
Melissa sangat senang menerima fasilitas yang di anggap nya sebagai fasilitas kantor itu.
" Aku akan menjemput anak-anakku besok "
Kata Melissa hampir menangis karna bahagia.
Maulana pun merasa sangat senang, melihat
Melisaa bahagia.
" Aku bisa mencarikan pengasuh yang baik
untuk mereka, mereka akan butuh seorang
pengasuh saat kau sedang bekerja" Kata
Maulana lagi.
" Terima kasih banyak" Kata Melissa sambil
tersenyum.
"Sama-sama " Jawab Maul. dia sangat ingin
sekali memeluk wanita yang di cintainya
ini, tapi dia masih ingat dengan batasan
mereka.
Alice yang dari tadi diam, dapat memperhatikan pandangan Direkturnya ini. Dia sangat yakin, laki-laki ini, sangat mencintai sahabatnya.
Satu hal yang tak mereka ketahui, Maulana
juga mengambil sebuah apartemen disebelah Melissa, agar dia selalu berada di dekatnya.
"Alice... aku baru ingat, SIM ku mati lima
tahun yang lalu."
"Aku memberi izin untukmu besok untuk
membuat SIM" Kata Maulana.
" Makasih banyak Pak" kata Melissa senang.
" Kau bisa pindah malam ini" Kata Maulana.
"Tapi dia belum membeli apapun" Kata Alice.
" Semua sudah lengkap, silahkan buka" Jawab Maulana.
Melissa membuka pintu itu, tampak ruangan
itu benar-benar siap huni semuanya telah
tersedia.
Apartement ini memiliki dua kamar, dan
sebuah kamar yang agak kecil. semuanya
telah terisi dengan perabotan yang di
perlukan.
" Ini terlalu berlebihan" Kata Melissa pada
Maulana.
" Tak ada yang terlalu berlebihan untukmu"
Jawab Maul sengaja agar Alice dapat mengetahui perasaannya pada Melissa.
"Apa?" Kata Alice kaget.
"Alice.. aku ingin kau tau bahwa Melissa adalah
cinta pertamaku, tapi sayang, dia masih tak
mau menerimaku sampai sekarang" Kata
Maul, pria ini tampak begitu sedih.
"Ternyata dugaanku benar kan? Pak
Direktur menyukaimu? kenapa kau tak jujur
padaku?" kata Alice kesal karna temannya
menyembunyikan sesuatu.
" Kau juga tak mau terus terang tentang
siapa pria yang kau sukai, saat aku tanya
kau malah kabur" Jawab Melissa juga kesal.
Sekarang malah Maul yang bingung melihat
kedua sahabat ini yang biasa akur malah
saling sewot.
Alice sedikit gugup tentang pertanyaan
Melissa, dia masih belum siap mengungkapkan
siapa pria yang di sukainya, karna dia yakin
dia hanya bertepuk sebelah tangan.
" Ya sudah.. aku memaafkanmu" Kata Alice karna takut di desak Melissa.
" Hmm... Tampaknya kau masih mau
merahasiakannya ya?" Tanya Melissa dengan nada lelah.
" Maaf. belum saatnya. " Kata Alice.
" Alice... boleh aku pindah hari ini? " Tanya
Melissa.
" Sebenarnya aku ingin kau selalu ada
bersamaku. Tapi aku ingin dimana kau
merasa nyaman." Kata Alice sambil
__ADS_1
memegang pundak Melissa.
"Terima kasih" Jawab Melissa.
"Tapi ingat. kau harus mengontrol berat
badanmu, aku telah memasukkanmu mejadi
anggota di grup diet itu, kau harus mempelajarinya, kau juga bisa menanyakan
yang tak kau pahami, nanti mereka akan
memberikan solusi" Kata Alice menjelaskan.
"Terima kasih" Jawab Melissa sambil memeluk
Alice.
"Kita akan menjemput barang-barang mu"
Kata Maulana lagi.
Alice dan Melissa berangkat menjemput
barang-barang Melissa, Maulana mengikuti
merek dari belakang. Sesampai Alice di
rumahnya, dia kaget karna Maulana telah ada
di belakang mereka.
" Pak.. anda juga ikut? " Tanya Alice.
"Biar kamu tak capek bolak balik" Jawab
Maul datar.
''Hmm... padahal agar bisa berduaan tuh."
Batin Alice. Gadis itu tersenyum memikirkan itu.
Melissa membawa barang-barang nya yang tak
seberapa.
" Hanya ini?" Tanya Maulana.
"Ya" Jawab Melissa singkat.
Mereka lalu meninggalkan Alice yang
tampak sedih.
"Sepi lagi deh" Kata Alice cemberut.
Mobil Maulana melaju meninggalkan rumah
Alice, tapi bukannya ke arah Apartemen,
mereka malahan ke pusat perbelanjaan.
" Pak... kenapa ke sini?" Tanya Melissa.
" Kita belanja bentar ya, Buk" jawab Maul
dengan nada usil. Mendengar itu Melissa tertawa.
"Sudah ku katakan, panggil namaku, aku
tak suka kau memanggilku Bapak."
" Iya... Maafkan aku Maul" Kata Melissa tersenyum.
Maul hanya membalasnya dengan
senyuman.
Di pusat perbelanjaan, Melissa kaget, dia
melihat perempuan yang menggoda
suaminya sedang berjalan dengan pria lain.
"Maul.. gara-gara perempuan itu aku di usir"
Kata Melissa sambil menunjuk perempuan
seksi dengan tubuh ramping yang
bergelayut manja di lengan seorang pria.
Pria itu tampak lebih muda darinya.
"Itu bukan suamimu kan? " Tanya Maulana,
karna dia masih ingat wajah Kevin. dia
sempat memperhatikan laki-laki itu waktu
mengantar Melissa menemui anaknya dulu.
" Hmm... sekarang dia kena batu nya. " kata
Maulana.
"Aku akan membelikanmu beberapa
pakaian lagi" kata Maulana.
"Nggak usah.. aku benar-benar tak butuh
sekarang, besok aku udah gajian kan? aku
bisa membelinya sendiri" Jawab Melissa
enggan.
"Ku mohon... jangan menolaknya" kata
Maulana lagi.
" Aku benar-benar merasa tak enak" jawab
Melissa.
" nggak papa, yuk " Ajak Maul, dia masuk ke
sebuah toko pakaian , di sana cukup mahal,
__ADS_1
tak sembarangan orang yang berani masuk
ke toko tersebut.
Ternyata Diana memperhatikan mereka
dari jauh, dia tampak iri dengan Melissa yang
bisa masuk ke toko itu. Dia dapat melihat
mereka karena Toko itu mempunyai
dinding kaca, Tapi dia tidak tau bahwa itu
Melissa, dia hanya membayangkan Melissa adalah seorang wanita tua dan gendut, bukan
wanita berkelas seperti itu.
" Tubuhnya sedikit berisi, laki-laki itu pasti
akan lebih tertarik denganku, karna aku
lebih seksi dan lebih ramping darinya '' batin
Diana.
Diana terus saja memperhatikan mereka
dari cafe tempat dia makan, dia dapat
melihat dengan jelas, Melissa mencoba
beberapa pakaian yang sangat bagus , dia
selalu keluar kamar untuk memperlihatkan pakaiannya pada Maul.
Dan yang lebih membuat Diana kaget, laki-
laki itu tak hanya memberikan satu untuk
perempuan tersebut, melainkan beberapa
stel, dia menjadi semakin ingin mendekati
laki-laki itu.
"Sayang... ada mangsa baru" Kata Diana
sambil melirikkan matanya ke arah Maul.
Laki-laki itu melihat ke arah yang di tunjuk
Diana, tersenyum licik lalu meninggalkan
Diana.
Begitu Melissa keluar dari toko itu, matanya
langsung tertuju pada Diana, perempuan
itu menatap Maul dengan tajam. Melihat itu
Melissa memikirkan sesuatu. Apa yang akan
dilakukan oleh perempuan ini seandainya
dia meninggalkan Maul sendirian.
"Maul... dia melihat ke arah mu. Aku akan
pergi sebentar, aku yakin dia akan menggodamu. " Kata Melissa, lalu bermaksud
akan pergi.
Maul buru-buru memegang tangan Melissa seraya berkata.
"Apa kau ingin menjadikanku umpan? kau
kejam sekali" Kata Maul kesal. wajahnya
semakin menggemaskan.
"Bukan, bukan menjadikanmu umpan, aku
hanya ingin tau, bagaimana cara dia
mendekati pria" Kata Melissa.
" Plisss.." katanya sambil menyatukan kedua
telapak tangannya dengan wajah
memohon.
"Aku akan memperhatikanmu dari jauh, jika
dia macam-macam, aku akan
menyelamatkanmu", katanya dengan nada
kesatria. Melissa langsung pergi tanpa
memperoleh persetujuan Maulana.
Apa yang dipikirkan Melissa ternyata benar,
Diana tak menyiakan kesempatan itu, dia
berjalan ke arah Maulana, begitu hampir
dekat, dia membuat dirinya terpeleset,
berharap Maul akan menangkapnya,
sayangnya pria ini hanya melihat aksi
Diana tanpa niat menolongnya, akhirnya
wanita ini benar-benar jatuh.
Mukanya merah padam karna malu, dia
memandang Maulana yang melihatnya tak
acuh, melihat wanita itu memandangnya,
Maul mengangkat ke dua tangannya yang
memegang belanjaan Melissa seraya berkata.
__ADS_1
"Maaf... Tanganku penuh".