MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 15 : Maaf... Bukan mengusirmu.


__ADS_3

Melissa kaget melihat perlakuan Maul yang


cuek pada wanita itu, sampai-sampai dia


tega membiarkan wanita itu jatuh tersungkur di hadapannya.


Maul pergi meninggalkan Diana yang masih


terduduk di lantai, wanita itu tampak kesal


dan menggertakan giginya. Maulana tidak


mempedulikan apa perkataan orang yang


melihat kejadian itu, penonton terdiri dari


dua kubu, ada yang kasihan dan simpati


pada Diana, mereka memandang kesal pada Maulana, karna menganggapnya tak berperasaan. Dan ada yang melihat ulah


wanita itu dari awal, mereka mencemo'oh


wanita itu dan salut pada Maul.


Maul berjalan ke arah Melissa, dia membawa


belanjaan Melissa dengan sebelah tangan, dan


tangan yang lain menarik tangan wanita itu, wajahnya amat kesal.


"Jangan kau ulangi lagi, nggak ada guna"


kata Maul sewot.


Melissa hanya terdiam melihat Maulana yang


ngambek dan ngikut aja di tarik Maulana.


"Maafkan aku... " Katanya setelah beberapa


saat.


"Hmm. baiklah, sekarang kita cari untuk yang


akan kau masak" Kata Maulana lalu masuk ke


minimarket.


Mereka memilih beberapa barang yang


dirasa perlu, Melissa mengambil secukupnya


saja, karna dia yakin Maul akan membayar


semua itu... jadi dia mengambil hanya


sedikit barang yang diperlukan untuk esok


hari, karna besok dia sudah gajian dan bisa


membeli keperluannya sendiri.


" Sudah, aku rasa sudah cukup" Kata Melissa.


"Hanya segini? " Tanya Maul.


"Ya, sudah cukup!" Jawab Melissa dan langsung pergi ke kasir. Maul hanya mengikuti, lalu membayar semuanya.


"Baiklah, kita pulang sekarang?" tanya


Maulana lagi, dia berharap Melissa akan


meminta untuk berkeliling, tapi Melissa malah


mengiyakan.


'Nggak papalah.. Lagian dia juga tinggal di


sebelah' Batinnya.


Sesampai di apartemen nya, Melissa


mempersilahkan Maulana masuk, dan


menawarkan untuk minum teh, Maul


melihat jam tangannya dan berkata.


'' Sudah hampir pukul sepuluh, apa tidak


apa-apa aku di sini? "


" Oh iya, sebaiknya kau pulang" kata Melissa


sambil menutup pintu. Maul cepat-cepat


menahannya dan berkata.


"Apa kau serius mengusirku? kau ramah


sekali." kata Maul kesal.


"Aku mau minum teh" Sambungnya lagi,


dan langsung masuk kedalam apartemen


Melissa. Melissa hanya bengong melihat ulah laki-laki itu, 'Pas ditawarin malah nolak, disuruh


pulang, malah ngambek, dia ini cowok


dewasa 30 tahun, atau ABG 13 tahun ya?


'batin Melissa.


Akhirnya... Maul berhasil juga mendapatkan

__ADS_1


segelas teh dari Melissa, dia benar-benar


menikmati meminum teh itu.. setetes..


demi setetes.. entah kapan akan habisnya


teh itu.


"Maul... Udah hampir pukul sebelas malam.


ntar kamu sampai di rumah kemalaman"


Kata Melissa yang mengusir Maul secara halus.


"Nggak papa" Jawabnya cuek.


Melissa menghela nafas panjang, dan berkata..


"Maul... udah malam.. sebaiknya kamu


pulang" Kata Melissa memelas, dia benar-


benar takut dengan omongan orang, bisa


bisa di usir sama pemilik Apartemen ini.


Melissa tak tau sang pemilik lagi menikmati


teh buatannya.


"Iya.. baiklah. Aku pulang!" kata Maul sambil


berdiri...


" Maul... " kata Melissa sedikit gugup, dia takut


Maul akan marah.


" Ya.. " Kata Maulana sambil berbalik.


" Maaf... bukan mengusirmu ya" katanya


sedikit canggung.


"Ya.. ku kira tadi mau ngasih kecupan


selamat malam.. " Kata Maul dengan nada serius.


"Apa? " Kata Melissa tak menyangka Maul akan


bicara begitu.


"Kau memang patut diusir... Sana pulang"


Kata Melissa kesal, sambil mendorong Maul ke


pintu, dia hendak melihat Maul sampai


menghilang dari pandangannya, Melissa masih


ingat Nasehat Ibunya, 'kalau tamu pulang,


sampai hilang dari pandangan, baru tutup


pintu'


Melissa malah kaget, Maulana membuka pintu


ruangan sebelah, sambil tersenyum


"Selamat malam tetanggaku..."


"Ha... " Melissa benar-benar tak percaya


dengan apa yang dilihatnya.


•••


Pagi ini, Kevin menelfon seseorang, dia


menyuruh orang itu mengawasi Melissa,


mencari tau dimana dia bekerja dan


alamatnya. Dan memberi tau bahwa Melissa


akan menemui anak-anak mereka setiap


hari di sekolah , jadi.. cukup tunggu dia di


sekolah anaknya, lalu ikuti kemana dia


pergi. Kevin pun mengirimkan foto Melissa


yang pernah diambilnya diam-diam kemarin pada orang itu.


•••


Sementara di tempat Melissa, Melissa merasa


sifatnya semalam agak keterlaluan, dia


berfikir, jika Maul tinggal sendirian, pastilah


dia tidak akan sarapan di rumah, nggak ada


yang buatin. Jadi Melissa ingin membuatkan


masakan untuk Maul juga, dia juga akan


memasak untuk anak-anaknya dan dirinya


sendiri, jadi.. nggak akan menambah


bebannya.

__ADS_1


Melissa memutuskan menelfon Maulana untuk


memberikan sarapan yang telah dibuatnya.


"Maul.. Aku membuatkan sarapan untukmu,


Apa ingin aku antar ke sana? "


"Tidak usah... aku akan ketempatmu."


Jawab Maulana.


Tak sampai semenit.. Bel Melissa berbunyi.


Maulana sudah datang.


"Kenapa datang secepat ini? " Tanya Melissa.


"Nggak ada salahnya kan? Lagian aku udah


siap kok, aku bakal tungguin kamu. " Jawab


Maul.. Dia tersenyum melihat Melissa yang


sibuk di dapur. Pikirannya melayang...


membayangkan dia adalah suami Melissa yang sedang menunggu Istrinya menyiapkan


sarapan untuknya.


Melissa melihat Maul yang tersenyum dengan


pandangan yang menerawang, Melissa


menjentikkan jarinya di depan mata Maulana,


sehingga pria ini tersadar dari lamunannya.


"Apa kau sedang berhayal?" Tanya Melissa


menyelidik.


"Iya... aku berhayal kau jadi Istriku"


Jawabnya tanpa beban.


Melissa hanya tersenyum mendengar ucapan


Maulana, lalu berkata..


"Ini sarapanmu" Katanya sambil


menghidangkan sarapan untuk Maul.


"Kita sarapan bersama!" Pinta Maulana.


"Baiklah.. "


Melissa pun duduk dan mereka sarapan


bersama.


"Hmm. enak sekali.. kau memang pandai


memasak" Puji Maulana. Melissa hanya


tersenyum, mengingat dulu Kevin juga


sering memuji masakannya meskipun rasa


masakannya nggak jelas, maklum.. waktu


itu dia masih ABG, tapi... lama kelamaan dia


tak pernah lagi mendengar pujian itu padahal dia sudah sangat mahir memasak.


"Apa kau ingin mengunjungi putra-putramu


dulu? " Tanya Maulana.


"lya.. Aku akan mengantarkan sarapan


untuk mereka"


"Akan ku antar. kau masih belum boleh


mengemudi kan? Nanti kau boleh


mengurus SIM mu. " Kata Maulana.


"Terima kasih... Tapi aku tak ingin teman-


teman akan bergosip. Aku bisa naik ojek


online."


" Hal itu tak masalah bagiku" jawab Maul.


"Aku memaksa" sambungnya lagi.


Dan akhirnya... Melissa diatar oleh Maulana


menemui ketiga anak nya. Tapi Maulana


hanya menunggu di mobil, belum waktunya


dia memperkenalkan diri kepada ke tiga


anak-anak Melissa. lagi pula, Melissa belum bebas dari hubungannya. Lagi pula nanti dia bisa berteman dengan anak anak Melissa, karna mereka akan menjadi tetangga.


Melissa menemui anak-anaknya, hal ini dapat


dilihat oleh orang suruhan Kevin, mereka


telah bersiap-siap membuntuti Melissa sampai

__ADS_1


mereka bisa memberikan informasi yang


diinginkan oleh Kevin.


__ADS_2