MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 26 : Bercerai.


__ADS_3

•••


Hari ini adalah hari sidang pertama


perceraian Kevin dan Melissa, Diana ngotot


ikut, tapi Kevin tak ingin membawanya,


akhirnya Diana pergi sendirian.


Diana telah duduk di dalam, dia mendapat


izin masuk ke dalam ruangan itu, begitu


Melissa masuk, dia amat kaget melihat


perempuan itu, wanita itu benar - benar


jauh berbeda dari pertama kali mereka


bertemu. Pantas saja Kevin ngotot


mempertahankannya.


Tak lama kemudian, Kevin masuk


keruangan, tapi dia tidak memperhatikan


ada Diana di sana.


Dalam persidangan ini hakim masih


berusaha mendamaikan mereka, Kevin


tetap dengan pendiriannya tak ingin


bercerai, sementara Melissa sudah tak bisa


lagi menerimanya.


Melihat itu Diana menjadi geram dan


berteriak..


"Aku juga Istrinya!" mendengar itu, semua


mata tertuju padanya, Kevin sangat kaget,


bagaimana mungkin wanita ini ada di sana


dan mengganggu jalannya sidang,


Melissa tersenyum.. ternyata ulah wanita ini


sangat membantunya.


"Yang Mulia, saya tak bisa lagi menerima


pengkhianatan itu.!" Kata Melissa.


Hakim yang juga seorang perempuan


akhirnya merasakan bagaimana perasaan


Melissa karna di khianati suaminya, dan


akhirnya... mereka bercerai, dan hak asuh


anak jatuh ke tangan Melissa karna di


khawatirkan keselamatan anak - anak yang


masih sangat kecil berada di tangan Ibu tiri


mereka, hal ini juga di dukung dengan


pekerjaan Melissa yang di anggap mampu


menghidupi mereka.


Kevin amat kesal, dia meninggalkan ruang


sidang itu dengan wajah marah, begitu


sampai di luar, dia memarahi Diana, Melissa


mendekati mereka, Diana sedikit merasa


minder melihat Melissa saat ini. sementara


pandangan Kevin menjadi lembut saat


melihat Nisa.


"Baiklah.. semoga rumah tangga kalian


awet" Kata Melissa tersenyum.


"Kenapa kau melakukan ini? " Tanya Kevin


sedih.


"Aku tak bisa lagi berbagi, dari pada harus


berbagi. lebih baik aku tak mendapatkanya sama


sekali. Saat ini, ku harap kamu bisa


membina rumah tangga yang baik, aku


percaya kamu bisa menjadi suami yang baik


untuk Diana." Ucap Melissa kepada Kevin sambil mengingatkan supaya tidak mengulangi


kesalahan yang sama saat mereka berumah tangga.

__ADS_1


Melissa masih tersenyum bicara kepada Kevin.


laki-laki itu masih tetap menatapnya


dengan pandangan sedih.


"Oh ya.. aku minta maaf, atas kesalahanku


selama ini" Kata Melissa sambil mengulurkan


tangannya.


Kevin menyambut tangan mantan istrinya


itu, hatinya benar - benar tersayat saat ini.


"Aku yang seharusnya minta maaf padamu"


ucap Kevin masih dengan nada sedih, tiba -


tiba saja air mata jatuh dari sudut matanya.


Melissa melihat itu dan berkata..


" Maaf... aku harus pergi. " katanya sambil


melepaskan tangannya dari genggaman


Kevin.


Alice melihat mereka dari jauh.. Dia juga


melihat senyuman Melissa yang di paksakan.


Begitu sampai di dekatnya Alice bertanya..


"Apa kau sedih? " Tiba - tiba mata Melissa


berkaca - kaca karna menahan air matanya,


tapi akhirnya jatuh juga.


"Apa kau benar - benar sedih? Apa kau masih


mencintainya? " Tanyanya lagi.


"Entahlah.. " jawab Melissa.


"Entahlah? berarti bisa jadi kau masih


mencintainya. " Kata Alice kesal.


"Dia cinta pertamaku, Dia ayah dari anak -


anakku. kami nenikah sudah sepuluh tahun.


Apa itu mudah bagiku? " ucap Melissa sambil balik


bertanya.


Alice paham.. Melissa tak pernah mencintai


membuat perbandingan. Berbeda


dengannya, dia takut untuk menikah bukan


karena masih menunggu seseorang, tapi


karna tak pernah bertemu pria yang serius.


beberapa kali dia pacaran, selalu berakhir


dengan penghianatan. Alice tiga tahun yang


lalu hampir menikah dengan seorang pria


yang di cintainya, laki - laki itu telah


mempersiapkan segalanya untuk


pernikahan mereka, seminggu menjelang


pernikahan, laki-laki itu mnemutuskan


hubungan dengannya dan malah menikah


dengan sahabatnya sendiri. Alice amat


kecewa, tapi dia masih membuka hatinya


untuk pria lain. Akhirnya dia menemukan


pria lainnya, laki - laki ini amat mencintainya


dan mereka juga hampir menikah. Suatu


hari, dia melihat pria ini dengan seorang


wanita berpenampilan lusuh, wanita ini


menggendong seorang anak, mereka


terlihat sedang ribut, begitu kekasihnya


pergi, Alice mendekati wanita itu, ternyata


wanita itu adalah istrinya, dan anak itu


adalah anaknya. Alice sangat Syok, dia


merasa kecewa, apalagi setelah wanita itu


mengatakan kalau suaminya akan menikah


lagi dengan seorang gadis cantik bernama

__ADS_1


Alice yang tak sebanding dengannya.


Mendengar itu, Alice amat kesal, dia


membawa perempuan itu untuk di make


overnya, membelikan pakaian, merapikan


dan menata rambutnya, membersihkan


dirinya, merias wajahnya. dan tak lupa


mendandani anaknya agar terlihat rapi dan


bersih, mereka berdua sekarang terlihat


sangat berkelas, lalu Alive membawa wanita


itu menemui laki - laki itu, dan memarahinya


karna telah menyia - nyiakan Istri nya yang


cantik dan anak mereka, lalu ia berkata..


"Jika kau ingin istrimu terlihat cantik,


jangan abaikan dia, lihat.. setelah di dandani


dia juga cantik kan? Apa kau ingin


melepasnya? Ku pastikan akan ada laki - laki


lain yang akan menyambutnya dengan


senang hati." Kata Alice dengan kesal.


Alice langsung meninggalkan tempat itu,


tapi perempuan itu mengejarnya dan


mengucapkan terima kasih, sementara pria


itu hanya terdiam.


Tak hanya itu kisah cinta menyedihkan


yang di alami Alice, sehingga gadis itu


menjadi berfikir untuk berumah tangga,


sekurang - kurangnya dia masih sedikit


beruntung dari pada sahabatnya ini.


Melihat Alice yang terdiam, Melissa


menggoyangkan tangan Alice sehingga


pikirannya yang sedang bertualang,


kembali ke tubuhnya.


"Apa yang kau pikirkan? " tanya Melissa.


" tidak ada, aku hanya berharap kamu akan


kuat, dan mau membuka hatimu untuk


orang lain. aku yakin. Pak Maulana berbeda


dari pria lainnya dan ia bersedia menerimamu,


harusnya kamu menghargai perasaannya. " Kata Alice.


Melissa binggung dengan ucapannya itu, dan ia berkata..


"Aku masih belum berfikir sejauh itu, karna ini


masih terlalu dini."


"Bagaimana denganmu? Apa belum ada


rencana untuk menikah?" Tanya Melissa.


"Ah... nggak usah dipikirkan, yuk pulang!"


kata Alice mengalihkan perhatian Melissa.


•••


Di atas mobil, Kevin melirik Diana,


perempuan itu tersenyum bahagia.


"Apa kau senang sekarang? " Tanya Kevin


kesal.


"Tentu saja.. aku bukan lagi istri ke dua"


Kata Diana dengan bangga.


Kevun semakin kesal mendengarkan


perkataan Diana, dia menginjak gas lebih


dalam sehingga laju mobil menjadi semakin


kencang.


"Mas... pelan sedikit ! bahaya "Kata Diana dengan cemas.


"Aku gak peduli" Jawab Kevin,


dia semakin kesal mendengarkan perkataan Diana.

__ADS_1


Diana tak berani lagi bicara, dia takut


kalau - kalau Kevin akan semakin nekat.


__ADS_2