
Sekarang, gadis yang dulu dicintainya telah
kembali lagi padanya, meski dengan status
sangat berbeda, tidak menjadi masalah
baginya, karna dia mencintai Melissa tanpa
syarat.
" Ada yang bisa di bantu Tuan?" Pertanyaan
pelayan toko itu mebuyarkan lamunannya.
"Tolong pilihkan sepatu yang terbaik
untuknya " kata Maulana.
"Baik.. " Kata pelayan toko itu dan
memberikan beberapa rekomendasi pada
Melissa, sepatu itu terlihat indah di kakinya.
"Aku ambil semua yang di cobanya" kata
Maulana sambil menyerahkan kartu kreditnya
lagi.
"Apa? Ngga, nggak pak, cukup satu saja, aku
nggak mau" kata Melissa serius.
"Aku tidak keberatan" kata Maulana singkat.
"Pokoknya aku nggak mau. Yang ini aja
mbak." Kata Melissa sambil menyerahkan
sebuah sepatu.
Melihat itu Maulana tak bisa memaksanya
lagi.
Setelah mereka keluar toko itu, ternyata
hari sudah malam. dengan masih merasa
canggung, Melissa tetap mengikuti Maulana.
"Pak.. terima kasih banyak " kata Melissa ketika mereka sedang makan malam.
"Kembalilah padaku". Kata Maulana dengan
tatapan sayu penuh harap. Mendengar itu
Melissa kaget dan sekali lagi dia berkata..
"Apa?" Tapi jawaban Maulana kali ini bukan
menyuruhnya memeriksakan telinganya
melainkan..
" Ku ingin kau kembali "
Seakan tak percaya dengan apa yang
didengarnya, Melissa mencubit pipinya
meyakinkan dia tidak bermimpi.
''Kembali padanya? Kapan aku pernah
bersamanya'' Batin Melissa.
Melihat Melissa yang bingung, Maulana
meluruskan rambutnya ke depan,
mengancingkan buah bajunya sampai ke
atas, dan membuka jasnya, lalu dia
mengeluarkan kaca mata bundar dari saku
bajunya.
" Kau ingat aku? "Tanya Maulana lagi.
Melissa kaget, dia mengingat gaya itu.. "Maul.." katanya lirih.
Hanya saja pria didepannya ini bukan pria
kurus ceking lagi, tapi pria yang
mempunyai tubuh sempurna dengan dada
bidang dan perut rata, Melissa benar-benar
merasa bermimpi, dia mencoba mencubit
dirinya berkali - kali, tapi dia tetap merasa
sakit setiap kali dia mencubit dirinya,
__ADS_1
melihat itu Maulana berkata..
"Kau tidak bermimpi, aku nyata,
mangkanya tadi aku menyuruhmu
memanggilku Maul. " jawab Maulana sambil
membuka kaca matanya dan merapikan
penampilannya kembali.
" Melissa. bisakah kita kembali lagi, meski kau
tidak pernah menganggap aku pacarmu,
tapi bagiku kau adalah kekasihku, dulu aku
terlalu bodoh , tidak berani menyatakan
perasaanku, sekarang, aku tak ingin
kehilanganmu lagi" Kata Maulana.
Melissa hanya diam, tak mungkin dia akan
menjalin hubungan dengan Maulana karna
statusnya saat ini.
" Aku tidak pantas untukmu, kau tau, aku
ibu dari tiga orang anak, sementara kamu
seorang pria lajang, mapan, tampan, pasti
banyak wanita cantik yang berharap jadi
pendampingmu, sementara aku.. suamiku
saja ingin membuangku, kenapa kau malah
ingin memungutku? " Tanya Melissa, Dia
hampir menangis mengingat ketika
suaminya membuangnya.
" Bukankah sudah kukatakan, aku
mencintaimu tanpa syarat. Bisakah kau
kembali padaku? "Ulang Maulana.
"'Statusku masih istri orang" Jawab Melissa
"Aku akan menunggu, sampai kau benar-
benar bebas, kita akan membawa anak-
anakmu" Kata Maulana lagi.
" Itu butuh waktu yang lama, aku tidak
ingin kamu menanti sia-sia" Jawab Melissa.
"Aku sudah menantimu sepuluh tahun
lebih, tak masalah bagiku untuk beberapa
saat lagi, atau... jika kau masih ingin
kembali lagi dengan suamimu.. aku tak bisa
memaksamu.
"Tak akan" Jawab Melissa dengan nada marah,
dia benar-benar tidak bisa memaafkan
perilaku suaminya itu.
•••
Di kediaman Kevin, pria ini merasa tidak
tenang, dia membayangkan Melissa dengan
pria lain selama beberapa hari ini, meskipun
dia tau Melissa tak akan berbuat macam-
macam, tapi dia tidak bisa tenang. Dia tidak
tau dimana Melissa tinggal saat ini, dia juga
tidak tau dimana Melissa bekerja.
Kevin tak pernah segalau ini sebelumnya,
dia tidak pernah membayangkan Melissa akan
berada di sisi orang lain sebelumnya, karna
Melissa selalu ada di rumah selama ini, Kevin
sadar, sudah sangat lama dia tidak pernah
__ADS_1
mengajak Melissa pergi berwisata, Jadi sudah
sangat lama dia tidak pernah melihat Melissa
dandan, Andai saja dulu dia menggunakan
semua uangnya untuk keluarganya
mungkin keluargarnya tak seperti sekarang,
mungkin dia yang akan menikmati
kecantikan Melissa, tapi dia rela
menghabiskan uangnya puluhuan juta
rupiah demi wanita lain.
melihat Kevin yang sedang duduk, Diana
mendekatinya, maklum... besok tanggal
gajian Kevin, jadi dia ingin membuat Kevin
senang malam ini, tapi sepertinya Kevin
kehilangan seleranya.
•••
Melissa masih ada di restoran itu, tiba-tiba
Alice menelfon...
"Melissa... kamu sedang apa sekarang."
"Makan malam " Jawab Melissa.
"Apa? makan malam? apa saja yang kau
makan? kenapa kau makan tak bilang-
bilang, apa saja menumu?" Melissa kelihatan
malu, karna diomeli Alice, melihat wajah
Melissa, Maulana jadi tertarik mengetahui
obrolan mereka. Dia ikut mnenempelkan
kupingnya dekat telfon genggam Melissa, Melissa ingin menjauhkannya, tapi Maulana
memegang tangannya, Maulana jadi tau kalau
Melissa sedang dipantau Alice dalam soal
makanan, lalu dia mengambil ponsel Melissa
dan berkata..
" Halo Alice.."
Alice kaget, tak menyangka kalau Maulana
akan menelfonnya.
" Pak.. maaf.. aku tak akan ganggu lagi"
"Tidak, tidak apa-apa, boleh aku tau, menu
apa saja yang boleh dimakan dan tidak
boleh di makan Melissa?" Tanya Maulana.
Dengan sedikit gugup Aliece memberi tau..
"Dia boleh makan daging, ikan, ayam, telur,
malam ini, tapi nggak pake nasi, gak boleh
minum yang manis-manis,dan... bla bla bla..."
Maulana benar-benar memperhatikan
perkataan Alice.
" Terima kasih Alice " Kata Maulana lagi.
Maulana melihat isi piring Melissa, kebetulan
mereka belum mulai memakan hidangan
itu, Maulana menyisihkan makanan
pantangan yang di katakan Alice tadi, Melissa
benar-benar terpana, ternyata dia punya
dua orang pengawas saat ini.
"Baiklah kau boleh makan itu" Kata Maulana
lagi.
"Terma kasih" Hanya itu yang di ucapkan
Melissa saat ini.
__ADS_1