
Diana menolak Kevin, dia tampak tidak
senang dengan sifat Kevin, melihat Diana
yang menolaknya Kevin sedikit kesal.
"Kenapa?" Tanyanya lagi.
" Kenapa Melissa sampai tidak tau kau
selingkuh? lantas, Bagaimana orang tuamu
sampai tau?" Tanya Diana.
"Melissa tak kan pernah tau apa perbuatanku
di luar, andaikan aku tak membawamu
kesini dia tak akan pernah tau, orang tuaku
melihat ku di pusat perbelanjaan dengan
wanita lain, jadi mereka memanggilku
kerumahnya dan mengubah surat wasiat
itu." Kata Kevin menjelaskan.
Jadi. Seandainya orang tuamu tau tentang
kita bagaimana?" Tanya perempuan itu
lagi.
" Mau bagaimana lagi, toh warisan mereka
juga bukan buat ku. " Jawabnya lagi.
Kemudian dia hendak mencumbu Diana
kembali.
"Mas.. aku bukan wanita bodoh seperti Melissa
ya!. kau jngan main-main denganku." Kata
Diana dengan nada kesal.
"Baiklah" jawab Kevin singkat, entah dia
akan menuruti perkataan Diana entah
tidak.
•••
Pagi ini, Melissa dan Maulana akan kembali lagi ke tempat mereka.
Sejak kejadian semalam, Melissa tidak mau
bicara dengan Maulana, meskipun Maul telah
bertanya banyak hal, tampaknya dia masih
kesal karna Maul memeluknya tiba-tiba.
"Melissa, maafkan aku! jangan mendiamkanku
seperti ini. Aku janji, aku tak akan
mengulanginya lagi" Kata Maul masih
membujuknya.
"Kau benar-benar janji" Kata Melissa, dia mulai
membuka suara.
"Aku janji. aku tak akan melakukannya lagi"
Jawab Maul senang karna Melissa sudah mau
bicara dengannya.
"Ya.... tapi jika kau memintanya, aku akan
dengan senang hati melanggar janjiku"
katanya sambil senyum, Melissa hanya
cemberut mendengar kan perkataan Maul.
•••
Sesampai di kota mereka.
Mereka langsung menuju ke kantornya.
Teman-temannya memberikan selamat
atas keberhasilan mereka.
Alice tidak tertarik dengan pengumuman
itu, dia lebih tertarik mengetahui berapa
berat badan sahabatnya saat terlepas dari
pantauannya selama dua hari ini. Tapi dia
tampak senang melihat pakaian yang
dipakai Melissa tampak sangat serasi dengan
tubuhnya, tubuhnya terlihat normal saat ini.
Alice menarik Melissa menuju timbangan dan
langsung menyuruh Melissa menimbang berat
badannya.
Maul memperhatikan Melissa yang ditarik Alice, laki-laki itu tersenyum melihat ulah gadis
itu yang sangat peduli pada sahabatnya.
Tiba-tiba ponsel Melissa berbunyi, dia sedikit
heran karna yang menelfonnya adalah
__ADS_1
Maulana.
Melissa melayangkan pandangannya ke arah
Maul, dan bertanya dengan isyaratnya, Maul
memberikan isyarat pada Melissa untuk
mengangkat panggilan itu.
"Ya..?"kata Melissa setelah mengangkat
panggilan itu.
"Bisa tolong berikan pada sahabatmu?" Tanya Maul lagi.
"Alice?" Tanya Melissa ragu.
"Ya." Jawab Maulana singkat.
Melissa memberikan ponselnya pada Alice.
Alice sedikit bingung.
"Pak Maulana ingin bicara denganmu. " Kata
Melissa. Aura makin bingung, dia melihat
Maulana yang ada di depan sana, Maulana
menganggukkan kepalanya pertanda dia
menyuruh Alice menerima panggilannya.
"Ya Pak?" Tanya Alice sedikit gugup.
"Apa berat badan sabatmu bertambah?" Tanya Maul di seberang sana.
Alice tak menyangka Maulana akan
menanyakan hal itu.
"Tidak pak, tidak.. aman.. ternyata Bapak
pengawas yang baik. " Kata Alice semangat.
Maul tak menjawab, tapi Alice dapat melihat
senyuman Maulana di seberang sana.
"Terima kasih " kata Maulana, lalu mengakhiri
panggilan itu.
Alice memberikan ponsel Melissa sambil
tersenyum, yang mengisyaratkan sesuatu.
"Apa?" Tanya Melissa risih melihat senyum
sahabatnya itu.
"Hehehe" Kata Alice dengan tertawa yang
dibuat-buat.
"Ketawamu jelek" kata Melissa cemberut.
Alice lagi.
"Hust.. Jangan asal ngomong, kalau di
dengar orang kan bisa jadi gosip" kata Melissa
takut.
Apa salahnya? "Tanya Alice lagi.
"Dari pada memikirkan diriku, lebih baik
pikirkan dirimu, usiamu sekarang sudah 28
tahun, apa tidak ingin menikah?" Tanya
Melissa.
"Tidak" jawab Alice santai.
"Apa lagi yang kau tunggu?" Tanya Melissa.
"Aku masih belum bisa percaya pada laki-
laki, terlebih setelah melihat kisah
hidupmu, aku jadi semakin tidak ingin
menikah. " mendengar itu Melissa menghela
nafas panjang.
" Maafkan aku... " Kata Alice yang melihat
Melissa sedih.
" Nggak papa, aku hanya sedih karna kau
semakin malas untuk berumah tangga,
karna melihat kehidupanku. Tak semua
laki-laki itu seperti Kevin, kau harus
memikirkan dirimu juga, tak mungkin kan,
kau tak akan menikah selamanya.?" Tanya
Melissa sedikit khawatir.
"Apa dulu kau pernah mencintai seseorang
dan masih menunggunya sampai sekarang?" Tanya Melissa menebak.
Alice kaget mendengar pertanyaan Melissa,
melihat itu Melissa yakin tebakannya benar.
" Boleh aku tau siapa dia? " Tanya Melissa lagi.
Alice sedikit gugup, lalu mengalihkan
__ADS_1
pertanyaan Melissa.
"Ayo kita mulai kerja lagi, kita sudah terlalu
lama ngobrol" Kemudian Alice langsung lari
keruangannya.
Melissa menghela nafas panjang. sepertinya
temannya ini belum bisa percaya
sepenuhnya padanya' batinnya sedih.
Melissa juga kembali ke mejanya yang ada di
ruangan Maulana, ternyata Maulana telah ada
di dalam ruangan itu, dia tersenyum saat
Melissa masuk.
" Pak, apa tidak lebih baik, jika mejaku
ditarok seperti dulu saja? Aku tidak ingin
orang lain berfikiran aneh-aneh."
"Apa salahnya, toh dinding ruangan yang
sebelah sana dari kaca kan? mereka bisa
melihat kegiatan kita dari luar:" Jawab Maul.
Lagi pula kalau dalam ruangan ini kau bisa
memanggil namaku, tidak ada orang lain
yang akan mendengarnya."
Melissa hanya diam mendengar perkataan
Maulana.
Sore itu, Melissa bermaksud akan menemui
anak-anaknya, dia sangat merindukan
mercka meski hanya beberapa hari tidak
bertemu.
Melissa menemui mereka di tempat mengaji.
Biasanya anak-anaknya akan pergi mengaji
pada pukul empat sore.
Sore itu, Melissa telah sampai di mesjid itu,
setelah sholat Asar, dia melihat anak-anaknya, mereka langsung berlari mengejar
Melissa, Melissa memeluk ke tiga anaknya.
Evan selalu membawa adik-adiknya
kemanapun dia pergi.
"Apa kamu tidak repot membawa semua
adik-adikmu? " Tanya Melissa.
"Aku merasa aman jika mereka bersamaku
Bu" kata Evan.
"Sabar ya Nak, beberapa hari lagi ibu akan
berusaha membawa kalian. " Kata Melissa
sambil memeluk anak-anaknya.
"Baiklah Bu" Jawab Evan bahagia.
Entah kenapa tiba-tiba Kevin ada di sana,
dia tersenyum bahagia melihat Melissa.
"Wanita itu semakin cantik saja'' batinnya.
Melissa memang terlihat sangat cantik,
terlebih memakai pakaian saat ini,
tubuhnya sudah mulai mempunyai lekuk,
tidak seperti bulan lalu, tak terlihat beda
pinggang dan pinggul.
Kevin mendekati Melissa, tiba-tiba tangannya
sudah berada di pinggang wanita itu.
Merasa ada seseorang yang memegang
pinggangnya Melissa berbalik, begitu melihat
Kevin, Melissa menjadi marah...
"Apa yang kau lakukan? " Katanya sambil
melepas tangan itu.
"Apa salahnya? Kau kan Istriku? " Jawab
Kevin.
"Huh.. Istrimu?" Kata Melissa kesal.
"Sayang.. Ibu pergi dulu, kita ketemu lagi
besok" Katanya kepada ke tiga putranya.
Melissa pergi meninggalkan tempat itu. Kevin
cepat-cepat menarik tangannya dan
berkata...
__ADS_1
"kembalilah padaku"