
Kevin pulang kembali membawa anak-anak
mereka. Melissa amat kesal dengan kejadian
tadi. Dia ingin melepaskan diri dari ikatan
ini selamanya, agar Kevin tidak selalu
mengganggunya.
Melissa pernah mengurus surat perceraian
mereka, tapi untuk mengurus surat
perceraian, dibutuhkan surat nikah,
sementara surat nikahnya ditangan Kevin,
jadi dia belum bisa mengurus nya sebelum
mendapatkan surat nikah itu, atau dia
harus membuat surat keterangan bahwa
mereka telah menikah, tapi mereka
menikah tidak di kota ini, jadi dia harus
mencari waktu luang ke tempat mereka
menikah dulu, dan mendapatkan surat
keterangan dari KUA tempat mereka
menikah dulu.
•••
Dalam perjalanan pulang, Kevin selalu saja
memikirkan bagaimana cara mendapatkan
hati istrinya lagi. Bahkan jika Melissa ingin dia
meninggalkan Diana itu tak menjadi
masalah untuknya, Dia benar-benar sangat
menyukai Melissa saat ini.
•••
Setelah tamu itu pergi, Maulana masih di
introgasi Ibunya, tentang siapa wanita yang
dia sukai. karna dia tak pernah
mengenalkan seorang wanita pada orang
tuanya, kecuali sepuluh tahun yang lalu dia
pernah menceritakan seorang gadis yang
selalu membantunya di kampus, tapi
akhirnya Maulana kecewa karna gadis itu
menikah dengan pria lain sehingga Maulana
kabur ke luar negri.
"Aku hanya mencintai satu orang, dari dulu
hingga sekarang. Aku tak akan menikah
dengan orang lain. " Jawab Maulana.
"Apakah gadis yang pernah kamu ceritakan
dulu? " Tanya Ibunya lagi.
"Iya Ibu.. "
"Ibu tak akan mengizinkan kau merusak
rumah tangga orang "Jawab ibunya marah.
"Dia sudah bercerai." Jawabnya singkat.
"Kau ingin menikahi seorang janda? Mau
ditarok di mana muka keluarga kita?" Kata
Ayahnya ikutan marah.
" Tapi aku tak ingin menikahi perempuan
lain". Jawabnya tegas.
"Baiklah... berapa orang anaknya?" Kata
ibunya menahan amarah.
__ADS_1
"Tiga. " Jawab Maulana singkat.
"Tiga orang?" Ayahnya hampir berteriak.
"Kau benar-benar.. tak bisa berfikir apa?" Sambung ayahnya lagi.
"Ayah.. Ibu... jika aku tak kenal dia, mungkin
aku tak akan seperti sekarang. Apa Ayah
dan Ibu tau, kalau aku selalu di buli waktu
itu? Apa Ayah Ibu pernah mendengar keluh
kesahku? Apa Ayah Ibu pernah ingin
merubah penamplanku? kalian hanya
menuntut aku menjadi anak yang cerdas,
terdepan dalam prestasi tanpa memikirkan
bagaimana perasaanku. Pernahkah Ayah
dan Ibu menanyakan bagaimana hari-hari
yang aku jalani? Aku hampir saja putus asa,
sampai akhirnya dia datang dan merubah
hidupku. Jika penampilanku masih seperti
dulu masih adakah wanita yang ingin
mendekatiku seperti sekarang?" Tanya
Maulana.
Kedua orang tuanya hanya terdiam, mereka
memang sadar akan kesalahan mereka, tapi
bagaimana mungkin mereka akan menikah
putra mereka dengan seorang janda yang
mempunyai tiga orang anak.
"Baiklah.. bawa dia besok ke sini. " Kata
Ayahnya.
"Apa Ayah dan Ibu akan memarahinya? Dia
dia merasa tak pantas, jika Ayah akan
memarahinya.. usahaku akan semakin sulit.
" Jawab Maulana sedih.
"Kami hanya ingin tau siapa dia, bawa dia
ke sini". Sambung ibunya.
" Baiklah.. besok akan ku bawa, aku pulang
dulu" Kata Maulana.
"Kau akan pulang ke mana? Bukankah ini
rumahmu? "Tanya Ibunya.
"Aku akan ke tempatku Ibu.. " Lalu Maulana
menyalami kedua orang tuanya.
"Mas... bagimana ini? apa kita akan
membiarkan dia menikahi seorang janda?
Punya anak tiga lagi? "Kata Ibunya risau.
"Gimana lagi? Kamu lihat kan dia tak mau
menikahi wanita lain, aku sudah semakin
tua, aku harus bisa meyakinkan kalau dia
bisa melanjutkan generasi kita. " jawab
suaminya.
Mereka saat ini berusaha menerima,
meskipun terasa berat, yang penting putra
mereka menikah dan punya seorang anak.
•••
Maulana merasa lega karna dia telah
menceritakan tentang wanita yang di
__ADS_1
cintainya pada orang tuanya, mudah -
mudahan orang tuanya tidak terlalu
keberatan, karna mereka juga telah
mengetahui siapa wanita itu, dan mereka
menyukai Melissa sebagai karyawan mereka.
Sesampai di Apartemen nya, Maulana
langsung ketempat Melissa, Wajahnya amat
gembira karna dia telah menceritakan
tentang Melissa , tapi wajah Melissa amat muram,
Maulana heran melihatnya dan bertanya..
"Ada apa denganmu?" Tanya Maulana.
"Kevin tau alamatku, tadi dia membawa
anak-anak ke sini. " Jawabnya kesal.
"Apa kau tak ingin berpisah darinya?'' Tanya Maul lagi.
"Tentu saja.. aku tak nyaman dengan
perlakuannya, tapi bagaimana caranya.. aku
harus mendapatkan surat nikahku dulu
baru bisa mengurus perceraian ku". Jawab
Melissa sedih.
"Coba minta padanya, katakan saja untuk
mengurus sesuatu. " Usul Maulana.
"Aku akan coba bicara baik-baik dengannya." Kata Melissa lagi.
"Baiklah.. mudah -mudahan berhasil. Aku
ke sebelah dulu, sudah larut". Kata Maul, lalu
meninggalkan tempat Melissa.
•••
Dirumah Kevin, Laki-laki itu kaget, karna
melihat kedua orang tua nya telah ada di
sana, Diana berdiri terpaku di sudut
ruangan, sementara Ibunya tampak sangat
marah melihat kehadirannya.
Wajahnya langsung pucat pasi, ketiga
anaknya langsung memeluk nenek mereka.
"Mana Ibumu? "Tanya nenek pada Evan.
"Ayah sudah mengusirnya" Jawab Evan
sambil melirik ayahnya.
Ibu Kevin sangat marah..lalu melanjutkan
pertanyaannya.
"Dimana Ibumu sekarang?"
"Ibu telah bekerja lagi nek. Ibu meminta kami untuk ikut, tapi Ayah tidak mengizinkannya. " Jawab Evan.
"Baiklah.. kemasi pakaian kalian sekarang,
nenek akan antar pada ibumu." kata mereka dengan gembira pergi ke kamarnya dan mengemasi pakaian mereka.
"Ibu. apa yang Ibu lakukan? mereka anak-
anakku" Kata Kevin.
"Tapi Melissa adalah Ibu mereka. Kau bukan
ayah yang baik" Kata Ibunya Kevin.
Mereka lalu pergi meninggalkan rumah itu,
dan menanyakan pada Evan dimana
tempat tinggal ibu mereka tinggal.
Kevin menjadi semakin kesal, usahanya
untuk mendekati Melissa semakin sulit jika
anak-anak sudah tidak bersamanya.
__ADS_1