
•••
Hari ini adalah hari sidang pertama
perceraian Kevin dan Melissa, Diana ngotot
ikut, tapi Kevin tak ingin membawanya,
akhirnya Diana pergi sendirian.
Diana telah duduk di dalam, dia mendapat
izin masuk ke dalam ruangan itu, begitu
Melissa masuk, dia amat kaget melihat
perempuan itu, wanita itu benar - benar
jauh berbeda dari pertama kali mereka
bertemu. Pantas saja Kevin ngotot
mempertahankannya.
Tak lama kemudian, Kevin masuk
keruangan, tapi dia tidak memperhatikan
ada Diana di sana.
Dalam persidangan ini hakim masih
berusaha mendamaikan mereka, Kevin
tetap dengan pendiriannya tak ingin
bercerai, sementara Melissa sudah tak bisa
lagi menerimanya.
Melihat itu Diana menjadi geram dan
berteriak..
"Aku juga Istrinya!" mendengar itu, semua
mata tertuju padanya, Kevin sangat kaget,
bagaimana mungkin wanita ini ada di sana
dan mengganggu jalannya sidang,
Melissa tersenyum.. ternyata ulah wanita ini
sangat membantunya.
"Yang Mulia, saya tak bisa lagi menerima
pengkhianatan itu.!" Kata Melissa.
Hakim yang juga seorang perempuan
akhirnya merasakan bagaimana perasaan
Melissa karna di khianati suaminya, dan
akhirnya... mereka bercerai, dan hak asuh
anak jatuh ke tangan Melissa karna di
khawatirkan keselamatan anak - anak yang
masih sangat kecil berada di tangan Ibu tiri
mereka, hal ini juga di dukung dengan
pekerjaan Melissa yang di anggap mampu
menghidupi mereka.
Kevin amat kesal, dia meninggalkan ruang
sidang itu dengan wajah marah, begitu
sampai di luar, dia memarahi Diana, Melissa
mendekati mereka, Diana sedikit merasa
minder melihat Melissa saat ini. sementara
pandangan Kevin menjadi lembut saat
melihat Nisa.
"Baiklah.. semoga rumah tangga kalian
awet" Kata Melissa tersenyum.
"Kenapa kau melakukan ini? " Tanya Kevin
sedih.
"Aku tak bisa lagi berbagi, dari pada harus
berbagi. lebih baik aku tak mendapatkanya sama
sekali. Saat ini, ku harap kamu bisa
membina rumah tangga yang baik, aku
percaya kamu bisa menjadi suami yang baik
untuk Diana." Ucap Melissa kepada Kevin sambil mengingatkan supaya tidak mengulangi
kesalahan yang sama saat mereka berumah tangga.
__ADS_1
Melissa masih tersenyum bicara kepada Kevin.
laki-laki itu masih tetap menatapnya
dengan pandangan sedih.
"Oh ya.. aku minta maaf, atas kesalahanku
selama ini" Kata Melissa sambil mengulurkan
tangannya.
Kevin menyambut tangan mantan istrinya
itu, hatinya benar - benar tersayat saat ini.
"Aku yang seharusnya minta maaf padamu"
ucap Kevin masih dengan nada sedih, tiba -
tiba saja air mata jatuh dari sudut matanya.
Melissa melihat itu dan berkata..
" Maaf... aku harus pergi. " katanya sambil
melepaskan tangannya dari genggaman
Kevin.
Alice melihat mereka dari jauh.. Dia juga
melihat senyuman Melissa yang di paksakan.
Begitu sampai di dekatnya Alice bertanya..
"Apa kau sedih? " Tiba - tiba mata Melissa
berkaca - kaca karna menahan air matanya,
tapi akhirnya jatuh juga.
"Apa kau benar - benar sedih? Apa kau masih
mencintainya? " Tanyanya lagi.
"Entahlah.. " jawab Melissa.
"Entahlah? berarti bisa jadi kau masih
mencintainya. " Kata Alice kesal.
"Dia cinta pertamaku, Dia ayah dari anak -
anakku. kami nenikah sudah sepuluh tahun.
Apa itu mudah bagiku? " ucap Melissa sambil balik
bertanya.
Alice paham.. Melissa tak pernah mencintai
membuat perbandingan. Berbeda
dengannya, dia takut untuk menikah bukan
karena masih menunggu seseorang, tapi
karna tak pernah bertemu pria yang serius.
beberapa kali dia pacaran, selalu berakhir
dengan penghianatan. Alice tiga tahun yang
lalu hampir menikah dengan seorang pria
yang di cintainya, laki - laki itu telah
mempersiapkan segalanya untuk
pernikahan mereka, seminggu menjelang
pernikahan, laki-laki itu mnemutuskan
hubungan dengannya dan malah menikah
dengan sahabatnya sendiri. Alice amat
kecewa, tapi dia masih membuka hatinya
untuk pria lain. Akhirnya dia menemukan
pria lainnya, laki - laki ini amat mencintainya
dan mereka juga hampir menikah. Suatu
hari, dia melihat pria ini dengan seorang
wanita berpenampilan lusuh, wanita ini
menggendong seorang anak, mereka
terlihat sedang ribut, begitu kekasihnya
pergi, Alice mendekati wanita itu, ternyata
wanita itu adalah istrinya, dan anak itu
adalah anaknya. Alice sangat Syok, dia
merasa kecewa, apalagi setelah wanita itu
mengatakan kalau suaminya akan menikah
lagi dengan seorang gadis cantik bernama
__ADS_1
Alice yang tak sebanding dengannya.
Mendengar itu, Alice amat kesal, dia
membawa perempuan itu untuk di make
overnya, membelikan pakaian, merapikan
dan menata rambutnya, membersihkan
dirinya, merias wajahnya. dan tak lupa
mendandani anaknya agar terlihat rapi dan
bersih, mereka berdua sekarang terlihat
sangat berkelas, lalu Alive membawa wanita
itu menemui laki - laki itu, dan memarahinya
karna telah menyia - nyiakan Istri nya yang
cantik dan anak mereka, lalu ia berkata..
"Jika kau ingin istrimu terlihat cantik,
jangan abaikan dia, lihat.. setelah di dandani
dia juga cantik kan? Apa kau ingin
melepasnya? Ku pastikan akan ada laki - laki
lain yang akan menyambutnya dengan
senang hati." Kata Alice dengan kesal.
Alice langsung meninggalkan tempat itu,
tapi perempuan itu mengejarnya dan
mengucapkan terima kasih, sementara pria
itu hanya terdiam.
Tak hanya itu kisah cinta menyedihkan
yang di alami Alice, sehingga gadis itu
menjadi berfikir untuk berumah tangga,
sekurang - kurangnya dia masih sedikit
beruntung dari pada sahabatnya ini.
Melihat Alice yang terdiam, Melissa
menggoyangkan tangan Alice sehingga
pikirannya yang sedang bertualang,
kembali ke tubuhnya.
"Apa yang kau pikirkan? " tanya Melissa.
" tidak ada, aku hanya berharap kamu akan
kuat, dan mau membuka hatimu untuk
orang lain. aku yakin. Pak Maulana berbeda
dari pria lainnya dan ia bersedia menerimamu,
harusnya kamu menghargai perasaannya. " Kata Alice.
Melissa binggung dengan ucapannya itu, dan ia berkata..
"Aku masih belum berfikir sejauh itu, karna ini
masih terlalu dini."
"Bagaimana denganmu? Apa belum ada
rencana untuk menikah?" Tanya Melissa.
"Ah... nggak usah dipikirkan, yuk pulang!"
kata Alice mengalihkan perhatian Melissa.
•••
Di atas mobil, Kevin melirik Diana,
perempuan itu tersenyum bahagia.
"Apa kau senang sekarang? " Tanya Kevin
kesal.
"Tentu saja.. aku bukan lagi istri ke dua"
Kata Diana dengan bangga.
Kevun semakin kesal mendengarkan
perkataan Diana, dia menginjak gas lebih
dalam sehingga laju mobil menjadi semakin
kencang.
"Mas... pelan sedikit ! bahaya "Kata Diana dengan cemas.
"Aku gak peduli" Jawab Kevin,
dia semakin kesal mendengarkan perkataan Diana.
__ADS_1
Diana tak berani lagi bicara, dia takut
kalau - kalau Kevin akan semakin nekat.