
Melissa kaget melihat perlakuan Maul yang
cuek pada wanita itu, sampai-sampai dia
tega membiarkan wanita itu jatuh tersungkur di hadapannya.
Maul pergi meninggalkan Diana yang masih
terduduk di lantai, wanita itu tampak kesal
dan menggertakan giginya. Maulana tidak
mempedulikan apa perkataan orang yang
melihat kejadian itu, penonton terdiri dari
dua kubu, ada yang kasihan dan simpati
pada Diana, mereka memandang kesal pada Maulana, karna menganggapnya tak berperasaan. Dan ada yang melihat ulah
wanita itu dari awal, mereka mencemo'oh
wanita itu dan salut pada Maul.
Maul berjalan ke arah Melissa, dia membawa
belanjaan Melissa dengan sebelah tangan, dan
tangan yang lain menarik tangan wanita itu, wajahnya amat kesal.
"Jangan kau ulangi lagi, nggak ada guna"
kata Maul sewot.
Melissa hanya terdiam melihat Maulana yang
ngambek dan ngikut aja di tarik Maulana.
"Maafkan aku... " Katanya setelah beberapa
saat.
"Hmm. baiklah, sekarang kita cari untuk yang
akan kau masak" Kata Maulana lalu masuk ke
minimarket.
Mereka memilih beberapa barang yang
dirasa perlu, Melissa mengambil secukupnya
saja, karna dia yakin Maul akan membayar
semua itu... jadi dia mengambil hanya
sedikit barang yang diperlukan untuk esok
hari, karna besok dia sudah gajian dan bisa
membeli keperluannya sendiri.
" Sudah, aku rasa sudah cukup" Kata Melissa.
"Hanya segini? " Tanya Maul.
"Ya, sudah cukup!" Jawab Melissa dan langsung pergi ke kasir. Maul hanya mengikuti, lalu membayar semuanya.
"Baiklah, kita pulang sekarang?" tanya
Maulana lagi, dia berharap Melissa akan
meminta untuk berkeliling, tapi Melissa malah
mengiyakan.
'Nggak papalah.. Lagian dia juga tinggal di
sebelah' Batinnya.
Sesampai di apartemen nya, Melissa
mempersilahkan Maulana masuk, dan
menawarkan untuk minum teh, Maul
melihat jam tangannya dan berkata.
'' Sudah hampir pukul sepuluh, apa tidak
apa-apa aku di sini? "
" Oh iya, sebaiknya kau pulang" kata Melissa
sambil menutup pintu. Maul cepat-cepat
menahannya dan berkata.
"Apa kau serius mengusirku? kau ramah
sekali." kata Maul kesal.
"Aku mau minum teh" Sambungnya lagi,
dan langsung masuk kedalam apartemen
Melissa. Melissa hanya bengong melihat ulah laki-laki itu, 'Pas ditawarin malah nolak, disuruh
pulang, malah ngambek, dia ini cowok
dewasa 30 tahun, atau ABG 13 tahun ya?
'batin Melissa.
Akhirnya... Maul berhasil juga mendapatkan
__ADS_1
segelas teh dari Melissa, dia benar-benar
menikmati meminum teh itu.. setetes..
demi setetes.. entah kapan akan habisnya
teh itu.
"Maul... Udah hampir pukul sebelas malam.
ntar kamu sampai di rumah kemalaman"
Kata Melissa yang mengusir Maul secara halus.
"Nggak papa" Jawabnya cuek.
Melissa menghela nafas panjang, dan berkata..
"Maul... udah malam.. sebaiknya kamu
pulang" Kata Melissa memelas, dia benar-
benar takut dengan omongan orang, bisa
bisa di usir sama pemilik Apartemen ini.
Melissa tak tau sang pemilik lagi menikmati
teh buatannya.
"Iya.. baiklah. Aku pulang!" kata Maul sambil
berdiri...
" Maul... " kata Melissa sedikit gugup, dia takut
Maul akan marah.
" Ya.. " Kata Maulana sambil berbalik.
" Maaf... bukan mengusirmu ya" katanya
sedikit canggung.
"Ya.. ku kira tadi mau ngasih kecupan
selamat malam.. " Kata Maul dengan nada serius.
"Apa? " Kata Melissa tak menyangka Maul akan
bicara begitu.
"Kau memang patut diusir... Sana pulang"
Kata Melissa kesal, sambil mendorong Maul ke
pintu, dia hendak melihat Maul sampai
menghilang dari pandangannya, Melissa masih
ingat Nasehat Ibunya, 'kalau tamu pulang,
sampai hilang dari pandangan, baru tutup
pintu'
Melissa malah kaget, Maulana membuka pintu
ruangan sebelah, sambil tersenyum
"Selamat malam tetanggaku..."
"Ha... " Melissa benar-benar tak percaya
dengan apa yang dilihatnya.
•••
Pagi ini, Kevin menelfon seseorang, dia
menyuruh orang itu mengawasi Melissa,
mencari tau dimana dia bekerja dan
alamatnya. Dan memberi tau bahwa Melissa
akan menemui anak-anak mereka setiap
hari di sekolah , jadi.. cukup tunggu dia di
sekolah anaknya, lalu ikuti kemana dia
pergi. Kevin pun mengirimkan foto Melissa
yang pernah diambilnya diam-diam kemarin pada orang itu.
•••
Sementara di tempat Melissa, Melissa merasa
sifatnya semalam agak keterlaluan, dia
berfikir, jika Maul tinggal sendirian, pastilah
dia tidak akan sarapan di rumah, nggak ada
yang buatin. Jadi Melissa ingin membuatkan
masakan untuk Maul juga, dia juga akan
memasak untuk anak-anaknya dan dirinya
sendiri, jadi.. nggak akan menambah
bebannya.
__ADS_1
Melissa memutuskan menelfon Maulana untuk
memberikan sarapan yang telah dibuatnya.
"Maul.. Aku membuatkan sarapan untukmu,
Apa ingin aku antar ke sana? "
"Tidak usah... aku akan ketempatmu."
Jawab Maulana.
Tak sampai semenit.. Bel Melissa berbunyi.
Maulana sudah datang.
"Kenapa datang secepat ini? " Tanya Melissa.
"Nggak ada salahnya kan? Lagian aku udah
siap kok, aku bakal tungguin kamu. " Jawab
Maul.. Dia tersenyum melihat Melissa yang
sibuk di dapur. Pikirannya melayang...
membayangkan dia adalah suami Melissa yang sedang menunggu Istrinya menyiapkan
sarapan untuknya.
Melissa melihat Maul yang tersenyum dengan
pandangan yang menerawang, Melissa
menjentikkan jarinya di depan mata Maulana,
sehingga pria ini tersadar dari lamunannya.
"Apa kau sedang berhayal?" Tanya Melissa
menyelidik.
"Iya... aku berhayal kau jadi Istriku"
Jawabnya tanpa beban.
Melissa hanya tersenyum mendengar ucapan
Maulana, lalu berkata..
"Ini sarapanmu" Katanya sambil
menghidangkan sarapan untuk Maul.
"Kita sarapan bersama!" Pinta Maulana.
"Baiklah.. "
Melissa pun duduk dan mereka sarapan
bersama.
"Hmm. enak sekali.. kau memang pandai
memasak" Puji Maulana. Melissa hanya
tersenyum, mengingat dulu Kevin juga
sering memuji masakannya meskipun rasa
masakannya nggak jelas, maklum.. waktu
itu dia masih ABG, tapi... lama kelamaan dia
tak pernah lagi mendengar pujian itu padahal dia sudah sangat mahir memasak.
"Apa kau ingin mengunjungi putra-putramu
dulu? " Tanya Maulana.
"lya.. Aku akan mengantarkan sarapan
untuk mereka"
"Akan ku antar. kau masih belum boleh
mengemudi kan? Nanti kau boleh
mengurus SIM mu. " Kata Maulana.
"Terima kasih... Tapi aku tak ingin teman-
teman akan bergosip. Aku bisa naik ojek
online."
" Hal itu tak masalah bagiku" jawab Maul.
"Aku memaksa" sambungnya lagi.
Dan akhirnya... Melissa diatar oleh Maulana
menemui ketiga anak nya. Tapi Maulana
hanya menunggu di mobil, belum waktunya
dia memperkenalkan diri kepada ke tiga
anak-anak Melissa. lagi pula, Melissa belum bebas dari hubungannya. Lagi pula nanti dia bisa berteman dengan anak anak Melissa, karna mereka akan menjadi tetangga.
Melissa menemui anak-anaknya, hal ini dapat
dilihat oleh orang suruhan Kevin, mereka
telah bersiap-siap membuntuti Melissa sampai
__ADS_1
mereka bisa memberikan informasi yang
diinginkan oleh Kevin.