MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 08 : Gadis-gadis bahkan rela mati untuknya.


__ADS_3

Maulana membawa Melissa ke sebuah distro,


dan menyuruh Melissa memilih beberapa


pakaian di sana.


Melissa menolak dengan halus, tapi Maulana


memaksanya dan mengatakan bahwa Melissa


butuh pakaian yang pantas untuk meeting


besok. Akhirnya Melissa menerimanya. Untung


saja berat badan Melissa tak seperti sebulan


yang lalu, jika masih seperti itu, mungkin


tak akan ada pakaian yang cocok


dengannya di distro ini.


memang, pakaian yang di belikan Alice


beberapa waktu yang lalu sudah longgar,


karna berat badan Melissa memang sudah


turun banyak, dan dia masih belum gajian


sampai saat ini, karna belum sebulan


bekerja.


Melisaa mencoba pakaian itu, Maulana


menyuruhnya keluar kamar pas, agar dia


bisa melihatnya.


"Coba lagi yang lain" Kata Maulana setelah


beberapa saat mengamati Melissa memakai


baju itu.


Ini adalah kali kelima dia mengganti


pakaiannya, dia merasa frustrasi, apa segitu


jeleknya tubuhnya, sehingga tak ada satu


pakaian pun yang terlihat pantas saat dia


pakai.


Melissa keluar lagi dengan pakaian yang


lainnya, mukanya tampak di tekuk,"


Bagaimana sekarang? Jika tidak cocok lagi,


mungkin aku tidak pantas memakai pakaian


yang ber merek" katanya sedih.


Maulana mengernyitkan kening melihat Melissa sedih, dia heran, kapan dia mengatakan Melissa tidak pantas memakai pakaian itu, dia hanya ingin Melissa mencoba semuanya, karna dia bermaksud akan membelikan semua pakaian itu.


"Apa kau tidak ingin mencoba yang lainnya?" Tanya Maulana lagi.


"Tidak, aku capek", kata Melissa cemberut.


Melihat itu Maulana tertawa.


"Tolong bungkus semuanya, semua terlihat


bagus di tubuhnya" Kata Maulana sambil


memberikan kartu kreditnya


Melissa kaget, tak percaya dengan apa yang di


dengarnya.


"Apa pak? Bapak ingin membelikan


semuanya? Apa tidak kemahalan?" Tanya


Melissa cemas.


"Setelah kau gajian, kau beli sendiri" kata


Maulana menjawab semua pertanyaan Melissa.


Melissa tampak bingung, dia sedarng


menghitung hutang yang harus dia bayar,


belum lagi hutang pada Alice, hampir


sebulan ini dia hanya numpang hidup sarma

__ADS_1


Alice, ini udah nambah lagi.


" Pak.. berapa aku harus membayar semua


ini nantinya? gajiku nggak cukup membeli


semua pakaian itu Pak, katanya cemas,


karna dia yakin semua baju-baju itu hampir


dua puluh juta rupiah, sementara gajinya


tak sampai segitu.


"Apa aku memintamu untuk menggantinya?" Kata Maulana lagi.


"Ini Pak, terima kasih banyak, Anda suami


yang baik pada istri anda" Kata pelayan


toko itu tersenyum.


Melissa "..."


"Terima kasih banyak " Kata Maulana


tersenyum bahagia, karna pelayan toko itu


mengira dia adalah suami Melissa. Sementara


Melissa melirik wajah Maulana dengan takut, dia takut kalau-kalau bosnya ini akan marah.


Maulana membawa semua pakaian Melissa,


melihat itu Melissa sedikit segan.


"Pak.. biar aku bawa semua, berat" Kata


Melissa.


Maulana memberikan sebuah pada Melissa, dan membawa sisanya.


"Kita akan mencari sepatu mu. " Sambung


Maulana.


"Pak.. cukup ini saja" Melissa benar-benar tak


enak hati dengan bosnya ini.


Maulana terus saja berjalan masuk ke toko


Melissa benar-benar merasa tak enak hati


dengan bos nya ini.


'Aku akan melakukan hal yang sama dengan


yang kau lakukan padaku sepuluh tahun


yang lalu, bahkan lebih' Batin Maulana,


Sepuluh tahun yang lalu, Maulana adalah


senior Melissa saat mereka masih kuliah,


meski dia seorang putra bangsawan, dia


sangat kuper dan kolot, dia sama sekali


tidak bisa mengikuti mode, sehingga dia


tampak culun ditambah lagi tubuhnya amat


kurus dan ceking di tambah kaca mata


bundarnya yang cukup tebal membuat dia


terlihat aneh..


teman-temannya selalu mengolok-oloknya,


dia sering di buli, sehingga masa-masa itu


sangat menakutkan. Saat dia sedang di buli,


Melissa datang membantunya, meski baru


tahun pertama, gadis mungil itu dengan


beraninya memarahi senior pria yang


berbadan jauh lebih besar darinya, dan


membawa Maulana menjauh dari mereka,


sejak hari itu, Melissa selalu ada di samping


Maulana, sehingga tidak ada yang berani


mengganggunya karna takut dengan cewek

__ADS_1


sangar ini.


"Maul. apa kau tak ingin merubah


penampilanmu? Jika ku perhatikan kau


cukup tampan. Sini, coba ku dandanin" kata


Melissa.


Melissa membuka kancing Baju bagian atas


Maulana.


" Nah.. mulai sekarang jangan


mengancingkan bajumu sampai ke atas lagi "


Lalu Melissa menggulung lengan baju Maulana


yang juga di kancingkan sampai ke bawah.


"Nah lengan bajunya juga kayak gini, jangan


sampai bawah lagi" Katanya lembut.


Kemudian...


Melissa kemudian menyisir rambut halus


Maulana dengan jarinya, hambut yang


berponi itu disisirnya menyamping,


sehingga membuat pria ini terlihat tampan


setelah di robahnya.


"Lihat... kau cukup tampan.. hanya saja kau


tak bisa merias dirimu sendiri, andai saja


kaca matamu bisa di lepas.. pasti semua


wanita akan antri di dekatmu.


" Boleh aku melepasnya? " tanya Melissa.


Maulana hanya mengangguk. kemudian Melissa melepas kaca mata Maulana... dan hampir bersorak...


" Ya Tuhan... kau benar-benar tampan" Serunya..


Maulana yang sedari tadi diam saja saat


didandani Melissa layaknya bermain boneka,


menjadi memerah karna pujian Melissa itu.


" Tapi aku tak bisa melihat apa-apa"


Jawabnya.


"oh.. maaf, maaf, " kata Melissa sambil


memasangkan kembali kaca mata Maulana.


"Nah.. mulai besok, coba kayak gi ya. Oh


ya, lebih baik kamu mengobati matamu dari


sekarang, agar sakitnya tidak tambah parah


" kata Melissa menasehati.


Semenjak ada Melissa di sisisnya, hidupnya


terasa lebih indah, dan tampa dia sadari


setiap hari dia semakin mencintai gadis itu,


hanya saja dia tidak berani untuk


mengungkapkannya, sampai akhirnya, Melissa


menikah dengan orang lain membuat dia


sangat terpukul dan memilih melanjutkan


studynya di luar negri. Maulana tidak bisa


mencintai wanita lain, meskipun banyak


gadis-gadis yang menyukainya, terlebih lagi


sekarang, setelah dia jauh merubah


penampilannya gadis-gadis bahkan rela


mati untuknya, tapi dia bahkan rela mati


untuk Melissa.

__ADS_1


__ADS_2