MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 09 : Ku ingin kau kembali.


__ADS_3

Sekarang, gadis yang dulu dicintainya telah


kembali lagi padanya, meski dengan status


sangat berbeda, tidak menjadi masalah


baginya, karna dia mencintai Melissa tanpa


syarat.


" Ada yang bisa di bantu Tuan?" Pertanyaan


pelayan toko itu mebuyarkan lamunannya.


"Tolong pilihkan sepatu yang terbaik


untuknya " kata Maulana.


"Baik.. " Kata pelayan toko itu dan


memberikan beberapa rekomendasi pada


Melissa, sepatu itu terlihat indah di kakinya.


"Aku ambil semua yang di cobanya" kata


Maulana sambil menyerahkan kartu kreditnya


lagi.


"Apa? Ngga, nggak pak, cukup satu saja, aku


nggak mau" kata Melissa serius.


"Aku tidak keberatan" kata Maulana singkat.


"Pokoknya aku nggak mau. Yang ini aja


mbak." Kata Melissa sambil menyerahkan


sebuah sepatu.


Melihat itu Maulana tak bisa memaksanya


lagi.


Setelah mereka keluar toko itu, ternyata


hari sudah malam. dengan masih merasa


canggung, Melissa tetap mengikuti Maulana.


"Pak.. terima kasih banyak " kata Melissa ketika mereka sedang makan malam.


"Kembalilah padaku". Kata Maulana dengan


tatapan sayu penuh harap. Mendengar itu


Melissa kaget dan sekali lagi dia berkata..


"Apa?" Tapi jawaban Maulana kali ini bukan


menyuruhnya memeriksakan telinganya


melainkan..


" Ku ingin kau kembali "


Seakan tak percaya dengan apa yang


didengarnya, Melissa mencubit pipinya


meyakinkan dia tidak bermimpi.


''Kembali padanya? Kapan aku pernah


bersamanya'' Batin Melissa.


Melihat Melissa yang bingung, Maulana


meluruskan rambutnya ke depan,


mengancingkan buah bajunya sampai ke


atas, dan membuka jasnya, lalu dia


mengeluarkan kaca mata bundar dari saku


bajunya.


" Kau ingat aku? "Tanya Maulana lagi.


Melissa kaget, dia mengingat gaya itu.. "Maul.." katanya lirih.


Hanya saja pria didepannya ini bukan pria


kurus ceking lagi, tapi pria yang


mempunyai tubuh sempurna dengan dada


bidang dan perut rata, Melissa benar-benar


merasa bermimpi, dia mencoba mencubit


dirinya berkali - kali, tapi dia tetap merasa


sakit setiap kali dia mencubit dirinya,

__ADS_1


melihat itu Maulana berkata..


"Kau tidak bermimpi, aku nyata,


mangkanya tadi aku menyuruhmu


memanggilku Maul. " jawab Maulana sambil


membuka kaca matanya dan merapikan


penampilannya kembali.


" Melissa. bisakah kita kembali lagi, meski kau


tidak pernah menganggap aku pacarmu,


tapi bagiku kau adalah kekasihku, dulu aku


terlalu bodoh , tidak berani menyatakan


perasaanku, sekarang, aku tak ingin


kehilanganmu lagi" Kata Maulana.


Melissa hanya diam, tak mungkin dia akan


menjalin hubungan dengan Maulana karna


statusnya saat ini.


" Aku tidak pantas untukmu, kau tau, aku


ibu dari tiga orang anak, sementara kamu


seorang pria lajang, mapan, tampan, pasti


banyak wanita cantik yang berharap jadi


pendampingmu, sementara aku.. suamiku


saja ingin membuangku, kenapa kau malah


ingin memungutku? " Tanya Melissa, Dia


hampir menangis mengingat ketika


suaminya membuangnya.


" Bukankah sudah kukatakan, aku


mencintaimu tanpa syarat. Bisakah kau


kembali padaku? "Ulang Maulana.


"'Statusku masih istri orang" Jawab Melissa


"Aku akan menunggu, sampai kau benar-


benar bebas, kita akan membawa anak-


anakmu" Kata Maulana lagi.


" Itu butuh waktu yang lama, aku tidak


ingin kamu menanti sia-sia" Jawab Melissa.


"Aku sudah menantimu sepuluh tahun


lebih, tak masalah bagiku untuk beberapa


saat lagi, atau... jika kau masih ingin


kembali lagi dengan suamimu.. aku tak bisa


memaksamu.


"Tak akan" Jawab Melissa dengan nada marah,


dia benar-benar tidak bisa memaafkan


perilaku suaminya itu.


•••


Di kediaman Kevin, pria ini merasa tidak


tenang, dia membayangkan Melissa dengan


pria lain selama beberapa hari ini, meskipun


dia tau Melissa tak akan berbuat macam-


macam, tapi dia tidak bisa tenang. Dia tidak


tau dimana Melissa tinggal saat ini, dia juga


tidak tau dimana Melissa bekerja.


Kevin tak pernah segalau ini sebelumnya,


dia tidak pernah membayangkan Melissa akan


berada di sisi orang lain sebelumnya, karna


Melissa selalu ada di rumah selama ini, Kevin


sadar, sudah sangat lama dia tidak pernah

__ADS_1


mengajak Melissa pergi berwisata, Jadi sudah


sangat lama dia tidak pernah melihat Melissa


dandan, Andai saja dulu dia menggunakan


semua uangnya untuk keluarganya


mungkin keluargarnya tak seperti sekarang,


mungkin dia yang akan menikmati


kecantikan Melissa, tapi dia rela


menghabiskan uangnya puluhuan juta


rupiah demi wanita lain.


melihat Kevin yang sedang duduk, Diana


mendekatinya, maklum... besok tanggal


gajian Kevin, jadi dia ingin membuat Kevin


senang malam ini, tapi sepertinya Kevin


kehilangan seleranya.


•••


Melissa masih ada di restoran itu, tiba-tiba


Alice menelfon...


"Melissa... kamu sedang apa sekarang."


"Makan malam " Jawab Melissa.


"Apa? makan malam? apa saja yang kau


makan? kenapa kau makan tak bilang-


bilang, apa saja menumu?" Melissa kelihatan


malu, karna diomeli Alice, melihat wajah


Melissa, Maulana jadi tertarik mengetahui


obrolan mereka. Dia ikut mnenempelkan


kupingnya dekat telfon genggam Melissa, Melissa ingin menjauhkannya, tapi Maulana


memegang tangannya, Maulana jadi tau kalau


Melissa sedang dipantau Alice dalam soal


makanan, lalu dia mengambil ponsel Melissa


dan berkata..


" Halo Alice.."


Alice kaget, tak menyangka kalau Maulana


akan menelfonnya.


" Pak.. maaf.. aku tak akan ganggu lagi"


"Tidak, tidak apa-apa, boleh aku tau, menu


apa saja yang boleh dimakan dan tidak


boleh di makan Melissa?" Tanya Maulana.


Dengan sedikit gugup Aliece memberi tau..


"Dia boleh makan daging, ikan, ayam, telur,


malam ini, tapi nggak pake nasi, gak boleh


minum yang manis-manis,dan... bla bla bla..."


Maulana benar-benar memperhatikan


perkataan Alice.


" Terima kasih Alice " Kata Maulana lagi.


Maulana melihat isi piring Melissa, kebetulan


mereka belum mulai memakan hidangan


itu, Maulana menyisihkan makanan


pantangan yang di katakan Alice tadi, Melissa


benar-benar terpana, ternyata dia punya


dua orang pengawas saat ini.


"Baiklah kau boleh makan itu" Kata Maulana


lagi.


"Terma kasih" Hanya itu yang di ucapkan


Melissa saat ini.

__ADS_1


__ADS_2