
Setelah Melissa kembali keruangannya, Alice
buru-buru mendekatinya.
"Ada apa? "Tanya Alice sedikit cemas.
Pak Maulana tau kalau aku sering keluar, jadi
aku terpaksa menceritakan masalahku. ku
pikir beliau akan marah, ternyata beliau
malah akan mengangkatku menjadi
sekretarisnya." Kata Melissa
" Apa? Jadi Bapak tak punya sekretaris lagi
dong?" Kata Atasannya kecewa.
" Hmmm.. gimana lagi dong Pak?" Kata
Melissa pada pria tua itu dengan ekspresi
menyesal.
" ndak papa.. Bapak do'akan yang terbaik
untukmu. "
" Terima kasih Pak. " Kata Melissa tulus.
•••
Diruang kerja Maulana
Laki-laki itu tampak sangat gembira, dia
seperti punya kesempatan kedua untuk
mendekati wanita yang pernah dicintainya
bahkan masih dicintainya sampai sekarang,
meski apaun statusnya. Kali ini dia akan
berusaha menunjukkan perasaannya, tidak
seperti dulu, dia hanya memendam
perasaan itu tanpa terucap.
•••
Di tempat Kevin
Pria yang satu ini sedang sibuk memikirkan
Melissa. Bagaimana cara dia bisa membuat
Istrinya itu kembali padanya dan
memaafkannya. Dia sangat menyesal
kenapa dia melakukan hal sekejam itu pada
Melissa sebulan yang lalu. Tapi.. dia sangat
berharap Melissa akan kembali kepadanya
demi anak-anak mereka.
•••
Di kediaman Kevin.
Ketiga putra Melissa telah pulang kerumah,
mereka sibuk mengacak-acak ruang tamu,
sehingga membuat Wanita yang bernama
Diana ini sangat jengkel.
Dulu dia pernah memarahi ketiga anak Melissa
karena mereka membuat ruang tamu
berantakan, dia memaksa Evan untuk
mengemas rumah itu, karna Evan tidak
mau, dia hendak menamparnya, untung
saja Evan telah dibekali dengan ilmu bela
diri sejak kecil, dia langsung menangkis
serangan itu, memutar tangan Diana ke
belakang, dan mendorongnya, sehingga
wanita itu hampir menabrak dinding.
Semenjak saat itu perempuan itu tidak
berani lagi mencoba menyakiti mereka.
__ADS_1
Tapi dia sangat pintar menarik perhatian
Kevin dengan bujuk rayunya, dia meminta
di carikan seorang pembantu untuk
membantu kerjanya di rumah.
•••
Di tempat Melissa
Seseorang menemui Melissa dan berkata kalau
Pak Maulana kembali memanggilnya.
Melissa kembali menemui Maulana
diruangannya.
" Bapak memanggil saya? " Tanya Melissa.
" Ya, ini berkas-berkas yang harus kamu
pelajari, mulai hari ini kamu akan jadi
sekretaris saya, itu meja kamu" Kata Maulana
sambil menunjuk sebuah meja yang ada di
sudut ruangan itu, meja itu berhadapan
dengan mejanya.
Melissa memandang heran meja tersebut.
kalau tidak salah, pagi tadi meja itu ada di
luar ruangan, kenapa sekarang tiba-tiba
ada di sana? barangkali direktur ini akan
mengawasinya ketat agar tidak kabur di
saat jam kerja. Mengingat itu Melissa menarik
nafas lelah, dia menyesal menerima
kedudukan ini, jika seperti ini , waktu
bersama ke tiga putranya akan semakin
berkurang.
"Ada apa? apa kau tidak suka dengan
mejanya?" Tanya Maulana datar.
Melissa lirih.
"Apa?" Tarnya Maulana ingin Melissa berkata
lebih jelas, padahal dia dapat
mendengarnya.
"Tidak Pak, tidak apa-apa" Kata Melissa
sedikit khawatir, dia tidak ingin membuat
Bos barunya ini menjadi marah.
"Pak, Pak Wawan kemana? "Tanya Melissa, dia
kurang enak karna menggantikan posisi
Pak Wawan yang selama ini menjadi
sekretaris Direktur.
"Beliau sudah pensiun " Jawab Maulana
pendek. Melissa tak ingin bertanya lagi lebih
banyak, dan pergi ke meja yang telah di
sediakan.
"Besok kamu harus mengikuti ke Bandung
selama tiga hari?" Kata Maulana lagi.
"Apa?" Kata Melissa kaget.
"Sepertinya kau perlu merawat telingamu"
"Maaf Pak, aku cuma kaget, karna
mendapat tugas luar mendadak" Jawab
Melissa, dia terdiam karna untuk beberapa
hari dia tidak akan bertemu putranya.
"Apa yang kau pikirkan" Tanya Maulana ketika
melihat wajah Melissa.
__ADS_1
"Tidak apa-apa. " Jawabnya
menyembunyikan perasaannya.
"Apa kau memikirkan tidak akan bertemu
anak-anakmu untuk beberapa hari?, Jika ya,
aku akan mengantarmu menemui mereka
sebelum berangkat."
" Terima kasih banyak, Pak" Kata Melissa
dengan wajah berbinar.
Esok harinya, seperti yang di janjikan
Maulana mengantar Melissa ke sekolah Evan.
Dia hanya menunggu Melissa dari atas mobil,
sementara.. Melissa duduk di taman sekolah
tempat dia biasa bertemu putranya.
Tak lama kemudian, Kevin datang, melihat
Melissa ada di sana dia ikut turun bersama
ketiga putranya.
Melissa langsung memeluk ketiga putranya,
seperti biasa, dia mengantarkan makanan
buatannya sendiri untuk ketiga putranya,
melihat itu Kevin berkata. " Aku juga
merindukan masakanmu, apakah ada
untukku? "
"Apa istrimu tidak membuatkanmu
makanan?" kata Melissa ketus. Mendengar itu
Kevin hanya terdiam.
Sementara, Maulana memperhatikan mereka
dari dalam mobilnya dengan perasaan
campur aduk.
"Untuk beberapa hari ini Ibu tidak bisa
menemui kalian, Maafkan Ibu" Kata Melissa
lagi.
"Kenapa Bu? "Tanya Evan.
"Ibu harus keluar kota, ada urusan
pekerjaan."
" Dengan siapa kamu pergi? " Tanya Kevin.
"Apa itu perlu bagimu? " Tanya Melissa.
"Aku masih suamimu dan aku berhak tau
semuanya tentangmu"Kata Kevin dengan
nada sedikit tinggi.
" Betulkah? Bukan Maulana sudah
mengusirku demi perempuan itu?" Kata
Melissa dengan suara pelan namun ketus.
Mendengar itu Kevin terdiam.
"Aku mencarimu malam itu, tapi tak
menemukanmu" Jawabnya lirih.
"Terima kasih telah mencariku. Maaf, aku
harus pergi, Melissa memeluk ketiga anaknya
dan mengantarkarn putra ke duanya ke
sekolah taman kanak-kanak yang ada di
lungkungan sekolah dasar itu, lalu kembali
naik ke mobil Maulana yang sudah
menunggunya di dekat gerbang. Maulana
sengaja munurunkan kaca mobil itu agar
Kevin melihatnya.
__ADS_1
Kevin kaget. "Siapa laki-laki yang
bersamamu?" Katanya lirih.