MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 14 : Maaf... Tanganku penuh.


__ADS_3

Melissa sangat senang menerima fasilitas yang di anggap nya sebagai fasilitas kantor itu.


" Aku akan menjemput anak-anakku besok "


Kata Melissa hampir menangis karna bahagia.


Maulana pun merasa sangat senang, melihat


Melisaa bahagia.


" Aku bisa mencarikan pengasuh yang baik


untuk mereka, mereka akan butuh seorang


pengasuh saat kau sedang bekerja" Kata


Maulana lagi.


" Terima kasih banyak" Kata Melissa sambil


tersenyum.


"Sama-sama " Jawab Maul. dia sangat ingin


sekali memeluk wanita yang di cintainya


ini, tapi dia masih ingat dengan batasan


mereka.


Alice yang dari tadi diam, dapat memperhatikan pandangan Direkturnya ini. Dia sangat yakin, laki-laki ini, sangat mencintai sahabatnya.


Satu hal yang tak mereka ketahui, Maulana


juga mengambil sebuah apartemen disebelah Melissa, agar dia selalu berada di dekatnya.


"Alice... aku baru ingat, SIM ku mati lima


tahun yang lalu."


"Aku memberi izin untukmu besok untuk


membuat SIM" Kata Maulana.


" Makasih banyak Pak" kata Melissa senang.


" Kau bisa pindah malam ini" Kata Maulana.


"Tapi dia belum membeli apapun" Kata Alice.


" Semua sudah lengkap, silahkan buka" Jawab Maulana.


Melissa membuka pintu itu, tampak ruangan


itu benar-benar siap huni semuanya telah


tersedia.


Apartement ini memiliki dua kamar, dan


sebuah kamar yang agak kecil. semuanya


telah terisi dengan perabotan yang di


perlukan.


" Ini terlalu berlebihan" Kata Melissa pada


Maulana.


" Tak ada yang terlalu berlebihan untukmu"


Jawab Maul sengaja agar Alice dapat mengetahui perasaannya pada Melissa.


"Apa?" Kata Alice kaget.


"Alice.. aku ingin kau tau bahwa Melissa adalah


cinta pertamaku, tapi sayang, dia masih tak


mau menerimaku sampai sekarang" Kata


Maul, pria ini tampak begitu sedih.


"Ternyata dugaanku benar kan? Pak


Direktur menyukaimu? kenapa kau tak jujur


padaku?" kata Alice kesal karna temannya


menyembunyikan sesuatu.


" Kau juga tak mau terus terang tentang


siapa pria yang kau sukai, saat aku tanya


kau malah kabur" Jawab Melissa juga kesal.


Sekarang malah Maul yang bingung melihat


kedua sahabat ini yang biasa akur malah


saling sewot.


Alice sedikit gugup tentang pertanyaan


Melissa, dia masih belum siap mengungkapkan


siapa pria yang di sukainya, karna dia yakin


dia hanya bertepuk sebelah tangan.


" Ya sudah.. aku memaafkanmu" Kata Alice karna takut di desak Melissa.


" Hmm... Tampaknya kau masih mau


merahasiakannya ya?" Tanya Melissa dengan nada lelah.


" Maaf. belum saatnya. " Kata Alice.


" Alice... boleh aku pindah hari ini? " Tanya


Melissa.


" Sebenarnya aku ingin kau selalu ada


bersamaku. Tapi aku ingin dimana kau


merasa nyaman." Kata Alice sambil

__ADS_1


memegang pundak Melissa.


"Terima kasih" Jawab Melissa.


"Tapi ingat. kau harus mengontrol berat


badanmu, aku telah memasukkanmu mejadi


anggota di grup diet itu, kau harus mempelajarinya, kau juga bisa menanyakan


yang tak kau pahami, nanti mereka akan


memberikan solusi" Kata Alice menjelaskan.


"Terima kasih" Jawab Melissa sambil memeluk


Alice.


"Kita akan menjemput barang-barang mu"


Kata Maulana lagi.


Alice dan Melissa berangkat menjemput


barang-barang Melissa, Maulana mengikuti


merek dari belakang. Sesampai Alice di


rumahnya, dia kaget karna Maulana telah ada


di belakang mereka.


" Pak.. anda juga ikut? " Tanya Alice.


"Biar kamu tak capek bolak balik" Jawab


Maul datar.


''Hmm... padahal agar bisa berduaan tuh."


Batin Alice. Gadis itu tersenyum memikirkan itu.


Melissa membawa barang-barang nya yang tak


seberapa.


" Hanya ini?" Tanya Maulana.


"Ya" Jawab Melissa singkat.


Mereka lalu meninggalkan Alice yang


tampak sedih.


"Sepi lagi deh" Kata Alice cemberut.


Mobil Maulana melaju meninggalkan rumah


Alice, tapi bukannya ke arah Apartemen,


mereka malahan ke pusat perbelanjaan.


" Pak... kenapa ke sini?" Tanya Melissa.


" Kita belanja bentar ya, Buk" jawab Maul


dengan nada usil. Mendengar itu Melissa tertawa.


"Sudah ku katakan, panggil namaku, aku


tak suka kau memanggilku Bapak."


" Iya... Maafkan aku Maul" Kata Melissa tersenyum.


Maul hanya membalasnya dengan


senyuman.


Di pusat perbelanjaan, Melissa kaget, dia


melihat perempuan yang menggoda


suaminya sedang berjalan dengan pria lain.


"Maul.. gara-gara perempuan itu aku di usir"


Kata Melissa sambil menunjuk perempuan


seksi dengan tubuh ramping yang


bergelayut manja di lengan seorang pria.


Pria itu tampak lebih muda darinya.


"Itu bukan suamimu kan? " Tanya Maulana,


karna dia masih ingat wajah Kevin. dia


sempat memperhatikan laki-laki itu waktu


mengantar Melissa menemui anaknya dulu.


" Hmm... sekarang dia kena batu nya. " kata


Maulana.


"Aku akan membelikanmu beberapa


pakaian lagi" kata Maulana.


"Nggak usah.. aku benar-benar tak butuh


sekarang, besok aku udah gajian kan? aku


bisa membelinya sendiri" Jawab Melissa


enggan.


"Ku mohon... jangan menolaknya" kata


Maulana lagi.


" Aku benar-benar merasa tak enak" jawab


Melissa.


" nggak papa, yuk " Ajak Maul, dia masuk ke


sebuah toko pakaian , di sana cukup mahal,

__ADS_1


tak sembarangan orang yang berani masuk


ke toko tersebut.


Ternyata Diana memperhatikan mereka


dari jauh, dia tampak iri dengan Melissa yang


bisa masuk ke toko itu. Dia dapat melihat


mereka karena Toko itu mempunyai


dinding kaca, Tapi dia tidak tau bahwa itu


Melissa, dia hanya membayangkan Melissa adalah seorang wanita tua dan gendut, bukan


wanita berkelas seperti itu.


" Tubuhnya sedikit berisi, laki-laki itu pasti


akan lebih tertarik denganku, karna aku


lebih seksi dan lebih ramping darinya '' batin


Diana.


Diana terus saja memperhatikan mereka


dari cafe tempat dia makan, dia dapat


melihat dengan jelas, Melissa mencoba


beberapa pakaian yang sangat bagus , dia


selalu keluar kamar untuk memperlihatkan pakaiannya pada Maul.


Dan yang lebih membuat Diana kaget, laki-


laki itu tak hanya memberikan satu untuk


perempuan tersebut, melainkan beberapa


stel, dia menjadi semakin ingin mendekati


laki-laki itu.


"Sayang... ada mangsa baru" Kata Diana


sambil melirikkan matanya ke arah Maul.


Laki-laki itu melihat ke arah yang di tunjuk


Diana, tersenyum licik lalu meninggalkan


Diana.


Begitu Melissa keluar dari toko itu, matanya


langsung tertuju pada Diana, perempuan


itu menatap Maul dengan tajam. Melihat itu


Melissa memikirkan sesuatu. Apa yang akan


dilakukan oleh perempuan ini seandainya


dia meninggalkan Maul sendirian.


"Maul... dia melihat ke arah mu. Aku akan


pergi sebentar, aku yakin dia akan menggodamu. " Kata Melissa, lalu bermaksud


akan pergi.


Maul buru-buru memegang tangan Melissa seraya berkata.


"Apa kau ingin menjadikanku umpan? kau


kejam sekali" Kata Maul kesal. wajahnya


semakin menggemaskan.


"Bukan, bukan menjadikanmu umpan, aku


hanya ingin tau, bagaimana cara dia


mendekati pria" Kata Melissa.


" Plisss.." katanya sambil menyatukan kedua


telapak tangannya dengan wajah


memohon.


"Aku akan memperhatikanmu dari jauh, jika


dia macam-macam, aku akan


menyelamatkanmu", katanya dengan nada


kesatria. Melissa langsung pergi tanpa


memperoleh persetujuan Maulana.


Apa yang dipikirkan Melissa ternyata benar,


Diana tak menyiakan kesempatan itu, dia


berjalan ke arah Maulana, begitu hampir


dekat, dia membuat dirinya terpeleset,


berharap Maul akan menangkapnya,


sayangnya pria ini hanya melihat aksi


Diana tanpa niat menolongnya, akhirnya


wanita ini benar-benar jatuh.


Mukanya merah padam karna malu, dia


memandang Maulana yang melihatnya tak


acuh, melihat wanita itu memandangnya,


Maul mengangkat ke dua tangannya yang


memegang belanjaan Melissa seraya berkata.

__ADS_1


"Maaf... Tanganku penuh".


__ADS_2