
" Lebih sepuluh tahun yang lalu? " Tanya
Ayah Melissa heran, dia tak pernah melihat
pria ini dulunya, pria yang sering di bawa
Melissa hanya cowok culun berkaca mata
bundar, cowok itu satu-satunya teman laki-
laki Melissa dan Kevin yang di kenalkannya
ketika mereka hampir menikah. Ayahnya
mengingat ingat lelaki di depannya ini, apa
mungkin Melissa tak pernah menceritakan
laki-laki yang satu ini pada mereka.
Ibu Melissa menatap Maulana dengan tajam, dia
mengingat-ingat wajah itu, tiba-tiba dia
sadar dan berkata...
"Mas... Si kaca mata bukan?"
"Ya nggak mungkin lah dek... beda kok!"
jawab suaminya.
"Si kaca mata pernah ke rumah mencari
Melissa waktu Melissa udah menikah,
penampilannya beda. mirip Mas" Bisik Ibu
Melissa. Waktu itu Maul memang pernah ke
sana, gara - gara Melissa nggak masuk - masuk
ke kampus... karena lagi kabur, nikah sama
Kevin. Maul nyari ke rumahnya, tapi dia
mendapat berita yang sangat mengecewakan,
akhirnya malah Maul yang kabur ke luar negri,
sementara Melissa balik lagi ke kampus itu.
"Kok aku nggak tau ya? " Kata Ayahnya lagi.
"Waktu itu kamu lagi nggak di rumah, dia
Syok berat. ku panggil - panggil malah
nggak dengar gitu" terang Ibu Melissa, Maul
hanya membiarkan ke dua orang tua itu
berdiskusi.
''Syukurlah.. mereka masih mengingatku''
Batin Maulana.
"Kamu... si kaca mata itu?" Tanya Ayah
Melissa.
"Hust.. dia punya nama lho Mas.. Maul... kan
kalo nggak salah?" Tanya Ibu itu lagi, beliau
ingat, Evan tadi mengatakan Om Maul.
"Iya Om.. Tante.. " Jawab Maulana dengan gembira.
Ke dua orang tua Melissa pun amat senang
bertemu lagi dengan Maul, mereka dahulu
memang menyukai Maul sebagai teman
Melissa, karna cowok ini amat sopan dan lugu,
jadi Melissa aman jika berteman dengannya,
gak bakal berbuat macam - macam. Tapi
mereka tidak menyangka, kalau Maulana bisa
berubah sedemikian rupa, sekarang dia
sangat rupawan.
" Aku masih menunggu Melissa sampai
sekarang " Katanya lirih.
"Memangnya kamu masih bersedia? meski
Melissa.. " Perkataan Ibunya terputus karna
Maul langsung menjawab.
" Ya.. apapun statusnya" Jawab Maul.
"Kamu nggak akan nyesal? " Tanya Ayahnya
lagi.
"Aku udah nyesel dari dulu Om... gara - gara
nggak berani ngungkapin perasaan,
dan aku nggak mau nyesal karna,
kehilangan Melissa lagi" jawab Maul.
" Tapi... Melissa masih Istri orang" jawab
Ibunya.
"Akan ku tunggu sampai selesai, meskipun
beberapa waktu lagi." Ucap Maul.
"Trus... orang tuamu? apa nggak
keberatan?" tanya Ibu Melissa.
Aditya tertawa dan berkata.. " mereka akan
menerima pilihanku, pokoknya aku harus menikah"
jawabnya lagi.
__ADS_1
•••
Ditempat Kevin.
Kevin keluar dari ruang kerjanya, dan tak
menemukan Istrinya ada di rumah. Dia
tersenyum sinis dan bergumam.
" Hm.. perempuan itu menghilang lagi. " Ini bukan
kali pertama dia menemukan Diana tak
berada di rumah pada malan hari.
Kevin pun keluar rumah nya, menuju
sebuah klub malam yang ada di kota itu. dia
ingin menghabiskan malam di luar sana. dan
menghilangkan beban di pikirannya.
Tanpa sengaja dia melihat Diana yang
sudah mabuk.. berjoget ria tanpa sadarkan
diri, beberapa orang laki - laki berada di
sekeliling wanita itu, meraba - raba tubuh
nya yang di balut kain tipis yang
memperlihatkan belahan dada dan paha
mulusnya, dia benar - benar memberi tontonan gratis
yang mengasyikkan. pria - pria itu
menatapnya dengan tatapan penuh birahi.
Kevin sangat marah melihat tingkah
Istrinya yang satu ini, sekali lagi hatinya
membandingkan perempuan itu dengan
Melissa, yang selalu menjaga kehormatannya
untuk suaminya, meskipun dulu tubuhnya
sangat indah, tapi dia tak pernah membuat
orang lain mengetahuinya, karna dia selalu
memakai pakaian longgar tanpa
memperlihatkan lekuk tubuhnya. Bahkan
Kevin sempat kaget dan terpana melihat
tubuh sempurna Melissa untuk pertama
kalinya di malam pertama mereka. Tubuh
wanita itu benar-benar indah, dan dia
sangat bersyukur. bisa memiliki tubuh
yang belum terjamah itu.
benar hancur, Melissa sudah pasti tak akan
mau memaafkannya lagi.
Kevin menyeret wanita itu pulang, meski
beberapa orang laki - laki yang masih belum
puas menahannya, tapi dia mengatakan
kalau ini adalah istrinya, laki - laki itu
akhirnya melepaskannya.
Sesampai di rumah.. Kevin langsung
membawa Diana ke kamar mandi dan
mengguyurnya agar wanita itu sedikit
sadarkan diri. Dan semenjak malam itu,
Kevin benar-benar tak menyentuh Diana
sama sekali.
•••
Seminggu kemudian, pegawai dari
pengadilan agama datang ke rumah Kevin
menyampaikan surat panggilan sidang
perceraian nya dengan Melissa, kebetulan
yang menerimanya adalah Diana,
sementara Kevin masih berada di
kantornya, wanita itu amat senang, karna
akan membayangkan Kevin benar - benar
akan menjadi miliknya seutuhnya.
Diana meletakkan surat itu di atas meja di
ruang keluarga, di tempat Kevin biasa
duduk. Awalnya dia ingin menyembunyikan
surat itu, agar Kevin tidak menghadiri
sidang, dan urusan menjadi lebih cepat
selesai, tapi wanita ini punya rencana lain,
dia akan memberikan kejutan pada Kevin,
suaminya ini pasti akan sangat gembira
menerima surat ini. dia juga ingin
menghadiri sidang itu, dan ingin melihat
wajah kalah Melissa. Entah lelaki mana yang
__ADS_1
akan mau menerimanya lagi. Diana
mengira Melissa mengurus surat cerai itu
hanya untuk menggertak Kevin agar
kembali padanya.
Begitu Kevin pulang dan melihat surat itu,
dia amat kesal. dia langsung membanting
pot bunga yang ada di atas meja itu, bunga
kristal itupun hancur berantakan. Diana
kaget.. bagaimana mungkin Kevin kesal
membaca surat itu? Bukan kah dia memang
sangat ingin membuang Istri pertamanya
itu?.
"Mas... kenapa? bukankah itu bagus? kau
akan bebas dari wanita itu kan? " Tanya Diana
yang sok pede akan di pilih Kevin.
"Bukankah dulu sudah ku katakan, aku lebih
memilih dia" Kata Kevin dengan nada
tinggi.
"Apa bagusnya dia?" Kata Diana kesal karna di
bandingkan dengan wanita berpenampilan
tua dan berbau bawang itu.
" Setidaknya dia tidak kelayapan pada
malam hari" Kata Kevin kesal.
"Jika kau tak marah padaku, aku juga tak
akan pergi " kata Diana.
" Besok kau harus ikut denganku, kita
periksakan kehamilanmu" Kata Kevin.
"Apa? " Diana kaget mendengarnya.
•••
Esok harinya Kevin benar - benar akan
membawa Diana untuk pemeriksaan
kehamilan, di waktu yang bersamaan,
Diana malah datang bulan, dia sangat
khawatir, dan berfikir bagaimana cara
mengatasi masalah ini.
Akhirnya Diana membuat drama dia
sengaja membuat dirinya terpeleset dari
jenjang rumah itu dan berpura - pura
perutnya amat sakit, padahal yang sakit
adalah pantatnya..
lalu dengan ekspresi kaget, dia seolah - olah
merasa ada cairan yang keluar, dan pura -
pura syok ketika mengetahui itu adalah
darah. Kevin juga menjadi cemas melihat
itu, dia segera membawa Diana ke rumah
sakit tapi Diana menolaknya, Kevin tetap
memaksanya dan membawanya ke IGD.
Diana amat takut kalau - kalau
kebohongannya terbongkar, tapi..
perempuan ini benar - benar pintar
berakting, ketika akan diperiksa, dia
memohon pada petugas di sana untuk
mengatakan pada suaminya kalau dia
keguguran, jika tidak, suaminya akan
menceraikannya. Perempuan itu memohon
sambil berlinang air mata, akhirnya petugas
di sana kasihan juga dan terpaksa
berbohong demi keutuhan rumah tangga
seseorang.
Mendengar penjelasan yang dokter sampaikan itu,
Kevin menjadi kasihan pada Diana,
apalagi melihat wanita itu begitu terpukul
karna kehilangan janinnya.
"Sudah jangan bersedih. lain kali hati-hati"
Kata Kevin menenangkan Istrinya itu.
Diana pura - pura terharu mendengarkan
perkataan suaminya itu.
Semenjak kejadian itu, Kevin mencoba
bersikap baik pada Diana, demi
kesembuhan Diana.
__ADS_1