MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 13 : Fasilitas Kantor.


__ADS_3

Melissa tak menjawab perkataan Kevin, tapi


dia segera menarik tangannya yang di


pegang Kevin. Kevin malah lebih


mengeratkan genggaman tangannya,


merasa tak mampu melawan Melissa berkata.


"Bisa tolong lepaskan tanganku? " Dia


masih berusaha berkata sopan di depan


anak-anaknya.


"Demi anak-anak, kembalilah padaku. "


Katanya dengan nada memohon.


"Kau jangan khawatir, aku akan membawa


mereka, jika kau izinkan, aku akan


membawa mereka sekararng, aku sanggup


membiayai mereka, jangan khawatirkan lagi


tentang makanan mereka, kau lihatkan?


aku bisa membawakan makanan untuk


mereka hampir setiap harinya? " Kata Melissa


ketus, meski semua makanan itu adalah


hasil ngutang sama Alice, tapi dia akan


melunasinya setelah gajian ini.


Melissa pun telah mulai mencari tempat


tinggal baru, namun belum menemukannya, meskipun Alice tak keberatan dia tinggal


di rumahnya yang cukup besar, tapi Melissa


tak ingin terlalu merepotkan sahabatnya


ini.


"Aku tak ingin kau membawa mereka, jika


ingin bersama mereka kembalilah padaku"


Kata Kevin dengan nada memaksa.


"Aku tak bisa, aku tak siap berbagi dengan


siapapun. apapun kesalahanmu bisa ku


maafkan, kecuali yang satu ini, aku tak


bisa." Jawab Melissa. perempuan itu tampak


mulai emosi. Dia menarik tangan nya


sedikit lebih keras lagi, sehingga Kevin


melepaskan genggaman itu.


Dia ingat, apapun kesalahannya, Melissa selalu


memaafkannya. meski dia sering marah-


marah, jarang bantu ngurus anak, bahkan


saat uang jajan sedikit diberikannya,


Melissa pun tidak pernah komplen, Melissa tetap tersenyum dan bersyukur menerima uang


yang tak sebanding dengan yang dia


simpan untuk pribadinya sendiri.


Melissa bahkan tak pernah menuntut untuk


dicarikan pembantu meski dia sangat sibuk


mengurus anak-anak mereka.


" Melissa... aku janji, aku akan berubah, kita


akan seperti dulu lagi. " Bujuk Kevin.


" Tapi saat ini aku ingin bekerja, aku tak


ingin terlalu menggantungkan hidup


dengan orang lain " Jawab Melissa.


"Aku tak akan melarang apapun


keinginanmu" Kata Kevin.


"Tapi aku tak ingin lagi bersamamu, kau


boleh mengurus perceraian kita, jika kau


tak ada waktu, aku yang akan mengurusnya, jadi kau bisa bebas kan? " Kata Melissa sambil berlalu.


Kevin segera menghadang Melissa.


"Aku tak akan menceraikanmu" Katanya


dengan nada sedikit bergetar.

__ADS_1


" Aku akan mengurusnya sendiri" Jawab


Melissa lagi.


"Bagaimana dengan mereka? apa kau akan


membiarkan mereka tumbuh tanpa orang


tua yang lengkap?" tanya Kevin lagi.


"Aku lebih tak ingin melihat mereka


tumbuh dengan orang tua yang berlebih"


kata Melissa lagi, kemudian dia berlalu, Kevin


tidak mengejar nya, karna Melissa kelihatan


sangat marah, dia takut, jika terlalu


memaksa, Melissa malah akan benar-benar


mengurus perceraian mereka.


Jika Melissa tidak mau kembali dengan cara


baik-baik, terpaksa aku akan melakukan


dengan jalan lain' Batin Kevin.


•••


Melissa telah sampai kembali ke rumah Alice.


Gadis itu telah menunggunya di teras depan.


Kau habis menemui anak-anakmu?"


Tanya Alice.


"Iya.. " Jawab Melissa lirih.


"Ada apa? " Alice bingung karna melihat


Melissa tampak lelah, tak seperti biasanya, dia


akan tampak cerah setelah bertemu


dengan ketiga buah hatinya.


" Aku bertemu Kevin " Jawabnya singkat.


"Oo.. pantas" Kata Alice sedikit kesal.


Melissa menceritakan semua kejadian tadi.


Alice tampak kesal mendengarnya lalu


marah-marah sendiri.


memperlakukan wanita semaunya, dipikir


mudah apa, menerima penghinaan seperti


ini?. Kau tak boleh lagi kembali padanya, ''


Melissa hanya terdiam mendengar perkataan


Alice.


Dia memang tak ingin lagi kembali pada


Kevin, tapi dia juga ingin ketiga anaknya


mempunyai orang tua yang lengkap.


" Kau kenapa? apa kau masih ingin


mempertahankan pernikahanmu? " Tanya


Alice sedikit cemas.


" Aku hanya memikirkan ketiga anak-


anakku, mereka pasti butuh kehadiran


seorang ayah. " Jawab Melissa sambil


tertunduk.


" Jangan kau katakan kau ingin kembali, aku


tak mau dengar. " Kata Alice sambil menutup


telinganya.


" Apa selama ini dia peduli padamu? " Tanya


Alice lagi.


" Sebenarnya dia sangat baik dulunya, tapi


hanya dalam satu tahun terakhir dia


berubah. sebenarnya dalam dua tahun


terakhir aku juga sudah merasakan


perubahan itu, tapi tidak begitu setara."


Jawab Melissa lagi.


Tiba-tiba ponsel Melissa berdering, Maulana


menelfonnya.

__ADS_1


" Ya Pak? " kata Melissa, dia tak ingin Alice


mengetahui tentang kedekatan mereka,


takut Maul akan malu.


" Apa kita masih di kantor dan di depan


teman-temanmu? " Tanya Maul.


" Oo... Ya Pak aku sedang bersama Alice. "


Jawab Melissa tak nyambung.


"Bisa kita bertemu? Aku mendapatkan


sebuah apartemen untukmu, tak jauh dari


kantor, kau boleh membawa Alice jika kau


mau, aku akan mengirimkan alamatnya."


Kata Maulana lagi. lalu mengakhiri panggilan,


dan mengirimkan alamatnya pada Melissa.


"Ada apa?" Tanya Alice.


"Pak Maulana menemukan tempat tinggal


untukku. Dia ingin kita ke sana untuk melihat. " Kata Melissa sambil menunjukkan alamatnya.


" Apartemen ini sangat bagus Iho, dekat


dengan kantor. Tapi... Apa kau benar-benar


akan meninggalkanku? " Tanya Alice sedih.


"Aku akan membawa anak-anakku bersamaku, aku tak ingin merepotkanmu. " Kata Melissa.


"Aku benar-benar merasa tak direpotkan"


Jawab Alice.


Melissa hanya memeluk sahabatnya itu.


"Aku tau, terima kasih banyak " Kata Melissa.


"Apa kau mau mengantarkan ku? " Pinta


Melissa.


" Tentu saja aku mau" Jawab Alice.


Mereka segera meluncur ke alamat


tersebut. Melissa tak menyangka Apartemen


itu begitu bagus, 'pasti akan sangat mahal'


Batinnya.


Maulana telah menunggu mereka dan


menunjukkan ruangan untuk Melissa.


" Berapa harga sewanya Pak?" Tanya Melissa


sedikit cemas.


"Jangan khawatir. ini fasilitas kantor, " Kata


Maul sambil menyerahkan kunci Apartemen


dan sebuah kunci lainnya, seperti sebuah


kunci mobil.


"Ini.. apa? " Tanya Melissa tak paham.


"Mobilmu, kau bisa menemukannya di


parkiran bawah ini juga fasilitas kantor."


Jawab Maul.


" Tapi apa tak terlalu berlebihan?" Tanya


Melissa sedikit canggung.


"Kau pantas menerimanya." Jawab Maul lagi.


Melissa tak bisa berkata apa-apa, Dia hanya


memandang Alice.


" Ucapkan terima kasih. " kata Alice sambil


senyum dan menepuk-nepuk bahu Melissa.


"Terima kasih Pak" Jawab Melissa haru.


Maul hanya menjawabnya dengan anggukan


kepala, dia sangat bersyukur Melissa mau


menerima pemberiannya, meskipun dia


mengatas namakan sebagai fasilitas kantor,


jika dia mengatakan itu dari pribadinya, dia


yakin Melissa tak akan mau menerima semua


itu.

__ADS_1


__ADS_2