MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 21 : Tolong berikan saja surat nikahku.


__ADS_3

Sementara itu, Melissa benar -benar merasa


amat canggung, dia tidak tau meski berbuat


apa, dia benar -benar amat malu pada orang


tua Maulana dan kesal pada Maulana karna


membawanya seperti ini tanpa memberi


tau terlebih dahulu, dia benar-benar ingin


menyembunyikan diri nya saat ini


kemana pun juga.


Orang tua Maulana dapat mengetahui


bahwasanya Melissa merasa amat canggung,


"Apa dia tidak memberitahumu dia akan


membawamu ke sini? " Tanya Ayah Maulana.


Melissa menggelengkan kepalanya dengan


sedih sambil tertunduk. Dan berkata. "Tidak Pak" bapak itu manggut-manggut.


"Apa kamu menyukai Maulana? " Tanya Bapak


itu lagi, Melissa tak menjawab, dia hanya


memandang putra pertamanya, melihat itu


Ayah Maulana mengerti bahwa Melissa tak ingin putranya mengetahui tentang hal ini.


Ayah Maulana memanggil pelayannya dan


menyuruh pelayannya untuk menyiapkan


makanan untuk anak-anak Melissa, sementara


beliau meminta Melissa dan Maulana mengikutinya ke ruang tamu.


"Bagaimana? " Tanya Ayah Maulana.


"Saya tak bisa menjawab, Pak.. Pak Maulana


adalah atasan yang baik, saya tak berani


mempunyai perasaan lebih. " Jawab Melissa.


Maulana sedikit kecewa mendengarkan itu,


hatinya sedikit terluka, ternyata perempuan ini masih belum bisa membuka hatinya.


Orang tua Maulana pun dapat melihat


ekspresi sedih putra mereka , ternyata


benar apa yang di katakan putranya,


perempuan yang disukainya belum bisa


menerimanya.


"Ayah.. Ibu.. aku sudah membawa


perempuan yang aku sukai, jadi ku mohon.


jangan menjodohkanku dengan siapapun


lagi, aku berusaha membuat dia


mencintaiku." Jawab Maulana, Melissa hanya


terdiam, dia masih trauma dengan


pernikahan nya. Suami nya yang dulu


begitu baik dan menyayangi nya bisa


berbuat seperti itu hanya dalam waktu


tidak sampai sepuluh tahun pernikahan


mereka.


Kalau dilihat -lihat saat ini, Melissa tidak lagi


seperti seorang ibu yang mempunyai tiga


orang anak, Usianya masih 28 tahun, pada


usia inilah seorang wanita akan terlihat

__ADS_1


sangat sempurna, Orang tua Maulana pun


mengakui hal itu.


" Kami tak akan keberatan, jika itu yang


menjadi bahan pertimbanganmu" Kata Ibu


Maulana lagi.


Mendengar itu Maulana amat lega. Orang tua


Maulana tidak ingin mengecewakan anak


mereka, Maulana bisa dikatakan tidak pernah


meminta apapun pada mereka, bisa


dikatakan kalau ini adalah permintaan


pertama putra mereka.


Setelah beberapa lama, dan setelah mereka


makan malam.. akhirnya Maulana kembali


membawa Melissa pulang ke Apartemen nya.


"Apa kalian tinggal bersama?" Tanya Ibunya


khawatir.


"Tidak mungkin ibu, kami tak akan


mungkin melakukan hal itu" Kata Maul kaget


karna ibunya berfikir seperti itu.


" Ooo Syukurlah " Kata Ibunya lega.


Setelah mereka sampai di apartemen Melissa,


Melissa menyuruh anak-anaknya tidur, karna


dia ingin berbicara dengan Maulana.


"kenapa kau tidak memberi tahuku?" Kata


Melissa kesal.


"Jika aku memberitahumu, kau tak akan


melakukan itu, kemarin aku di jodohkan,


seandainya aku tidak membawamu hari ini,


mereka akan memaksaku menerima


perjodohan ini. Maafkan aku... " Maulana


menatap Melissa lembut.


" Melissa.. besok pengasuh anakmu akan


datang, aku sudah mencarikan yang terbaik


untukmu, aku bisa pastikan itu, jadi... Anwar


tak perlu lagi berada di tempat penitipan


anak, Umar dan Evan bisa langsung


pulang ke rumah sepulang sekolah. " Kata


Maulana lagi.


"Terima kasih banyak " Kata Melissa lega.


Besok harinya pengasuh anak Melissa memang datang seperti yang di katakan Maulana. Melissa memanggil perempuan tua itu dengan sebutan ibu, sehingga perempuan tua itu merasa canggung. Melissa juga mengajarkananak-anaknya untuk memanggil nya nenek.


"Ibu... disini ibu hanya akan menjaga anak-


anakku saja, soal masakan, itu adalah


urusanku, begitu juga dengan pakaian,


biasanya akan ada orang yang akan datarng


menjemputnya, jadi ibu tak usah


mengerjakannya. " Kata Melissa.


Maulana dari hari ke hari mulai mendekatkan diri kepada putra-putra Melissa. Dia selalu membawakan mainan dan makanan untuk mereka, dan di hari libur, Maulana juga membawa mereka pergi rekreasi.


Anwar sangat menyukai Maul, bahkan bocah

__ADS_1


itu mengira itu adalah ayahnya, karna dia


memang bisa di katakan tidak mengenal


sosok ayahnya selama ini.


Beberapa hari kemudian, Melissa menerima


sebuah kiriman bunga yang diantarkan ke


kantornya, setelah dia membaca kartu


namanya.. ternyata dari Kevin, dia


tersenyum kecut melihat itu, ini adalah


bunga pertama yang di terimanya setelah


mereka menikah, kenapa laki-laki ini


mengiriminya bunga saat ini? dia tak akan


luluh hanya dengan sebuah bunga, malahan


Melissa semakin kesal karna ulahnya. Melissa


menelfon Kevin, tekadnya semakin kuat


untuk berpisah dari Kevin, karna dia


merasa semakin tidak nyaman dengan


Ulahnya.


Kevin menerima telfon dari nomor yang


tak di kenal, begitu dia mendengar suara


Melissa, dia pun tersernyum, dia berfikir Melissa senang menerima bunga darinya.


"Sayang.. apa kau telah menerima bunga


dariku? " tanya Kevin gembira.


"Kapan kau mengurus perceraian kita? "


Tanya Melissa. Mendengar itu Kevin kaget dan


berkata...


"Aku tak akan menceraikanmu. Melissa... aku


benar-benar minta maaf... aku tak akan


mengulanginya lagi, aku janji. ku mohon...


kembalilah padaku. " pinta Kevin.


"Jika kau tak punya waktu, biar aku yang


akan mengurusnya, tolong berikan saja


surat nikah ku, kemana aku bisa


mengambilnya?" tanya Melissa, dia berusaha


lembut, namun tetap tegas, hal ini membuat Kevin semakin tertekan.


" Kita tidak bisa membicarakannya di


telfon, kita harus bertemu, aku akan


ke apartemenmu malam ini" kata Kevin.


"Aku tak ingin anak-anak melihat


pertengkaran kita." Kata Melissa.


"Bagaimana jika kerumah kita? Aku akan


menunggumu dirumah" kata Kevin lagi.


"Tidak terima kasih.. kurasa tak ada yang


perlu dibicarakan lagi, cukup berikan saja


surat nikahku, aku tak akan merepotkanmu. " Kata Melissa lagi.


"Temui aku di restoran lampion pukul


delapan malam aku akan menyerahkannya


di sana" kata Kevin, lalu menutup telfonnya.


Dia ingin menjebak Melissa malam ini, agar

__ADS_1


istrinya itu mau mengurungkan niatnya


untuk bercerai darinya.


__ADS_2