
Sementara itu, Melissa benar -benar merasa
amat canggung, dia tidak tau meski berbuat
apa, dia benar -benar amat malu pada orang
tua Maulana dan kesal pada Maulana karna
membawanya seperti ini tanpa memberi
tau terlebih dahulu, dia benar-benar ingin
menyembunyikan diri nya saat ini
kemana pun juga.
Orang tua Maulana dapat mengetahui
bahwasanya Melissa merasa amat canggung,
"Apa dia tidak memberitahumu dia akan
membawamu ke sini? " Tanya Ayah Maulana.
Melissa menggelengkan kepalanya dengan
sedih sambil tertunduk. Dan berkata. "Tidak Pak" bapak itu manggut-manggut.
"Apa kamu menyukai Maulana? " Tanya Bapak
itu lagi, Melissa tak menjawab, dia hanya
memandang putra pertamanya, melihat itu
Ayah Maulana mengerti bahwa Melissa tak ingin putranya mengetahui tentang hal ini.
Ayah Maulana memanggil pelayannya dan
menyuruh pelayannya untuk menyiapkan
makanan untuk anak-anak Melissa, sementara
beliau meminta Melissa dan Maulana mengikutinya ke ruang tamu.
"Bagaimana? " Tanya Ayah Maulana.
"Saya tak bisa menjawab, Pak.. Pak Maulana
adalah atasan yang baik, saya tak berani
mempunyai perasaan lebih. " Jawab Melissa.
Maulana sedikit kecewa mendengarkan itu,
hatinya sedikit terluka, ternyata perempuan ini masih belum bisa membuka hatinya.
Orang tua Maulana pun dapat melihat
ekspresi sedih putra mereka , ternyata
benar apa yang di katakan putranya,
perempuan yang disukainya belum bisa
menerimanya.
"Ayah.. Ibu.. aku sudah membawa
perempuan yang aku sukai, jadi ku mohon.
jangan menjodohkanku dengan siapapun
lagi, aku berusaha membuat dia
mencintaiku." Jawab Maulana, Melissa hanya
terdiam, dia masih trauma dengan
pernikahan nya. Suami nya yang dulu
begitu baik dan menyayangi nya bisa
berbuat seperti itu hanya dalam waktu
tidak sampai sepuluh tahun pernikahan
mereka.
Kalau dilihat -lihat saat ini, Melissa tidak lagi
seperti seorang ibu yang mempunyai tiga
orang anak, Usianya masih 28 tahun, pada
usia inilah seorang wanita akan terlihat
__ADS_1
sangat sempurna, Orang tua Maulana pun
mengakui hal itu.
" Kami tak akan keberatan, jika itu yang
menjadi bahan pertimbanganmu" Kata Ibu
Maulana lagi.
Mendengar itu Maulana amat lega. Orang tua
Maulana tidak ingin mengecewakan anak
mereka, Maulana bisa dikatakan tidak pernah
meminta apapun pada mereka, bisa
dikatakan kalau ini adalah permintaan
pertama putra mereka.
Setelah beberapa lama, dan setelah mereka
makan malam.. akhirnya Maulana kembali
membawa Melissa pulang ke Apartemen nya.
"Apa kalian tinggal bersama?" Tanya Ibunya
khawatir.
"Tidak mungkin ibu, kami tak akan
mungkin melakukan hal itu" Kata Maul kaget
karna ibunya berfikir seperti itu.
" Ooo Syukurlah " Kata Ibunya lega.
Setelah mereka sampai di apartemen Melissa,
Melissa menyuruh anak-anaknya tidur, karna
dia ingin berbicara dengan Maulana.
"kenapa kau tidak memberi tahuku?" Kata
Melissa kesal.
"Jika aku memberitahumu, kau tak akan
melakukan itu, kemarin aku di jodohkan,
seandainya aku tidak membawamu hari ini,
mereka akan memaksaku menerima
perjodohan ini. Maafkan aku... " Maulana
menatap Melissa lembut.
" Melissa.. besok pengasuh anakmu akan
datang, aku sudah mencarikan yang terbaik
untukmu, aku bisa pastikan itu, jadi... Anwar
tak perlu lagi berada di tempat penitipan
anak, Umar dan Evan bisa langsung
pulang ke rumah sepulang sekolah. " Kata
Maulana lagi.
"Terima kasih banyak " Kata Melissa lega.
Besok harinya pengasuh anak Melissa memang datang seperti yang di katakan Maulana. Melissa memanggil perempuan tua itu dengan sebutan ibu, sehingga perempuan tua itu merasa canggung. Melissa juga mengajarkananak-anaknya untuk memanggil nya nenek.
"Ibu... disini ibu hanya akan menjaga anak-
anakku saja, soal masakan, itu adalah
urusanku, begitu juga dengan pakaian,
biasanya akan ada orang yang akan datarng
menjemputnya, jadi ibu tak usah
mengerjakannya. " Kata Melissa.
Maulana dari hari ke hari mulai mendekatkan diri kepada putra-putra Melissa. Dia selalu membawakan mainan dan makanan untuk mereka, dan di hari libur, Maulana juga membawa mereka pergi rekreasi.
Anwar sangat menyukai Maul, bahkan bocah
__ADS_1
itu mengira itu adalah ayahnya, karna dia
memang bisa di katakan tidak mengenal
sosok ayahnya selama ini.
Beberapa hari kemudian, Melissa menerima
sebuah kiriman bunga yang diantarkan ke
kantornya, setelah dia membaca kartu
namanya.. ternyata dari Kevin, dia
tersenyum kecut melihat itu, ini adalah
bunga pertama yang di terimanya setelah
mereka menikah, kenapa laki-laki ini
mengiriminya bunga saat ini? dia tak akan
luluh hanya dengan sebuah bunga, malahan
Melissa semakin kesal karna ulahnya. Melissa
menelfon Kevin, tekadnya semakin kuat
untuk berpisah dari Kevin, karna dia
merasa semakin tidak nyaman dengan
Ulahnya.
Kevin menerima telfon dari nomor yang
tak di kenal, begitu dia mendengar suara
Melissa, dia pun tersernyum, dia berfikir Melissa senang menerima bunga darinya.
"Sayang.. apa kau telah menerima bunga
dariku? " tanya Kevin gembira.
"Kapan kau mengurus perceraian kita? "
Tanya Melissa. Mendengar itu Kevin kaget dan
berkata...
"Aku tak akan menceraikanmu. Melissa... aku
benar-benar minta maaf... aku tak akan
mengulanginya lagi, aku janji. ku mohon...
kembalilah padaku. " pinta Kevin.
"Jika kau tak punya waktu, biar aku yang
akan mengurusnya, tolong berikan saja
surat nikah ku, kemana aku bisa
mengambilnya?" tanya Melissa, dia berusaha
lembut, namun tetap tegas, hal ini membuat Kevin semakin tertekan.
" Kita tidak bisa membicarakannya di
telfon, kita harus bertemu, aku akan
ke apartemenmu malam ini" kata Kevin.
"Aku tak ingin anak-anak melihat
pertengkaran kita." Kata Melissa.
"Bagaimana jika kerumah kita? Aku akan
menunggumu dirumah" kata Kevin lagi.
"Tidak terima kasih.. kurasa tak ada yang
perlu dibicarakan lagi, cukup berikan saja
surat nikahku, aku tak akan merepotkanmu. " Kata Melissa lagi.
"Temui aku di restoran lampion pukul
delapan malam aku akan menyerahkannya
di sana" kata Kevin, lalu menutup telfonnya.
Dia ingin menjebak Melissa malam ini, agar
__ADS_1
istrinya itu mau mengurungkan niatnya
untuk bercerai darinya.