MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 28 : Akhir dari sebuah kisah. (TAMAT)


__ADS_3

•••


Alice langsung kaget, dia sedikit gugup,


dan tak tau harus menjawab apa.


"Apa itu benar?" Desak Melissa.


"Apa kamu akan marah dan keberatan? "


tanya Alice takut.


"Tentu saja tidak, aku sangat senang, jika


kamu juga menjadi Ibu dari putra -putraku,


Tapi... kenapa kamu bisa sampai


menyukainya? Apa kamu tak berniat


mencari pria yang masih lajang dan belum


menikah? " Tanya Melissa sedikit khawatir.


"Aku tak tau kenapa aku bisa menyukainya,


padahal awalnya aku sangat-sangat


membencinya karna perlakuannya padamu,


tapi... enam bulan terakhir ini, aku selalu


memikirkannya, mungkin karna kami


sering bertemu di tempatmu, apalagi aku


juga beberapa kali menemaninya saat pergi


membawa anak-anak mu, karna kau tak


mau lagi pergi berdua dengannya. Apa


kamu marah padaku? " Tanya Alice takut.


"Tidak... aku tak marah, tapi... apa kamu tak


keberatan dengan statusnya? dia seorang


duda dengan tiga anak, bahkan dulunya


sikapnya seperti itu, apa kamu bisa terima?"


Tanya Melissa khawatir, Dia juga ingin pria


terbaik untuk sahabat nya ini.


"Tapi... aku lihat sekarang dia telah


berubah, aku juga pernah bertanya padanya


apa tak pernah terfikir untuk menikah lagi?.


Dia menjawab, dia hanya akan menikah jika


ketiga anaknya menyukai calon istrinya itu,


dan calon istrinya juga menyayangi ketiga


putranya. Sekarang ini... aku yakin dia telah


berubah, aku benar-benar yakin. Lagi


pula.. apa masih ada pria yang belum


menikah seusiaku? aku sudah 30 tahun saat


ini. " Kata Alice cemberut.


"Ada... Maul! dia menikah pada usia 31


tahun"Jawab Melissa nyengir.


"Mau tukeran?" Goda Alice.


"Gak.. "jawab Melissa manyun. Alice tertawa


melihat temannya itu.


•••


Tak lama kemudian, Maul menelfon, Melissa


mengatakan kalau dia bersama Kevin dan


Alice sedang membawa anak-anak ke


pantai, Maul mengatakan kalau dia akan


menyusul ke sana.


Maul langsung menuju pantai begitu dia


selesai memeriksa proyek barunya, tanpa


singgah terlebih dahulu ke rumah mereka.


•••


Tak berapa lama kemudian, Maul sampai


di lokasi, dia melihat Alice dan Melissa sedang


duduk di pondok -pondok pinggir pantai.


Melissa membisikkan sesuatu pada Maul,


Maul ngangguk sambil tersenyum.


Mereka berjalan ke arah Kevin, Alice


mengikutinya, karna tak mau duduk


sendirian. dan akhirnya mereka gabung


bersama, Kevin dan Maul sudah lama bisa


akur, jadi mereka terlihat sangat akrab.


"Sudah hampir magrib, kami akan


membersihkan anak-anak dulu, kalian


tunggu di sini. " Kata Maul pada Kevin


dan Alice. Dia mengajak Melissa, untuk


menbersihkan anak-anak ke tempat


pemandian yang ada di tepi pantai itu.


"Kami akan duduk di pondok itu" Kata


Kevin, dia mengganggukkan kepala ke pada


Alice untuk menuju pondok itu. Dan Alice


mengikutinya, gadis itu berdebar.


'Apa ini Akhir dari petualangan kisah


cintaku?' Batin Alice.


Entah kenapa hatinya bisa terpaut dengan


mantan suami sahabatnya sendiri, padahal


dulu dia sangat kesal pada pria itu dan


menyuruh sahabatnya meninggalkannya,


tapi saat ini malah dia yang terpesona.


Kevin begitu dewasa dan sangat


berwibawa dimatanya saat ini. 'Apa ini


karma?' Batinnya.


"Alice... terima kasih banyak " Kata Kevin


sambil tersenyum. Jantung Alice berdebar,

__ADS_1


sehingga mukanya langsung memerah.


Melihat itu Kevin kaget, dia sempat


mengira kalau gadis ini menyukainya, tapi


itu tak mungkin, batinnya.


"Kenapa mereka belum kembali? ini sudah


pukul 06.30" Kata Alice cemas, ketika dia


melihat matahari udah hampir terbenam ke


dalam laut. Melissa dan Maul sudah


meninggalkan mereka satu jam yang lalu,


dan selama itu mereka berdua hanya diam


membisu melihat ke arah matahari yang


perlahan turun.


"Mungkin Antri" Jawab Kevin lagi.


Alice menjadi gugup berada di dekat Kevin,


tangannya sangat dingin, begitu juga


Kevin, dia juga sudah menyukai gadis ini,


tapi tak berani untuk mengungkap nya,


entah kenapa, saat berada di dekat Alice,


sikap play boy nya hilang, bahkan saat ini


dia merasa seperti remaja ABG yang


jatuh cinta.


"Alice... aku... " Dia ingin mengatakan


'mencintaimu' tapi bibirnya tak sanggup


mengatakan itu.


"Ada apa Mas? " Tanya Alice penasaran.


"Sebenarnya aku.. " dia masih tak bisa


mengatakannya, Kevin menggigit bibir


bawahnya karna grogi.


Alice terus memandangnya, dia heran


kenapa laki-laki itu seperti orang yang


tidak nyaman saat berada di dekatnya.


"lya? " Tanya Alice lagi.


"Aku akan menelfon mereka, siapa tau


kenapa-napa" katanya mengalihkan


pembicaraan. Tiba-tiba saja Melissa


melakukan Panggilan Vidio pada Kevin,


Kevin pun menerima panggilan itu.


"Mas... titip Alice ya... mobil kami penuh..


jadi tolong antar dia pulang dengan


selamat. "Kata Melissa sambil tersenyum.


Alice dan Kevin terdiam, bingung.. ternyata


mereka telah meninggalkan tempat itu


tanpa membawa Alice dan dirinya.


"Pada Ayah. Tante Alice... terimakasih


bersamaan, Maulpun nongol dan


memberikan sebuah jempol sambil


mengedipkan matanya.


Kedua insan itu masih bingung, melihat itu


Melissa malah tertawa dan berkata..


"Kami memberikan kalian waktu untuk bisa


saling dekat, jadi. tolong dimanfaatkan."


Kevin langsung memutuskan sambungan


vidio itu dan menoleh takut pada Alice,


ternyata gadis itu malah tersipu malu.


"Alice.. maafkan Melissa, entah sejak kapan


dia jadi usil seperti ini. " Mendengar itu


Alice sedikit kecewa. Kevin dapat melihat


perubahan wajah Alice, dan ia kembali


berfikir.. apa mungkin Alice menyukainya?


Tapi rasanya itu tak akan mungkin.


"Apa mungkin.." Kevin tak meneruskan


perkataannya, dia tak berani untuk


mengungkapkan itu.


"Apa kau tak menyukaiku? " Tanya Alice, dia


menundukkan kepalanya sangat dalam


karna malu, seumur-umur, baru kali ini dia


membuat pernyataan pada seorang cowok,


biasanya dia yang selalu di tembak, tapi


entah kenapa, dia tak bisa menahan hatinya


untuk tidak bertanya.


"Maksudmu apa kah aku menyukaiku? "Tanya


Kevin amat gembira, dia langsung saja


berlutut di depan Alice agar bisa melihat


wajah gadis itu yang di tekuk.


Alice hanya mengangguk tanpa suara.


"Benarkah? Ya Allah.. terimakasih banyak


katanya dengan nada haru dan langsung


berdiri sambil menutup wajahnya dengan


kedua tangannya seolah-olah mengatakan


amin... mendengar itu, Alice langsung saja


memandang wajah Kevin.


Kevin tersenyum, dan menarik tangan Alice


agar gadis itu berdiri, dan langsung


memeluknya.


"Mas... malu!" Kata Alice lirih, dia malu


karna Kevin memeluknya di depan umum.

__ADS_1


"Maafkan aku.. Aku juga sangat


menyukaimu, tapi tak berani


mengatakannya". Kata Kevin.


"Apa kau mau menikah denganku?" Tanya


Kevin lagi.


Alice sangat kaget mendengar itu, dia tak


menyangka akan di lamar secepat ini.


"lya.. Asal kau berjanji, tak akan


meninggalkanku meski nanti aku berubah


menjadi wanita gendut" Jawab Alice.


" Tak akan. Aku sudah cukup mendapatkan


pelajaran. " Jawab Kevin sambil memeluk


Alice kembali. Air matanya jatuh tanpa di


sadarinya, dia amat bersyukur, Tuhan


masih menyayangi nya dengan


mengirimkan seorang wanita cantik dan


baik pada dirinya, dia berjanji tak akan


pernah menyiakan gadis ini.


Jika bukan karena kehendak Tuhan, tak


akan mungkin ada seorang wanita yang


telah mengetahui sifatnya dulu yang mau


mencintainya.


"Kau menangis? " tanya Alice begitu melihat


mata Kevin.


"Tidak... Aku amat bahagia" Jawabnya.


•••


Sementara di tempat Melissa, dia masih


terdiam saat Kevin mematikan


panggilannya.


"Kamu kenapa?" Tanya Maul.


"Kenapa dia memutuskan


panggilanku?" katanya jengkel.


"Mungkin dia malu" Kata Maul tertawa.


•••


Tak lama kemudian Kevin membuat


panggilan Vidio pada Melissa, Melissa sedikit


takut menerima panggilan itu, takut Kevin


akan marah.


"Ya... "kata Melissa gugup,


"Melissa.. "Kata Kevin sambil nyengir.


"Lihat-lihat... kami udah jadian. makasih


ya.." Katanya seperti bocah kecil. Melissa dan


Maul serentak tertawa.


" Ya.. selamat ya.. mudah-mudahan


langgeng" Jawab Melissa.


Mereka berbicara beberapa saat lalu Kevin


berkata.


"Aku akan segera menikahinya" Katanya


amat senang.


"Tapi... maukah kamu menemaniku


menemui Orang Tuaku? Orang Tuaku


sangat menyayangi mu, jika mereka tau


kamu mendukung hubunganku dengan


Alice, mereka juga akan mendukungnya."


Kata Kevin penuh harap.


" Baiklah... kami akan menemanimu" kata


Melissa.


•••


Maul dan Melissa benar-benar mengantar


Kevin dan Alice pada orang tua Kevin, hati


mereka amat senang melihat Melissa telah


kembali baik pada Kevin, mereka juga


berterima kasih karna Kevin menemukan


wanita seperti Alice, dan mereka


menyetujuinya.


Begitu juga dengan orang Tua Alice, yang


sangat khawatir anaknya menjadi perawan


tua, meski dengan seorang duda, mereka


tetap menyetujuinya, Apalagi Kevin juga


mempunyai wajah tampan dan penampilan


yang baik, dia tidak seperti Bapak-bapak


yang memiliki tiga orang anak, tubuhnya


masih ideal, tidak buncit, dan gendut.


Sangat serasi dengan putri mereka.


•••


Akhirnya hari pernikahan Kevin dan Alice


pun dilaksanakan, mereka juga


mengadakan pesta yang meriah, Melissa,


Maul dan ketiga putra mereka pun


menghadiri pernikahan mereka.


Evan memeluk ayahnya sambil tersenyum,


seraya berkata..


" Aku punya dua orang Ibu dan dua orang


Ayah sekarang.. Hihi.."


...****************...


...TAMAT...

__ADS_1


__ADS_2