MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 12 : Kau kan Istriku.


__ADS_3

Diana menolak Kevin, dia tampak tidak


senang dengan sifat Kevin, melihat Diana


yang menolaknya Kevin sedikit kesal.


"Kenapa?" Tanyanya lagi.


" Kenapa Melissa sampai tidak tau kau


selingkuh? lantas, Bagaimana orang tuamu


sampai tau?" Tanya Diana.


"Melissa tak kan pernah tau apa perbuatanku


di luar, andaikan aku tak membawamu


kesini dia tak akan pernah tau, orang tuaku


melihat ku di pusat perbelanjaan dengan


wanita lain, jadi mereka memanggilku


kerumahnya dan mengubah surat wasiat


itu." Kata Kevin menjelaskan.


Jadi. Seandainya orang tuamu tau tentang


kita bagaimana?" Tanya perempuan itu


lagi.


" Mau bagaimana lagi, toh warisan mereka


juga bukan buat ku. " Jawabnya lagi.


Kemudian dia hendak mencumbu Diana


kembali.


"Mas.. aku bukan wanita bodoh seperti Melissa


ya!. kau jngan main-main denganku." Kata


Diana dengan nada kesal.


"Baiklah" jawab Kevin singkat, entah dia


akan menuruti perkataan Diana entah


tidak.


•••


Pagi ini, Melissa dan Maulana akan kembali lagi ke tempat mereka.


Sejak kejadian semalam, Melissa tidak mau


bicara dengan Maulana, meskipun Maul telah


bertanya banyak hal, tampaknya dia masih


kesal karna Maul memeluknya tiba-tiba.


"Melissa, maafkan aku! jangan mendiamkanku


seperti ini. Aku janji, aku tak akan


mengulanginya lagi" Kata Maul masih


membujuknya.


"Kau benar-benar janji" Kata Melissa, dia mulai


membuka suara.


"Aku janji. aku tak akan melakukannya lagi"


Jawab Maul senang karna Melissa sudah mau


bicara dengannya.


"Ya.... tapi jika kau memintanya, aku akan


dengan senang hati melanggar janjiku"


katanya sambil senyum, Melissa hanya


cemberut mendengar kan perkataan Maul.


•••


Sesampai di kota mereka.


Mereka langsung menuju ke kantornya.


Teman-temannya memberikan selamat


atas keberhasilan mereka.


Alice tidak tertarik dengan pengumuman


itu, dia lebih tertarik mengetahui berapa


berat badan sahabatnya saat terlepas dari


pantauannya selama dua hari ini. Tapi dia


tampak senang melihat pakaian yang


dipakai Melissa tampak sangat serasi dengan


tubuhnya, tubuhnya terlihat normal saat ini.


Alice menarik Melissa menuju timbangan dan


langsung menyuruh Melissa menimbang berat


badannya.


Maul memperhatikan Melissa yang ditarik Alice, laki-laki itu tersenyum melihat ulah gadis


itu yang sangat peduli pada sahabatnya.


Tiba-tiba ponsel Melissa berbunyi, dia sedikit


heran karna yang menelfonnya adalah

__ADS_1


Maulana.


Melissa melayangkan pandangannya ke arah


Maul, dan bertanya dengan isyaratnya, Maul


memberikan isyarat pada Melissa untuk


mengangkat panggilan itu.


"Ya..?"kata Melissa setelah mengangkat


panggilan itu.


"Bisa tolong berikan pada sahabatmu?" Tanya Maul lagi.


"Alice?" Tanya Melissa ragu.


"Ya." Jawab Maulana singkat.


Melissa memberikan ponselnya pada Alice.


Alice sedikit bingung.


"Pak Maulana ingin bicara denganmu. " Kata


Melissa. Aura makin bingung, dia melihat


Maulana yang ada di depan sana, Maulana


menganggukkan kepalanya pertanda dia


menyuruh Alice menerima panggilannya.


"Ya Pak?" Tanya Alice sedikit gugup.


"Apa berat badan sabatmu bertambah?" Tanya Maul di seberang sana.


Alice tak menyangka Maulana akan


menanyakan hal itu.


"Tidak pak, tidak.. aman.. ternyata Bapak


pengawas yang baik. " Kata Alice semangat.


Maul tak menjawab, tapi Alice dapat melihat


senyuman Maulana di seberang sana.


"Terima kasih " kata Maulana, lalu mengakhiri


panggilan itu.


Alice memberikan ponsel Melissa sambil


tersenyum, yang mengisyaratkan sesuatu.


"Apa?" Tanya Melissa risih melihat senyum


sahabatnya itu.


"Hehehe" Kata Alice dengan tertawa yang


dibuat-buat.


"Ketawamu jelek" kata Melissa cemberut.


Alice lagi.


"Hust.. Jangan asal ngomong, kalau di


dengar orang kan bisa jadi gosip" kata Melissa


takut.


Apa salahnya? "Tanya Alice lagi.


"Dari pada memikirkan diriku, lebih baik


pikirkan dirimu, usiamu sekarang sudah 28


tahun, apa tidak ingin menikah?" Tanya


Melissa.


"Tidak" jawab Alice santai.


"Apa lagi yang kau tunggu?" Tanya Melissa.


"Aku masih belum bisa percaya pada laki-


laki, terlebih setelah melihat kisah


hidupmu, aku jadi semakin tidak ingin


menikah. " mendengar itu Melissa menghela


nafas panjang.


" Maafkan aku... " Kata Alice yang melihat


Melissa sedih.


" Nggak papa, aku hanya sedih karna kau


semakin malas untuk berumah tangga,


karna melihat kehidupanku. Tak semua


laki-laki itu seperti Kevin, kau harus


memikirkan dirimu juga, tak mungkin kan,


kau tak akan menikah selamanya.?" Tanya


Melissa sedikit khawatir.


"Apa dulu kau pernah mencintai seseorang


dan masih menunggunya sampai sekarang?" Tanya Melissa menebak.


Alice kaget mendengar pertanyaan Melissa,


melihat itu Melissa yakin tebakannya benar.


" Boleh aku tau siapa dia? " Tanya Melissa lagi.


Alice sedikit gugup, lalu mengalihkan

__ADS_1


pertanyaan Melissa.


"Ayo kita mulai kerja lagi, kita sudah terlalu


lama ngobrol" Kemudian Alice langsung lari


keruangannya.


Melissa menghela nafas panjang. sepertinya


temannya ini belum bisa percaya


sepenuhnya padanya' batinnya sedih.


Melissa juga kembali ke mejanya yang ada di


ruangan Maulana, ternyata Maulana telah ada


di dalam ruangan itu, dia tersenyum saat


Melissa masuk.


" Pak, apa tidak lebih baik, jika mejaku


ditarok seperti dulu saja? Aku tidak ingin


orang lain berfikiran aneh-aneh."


"Apa salahnya, toh dinding ruangan yang


sebelah sana dari kaca kan? mereka bisa


melihat kegiatan kita dari luar:" Jawab Maul.


Lagi pula kalau dalam ruangan ini kau bisa


memanggil namaku, tidak ada orang lain


yang akan mendengarnya."


Melissa hanya diam mendengar perkataan


Maulana.


Sore itu, Melissa bermaksud akan menemui


anak-anaknya, dia sangat merindukan


mercka meski hanya beberapa hari tidak


bertemu.


Melissa menemui mereka di tempat mengaji.


Biasanya anak-anaknya akan pergi mengaji


pada pukul empat sore.


Sore itu, Melissa telah sampai di mesjid itu,


setelah sholat Asar, dia melihat anak-anaknya, mereka langsung berlari mengejar


Melissa, Melissa memeluk ke tiga anaknya.


Evan selalu membawa adik-adiknya


kemanapun dia pergi.


"Apa kamu tidak repot membawa semua


adik-adikmu? " Tanya Melissa.


"Aku merasa aman jika mereka bersamaku


Bu" kata Evan.


"Sabar ya Nak, beberapa hari lagi ibu akan


berusaha membawa kalian. " Kata Melissa


sambil memeluk anak-anaknya.


"Baiklah Bu" Jawab Evan bahagia.


Entah kenapa tiba-tiba Kevin ada di sana,


dia tersenyum bahagia melihat Melissa.


"Wanita itu semakin cantik saja'' batinnya.


Melissa memang terlihat sangat cantik,


terlebih memakai pakaian saat ini,


tubuhnya sudah mulai mempunyai lekuk,


tidak seperti bulan lalu, tak terlihat beda


pinggang dan pinggul.


Kevin mendekati Melissa, tiba-tiba tangannya


sudah berada di pinggang wanita itu.


Merasa ada seseorang yang memegang


pinggangnya Melissa berbalik, begitu melihat


Kevin, Melissa menjadi marah...


"Apa yang kau lakukan? " Katanya sambil


melepas tangan itu.


"Apa salahnya? Kau kan Istriku? " Jawab


Kevin.


"Huh.. Istrimu?" Kata Melissa kesal.


"Sayang.. Ibu pergi dulu, kita ketemu lagi


besok" Katanya kepada ke tiga putranya.


Melissa pergi meninggalkan tempat itu. Kevin


cepat-cepat menarik tangannya dan


berkata...

__ADS_1


"kembalilah padaku"


__ADS_2