
•••
Alice langsung kaget, dia sedikit gugup,
dan tak tau harus menjawab apa.
"Apa itu benar?" Desak Melissa.
"Apa kamu akan marah dan keberatan? "
tanya Alice takut.
"Tentu saja tidak, aku sangat senang, jika
kamu juga menjadi Ibu dari putra -putraku,
Tapi... kenapa kamu bisa sampai
menyukainya? Apa kamu tak berniat
mencari pria yang masih lajang dan belum
menikah? " Tanya Melissa sedikit khawatir.
"Aku tak tau kenapa aku bisa menyukainya,
padahal awalnya aku sangat-sangat
membencinya karna perlakuannya padamu,
tapi... enam bulan terakhir ini, aku selalu
memikirkannya, mungkin karna kami
sering bertemu di tempatmu, apalagi aku
juga beberapa kali menemaninya saat pergi
membawa anak-anak mu, karna kau tak
mau lagi pergi berdua dengannya. Apa
kamu marah padaku? " Tanya Alice takut.
"Tidak... aku tak marah, tapi... apa kamu tak
keberatan dengan statusnya? dia seorang
duda dengan tiga anak, bahkan dulunya
sikapnya seperti itu, apa kamu bisa terima?"
Tanya Melissa khawatir, Dia juga ingin pria
terbaik untuk sahabat nya ini.
"Tapi... aku lihat sekarang dia telah
berubah, aku juga pernah bertanya padanya
apa tak pernah terfikir untuk menikah lagi?.
Dia menjawab, dia hanya akan menikah jika
ketiga anaknya menyukai calon istrinya itu,
dan calon istrinya juga menyayangi ketiga
putranya. Sekarang ini... aku yakin dia telah
berubah, aku benar-benar yakin. Lagi
pula.. apa masih ada pria yang belum
menikah seusiaku? aku sudah 30 tahun saat
ini. " Kata Alice cemberut.
"Ada... Maul! dia menikah pada usia 31
tahun"Jawab Melissa nyengir.
"Mau tukeran?" Goda Alice.
"Gak.. "jawab Melissa manyun. Alice tertawa
melihat temannya itu.
•••
Tak lama kemudian, Maul menelfon, Melissa
mengatakan kalau dia bersama Kevin dan
Alice sedang membawa anak-anak ke
pantai, Maul mengatakan kalau dia akan
menyusul ke sana.
Maul langsung menuju pantai begitu dia
selesai memeriksa proyek barunya, tanpa
singgah terlebih dahulu ke rumah mereka.
•••
Tak berapa lama kemudian, Maul sampai
di lokasi, dia melihat Alice dan Melissa sedang
duduk di pondok -pondok pinggir pantai.
Melissa membisikkan sesuatu pada Maul,
Maul ngangguk sambil tersenyum.
Mereka berjalan ke arah Kevin, Alice
mengikutinya, karna tak mau duduk
sendirian. dan akhirnya mereka gabung
bersama, Kevin dan Maul sudah lama bisa
akur, jadi mereka terlihat sangat akrab.
"Sudah hampir magrib, kami akan
membersihkan anak-anak dulu, kalian
tunggu di sini. " Kata Maul pada Kevin
dan Alice. Dia mengajak Melissa, untuk
menbersihkan anak-anak ke tempat
pemandian yang ada di tepi pantai itu.
"Kami akan duduk di pondok itu" Kata
Kevin, dia mengganggukkan kepala ke pada
Alice untuk menuju pondok itu. Dan Alice
mengikutinya, gadis itu berdebar.
'Apa ini Akhir dari petualangan kisah
cintaku?' Batin Alice.
Entah kenapa hatinya bisa terpaut dengan
mantan suami sahabatnya sendiri, padahal
dulu dia sangat kesal pada pria itu dan
menyuruh sahabatnya meninggalkannya,
tapi saat ini malah dia yang terpesona.
Kevin begitu dewasa dan sangat
berwibawa dimatanya saat ini. 'Apa ini
karma?' Batinnya.
"Alice... terima kasih banyak " Kata Kevin
sambil tersenyum. Jantung Alice berdebar,
__ADS_1
sehingga mukanya langsung memerah.
Melihat itu Kevin kaget, dia sempat
mengira kalau gadis ini menyukainya, tapi
itu tak mungkin, batinnya.
"Kenapa mereka belum kembali? ini sudah
pukul 06.30" Kata Alice cemas, ketika dia
melihat matahari udah hampir terbenam ke
dalam laut. Melissa dan Maul sudah
meninggalkan mereka satu jam yang lalu,
dan selama itu mereka berdua hanya diam
membisu melihat ke arah matahari yang
perlahan turun.
"Mungkin Antri" Jawab Kevin lagi.
Alice menjadi gugup berada di dekat Kevin,
tangannya sangat dingin, begitu juga
Kevin, dia juga sudah menyukai gadis ini,
tapi tak berani untuk mengungkap nya,
entah kenapa, saat berada di dekat Alice,
sikap play boy nya hilang, bahkan saat ini
dia merasa seperti remaja ABG yang
jatuh cinta.
"Alice... aku... " Dia ingin mengatakan
'mencintaimu' tapi bibirnya tak sanggup
mengatakan itu.
"Ada apa Mas? " Tanya Alice penasaran.
"Sebenarnya aku.. " dia masih tak bisa
mengatakannya, Kevin menggigit bibir
bawahnya karna grogi.
Alice terus memandangnya, dia heran
kenapa laki-laki itu seperti orang yang
tidak nyaman saat berada di dekatnya.
"lya? " Tanya Alice lagi.
"Aku akan menelfon mereka, siapa tau
kenapa-napa" katanya mengalihkan
pembicaraan. Tiba-tiba saja Melissa
melakukan Panggilan Vidio pada Kevin,
Kevin pun menerima panggilan itu.
"Mas... titip Alice ya... mobil kami penuh..
jadi tolong antar dia pulang dengan
selamat. "Kata Melissa sambil tersenyum.
Alice dan Kevin terdiam, bingung.. ternyata
mereka telah meninggalkan tempat itu
tanpa membawa Alice dan dirinya.
"Pada Ayah. Tante Alice... terimakasih
bersamaan, Maulpun nongol dan
memberikan sebuah jempol sambil
mengedipkan matanya.
Kedua insan itu masih bingung, melihat itu
Melissa malah tertawa dan berkata..
"Kami memberikan kalian waktu untuk bisa
saling dekat, jadi. tolong dimanfaatkan."
Kevin langsung memutuskan sambungan
vidio itu dan menoleh takut pada Alice,
ternyata gadis itu malah tersipu malu.
"Alice.. maafkan Melissa, entah sejak kapan
dia jadi usil seperti ini. " Mendengar itu
Alice sedikit kecewa. Kevin dapat melihat
perubahan wajah Alice, dan ia kembali
berfikir.. apa mungkin Alice menyukainya?
Tapi rasanya itu tak akan mungkin.
"Apa mungkin.." Kevin tak meneruskan
perkataannya, dia tak berani untuk
mengungkapkan itu.
"Apa kau tak menyukaiku? " Tanya Alice, dia
menundukkan kepalanya sangat dalam
karna malu, seumur-umur, baru kali ini dia
membuat pernyataan pada seorang cowok,
biasanya dia yang selalu di tembak, tapi
entah kenapa, dia tak bisa menahan hatinya
untuk tidak bertanya.
"Maksudmu apa kah aku menyukaiku? "Tanya
Kevin amat gembira, dia langsung saja
berlutut di depan Alice agar bisa melihat
wajah gadis itu yang di tekuk.
Alice hanya mengangguk tanpa suara.
"Benarkah? Ya Allah.. terimakasih banyak
katanya dengan nada haru dan langsung
berdiri sambil menutup wajahnya dengan
kedua tangannya seolah-olah mengatakan
amin... mendengar itu, Alice langsung saja
memandang wajah Kevin.
Kevin tersenyum, dan menarik tangan Alice
agar gadis itu berdiri, dan langsung
memeluknya.
"Mas... malu!" Kata Alice lirih, dia malu
karna Kevin memeluknya di depan umum.
__ADS_1
"Maafkan aku.. Aku juga sangat
menyukaimu, tapi tak berani
mengatakannya". Kata Kevin.
"Apa kau mau menikah denganku?" Tanya
Kevin lagi.
Alice sangat kaget mendengar itu, dia tak
menyangka akan di lamar secepat ini.
"lya.. Asal kau berjanji, tak akan
meninggalkanku meski nanti aku berubah
menjadi wanita gendut" Jawab Alice.
" Tak akan. Aku sudah cukup mendapatkan
pelajaran. " Jawab Kevin sambil memeluk
Alice kembali. Air matanya jatuh tanpa di
sadarinya, dia amat bersyukur, Tuhan
masih menyayangi nya dengan
mengirimkan seorang wanita cantik dan
baik pada dirinya, dia berjanji tak akan
pernah menyiakan gadis ini.
Jika bukan karena kehendak Tuhan, tak
akan mungkin ada seorang wanita yang
telah mengetahui sifatnya dulu yang mau
mencintainya.
"Kau menangis? " tanya Alice begitu melihat
mata Kevin.
"Tidak... Aku amat bahagia" Jawabnya.
•••
Sementara di tempat Melissa, dia masih
terdiam saat Kevin mematikan
panggilannya.
"Kamu kenapa?" Tanya Maul.
"Kenapa dia memutuskan
panggilanku?" katanya jengkel.
"Mungkin dia malu" Kata Maul tertawa.
•••
Tak lama kemudian Kevin membuat
panggilan Vidio pada Melissa, Melissa sedikit
takut menerima panggilan itu, takut Kevin
akan marah.
"Ya... "kata Melissa gugup,
"Melissa.. "Kata Kevin sambil nyengir.
"Lihat-lihat... kami udah jadian. makasih
ya.." Katanya seperti bocah kecil. Melissa dan
Maul serentak tertawa.
" Ya.. selamat ya.. mudah-mudahan
langgeng" Jawab Melissa.
Mereka berbicara beberapa saat lalu Kevin
berkata.
"Aku akan segera menikahinya" Katanya
amat senang.
"Tapi... maukah kamu menemaniku
menemui Orang Tuaku? Orang Tuaku
sangat menyayangi mu, jika mereka tau
kamu mendukung hubunganku dengan
Alice, mereka juga akan mendukungnya."
Kata Kevin penuh harap.
" Baiklah... kami akan menemanimu" kata
Melissa.
•••
Maul dan Melissa benar-benar mengantar
Kevin dan Alice pada orang tua Kevin, hati
mereka amat senang melihat Melissa telah
kembali baik pada Kevin, mereka juga
berterima kasih karna Kevin menemukan
wanita seperti Alice, dan mereka
menyetujuinya.
Begitu juga dengan orang Tua Alice, yang
sangat khawatir anaknya menjadi perawan
tua, meski dengan seorang duda, mereka
tetap menyetujuinya, Apalagi Kevin juga
mempunyai wajah tampan dan penampilan
yang baik, dia tidak seperti Bapak-bapak
yang memiliki tiga orang anak, tubuhnya
masih ideal, tidak buncit, dan gendut.
Sangat serasi dengan putri mereka.
•••
Akhirnya hari pernikahan Kevin dan Alice
pun dilaksanakan, mereka juga
mengadakan pesta yang meriah, Melissa,
Maul dan ketiga putra mereka pun
menghadiri pernikahan mereka.
Evan memeluk ayahnya sambil tersenyum,
seraya berkata..
" Aku punya dua orang Ibu dan dua orang
Ayah sekarang.. Hihi.."
...****************...
...TAMAT...
__ADS_1