MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 23 : Jika tak takut dosa, aku juga ingin menghajar ayahku.


__ADS_3

Tak lama kemudian, pelayan restoran itu


datang, mereka saling memberikan isyarat


melalui Mata, tanpa sengaja Melissa


memperhatikan mereka, perempuan itu


menjadi takut untuk menyentuh makanan


ataupun minuman itu, dia merasa ada


sesuatu yang mereka rencanakan.


"Kevin.. maaf aku pergi dulu, anak-anak


telah lama menungguku di rumah." Kata


Melissa hendak berdiri.


Kevin kembali memegang tangannya.


"Sejak kapan kau tidak memanggilku Mas


lagi? Lantas.. kenapa kau tidak jadi makan?" Tanya Kevin lagi, tangannya masih


menggenggan tangan Melissa.


"Maafkan aku. aku masih kenyang.. lagi


pula sekarang aku sedang mengatur pola


makanku" Jawab Melissa, padahal Soup yang di pesannya boleh dikonsumsi malam hari.


Tapi dia takut untuk menyentuh makanan


mau pun minuman itu.


"Bisa tolong lepaskan tanganku?" Kata Melissa


sambil mencoba menarik tangannya.


"Baiklah.. aku juga tak akan makan. Apa kau


ingin pulang? aku akan mengantarmu" Kata


Kevin sambil memberi isyarat pada pelayan


tadi untuk membawakan bil nya.


"Aku bisa pulang sendiri" Jawab Melissa,


Kevin langsung membayarnya dan


mengikuti Melissa keluar, begitu sampai di


luar, Kevin langsung menutup mulut Melissa


dengan sapu tangan yang telah disediakannya itu, Melissa pingsan, Kevin dengan segera menangkapnya agar tak jatuh, dia tersenyum puas Maulana kaget, dia langsung keluar


mendekati mereka.


"Lepaskan dia!" Kata Maulana geram.


"Siapa kau. apa hak mu?" Tanya Kevin


kesal.


"Apa yang akan kau lakukan?" Kata Maulana


berusaha mengambil Melissa.


Kevin meletakkan Melissa di pondok itu lagi


dan menyerang Maul, Maul bukanlah


Maul yang dulu lagi, jika dulu dia begitu


lemah, sekarang tidak lagi.


Maul sempat mendapat pukulan di pipinya,


dia merasakan darah segar di sudut


bibirnya, setelah itu, Maulana bisa


menghindari semua serangan Kevin, begitu


dia melihat kesempatan, dia mendaratkan


pukulannya ke pipi dan ulu hati Kevin,


sehingga laki-laki itu terdiam menahan


sakit, sementara bibirnya mengeluarkan


darah.


Maul langsung mengemas tas Melissa dan


menggendong wanita itu ke mobilnya dan


meninggalkan Kevin yang masih terdiam,

__ADS_1


karna ulu hatinya masih terasa sakit.


Begitu sakitnya hilang dia langsung berdiri,


perasaannya amat kesal, dan langsung


membuntuti mobil Maulana.


Maulana membawa Melissa ke IGD, dia cemas jika obat yang di berikan Melissa berbahaya,


melihat mobil itu memasuki Rumah Sakit itu Kevin semakin kesal, akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke rumahnya.


•••


Sesampai di rumahnya Kevin mendapat


kejutan lain, dia melihat orang tua Melissa


yang akan meninggalkan rumah itu, wajah


mereka sangat marah.


Begitu melihat Kevin Ayah Melissa langsung


memberikan pukulan ke wajah laki-laki itu


dan berkata.


"Kau berjanji akan menjaga putriku sampai


akhir hidupmu.. sekarang.. aku bisa


melihatnya, kau benar-benar pria yang


menepati janji" Kata Ayah Melissa sambil memarahi Kevin.


"Dimana Melissa sekarang? kenapa nomornya


tak bisa di hubungi? " Tanya Ibunya lagi.


" Maaf ibu.. Ayah.. aku khilaf.. aku akan


memperbaiki semuanya. " jawab Kevin.


"Khilaf kok berbulan-bulan. Wanita itu


telah menjadi istrimu selama lima bulan"


Kata Ayah Melissa.


"Sekarang... dimana putri dan cucu -cucu


kami?" Tanya Ibu Melissa, emosinya hampir


memuncak.


alamat Melissa, kedua orang tua Melissa


meninggalkan rumah itu.


"Lihat kan? Akibat kau memaksa untuk


tinggal di sini, semua jadi kacau, padahal


aku sudah membelikan sebuah rumah


untukmu, tapi kau juga malah ingin di sini.


Dasar wanita tamak.. Apa kau benar-benar


hamil? jika tidak.. kita akhiri hubungan kita"


Kata Kevin marah-marah pada Diana.


"Aku tak mau kau campakkan begitu saja


setelah kau puas " Kata Diana tak kalah


marah.


" Puas katamu? bahkan aku tidak


mendapatkan kau masih perawan saat


pertama kali berhubungan" Kata Kevin


semakin kesal, dia masuk ke ruang kerjanya


dan membanting pintu.


Melihat itu, Diana tau laki-laki itu tak akan


keluar sampai pagi, dia pun pergi keluar


malam itu juga.


•••


Maul membawa Melissa yang masih belum


sadarkan diri kembali ke Apartemen nya


meski dokter mnemintanya agar Melissa sadar

__ADS_1


terlebih dahulu, tapi mengingat putra-


putra Melissa yang akan menjadi khawatir,


akhirnya dia memutuskan untuk membawanya pulang.


Di parkiran apartemen ini, Maulana terdiam,


dia memandang wajah polos Melissa,


perempuan ini terlihat seperti sedang


tertidur lelap. sangat damai, wajahnya


sangat tenang.. Maulana menatap bibir


mungil Melissa, menyentuhnya dengan jarinya


rasanya dia ingin mencium bibir indah itu,


tapi dia sadar.. Melissa belum menjadi haknya,


bahkan sekarang dia masih berstatus


seorang istri. Maul menggaruk kepala yang


tak gatal karna fikiran kotornya tadi.


Maul menggendong Melissa memasuki


apartemen itu, penjaga apartemen amat


kaget melihat keadaan Melissa, lalu Maulana


memintanya untuk mengikuti mereka


sampai ke tempat Melissa.


Penjaga Apartemen itu memencet bel,


karna tangan Maulana penuh.. Begitu pintu di


buka Ibu Ria sangat kaget melihat Melissa


yang di gendong Maulana. Wanita paruh baya


itu sempat berdiri terpaku di depan pintu


sebelum akhirnya dia tersadar. Dia melihat


wajah tuannya yang terluka dan baju


tuannya yang berantakan karna berkelahi


tadi.


"Tuan muda.. ada apa ini" Tanya Ibu itu.


Ibu Ria adalah salah seorang pelayan


kepercayaan di rumahnya, dia meminta ibu


Ria untuk menjaga anak-anak Melissa, orang


tuanya pun tidak keberatan.


"Suaminya mencoba menculiknya Bi" Jawab Maulana.


Evan yang mendengar itu amat kaget.


"Ibu nggak papa kan Om.?" Tanya bocah itu


cemas. Maulana kaget, dia lupa kalau Evan


sudah paham apa yang terjadi.


"Tidak apa-apa.. Ibumu baik-baik saja,


jangan khawatir" kata Maulana sambil


mengusap kepala Evan.


"Om berkelahi dengan Ayah? "Tanya Evan,


karna melihat luka di sujur bibir Maulana.


"Maafkan Om. Om terpaksa" Jawab Maulana


menyesal.


"Jika tak takut dosa.. aku juga ingin


menghajar ayahku" Katanya sedih.


Maulana kaget mendengar itu dan berkata...


"Kau tidak boleh berfikiran begitu, walau


bagaimanapun. dia adalah ayahmu... kau


tidak boleh durhaka padanya" Kata Maul


lagi.

__ADS_1


"Ibu juga mengatakan hal yang sama" Kata


Evan sedih.


__ADS_2