
Tak lama kemudian, terdengar suara ponsel
Melissa dari dalam tasnya, wanita itu masih
belum sadarkan diri juga.
"Angkatlah.. ponsel ibumu berbunyi" Kata
Maulana pada Evan,
Evan mencari ponsel ibunya dan
menerima panggilan itu,
" Nenek.. " Kata Evan semangat ketika dia
mengetahui yang menelfon adalah neneknya.
"Apa di depan pintu?" Kata Evan sambil
berlari ke luar dan membuka pintu,
ternyata nenek dan kakek nya telah berada
di luar.
Kedua orang tua Melissa kaget melihat ada
pria lain di tempat Melissa, mereka sempat
berfikir anak dan menantunya sama-sama
telah menemukan pasangan lain. Ayah Melissa
amat kesal karna anaknya tidak memberi
taunya tentang hubungannya dengan pria
lain.
"'Siapa dia? " Tanya Pria paroh baya itu pada
cucunya.
Melihat kakeknya yang hampir marah Evan
menjelaskan.
" Kakek.. ini Om Maul, atasan ibu di
kantor. Om Maul baru saja ngantar ibu
karna tadi ayah mau nyulik ibu, ibu
pingsan" Kata Evan menjelaskan.
"Apa? kakek nggak paham.. maksudnya?"
tanya kakek itu.
"Lebih baik ibumu yang menjelaskan. " Kata
Maul pada Evan.
"Om permisi dulu." Kata Evan pada Maul.
"Om.. Tante.. Aku permisi dulu" Kata Maul
pada Orang tua Melissa.
Maulana telah mengenal orang tua Melissa sejak
lebih dari sepuluh tahun yang lalu, dia
sering ngikut Melissa pulang kerumahnya
waktu dia masih menjadi sahabat Melissa. Ibu
Melissa selalu menyambutnya dengan baik,
tapi sepertinya mereka tidak mengingat
Maulana saat ini, maklumlah.. penampilannya
sudah berubah 360 derjat.
Dia juga mengenal Ayah Melissa, beliau adalah
seorang pengusaha yang sukses, namun
beliau tetap rendah hati.
Ketika Maulana hendak pulang, Bik Ria pun
membukakan pintu untuk Maulana.
Beberapa saat kemudian, Melissa sadar..
kepalanya sedikit berat. Tapi. dia kaget,
dia langsung ingat kalau tadi dia bersama
Kevin, setelah melihat kamar nya dia
merasa lega. Ternyata Maulana menyelamatkan nya.
Melissa keluar kamar nya berharap Maul masih
ada di sana, ternyata dia menemukan
kedua orang tuanya, dia dapat melihat Ibu
Ria baru menutup pintu, dia yakin.. Maulana
baru saja pulang.
Ibunya sedikit kaget melihat Melissa.. putri
nya ini sangat jauh berbeda dari lima bulan
yang lalu ketika dia mengunjunginya.
Sekarang beliau paham kenapa tadi Evan
__ADS_1
mengatakan kalau ayahnya ingin menculik
ibunya.
Ibu itu langsung memeluk putrinya itu.
"Kenapa kau tak menceritakan masalahmu
pada kami? "Tanya Ibu itu.
"Maaf ibu... aku malu, karna aku memilih
orang yang salah, sementara Ibu dan ayah
telah melarangku" Jawab Melissa sedih.
"Bagai mana ceritanya? " tanya Ayahnya
lagi.
"Aku tidak tau, aku hanya bertemu dengan
nya, untuk meminta buku nikahku, aku
ingin bercerai, lagi pula dia telah
menjatuhkan talak padaku , Dia tak ingin
menceraikanku. Tapi tiba-tiba aku tak
sadarkan diri, dan begitu bangun aku telah
berada di kamarku. Tadi temanku
memantauku dari atas mobilnya, mungkin
dia yang menolongku. "Kata Melissa
menjelaskan.
"Apa dia atasanmu itu?" Tanya Ibunya lagi.
"Ya" Jawab Melissa singkat.
"Ibu rasa mungkin mereka berkelahi, Ibu
melihat mereka berdua terluka" Kata
Ibunya.
"Mereka berdua? Maksudnya?"
"Kevin dan bosmu itu. "
" Ibu bertemu Kevin?" Tanya Melissa
"Ya.. dan kami juga melihat istri barunya..
Maafkan kami tak bisa melindungimu,
harusnya kau memberi tau Ibu dan Ayah"
Kata Ayahnya lagi.
buru memeriksa tas nya. Syukurlah. masih
ada.
"Ibu. aku harus melihat Maulana" Kata Melissa lagi.
"Kemana?"
"Sebelah". Jawab nya singkat.
" Baiklah.. pergilah.. " Kata Ibunya.
Melissa pergi mengunjungi Maulana, Pria itu
tampak gembira saat Melissa mengunjunginya.
"kau baik-baik saja? Terima kasih banyak"
kata Melissa lagi.
"Tidak masalah. yang penting kau baik-baik
saja."
" Kau belum makan malam bukan?
bagaimana jika kita kesebelah. Bu Ria
kebetulan telah memasak tadi, beliau
sering memasak, aku sangat tertolong"
Kata Melissa.
"Baiklah.. aku juga rindu masakan beliau"
Kata Maul tersenyum.
"Sini.. ku obati dulu lukamu" Kata Melissa
sambil membuka kotak P3K yang di
bawanya.
Maulana mnembiarkan wanita ini
mengobatinya.. matanya tak lepas menatap
wajah Melissa, sehingga membuat wanita ini
menjadi gugup.
"Bisa tidak.. kau tidak memandangku
seperti itu? "Kata Melissa malu.
"Bagaimana caranya? kau berada di depan
mataku" Jawab Maulana masih menatapnya
__ADS_1
dalam, sehingga membuat Melissa bertambah kesal.
"Baiklah.. kau obati lukamu sendiri" Kata
Melissa sambi menyerahkan sebuah kapas
pada Maul.
"Kau tega sekali" Kata Maul sambil
cemberut, dia tidak mau menerima kapas
itu dan meminta Melissa terus mengobatinya.
Melissa pun melanjutkan pekerjaannya.
"Baiklah.. sudah selesai.. kita ke sebelah..
makan bersama. " ajak Melissa.
"Aku mandi dulu, kau duluan saja.. tidak
enak jika kau lama-lama di sini.. nanti
ibumu berfikir yang tidak-tidak. " Kata
Maul.
"Ilya.. terima kasih.. aku duluan, kami akan
menunggumu". kata Melissa sambil keluar.
Melissa kembali ke tempatnya, dan
mengatakan kalau Maul akan makan
malam di tempat mereka. Ibu Ria sangat
gembira, dia sangat menyayangi tuan
mudanya itu seperti anaknya sendiri.
Setelah Maulana datang.. mereka makan
bersama, mereka bercerita banyak hal
setelah selesai makan malam.
"Nak.. kau bisa menggantikan ayah untuk
mengelola perusahaan? ayah sudah
semakin tua, ayah harap.. kamu bisa
melanjudkan pekerjaan ayah" Pinta
Ayahnya Melissa Kepada Melissa.
"Awalnya kami ingin meminta Kevin
mengelolanya, itulah tujuan kami datang ke
sana, ternyata.. kau tidak bersamanya lagi..
bagai mnana? kau mau kan? kau anak semata
wayang kami.. tak ada lagi yang akan
meneruskannya" Kata Ayahnya Melissa.
Melissa menjadi bimbang. jika dia mengurus
perusahaan, akan sangat sulit baginya
untuk membagi waktu bersama putranya.
lagi pula, dia belum punya pengalaman
memimpin sebuah perusahaan, dia takut,
perusahaan ayahnya akan bangkrut di
tangannya.
Maul melihat ke bimbangan Melissa, dia juga
merasa kasihan pada ayah Melissa, karna
sudah waktunya mereka untuk bersantai
menikmati hari tuanya.
"Aku akan membimbingmu " Kata Maul
singkat.
"Aku yakin kau bisa belajar dengan cepat"
Sambungnya lagi.
" Terima kasih " Jawab Maul lega.
"Jadi... aku akan berhenti dari
perusahaanmu?" Kata Melissa lagi.
"kau jangan khawatir.. aku hanya akan
menerima sekretaris laki-laki setelah ini"
Kata Maul tanpa sadar. Mendengar itu Ayah
Melissa terbatuk, Melissa malah malu.
"Apa kalian ada hubungan? "Tanya Ayahnya.
Seketika wajah Melissa berubah cemas.
"Iya Om.. aku menyukainya lebih dari
sepuluh tahun yang lalu". Jawab Maul tegas.
Mendengar itu Melissa gelagapan.. takut
__ADS_1
ayahnya akan ngamuk.