selingkuh?"


Batinnya cemas.

__ADS_1


__ADS_2