MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 19 : Terima kasih sayang.


__ADS_3

Dalam perjalanan, Evan menceritakan


semua kejadian itu pada nenek dan kakek


mereka, mulai dari Ayahnya datang


membawa perempuan itu, sampai ayahnya


menyuruh ibunya pindah ke kamar


belakang, sehingga membuat ibunya


ngamuk, akhirnya ayahnya menyeret


ibunya keluar rumah, dan mengusirnya.


Neneknya menangis... menyesali sikap


anaknya, kenapa anaknya bisa sampai


seperti itu, padahal dulu dia yakin putranya


sangat mencintai Melissa.


Nenek Evan juga merasa amat menyesal,


karna dia tak hanya sekali memergoki


putranya berjalan dengan wanita lain dalam


beberapa tahun terakhir, terlebih sejak Melissa


mulai melar, tapi dia sudah memberi tau


putranya, Melissa seperti itu karna keadaan,


dan jika Melissa tidak lagi terlalu terikat


dengan anak mereka, Melissa akan bisa merias


diri kembali, dan meminta Kevin untuk


bersabar dalam waktu itu. Putranya


mengiyakan perkataan ibunya. tapi


ternyata sekarang ulah putranya sudah


keterlaluan, andaikan hal ini terjadi


padanya, mungkin beliau juga tak akan bisa


memaafkan suaminya.


•••


Sementara di tempat Kevin, laki-laki itu


amat kesal, kenapa orang tuanya bisa


sampai kerumahnya, malah tanpa memberi


tau terlebih dahulu. Ibunya dulu juga


pernah mengancam, jika dia melakukan


selingkuh lagi, Ibunya akan mengambil


tindakan tegas, dan akan mendukung Melissa,


meski nantinya Melissa tidak tahan dengan


perlakuan Kevin, dan berkeinginan untuk


membebaskan dirinya dari ikatan mereka.


Dia benar-benar tidak ingin melepaskan


istrinya itu.


•••


Sesampai di tempat Melissa, Ibu Kevin


langsung memeluk menantunya, dan


meminta maaf atas kesalahan putranya.


Melissa memang sangat menyayangi ibu


mertuanya ini, karna beliau benar-benar


memperlakukan Melissa seperti putri


kandungnya, tidak seperti menantunya, Ibu


mertuanya bahkan sering membelanya dari


pada membela putranya, hal ini mungkin


dikarenakan dari ketiga menarntunya hanya


Melissa yang memberikan beliau cucu.


Dan sekarang.. Melissa benar-benar begitu


cantik, berbeda dengan tiga bulan yang lalu


ketika beliau berkunjung, Melissa sangat


berantakan.


" Ibu... maafkan aku, aku tak bisa lagi

__ADS_1


bertahan" Kata Melissa sedih.


Ibu mertuanya tak bisa lagi berkata apa


apa, hanya pandangan sedihnya yang


seolah-olah tak rela jika Melissa tak jadi


menantu nya lagi, tapi dia juga tidak tega


wanita sebaik Melissa selalu menderita.


" Ibu tak bisa memaksamu, tapi ibu


berharap kamu tak meninggalkannya.


Jawab Ibu itu.


Melissa sesaat menarik nafas panjang, seolah - olah ingin melepas lelah di hatinya. lalu dia


berkata lagi..


" Seorang istri harus patuh dan taat pada


suaminya, jika tidak, dia akan berdosa, aku


sudah terlalu sakit hati, Ibu.. bagaimana


mungkin aku bisa mematuhinya" Jawab


Melissa lagi.


Ibu mertuanya paham.. Melissa tak ingin


berdosa karna tidak patuh pada suaminya.


" Tapi kamu tak akan membenci kami kan?"


Kata Ibu itu sedih.


" Tak akan.. Ibu dan ayah adalah mertua


yang sangat baik, aku sangat beruntung


pernah menjadi bagian dari keluarga ini. "


Jawab Melissa lagi.


"Andai kata.. dia benar-benar berubah.


maukah kau kembali padanya?" Pinta Ibu


itu penuh harap. Melissa tak bisa


menjawabnya, yang jelas, saat ini hatinya


tercabik-cabik mengingat kejadian itu.


Ibu itu membelai punggungnya seolah - olah


mengatakan agar 'kamu harus kuat, kami


mendukungmu.'


Melissa melihat ketiga anaknya, lalu dia


tersenyum dan merentangkan tangannya,


ketiga putranya berlari memeluknya.


Melissa membawa ke tiga putranya ke kamar


yang telah disediakannya, lalu mengemas


barang-barang mereka. Melissa berencana


akan memindahkan Evan dan Umar ke


sekolah yang lebih dekat, sementara Anwar


bisa di taroknya di tempat penitipan anak


yang berada di dekat kantornya, jadi.


setelah Evan dan Umar pulang sekolah,


bisa diantarnya ke tempat penitipan


tersebut sampai waktunya Melissa pulang


kantor.


"Ibu, Ayah.. malam ini tidur saja di kamarku.


aku akan tidur di kamar belakang" Kata


Melissa, dia akan tidur di kamar yang paling


kecil, karna tak akan membiarkan


mertuanya balik hari ini, meskipun tempat


mereka tidak terlalu jauh.


•••


Pagi harinya, Melissa telah menyiapkan


semuanya, mulai dari menyiapkan


makanan, anak-anaknya, dan dirinya


sendiri . Tak lupa dia juga akan membawa

__ADS_1


bekal untuk Maulana, karna laki-laki itu tidak


datang tadi karna dia tidak menelfonnya.


Mertuanya pun tak ingin berlama-lama di


sana, beliau ingin menjelaskan


permasalahan ini dengan anaknya kembali.


Begitu keluar apartemen nya, Maul kaget,


karna di saat bersamaan Melissa dan


keluarganya juga keluar, karena tak ingin


menimbulkan permasalahan bagi Melissa, Maul bersikap cuek padanya. Melissa sedikit heran melihat tingkah Maulana pagi ini.


•••


Setelah mengantar ke dua anaknya ke


sekolah, dan mendaftarkan putra


bungsunya ke tempat penitipan anak yang


ada di dekat kantornya, Melissa kembali ke


kantor, karna Maul bersikap aneh pagi ini,


Melissa agak takut untuk menyapa Maulana,


tiba-tiba Maul mendekatinya dan bertanya.


"Apa kau sudah mendapatkan putra -


putramu kembali? "


" Ya.. Alhamdulillah. " Kata Melissa tersenyum.


Senyum itu amat manis, membuat Maul


terpesona.


" Alhamdulillah ya Allah. " Kata Maulana lega.


"Kenapa pagi tadi kau mendiamkanku? "


tanya Melissa lagi.


"Tak mungkin aku akan memperlihatkan ke


akrabanku padamu didepan keluargamu,


itu akan menjadi masalah untukmu. " Jawab


Maulana. Melissa pun paham alasan Maulana, dia juga tak ingin, keluarganya berfikiran dia


ingin bercerai karna mempunyai pria lain,


padahal dia ingin berpisah karna tak


mungkin lagi akan hidup bersama, bukan


karna ada Maulana.


Meskipun Maulana tak hadir dalam


kehidupannya, dia juga tak akan mungkin


untuk bertahan lagi, setelah apa yang


dilakukan Kevin padanya.


"Oh ya kau belum sarapan bukan? Aku


membawakan sarapan untukmu. " Kata


Melissa sambil memberikan bekal pada Maul.


"Terima kasih Sayang.. " Kata Maul terharu,


tanpa sadar.


Melissa kaget mendengar itu, akhirnya Maulana tersadar akan perkataannya.


"Maafkan aku" Katanya lagi dan kembali


ketempatnya sambil membawa bekal yang


di berikan Melissa.


•••


Ketika Kevin akan ke kantor, dia melihat


kedua orang tuanya kembali ke rumahnya.


setelah mereka turun dari mobil, Ibunya


berkata.


" Kami akan di sini, jadi.. setelah pulang


kantor, kau langsung pulang, kami ingin


membicarakan sesuatu. " Kata Ibunya.


Diana terlihat cemas, dia tak dapat


membayangkan akan bersama dengan


kedua orang tuanya Kevin seharian ini.

__ADS_1


__ADS_2