
Dalam perjalanan, Evan menceritakan
semua kejadian itu pada nenek dan kakek
mereka, mulai dari Ayahnya datang
membawa perempuan itu, sampai ayahnya
menyuruh ibunya pindah ke kamar
belakang, sehingga membuat ibunya
ngamuk, akhirnya ayahnya menyeret
ibunya keluar rumah, dan mengusirnya.
Neneknya menangis... menyesali sikap
anaknya, kenapa anaknya bisa sampai
seperti itu, padahal dulu dia yakin putranya
sangat mencintai Melissa.
Nenek Evan juga merasa amat menyesal,
karna dia tak hanya sekali memergoki
putranya berjalan dengan wanita lain dalam
beberapa tahun terakhir, terlebih sejak Melissa
mulai melar, tapi dia sudah memberi tau
putranya, Melissa seperti itu karna keadaan,
dan jika Melissa tidak lagi terlalu terikat
dengan anak mereka, Melissa akan bisa merias
diri kembali, dan meminta Kevin untuk
bersabar dalam waktu itu. Putranya
mengiyakan perkataan ibunya. tapi
ternyata sekarang ulah putranya sudah
keterlaluan, andaikan hal ini terjadi
padanya, mungkin beliau juga tak akan bisa
memaafkan suaminya.
•••
Sementara di tempat Kevin, laki-laki itu
amat kesal, kenapa orang tuanya bisa
sampai kerumahnya, malah tanpa memberi
tau terlebih dahulu. Ibunya dulu juga
pernah mengancam, jika dia melakukan
selingkuh lagi, Ibunya akan mengambil
tindakan tegas, dan akan mendukung Melissa,
meski nantinya Melissa tidak tahan dengan
perlakuan Kevin, dan berkeinginan untuk
membebaskan dirinya dari ikatan mereka.
Dia benar-benar tidak ingin melepaskan
istrinya itu.
•••
Sesampai di tempat Melissa, Ibu Kevin
langsung memeluk menantunya, dan
meminta maaf atas kesalahan putranya.
Melissa memang sangat menyayangi ibu
mertuanya ini, karna beliau benar-benar
memperlakukan Melissa seperti putri
kandungnya, tidak seperti menantunya, Ibu
mertuanya bahkan sering membelanya dari
pada membela putranya, hal ini mungkin
dikarenakan dari ketiga menarntunya hanya
Melissa yang memberikan beliau cucu.
Dan sekarang.. Melissa benar-benar begitu
cantik, berbeda dengan tiga bulan yang lalu
ketika beliau berkunjung, Melissa sangat
berantakan.
" Ibu... maafkan aku, aku tak bisa lagi
__ADS_1
bertahan" Kata Melissa sedih.
Ibu mertuanya tak bisa lagi berkata apa
apa, hanya pandangan sedihnya yang
seolah-olah tak rela jika Melissa tak jadi
menantu nya lagi, tapi dia juga tidak tega
wanita sebaik Melissa selalu menderita.
" Ibu tak bisa memaksamu, tapi ibu
berharap kamu tak meninggalkannya.
Jawab Ibu itu.
Melissa sesaat menarik nafas panjang, seolah - olah ingin melepas lelah di hatinya. lalu dia
berkata lagi..
" Seorang istri harus patuh dan taat pada
suaminya, jika tidak, dia akan berdosa, aku
sudah terlalu sakit hati, Ibu.. bagaimana
mungkin aku bisa mematuhinya" Jawab
Melissa lagi.
Ibu mertuanya paham.. Melissa tak ingin
berdosa karna tidak patuh pada suaminya.
" Tapi kamu tak akan membenci kami kan?"
Kata Ibu itu sedih.
" Tak akan.. Ibu dan ayah adalah mertua
yang sangat baik, aku sangat beruntung
pernah menjadi bagian dari keluarga ini. "
Jawab Melissa lagi.
"Andai kata.. dia benar-benar berubah.
maukah kau kembali padanya?" Pinta Ibu
itu penuh harap. Melissa tak bisa
menjawabnya, yang jelas, saat ini hatinya
tercabik-cabik mengingat kejadian itu.
Ibu itu membelai punggungnya seolah - olah
mengatakan agar 'kamu harus kuat, kami
mendukungmu.'
Melissa melihat ketiga anaknya, lalu dia
tersenyum dan merentangkan tangannya,
ketiga putranya berlari memeluknya.
Melissa membawa ke tiga putranya ke kamar
yang telah disediakannya, lalu mengemas
barang-barang mereka. Melissa berencana
akan memindahkan Evan dan Umar ke
sekolah yang lebih dekat, sementara Anwar
bisa di taroknya di tempat penitipan anak
yang berada di dekat kantornya, jadi.
setelah Evan dan Umar pulang sekolah,
bisa diantarnya ke tempat penitipan
tersebut sampai waktunya Melissa pulang
kantor.
"Ibu, Ayah.. malam ini tidur saja di kamarku.
aku akan tidur di kamar belakang" Kata
Melissa, dia akan tidur di kamar yang paling
kecil, karna tak akan membiarkan
mertuanya balik hari ini, meskipun tempat
mereka tidak terlalu jauh.
•••
Pagi harinya, Melissa telah menyiapkan
semuanya, mulai dari menyiapkan
makanan, anak-anaknya, dan dirinya
sendiri . Tak lupa dia juga akan membawa
__ADS_1
bekal untuk Maulana, karna laki-laki itu tidak
datang tadi karna dia tidak menelfonnya.
Mertuanya pun tak ingin berlama-lama di
sana, beliau ingin menjelaskan
permasalahan ini dengan anaknya kembali.
Begitu keluar apartemen nya, Maul kaget,
karna di saat bersamaan Melissa dan
keluarganya juga keluar, karena tak ingin
menimbulkan permasalahan bagi Melissa, Maul bersikap cuek padanya. Melissa sedikit heran melihat tingkah Maulana pagi ini.
•••
Setelah mengantar ke dua anaknya ke
sekolah, dan mendaftarkan putra
bungsunya ke tempat penitipan anak yang
ada di dekat kantornya, Melissa kembali ke
kantor, karna Maul bersikap aneh pagi ini,
Melissa agak takut untuk menyapa Maulana,
tiba-tiba Maul mendekatinya dan bertanya.
"Apa kau sudah mendapatkan putra -
putramu kembali? "
" Ya.. Alhamdulillah. " Kata Melissa tersenyum.
Senyum itu amat manis, membuat Maul
terpesona.
" Alhamdulillah ya Allah. " Kata Maulana lega.
"Kenapa pagi tadi kau mendiamkanku? "
tanya Melissa lagi.
"Tak mungkin aku akan memperlihatkan ke
akrabanku padamu didepan keluargamu,
itu akan menjadi masalah untukmu. " Jawab
Maulana. Melissa pun paham alasan Maulana, dia juga tak ingin, keluarganya berfikiran dia
ingin bercerai karna mempunyai pria lain,
padahal dia ingin berpisah karna tak
mungkin lagi akan hidup bersama, bukan
karna ada Maulana.
Meskipun Maulana tak hadir dalam
kehidupannya, dia juga tak akan mungkin
untuk bertahan lagi, setelah apa yang
dilakukan Kevin padanya.
"Oh ya kau belum sarapan bukan? Aku
membawakan sarapan untukmu. " Kata
Melissa sambil memberikan bekal pada Maul.
"Terima kasih Sayang.. " Kata Maul terharu,
tanpa sadar.
Melissa kaget mendengar itu, akhirnya Maulana tersadar akan perkataannya.
"Maafkan aku" Katanya lagi dan kembali
ketempatnya sambil membawa bekal yang
di berikan Melissa.
•••
Ketika Kevin akan ke kantor, dia melihat
kedua orang tuanya kembali ke rumahnya.
setelah mereka turun dari mobil, Ibunya
berkata.
" Kami akan di sini, jadi.. setelah pulang
kantor, kau langsung pulang, kami ingin
membicarakan sesuatu. " Kata Ibunya.
Diana terlihat cemas, dia tak dapat
membayangkan akan bersama dengan
kedua orang tuanya Kevin seharian ini.
__ADS_1