MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 06 : Aku juga merindukan masakanmu.


__ADS_3

Setelah Melissa kembali keruangannya, Alice


buru-buru mendekatinya.


"Ada apa? "Tanya Alice sedikit cemas.


Pak Maulana tau kalau aku sering keluar, jadi


aku terpaksa menceritakan masalahku. ku


pikir beliau akan marah, ternyata beliau


malah akan mengangkatku menjadi


sekretarisnya." Kata Melissa


" Apa? Jadi Bapak tak punya sekretaris lagi


dong?" Kata Atasannya kecewa.


" Hmmm.. gimana lagi dong Pak?" Kata


Melissa pada pria tua itu dengan ekspresi


menyesal.


" ndak papa.. Bapak do'akan yang terbaik


untukmu. "


" Terima kasih Pak. " Kata Melissa tulus.


•••


Diruang kerja Maulana


Laki-laki itu tampak sangat gembira, dia


seperti punya kesempatan kedua untuk


mendekati wanita yang pernah dicintainya


bahkan masih dicintainya sampai sekarang,


meski apaun statusnya. Kali ini dia akan


berusaha menunjukkan perasaannya, tidak


seperti dulu, dia hanya memendam


perasaan itu tanpa terucap.


•••


Di tempat Kevin


Pria yang satu ini sedang sibuk memikirkan


Melissa. Bagaimana cara dia bisa membuat


Istrinya itu kembali padanya dan


memaafkannya. Dia sangat menyesal


kenapa dia melakukan hal sekejam itu pada


Melissa sebulan yang lalu. Tapi.. dia sangat


berharap Melissa akan kembali kepadanya


demi anak-anak mereka.


•••


Di kediaman Kevin.


Ketiga putra Melissa telah pulang kerumah,


mereka sibuk mengacak-acak ruang tamu,


sehingga membuat Wanita yang bernama


Diana ini sangat jengkel.


Dulu dia pernah memarahi ketiga anak Melissa


karena mereka membuat ruang tamu


berantakan, dia memaksa Evan untuk


mengemas rumah itu, karna Evan tidak


mau, dia hendak menamparnya, untung


saja Evan telah dibekali dengan ilmu bela


diri sejak kecil, dia langsung menangkis


serangan itu, memutar tangan Diana ke


belakang, dan mendorongnya, sehingga


wanita itu hampir menabrak dinding.


Semenjak saat itu perempuan itu tidak


berani lagi mencoba menyakiti mereka.

__ADS_1


Tapi dia sangat pintar menarik perhatian


Kevin dengan bujuk rayunya, dia meminta


di carikan seorang pembantu untuk


membantu kerjanya di rumah.


•••


Di tempat Melissa


Seseorang menemui Melissa dan berkata kalau


Pak Maulana kembali memanggilnya.


Melissa kembali menemui Maulana


diruangannya.


" Bapak memanggil saya? " Tanya Melissa.


" Ya, ini berkas-berkas yang harus kamu


pelajari, mulai hari ini kamu akan jadi


sekretaris saya, itu meja kamu" Kata Maulana


sambil menunjuk sebuah meja yang ada di


sudut ruangan itu, meja itu berhadapan


dengan mejanya.


Melissa memandang heran meja tersebut.


kalau tidak salah, pagi tadi meja itu ada di


luar ruangan, kenapa sekarang tiba-tiba


ada di sana? barangkali direktur ini akan


mengawasinya ketat agar tidak kabur di


saat jam kerja. Mengingat itu Melissa menarik


nafas lelah, dia menyesal menerima


kedudukan ini, jika seperti ini , waktu


bersama ke tiga putranya akan semakin


berkurang.


"Ada apa? apa kau tidak suka dengan


mejanya?" Tanya Maulana datar.


Melissa lirih.


"Apa?" Tarnya Maulana ingin Melissa berkata


lebih jelas, padahal dia dapat


mendengarnya.


"Tidak Pak, tidak apa-apa" Kata Melissa


sedikit khawatir, dia tidak ingin membuat


Bos barunya ini menjadi marah.


"Pak, Pak Wawan kemana? "Tanya Melissa, dia


kurang enak karna menggantikan posisi


Pak Wawan yang selama ini menjadi


sekretaris Direktur.


"Beliau sudah pensiun " Jawab Maulana


pendek. Melissa tak ingin bertanya lagi lebih


banyak, dan pergi ke meja yang telah di


sediakan.


"Besok kamu harus mengikuti ke Bandung


selama tiga hari?" Kata Maulana lagi.


"Apa?" Kata Melissa kaget.


"Sepertinya kau perlu merawat telingamu"


"Maaf Pak, aku cuma kaget, karna


mendapat tugas luar mendadak" Jawab


Melissa, dia terdiam karna untuk beberapa


hari dia tidak akan bertemu putranya.


"Apa yang kau pikirkan" Tanya Maulana ketika


melihat wajah Melissa.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. " Jawabnya


menyembunyikan perasaannya.


"Apa kau memikirkan tidak akan bertemu


anak-anakmu untuk beberapa hari?, Jika ya,


aku akan mengantarmu menemui mereka


sebelum berangkat."


" Terima kasih banyak, Pak" Kata Melissa


dengan wajah berbinar.


Esok harinya, seperti yang di janjikan


Maulana mengantar Melissa ke sekolah Evan.


Dia hanya menunggu Melissa dari atas mobil,


sementara.. Melissa duduk di taman sekolah


tempat dia biasa bertemu putranya.


Tak lama kemudian, Kevin datang, melihat


Melissa ada di sana dia ikut turun bersama


ketiga putranya.


Melissa langsung memeluk ketiga putranya,


seperti biasa, dia mengantarkan makanan


buatannya sendiri untuk ketiga putranya,


melihat itu Kevin berkata. " Aku juga


merindukan masakanmu, apakah ada


untukku? "


"Apa istrimu tidak membuatkanmu


makanan?" kata Melissa ketus. Mendengar itu


Kevin hanya terdiam.


Sementara, Maulana memperhatikan mereka


dari dalam mobilnya dengan perasaan


campur aduk.


"Untuk beberapa hari ini Ibu tidak bisa


menemui kalian, Maafkan Ibu" Kata Melissa


lagi.


"Kenapa Bu? "Tanya Evan.


"Ibu harus keluar kota, ada urusan


pekerjaan."


" Dengan siapa kamu pergi? " Tanya Kevin.


"Apa itu perlu bagimu? " Tanya Melissa.


"Aku masih suamimu dan aku berhak tau


semuanya tentangmu"Kata Kevin dengan


nada sedikit tinggi.


" Betulkah? Bukan Maulana sudah


mengusirku demi perempuan itu?" Kata


Melissa dengan suara pelan namun ketus.


Mendengar itu Kevin terdiam.


"Aku mencarimu malam itu, tapi tak


menemukanmu" Jawabnya lirih.


"Terima kasih telah mencariku. Maaf, aku


harus pergi, Melissa memeluk ketiga anaknya


dan mengantarkarn putra ke duanya ke


sekolah taman kanak-kanak yang ada di


lungkungan sekolah dasar itu, lalu kembali


naik ke mobil Maulana yang sudah


menunggunya di dekat gerbang. Maulana


sengaja munurunkan kaca mobil itu agar


Kevin melihatnya.

__ADS_1


Kevin kaget. "Siapa laki-laki yang


bersamamu?" Katanya lirih.


__ADS_2