MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 25 : Surat panggilan sidang perceraian.


__ADS_3

" Lebih sepuluh tahun yang lalu? " Tanya


Ayah Melissa heran, dia tak pernah melihat


pria ini dulunya, pria yang sering di bawa


Melissa hanya cowok culun berkaca mata


bundar, cowok itu satu-satunya teman laki-


laki Melissa dan Kevin yang di kenalkannya


ketika mereka hampir menikah. Ayahnya


mengingat ingat lelaki di depannya ini, apa


mungkin Melissa tak pernah menceritakan


laki-laki yang satu ini pada mereka.


Ibu Melissa menatap Maulana dengan tajam, dia


mengingat-ingat wajah itu, tiba-tiba dia


sadar dan berkata...


"Mas... Si kaca mata bukan?"


"Ya nggak mungkin lah dek... beda kok!"


jawab suaminya.


"Si kaca mata pernah ke rumah mencari


Melissa waktu Melissa udah menikah,


penampilannya beda. mirip Mas" Bisik Ibu


Melissa. Waktu itu Maul memang pernah ke


sana, gara - gara Melissa nggak masuk - masuk


ke kampus... karena lagi kabur, nikah sama


Kevin. Maul nyari ke rumahnya, tapi dia


mendapat berita yang sangat mengecewakan,


akhirnya malah Maul yang kabur ke luar negri,


sementara Melissa balik lagi ke kampus itu.


"Kok aku nggak tau ya? " Kata Ayahnya lagi.


"Waktu itu kamu lagi nggak di rumah, dia


Syok berat. ku panggil - panggil malah


nggak dengar gitu" terang Ibu Melissa, Maul


hanya membiarkan ke dua orang tua itu


berdiskusi.


''Syukurlah.. mereka masih mengingatku''


Batin Maulana.


"Kamu... si kaca mata itu?" Tanya Ayah


Melissa.


"Hust.. dia punya nama lho Mas.. Maul... kan


kalo nggak salah?" Tanya Ibu itu lagi, beliau


ingat, Evan tadi mengatakan Om Maul.


"Iya Om.. Tante.. " Jawab Maulana dengan gembira.


Ke dua orang tua Melissa pun amat senang


bertemu lagi dengan Maul, mereka dahulu


memang menyukai Maul sebagai teman


Melissa, karna cowok ini amat sopan dan lugu,


jadi Melissa aman jika berteman dengannya,


gak bakal berbuat macam - macam. Tapi


mereka tidak menyangka, kalau Maulana bisa


berubah sedemikian rupa, sekarang dia


sangat rupawan.


" Aku masih menunggu Melissa sampai


sekarang " Katanya lirih.


"Memangnya kamu masih bersedia? meski


Melissa.. " Perkataan Ibunya terputus karna


Maul langsung menjawab.


" Ya.. apapun statusnya" Jawab Maul.


"Kamu nggak akan nyesal? " Tanya Ayahnya


lagi.


"Aku udah nyesel dari dulu Om... gara - gara


nggak berani ngungkapin perasaan,


dan aku nggak mau nyesal karna,


kehilangan Melissa lagi" jawab Maul.


" Tapi... Melissa masih Istri orang" jawab


Ibunya.


"Akan ku tunggu sampai selesai, meskipun


beberapa waktu lagi." Ucap Maul.


"Trus... orang tuamu? apa nggak


keberatan?" tanya Ibu Melissa.


Aditya tertawa dan berkata.. " mereka akan


menerima pilihanku, pokoknya aku harus menikah"


jawabnya lagi.

__ADS_1


•••


Ditempat Kevin.


Kevin keluar dari ruang kerjanya, dan tak


menemukan Istrinya ada di rumah. Dia


tersenyum sinis dan bergumam.


" Hm.. perempuan itu menghilang lagi. " Ini bukan


kali pertama dia menemukan Diana tak


berada di rumah pada malan hari.


Kevin pun keluar rumah nya, menuju


sebuah klub malam yang ada di kota itu. dia


ingin menghabiskan malam di luar sana. dan


menghilangkan beban di pikirannya.


Tanpa sengaja dia melihat Diana yang


sudah mabuk.. berjoget ria tanpa sadarkan


diri, beberapa orang laki - laki berada di


sekeliling wanita itu, meraba - raba tubuh


nya yang di balut kain tipis yang


memperlihatkan belahan dada dan paha


mulusnya, dia benar - benar memberi tontonan gratis


yang mengasyikkan. pria - pria itu


menatapnya dengan tatapan penuh birahi.


Kevin sangat marah melihat tingkah


Istrinya yang satu ini, sekali lagi hatinya


membandingkan perempuan itu dengan


Melissa, yang selalu menjaga kehormatannya


untuk suaminya, meskipun dulu tubuhnya


sangat indah, tapi dia tak pernah membuat


orang lain mengetahuinya, karna dia selalu


memakai pakaian longgar tanpa


memperlihatkan lekuk tubuhnya. Bahkan


Kevin sempat kaget dan terpana melihat


tubuh sempurna Melissa untuk pertama


kalinya di malam pertama mereka. Tubuh


wanita itu benar-benar indah, dan dia


sangat bersyukur. bisa memiliki tubuh


yang belum terjamah itu.


benar hancur, Melissa sudah pasti tak akan


mau memaafkannya lagi.


Kevin menyeret wanita itu pulang, meski


beberapa orang laki - laki yang masih belum


puas menahannya, tapi dia mengatakan


kalau ini adalah istrinya, laki - laki itu


akhirnya melepaskannya.


Sesampai di rumah.. Kevin langsung


membawa Diana ke kamar mandi dan


mengguyurnya agar wanita itu sedikit


sadarkan diri. Dan semenjak malam itu,


Kevin benar-benar tak menyentuh Diana


sama sekali.


•••


Seminggu kemudian, pegawai dari


pengadilan agama datang ke rumah Kevin


menyampaikan surat panggilan sidang


perceraian nya dengan Melissa, kebetulan


yang menerimanya adalah Diana,


sementara Kevin masih berada di


kantornya, wanita itu amat senang, karna


akan membayangkan Kevin benar - benar


akan menjadi miliknya seutuhnya.


Diana meletakkan surat itu di atas meja di


ruang keluarga, di tempat Kevin biasa


duduk. Awalnya dia ingin menyembunyikan


surat itu, agar Kevin tidak menghadiri


sidang, dan urusan menjadi lebih cepat


selesai, tapi wanita ini punya rencana lain,


dia akan memberikan kejutan pada Kevin,


suaminya ini pasti akan sangat gembira


menerima surat ini. dia juga ingin


menghadiri sidang itu, dan ingin melihat


wajah kalah Melissa. Entah lelaki mana yang

__ADS_1


akan mau menerimanya lagi. Diana


mengira Melissa mengurus surat cerai itu


hanya untuk menggertak Kevin agar


kembali padanya.


Begitu Kevin pulang dan melihat surat itu,


dia amat kesal. dia langsung membanting


pot bunga yang ada di atas meja itu, bunga


kristal itupun hancur berantakan. Diana


kaget.. bagaimana mungkin Kevin kesal


membaca surat itu? Bukan kah dia memang


sangat ingin membuang Istri pertamanya


itu?.


"Mas... kenapa? bukankah itu bagus? kau


akan bebas dari wanita itu kan? " Tanya Diana


yang sok pede akan di pilih Kevin.


"Bukankah dulu sudah ku katakan, aku lebih


memilih dia" Kata Kevin dengan nada


tinggi.


"Apa bagusnya dia?" Kata Diana kesal karna di


bandingkan dengan wanita berpenampilan


tua dan berbau bawang itu.


" Setidaknya dia tidak kelayapan pada


malam hari" Kata Kevin kesal.


"Jika kau tak marah padaku, aku juga tak


akan pergi " kata Diana.


" Besok kau harus ikut denganku, kita


periksakan kehamilanmu" Kata Kevin.


"Apa? " Diana kaget mendengarnya.


•••


Esok harinya Kevin benar - benar akan


membawa Diana untuk pemeriksaan


kehamilan, di waktu yang bersamaan,


Diana malah datang bulan, dia sangat


khawatir, dan berfikir bagaimana cara


mengatasi masalah ini.


Akhirnya Diana membuat drama dia


sengaja membuat dirinya terpeleset dari


jenjang rumah itu dan berpura - pura


perutnya amat sakit, padahal yang sakit


adalah pantatnya..


lalu dengan ekspresi kaget, dia seolah - olah


merasa ada cairan yang keluar, dan pura -


pura syok ketika mengetahui itu adalah


darah. Kevin juga menjadi cemas melihat


itu, dia segera membawa Diana ke rumah


sakit tapi Diana menolaknya, Kevin tetap


memaksanya dan membawanya ke IGD.


Diana amat takut kalau - kalau


kebohongannya terbongkar, tapi..


perempuan ini benar - benar pintar


berakting, ketika akan diperiksa, dia


memohon pada petugas di sana untuk


mengatakan pada suaminya kalau dia


keguguran, jika tidak, suaminya akan


menceraikannya. Perempuan itu memohon


sambil berlinang air mata, akhirnya petugas


di sana kasihan juga dan terpaksa


berbohong demi keutuhan rumah tangga


seseorang.


Mendengar penjelasan yang dokter sampaikan itu,


Kevin menjadi kasihan pada Diana,


apalagi melihat wanita itu begitu terpukul


karna kehilangan janinnya.


"Sudah jangan bersedih. lain kali hati-hati"


Kata Kevin menenangkan Istrinya itu.


Diana pura - pura terharu mendengarkan


perkataan suaminya itu.


Semenjak kejadian itu, Kevin mencoba


bersikap baik pada Diana, demi


kesembuhan Diana.

__ADS_1


__ADS_2