MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 24 : Bagainama caranya? Kau berada di depan mataku.


__ADS_3

Tak lama kemudian, terdengar suara ponsel


Melissa dari dalam tasnya, wanita itu masih


belum sadarkan diri juga.


"Angkatlah.. ponsel ibumu berbunyi" Kata


Maulana pada Evan,


Evan mencari ponsel ibunya dan


menerima panggilan itu,


" Nenek.. " Kata Evan semangat ketika dia


mengetahui yang menelfon adalah neneknya.


"Apa di depan pintu?" Kata Evan sambil


berlari ke luar dan membuka pintu,


ternyata nenek dan kakek nya telah berada


di luar.


Kedua orang tua Melissa kaget melihat ada


pria lain di tempat Melissa, mereka sempat


berfikir anak dan menantunya sama-sama


telah menemukan pasangan lain. Ayah Melissa


amat kesal karna anaknya tidak memberi


taunya tentang hubungannya dengan pria


lain.


"'Siapa dia? " Tanya Pria paroh baya itu pada


cucunya.


Melihat kakeknya yang hampir marah Evan


menjelaskan.


" Kakek.. ini Om Maul, atasan ibu di


kantor. Om Maul baru saja ngantar ibu


karna tadi ayah mau nyulik ibu, ibu


pingsan" Kata Evan menjelaskan.


"Apa? kakek nggak paham.. maksudnya?"


tanya kakek itu.


"Lebih baik ibumu yang menjelaskan. " Kata


Maul pada Evan.


"Om permisi dulu." Kata Evan pada Maul.


"Om.. Tante.. Aku permisi dulu" Kata Maul


pada Orang tua Melissa.


Maulana telah mengenal orang tua Melissa sejak


lebih dari sepuluh tahun yang lalu, dia


sering ngikut Melissa pulang kerumahnya


waktu dia masih menjadi sahabat Melissa. Ibu


Melissa selalu menyambutnya dengan baik,


tapi sepertinya mereka tidak mengingat


Maulana saat ini, maklumlah.. penampilannya


sudah berubah 360 derjat.


Dia juga mengenal Ayah Melissa, beliau adalah


seorang pengusaha yang sukses, namun


beliau tetap rendah hati.


Ketika Maulana hendak pulang, Bik Ria pun


membukakan pintu untuk Maulana.


Beberapa saat kemudian, Melissa sadar..


kepalanya sedikit berat. Tapi. dia kaget,


dia langsung ingat kalau tadi dia bersama


Kevin, setelah melihat kamar nya dia


merasa lega. Ternyata Maulana menyelamatkan nya.


Melissa keluar kamar nya berharap Maul masih


ada di sana, ternyata dia menemukan


kedua orang tuanya, dia dapat melihat Ibu


Ria baru menutup pintu, dia yakin.. Maulana


baru saja pulang.


Ibunya sedikit kaget melihat Melissa.. putri


nya ini sangat jauh berbeda dari lima bulan


yang lalu ketika dia mengunjunginya.


Sekarang beliau paham kenapa tadi Evan

__ADS_1


mengatakan kalau ayahnya ingin menculik


ibunya.


Ibu itu langsung memeluk putrinya itu.


"Kenapa kau tak menceritakan masalahmu


pada kami? "Tanya Ibu itu.


"Maaf ibu... aku malu, karna aku memilih


orang yang salah, sementara Ibu dan ayah


telah melarangku" Jawab Melissa sedih.


"Bagai mana ceritanya? " tanya Ayahnya


lagi.


"Aku tidak tau, aku hanya bertemu dengan


nya, untuk meminta buku nikahku, aku


ingin bercerai, lagi pula dia telah


menjatuhkan talak padaku , Dia tak ingin


menceraikanku. Tapi tiba-tiba aku tak


sadarkan diri, dan begitu bangun aku telah


berada di kamarku. Tadi temanku


memantauku dari atas mobilnya, mungkin


dia yang menolongku. "Kata Melissa


menjelaskan.


"Apa dia atasanmu itu?" Tanya Ibunya lagi.


"Ya" Jawab Melissa singkat.


"Ibu rasa mungkin mereka berkelahi, Ibu


melihat mereka berdua terluka" Kata


Ibunya.


"Mereka berdua? Maksudnya?"


"Kevin dan bosmu itu. "


" Ibu bertemu Kevin?" Tanya Melissa


"Ya.. dan kami juga melihat istri barunya..


Maafkan kami tak bisa melindungimu,


harusnya kau memberi tau Ibu dan Ayah"


Kata Ayahnya lagi.


buru memeriksa tas nya. Syukurlah. masih


ada.


"Ibu. aku harus melihat Maulana" Kata Melissa lagi.


"Kemana?"


"Sebelah". Jawab nya singkat.


" Baiklah.. pergilah.. " Kata Ibunya.


Melissa pergi mengunjungi Maulana, Pria itu


tampak gembira saat Melissa mengunjunginya.


"kau baik-baik saja? Terima kasih banyak"


kata Melissa lagi.


"Tidak masalah. yang penting kau baik-baik


saja."


" Kau belum makan malam bukan?


bagaimana jika kita kesebelah. Bu Ria


kebetulan telah memasak tadi, beliau


sering memasak, aku sangat tertolong"


Kata Melissa.


"Baiklah.. aku juga rindu masakan beliau"


Kata Maul tersenyum.


"Sini.. ku obati dulu lukamu" Kata Melissa


sambil membuka kotak P3K yang di


bawanya.


Maulana mnembiarkan wanita ini


mengobatinya.. matanya tak lepas menatap


wajah Melissa, sehingga membuat wanita ini


menjadi gugup.


"Bisa tidak.. kau tidak memandangku


seperti itu? "Kata Melissa malu.


"Bagaimana caranya? kau berada di depan


mataku" Jawab Maulana masih menatapnya

__ADS_1


dalam, sehingga membuat Melissa bertambah kesal.


"Baiklah.. kau obati lukamu sendiri" Kata


Melissa sambi menyerahkan sebuah kapas


pada Maul.


"Kau tega sekali" Kata Maul sambil


cemberut, dia tidak mau menerima kapas


itu dan meminta Melissa terus mengobatinya.


Melissa pun melanjutkan pekerjaannya.


"Baiklah.. sudah selesai.. kita ke sebelah..


makan bersama. " ajak Melissa.


"Aku mandi dulu, kau duluan saja.. tidak


enak jika kau lama-lama di sini.. nanti


ibumu berfikir yang tidak-tidak. " Kata


Maul.


"Ilya.. terima kasih.. aku duluan, kami akan


menunggumu". kata Melissa sambil keluar.


Melissa kembali ke tempatnya, dan


mengatakan kalau Maul akan makan


malam di tempat mereka. Ibu Ria sangat


gembira, dia sangat menyayangi tuan


mudanya itu seperti anaknya sendiri.


Setelah Maulana datang.. mereka makan


bersama, mereka bercerita banyak hal


setelah selesai makan malam.


"Nak.. kau bisa menggantikan ayah untuk


mengelola perusahaan? ayah sudah


semakin tua, ayah harap.. kamu bisa


melanjudkan pekerjaan ayah" Pinta


Ayahnya Melissa Kepada Melissa.


"Awalnya kami ingin meminta Kevin


mengelolanya, itulah tujuan kami datang ke


sana, ternyata.. kau tidak bersamanya lagi..


bagai mnana? kau mau kan? kau anak semata


wayang kami.. tak ada lagi yang akan


meneruskannya" Kata Ayahnya Melissa.


Melissa menjadi bimbang. jika dia mengurus


perusahaan, akan sangat sulit baginya


untuk membagi waktu bersama putranya.


lagi pula, dia belum punya pengalaman


memimpin sebuah perusahaan, dia takut,


perusahaan ayahnya akan bangkrut di


tangannya.


Maul melihat ke bimbangan Melissa, dia juga


merasa kasihan pada ayah Melissa, karna


sudah waktunya mereka untuk bersantai


menikmati hari tuanya.


"Aku akan membimbingmu " Kata Maul


singkat.


"Aku yakin kau bisa belajar dengan cepat"


Sambungnya lagi.


" Terima kasih " Jawab Maul lega.


"Jadi... aku akan berhenti dari


perusahaanmu?" Kata Melissa lagi.


"kau jangan khawatir.. aku hanya akan


menerima sekretaris laki-laki setelah ini"


Kata Maul tanpa sadar. Mendengar itu Ayah


Melissa terbatuk, Melissa malah malu.


"Apa kalian ada hubungan? "Tanya Ayahnya.


Seketika wajah Melissa berubah cemas.


"Iya Om.. aku menyukainya lebih dari


sepuluh tahun yang lalu". Jawab Maul tegas.


Mendengar itu Melissa gelagapan.. takut

__ADS_1


ayahnya akan ngamuk.


__ADS_2