MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 27 : Harapan yang menjadi kenyataan.


__ADS_3

•••


Sesampai di rumahnya, Kevin


melampiaskan kemarahannya, dia


membanting semua perabotan rumah yang


bisa di bantingnya, Diana hanya berdiri


ketakutan di sudut ruangan, dia tak


menyangka, pria yang dulu begitu lemah


lembut dan mau menuruti semua


kehendaknya bisa menjadi hewan buas


seperti ini. Kevin masuk ke ruang kerjanya,


dia membenamkan diri di atas kasur yang


terletak di ruangan itu, hatinya benar -


benar pedih saat ini, entah kenapa dia


merasa saat ini dia benar - benar merasa


kehilangan.


Perempuan yang selalu ada di sisinya


selama sepuluh tahun ini ternyata tak


mampu lagi bertahan, semua karna


ulahnya.


Kevin kembali keluar setelah puas


menangisi nasibnya, dia melihat Diana


yang duduk di ruang keluarga, sementara


pembantunya sedang membersihkan


kekacauan yang di buatnya tadi.


"Kau juga ku bebaskan, kau boleh


mengambil rumah yang telah ku belikan


untukmu dulu, dan bisa hidup bersama pria


pilihanmu, aku sudah tau semua


permainanmu. " Kata Kevin.


"Tapi mas... aku benar-benar mencintaimu "


ucap Diana, dia masih ingin tinggal di


rumah mewah ini, rumah yang di belikan oleh


Kevin jauh lebih kecil dari pada rumah ini.


"Jika masih bersamaku, kau tak akan


mendapatkan apa - apa. Apa kau mau aku


menjual rumah itu kembali?" Tanya Kevin


mengancam.


"Baiklah" Kata perempuan itu.


"Besok aku akan pergi, kau bisa mengurus


perceraian kita." Jawabnya santai. Dari pada


tak mendapat apapun, rumah kecil itu


lumayan juga, jauh lebih bagus dan lebih


besar dari pada tempat kumuhnya dulu.


Kevin tersenyum sinis.. 'ternyata


perempuan ini lebih memilih hartanya' batinnya.


Dia kembali teringat Melissa yang lebih


memilih dirinya dan meninggalkan


kekayaan keluarganya, jika Melissa tetap


menikah dengan dirinya sepuluh tahun


yang lalu.


•••


Sementara itu di tempat Nisa.


Ketika dia sampai di apartemen nya, dia


melihat Maul tengah bermain dengan


ketiga putranya. mereka tampak akrab,


begitu melihat Melissa datang, ketiga putranya


berlari menyalaminya.


Maul melihat wajah Melissa yang lelah, dan


memberi isyarat pada bik Ria untuk


membawa ketiga putra Melissa ke kamarnya.


"Baiklah.. anak - anak.. sudah waktunya


tidur.. " Kata Ibu itu.


" Bentar lagi nek... " keluh Evan.


"Evan.. dengar kata nenek.. " kata Melissa.


"Baiklah.. " Jawab Evan sedih. Melihat itu


Melissa tau kalau mereka ingin bermain


bersamanya.


" Sini.. Ibu peluk dulu. " ucap Melissa


kepada ketiga putranya itu.


Mendengar itu,


ketiga putranya berlari menghampirinya


dan memeluk Ibu mereka.

__ADS_1


Setelah ketiga anak Melissa pergi ke kamar,


Maul memulai percakapan nya.


"Bagaimana keputusan nya? kapan sidang


ke dua? " Tanya Maul.


" Tidak ada, wanita itu datang dan berteriak


di tengah persidangan " Kata Melissa.


Melissa menceritakan semua kejadian di


persidangan itu pada Maul.


"Apa kamu sedih?" Tanya Maul, dia


terlihat kecewa mengetahui perasaan Melissa


yang sedih bercerai dengan suaminya.


"Apa itu salah? apa aku ini bodoh? jika aku


memang sedih berpisah darinya maka aku masih


mengharapkannya.'' Perkataan Melissa itu benar -


benar menusuk perasaannya.


"Aku malah lebih bodoh, menantimu tanpa


kepastian, sehingga tuhan kasihan padaku


dan membawamu kembali ke sisiku. " Jawab


Maul.


Melissa terdiam.


"Melissa... mungkin ini terlalu cepat, tapi aku


ingin kau menjadi istriku " Kata Maul tanpa


ragu.


Melissa masih terdiam. dia tak menyangka


Maul akan mengatakan hal ini dalam


waktu yang amat singkat, setelah


perceraian nya dalam beberapa jam yang lalu.


"Aku akan menunggu sampai kamu


bersedia."' kata Maul.


Maul tetap sabar menunggu keputusan


Melissa.


•••


Setahun Kemudian...


Akhirnya Melissa menerima lamaran Maul,


pria itu sangat bahagia, ternyata, Orang tua


mereka juga saling mengenal dan sangat akrab,


hanya saja sejak dulu mereka tak pernah tau


dengan anak relasinya itu masing - masing.


karna pernikahan pertama Melissa dulunya


tidak mereka rayakan.


Melissa tak mungkin akan mengundang Kevin


dalam pestanya, tapi Maul menemui pria


itu dan bertanya apa dia mau menghadiri


pesta pernikahan mereka?.


Kevin mengatakan kalau dia akan datang,


ternyata benar, pria itu datang, meski di


wajahnya tergurat kekecewaan.


•••


Dua tahun kemudian.


Pagi itu, Melissa bersiap - siap seperti biasa,


mulai dari mempersiapkan anak - anaknya,


Suaminya, dan dirinya... lalu sarapan mereka,


Karena melisa tak ingin terlalu membebani Ibu Ria,


untuk mengurus anaknya setiap pagi


adalah tugasnya, karna walau


bagaimana pun, Melissa tetap akan


memperhatikan ke tiga putranya, jadi


mereka tak merasa terabaikan oleh ibu


mereka meskipun ibunya sibuk dengan


pekerjaannya.. dan apalagi sekarang.. calon


adik mereka sudah ada di dalam perut Melissa.


Usia kandungannya sudah hampir 5 bulan


Evan saat ini sudah kelas 6 Sekolah Dasar,


Usianya hampir dua belas tahun, Umar


duduk di kelas 3, sementara Anwar telah


duduk di taman kanak - kanak, tak terasa,


waktu begitu cepat berlalu..


Semenjak Melissa telah bisa menerima Mauk


di hatinya, dan dia tidak merasakan


kebencian lagi pada Kevin, mungkin karna


telah ada Maul yang mengobati luka


hatinya itu.

__ADS_1


Ketiga anaknya pun tidak keberatan


dengan hubungan Ibu mereka, karna Maul


mengasihi mereka dengan tulus.


Melissa masih belum menerima tawaran


ayahnya untuk memimpin perusahaan


mereka, dia masih butuh waktu, meskipun


Maul telah berjanji untuk membimbingnya,


tapi tak apa.. usia ayahnya belum genap 60 tahun.


Sementara itu, Orang tua Kevin juga sering


berkunjung ke sana. Mereka tidak


membenci Melissa, meskipun telah bercerai


dari putra mereka, dan telah menikah


dengan pria lain.


Melissa juga tidak melarang Kevin jika dia


ingin menemui anak - anak mereka, Melissa


tetap ingin anak - anaknya tidak kehilangan


kasih sayang dari seorang Ayah, meskipun mereka


mendapatkannya dari Maul, tapi dia tetap


ingin ketiga putranya tidak melupakan


Ayah kandung mereka.! Apalagi saat ini


Kevin benar-benar telah berubah, dia


bahkan tak menikah lagi setelah bercerai


dengan ke dua istrinya itu, meskipun


perceraian itu sudah hampir tiga tahun


lamanya.


"Boleh kah aku membawa mereka pergi


bermain? "Tanya Kevin.


"Apa kamu bisa membawa mereka


sekaligus?" Tanya Melissa, Kevin sedikit


berfikir, dia memang agak khawatir jika


membawa ketiga putra nya, takut akan


kurang terawasi, melihat itu, Alice yang


kebetulan juga ada di sana merasa


kasihan dan berkata..


" Baiklah, kami akan ikut" Katanya, soalnya


dia yakin Melissa tak akan mau ikut dengan


Kevin, sementara.. Kevin sangat ingin


bersama putra-putranya. Lagi pula Alice


juga sering menemani mereka bepergian,


karna Melissa tak mau temannya hanya berdua saja


dengan Kevin ia pun ikut bersamanya.


Dan Alice pun tidak keberatan


Melissa ikut menemani mereka,


akhirnya Melissa dan Alice ikut bersama-sama,


ketiga putranya amat gembira,


begitu juga dengan Kevin, dia tersenyum


seolah mengucapkan terima kasih pada Alice.


Mereka pergi ke sebuah pantai, ketiga anak


- anak itu langsung berhamburan mengejar


air, Kevin buru - buru mengejar mereka,


khawatir anak - anak itu akan terseret


gelombang.


Alice dan Melissa tak bisa berlari secepat


mereka, jadi mereka berdua tertinggal di


belakang, mereka memperhatikan Kevin


yang tengah sibuk dengan ketiga anaknya.


"Dia telah jauh berubah bukan?" Tanya


Alice.


" Iya, sangat jauh, mudah - mudahan istrinya


yang berikutnya tak akan mengalami nasib


yang sama denganku. " kata Melissa.


"Apa kamu tak keberatan jika dia menikah


lagi? " Tanya Alice sedikit gugup.


"Jika aku tak berjumpa Maul, mungkin bisa


saja aku kembali, karna dia benar - benar


telah berubah. Tapi ketulusan Maul


meluluhkanku, sekarang aku mencintainya,


dan tak ada rasa lagi untuk Kevin" Jawab


Melissa.


Wajah Alice seketika memerah, entah


kenapa dia terlihat malu. Melissa


memperhatikan wajah sahabatnya itu.

__ADS_1


"Kamu kenapa? Apa kamu menyukainya?"


Tanya Melissa hanya menebak.


__ADS_2