MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 07 : Dia masih suamiku secara hukum.


__ADS_3

Sopir Maulana memacu mobilnya begitu Melissa kembali ke mobil itu, dan mengantar


mereka ke bandara.


"Apa dia mantan suamimu?" Tanya Maulana.


" Dia masih suamiku secara hukum, dia


belum menceraikanku" Jawab Melissa.


"Sayang sekali " kata Maulana.


Sayang sekali?" Melissa tak mengerti.


"Mendengar ceritamu kemarin, Aku


menjadi kesal padanya. " Kata Maulana karna


dia tidak mungkin mengatakan hal


Sebenarnya kenapa dia mengatakan sayang


sekali.


" Terima kasih atas simpati Bapak". Kata


Melissa tulus.


Sepanjang perjalanan mereka bercerita


banyak hal, ternyata Maulana bukan sosok


pribadi yang patut ditakuti seperti


pikirannya kemarin, dia seorarng yang


ramah, dan juga humoris, sangat berbeda


sekali dengan kepribadiaannya saat di


kantor.


Setelah mereka sampai di Bandung, Melissa


langsung menelfon Alice. Alice langsung


menyerbunya dengan pertanyaan.


"Apa saja yang sudah kau makan?, apa saja


yang sudah kau minum? apa kau tadi


makan makanan dan minuman yang manis-


manis? jangan makan makanan yang


dilarang dalam. program diet mu! ingat,


selama kau tak di sisiku jangan sampai lupa


olah raga"


Melissa hanya diam saja mendengar celoteh


temennya.


" Halo.. kau masih ada di sana?" Tanya


Alice karna dia tak mendapat jawaban dari


seberang.


" Masih. " Jawab Melissa lelah.


"Kenapa kau diam? Apa kau melanggar


sesuatu? "Tanya Alice lagi.


" Belum.. " Jawab Melissa singkat masih


dengan nada lelah.


" Apa? belum Katamu? Jadi kau sudah


berencana ingin melanggar sesuatu? Awas


saja kalau berat badanmu naik lagi meski


satu ons, aku akan memperketat latihan


dan pola makanmu" Kata Alice dengan


suara tinggi, sehingga Melissa harus


menjauhkan sedikit ponsel dari telinganya


agar telinganya tidak sakit.


Maulana yang melihat ulah Melissa


mengernyitkan keningnya, dia dapat


mengetahui kalau perempuan itu sedang di


marahi.


"Alice... marahnya ntar aja ya! Aku masih di


jalan, Malu sama Pak Maulana, dia melihatku

__ADS_1


dari tadi" Kata Melissa setengah berbisik.


"Kau masih di sebelah Pak Direktur? kenapa


nggak bilang dari tadi, kukira sudah sampai


di hotel" Kata Alice ikutan berbisik, padahal


Maulana tidak akan mendengarnya meski dia


berteriak seperti tadi.


" Ingat... 10 kg pertama memang mudah,


karna itu hanya membuang air dalam


tubuhmu, sekarang yang sangat susah,


yaitu membakar lemakmu, kau tak bisa


menurunkannya 10 kg dalam sebulan lagi,


tapi butuh waktu hampir setahun, kau


masih harus mengurangi berat badanmu 15


kg lagi, baru tubuhmu ideal. " Kata Alice


berceramah, karna dia takut temannya itu


akan melanggar pantangan diet ini.


" Iya... aku paham. jangan marah lagi.. ntar


ku telfon lagi Ya.! " Katanya sambil


menutup ponselnya, lalu memandang malu


pada Maulana, karna dari tadi


memperhatikannya.


Maaf Pak!" Kata Melissa singkat.


"Apa Ibumu memarahi mu?" Tidak, tidak.


bukan ibuku, tapi Alice" Jawabnya.


"Apa katanya? " Kata Maulana lagi.


".Mmmm.. urusan wanita.. maafkan aku


pak.. nggak bisa kasih tau" Katanya dengan


nada memohon dan wajah memelas.


" Ya. baiklah, maaf kalau aku terlalu ikut


" Bukan begitu Pak, tapi aku malu jika harus


menceritakan pada Bapak. " Kata Melissa


menyesal.


" Aku akan memaafkan, dengan satu syarat. " Kata Maulana lagi.


"'Apa itu? jika aku mampu akan aku lakukan. " Jawab Melissa.


"Di luar kantor, jangan panggil aku Bapak,


usiaku hanya dua tahun di atas mu, aku


merasa terlalu tua. cukup panggil namaku,


Maul" Kata Maulana lagi.


Melissa tersenyum canggung mendengar


permintaan bos nya.


Apa kau bisa memenuhi permintaan itu?"


Kata Maulana lagi.


" Aku tidak tau" Jawab Melissa lirih.


"Coba panggil namaku!" Perintah Maul


"Apa? " Kata Melissa kaget.


"Ternyata kau benar-benar harus


memeriksakan telingamu" Kata Maulana lagi.


" Maul.. " Kata Melissa canggung.


" Ya.. " Kata Maulana sambil mendekatkan


wajahnya seraya tersenyum.


"A.. aku hanya mencoba memanggil


namamu Pak!" jawab Melissa gugup, melihat


itu Maulana tertawa.


Tak lama kemudian, mereka telah sampai di


hotel itu, dan pergi ke kamar masing-

__ADS_1


masing, karna besok mereka akan


mengadakan rapat dengan relasinya.


Sesampai di kamar, Melissa kembali menelfon


Alice


" Baiklah.. kau boleh memarahiku sekarang"


Katanya lagi mendengar itu Alice tertawa.


" Aku bukan memarahimu, cuma


mengingatkanmu. Kau tidak boleh


memakan gorengan, seperti tahu, tempe,


bakwan, dan hal - hal yang pernah aku


katakan, apa kau ingat semua?" Tanya Alice


lagi.


"Iya.. "jawab Melissa


" Meski aku merindukan semua itu"


Jawabnya lirih.


"Apa kau juga merindukan tubuh


buntelanmu?" tanya Alice lagi.


" Tidak, tidak"' Nada suaranya terdengar


cemas, sehingga membuat Alice tertawa.


" Ya sudah kalau begitu, hati-hati di sana,


aku juga akan mengunjungi anakmu seperti


biasa dan membawakan mereka sarapan".


Kata Alice lagi.


" Terima kasih banyak" Kata Melissa sangat


senang. dan mengakhiri pembicaraan.


Tak lama kemudian, Maulana menelfonnya.


" Aku tunggu di lobi, kita akan keluar


sebentar" katanya dan langsung menutup


telfon tanpa memberi kesempatan pada


Melissa untuk bertanya.


Akhirnya Melissa turun, dan sudah melihat


Maulana duduk di sana.


Maulana sedikit mengernyitkan keningnya


menatap Melissa, dia ingat, dalam sebulan ini


Melissa telah memakai baju itu beberapa kali


dan dia berencana akan membelikan


beberapa stel baju untuk Melissa.


"Kita akan kemana Pak?" Tanya Melissa.


"Ikut saja jawab Maulana kesal karna Melissa


kembali memanggilnya Bapak.


Melissa dapat merasakan kalau Maulana kesal,


dan ingat kalau seharusnya dia memanggil


namanya, bukan Bapak.


"Maul... " Kata Melissa sedikit takut.


"Ya.." kata Maulana sambil menoleh ke


belakang dan tersenyum.


" Maafkan aku, tadi aku lupa. " katanya lagi.


" Tidak apa-apa, nanti kau pasti akan


terbiasa" jawabnya sambil tersenyum.


Melissa sempat berfikir kalau Bosnya ini


menyukainya, tapi dia langsung membuang


pikiran itu jauh-jauh.. karna tidak akan


mungkin Pemuda tampan dan mapan ini


akan menyukai wanita dengan tiga orang


anak yang dibuang oleh suaminya, dia

__ADS_1


tersenyum kecut mengingat sempat


berfikir seperti itu.


__ADS_2