MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 18 : Dia sudah bercerai.


__ADS_3

Kevin pulang kembali membawa anak-anak


mereka. Melissa amat kesal dengan kejadian


tadi. Dia ingin melepaskan diri dari ikatan


ini selamanya, agar Kevin tidak selalu


mengganggunya.


Melissa pernah mengurus surat perceraian


mereka, tapi untuk mengurus surat


perceraian, dibutuhkan surat nikah,


sementara surat nikahnya ditangan Kevin,


jadi dia belum bisa mengurus nya sebelum


mendapatkan surat nikah itu, atau dia


harus membuat surat keterangan bahwa


mereka telah menikah, tapi mereka


menikah tidak di kota ini, jadi dia harus


mencari waktu luang ke tempat mereka


menikah dulu, dan mendapatkan surat


keterangan dari KUA tempat mereka


menikah dulu.


•••


Dalam perjalanan pulang, Kevin selalu saja


memikirkan bagaimana cara mendapatkan


hati istrinya lagi. Bahkan jika Melissa ingin dia


meninggalkan Diana itu tak menjadi


masalah untuknya, Dia benar-benar sangat


menyukai Melissa saat ini.


•••


Setelah tamu itu pergi, Maulana masih di


introgasi Ibunya, tentang siapa wanita yang


dia sukai. karna dia tak pernah


mengenalkan seorang wanita pada orang


tuanya, kecuali sepuluh tahun yang lalu dia


pernah menceritakan seorang gadis yang


selalu membantunya di kampus, tapi


akhirnya Maulana kecewa karna gadis itu


menikah dengan pria lain sehingga Maulana


kabur ke luar negri.


"Aku hanya mencintai satu orang, dari dulu


hingga sekarang. Aku tak akan menikah


dengan orang lain. " Jawab Maulana.


"Apakah gadis yang pernah kamu ceritakan


dulu? " Tanya Ibunya lagi.


"Iya Ibu.. "


"Ibu tak akan mengizinkan kau merusak


rumah tangga orang "Jawab ibunya marah.


"Dia sudah bercerai." Jawabnya singkat.


"Kau ingin menikahi seorang janda? Mau


ditarok di mana muka keluarga kita?" Kata


Ayahnya ikutan marah.


" Tapi aku tak ingin menikahi perempuan


lain". Jawabnya tegas.


"Baiklah... berapa orang anaknya?" Kata


ibunya menahan amarah.

__ADS_1


"Tiga. " Jawab Maulana singkat.


"Tiga orang?" Ayahnya hampir berteriak.


"Kau benar-benar.. tak bisa berfikir apa?" Sambung ayahnya lagi.


"Ayah.. Ibu... jika aku tak kenal dia, mungkin


aku tak akan seperti sekarang. Apa Ayah


dan Ibu tau, kalau aku selalu di buli waktu


itu? Apa Ayah Ibu pernah mendengar keluh


kesahku? Apa Ayah Ibu pernah ingin


merubah penamplanku? kalian hanya


menuntut aku menjadi anak yang cerdas,


terdepan dalam prestasi tanpa memikirkan


bagaimana perasaanku. Pernahkah Ayah


dan Ibu menanyakan bagaimana hari-hari


yang aku jalani? Aku hampir saja putus asa,


sampai akhirnya dia datang dan merubah


hidupku. Jika penampilanku masih seperti


dulu masih adakah wanita yang ingin


mendekatiku seperti sekarang?" Tanya


Maulana.


Kedua orang tuanya hanya terdiam, mereka


memang sadar akan kesalahan mereka, tapi


bagaimana mungkin mereka akan menikah


putra mereka dengan seorang janda yang


mempunyai tiga orang anak.


"Baiklah.. bawa dia besok ke sini. " Kata


Ayahnya.


"Apa Ayah dan Ibu akan memarahinya? Dia


dia merasa tak pantas, jika Ayah akan


memarahinya.. usahaku akan semakin sulit.


" Jawab Maulana sedih.


"Kami hanya ingin tau siapa dia, bawa dia


ke sini". Sambung ibunya.


" Baiklah.. besok akan ku bawa, aku pulang


dulu" Kata Maulana.


"Kau akan pulang ke mana? Bukankah ini


rumahmu? "Tanya Ibunya.


"Aku akan ke tempatku Ibu.. " Lalu Maulana


menyalami kedua orang tuanya.


"Mas... bagimana ini? apa kita akan


membiarkan dia menikahi seorang janda?


Punya anak tiga lagi? "Kata Ibunya risau.


"Gimana lagi? Kamu lihat kan dia tak mau


menikahi wanita lain, aku sudah semakin


tua, aku harus bisa meyakinkan kalau dia


bisa melanjutkan generasi kita. " jawab


suaminya.


Mereka saat ini berusaha menerima,


meskipun terasa berat, yang penting putra


mereka menikah dan punya seorang anak.


•••


Maulana merasa lega karna dia telah


menceritakan tentang wanita yang di

__ADS_1


cintainya pada orang tuanya, mudah -


mudahan orang tuanya tidak terlalu


keberatan, karna mereka juga telah


mengetahui siapa wanita itu, dan mereka


menyukai Melissa sebagai karyawan mereka.


Sesampai di Apartemen nya, Maulana


langsung ketempat Melissa, Wajahnya amat


gembira karna dia telah menceritakan


tentang Melissa , tapi wajah Melissa amat muram,


Maulana heran melihatnya dan bertanya..


"Ada apa denganmu?" Tanya Maulana.


"Kevin tau alamatku, tadi dia membawa


anak-anak ke sini. " Jawabnya kesal.


"Apa kau tak ingin berpisah darinya?'' Tanya Maul lagi.


"Tentu saja.. aku tak nyaman dengan


perlakuannya, tapi bagaimana caranya.. aku


harus mendapatkan surat nikahku dulu


baru bisa mengurus perceraian ku". Jawab


Melissa sedih.


"Coba minta padanya, katakan saja untuk


mengurus sesuatu. " Usul Maulana.


"Aku akan coba bicara baik-baik dengannya." Kata Melissa lagi.


"Baiklah.. mudah -mudahan berhasil. Aku


ke sebelah dulu, sudah larut". Kata Maul, lalu


meninggalkan tempat Melissa.


•••


Dirumah Kevin, Laki-laki itu kaget, karna


melihat kedua orang tua nya telah ada di


sana, Diana berdiri terpaku di sudut


ruangan, sementara Ibunya tampak sangat


marah melihat kehadirannya.


Wajahnya langsung pucat pasi, ketiga


anaknya langsung memeluk nenek mereka.


"Mana Ibumu? "Tanya nenek pada Evan.


"Ayah sudah mengusirnya" Jawab Evan


sambil melirik ayahnya.


Ibu Kevin sangat marah..lalu melanjutkan


pertanyaannya.


"Dimana Ibumu sekarang?"


"Ibu telah bekerja lagi nek. Ibu meminta kami untuk ikut, tapi Ayah tidak mengizinkannya. " Jawab Evan.


"Baiklah.. kemasi pakaian kalian sekarang,


nenek akan antar pada ibumu." kata mereka dengan gembira pergi ke kamarnya dan mengemasi pakaian mereka.


"Ibu. apa yang Ibu lakukan? mereka anak-


anakku" Kata Kevin.


"Tapi Melissa adalah Ibu mereka. Kau bukan


ayah yang baik" Kata Ibunya Kevin.


Mereka lalu pergi meninggalkan rumah itu,


dan menanyakan pada Evan dimana


tempat tinggal ibu mereka tinggal.


Kevin menjadi semakin kesal, usahanya


untuk mendekati Melissa semakin sulit jika


anak-anak sudah tidak bersamanya.

__ADS_1


__ADS_2