
•••
Pukul 07.30 malam
Melissa berangkat dari rumahnya menuju
tempat yang di katakan Kevin, dia berharap
Kevin benar-benar akan memberikan buku
nikahnya itu.
Sementara Kevin telah berada di restoran
itu, dia berbicara dengan seorang pelayan,
agar memasukkan obat tidur dalam
minuman perempuan yang nanti akan
bicara dengannya, awalnya pelayan itu
tidak berani, dia tidak ingin mencelakakan
seseorang, tapi Kevin meyakinkan bahwa
perempuan itu adalah istrinya, dan
menunjukkan surat nikahnya pada pelayan
restoran itu. Dia mengatakan akan
memberikan kejutan pada istrinya untuk
merayakan hari pernikahan mereka. Hal ini
memang benar, ini adalah ulang tahun
pernikahan mereka yang ke sepuluh.
Akhirnya pelayan itu setuju untuk
membantunya terlebih setelah melihat
tanggal pernikahan itu.
Untuk berjaga-jaga, Kevin juga sudah
menyiapkan sapu tangan yang di berinya
obat bius, andaikan Melissa tidak mau
meminum minuman itu nantinya itu
merupakan rencana cadangannya.
Dia juga sengaja memilih tempat duduk di
lesehan luar paling ujung yang berada di
dekat parkiran, mobilnya pun telah di
parkirnya dekat dengan pondok lesehan
tersebut, ini juga bertujuan untuk memudahkan rencananya untuk membawa Melissa ke dalam mobilnya. Dia benar-benar telah memikirkan semuanya.
Tak berapa lama kemudian Melissa datang, dia
menelfon Kevin, dan mengetahui kalau
Kevin sudah berada di salah satu lesehan
yang ada di luar, dia dapat melihat mobil
Kevin yang terparkir di samping pondok
lesehan itu, dan Kevin ada di dalamnya.
Ketika Melissa akan keluar mobilnya,
ponselnya berdering karna di telfon oleh Maul.
"Melissa... kamu ada di mana? " tanyanya cemas.
"Restoran lampion, aku akan menemui
Kevin, dia akan memberikan surat nikahku" Jawab Melissa
"Kau belum bertemu dia kan?" Kata Maulana
penuh harap.
"Belum, aku baru nyampe, tapi aku sudah
melihatnya, aku akan segera menemuinya" Kata Melissa sambil membuka pintu mobilnya.
" Tunggu dulu, ku mohon, aku akan ke sana,
aku akan mengawasimu dari jauh, begitu
aku sampai, kau boleh menemuinya, bagaimana jika dia berbuat yang tidak-tidak
padamu?" Kata Maulana sambil membuka
pintu mobilnya, dia akan meluncur ke
tempat Melissa berada.
Melissa merasa kekhawatiran Maulana bisa saja terjadi, jadi dia menunggu beberapa saat,
sampai Maulana tiba di sana.
Setelah sampai di lokasi, Maulana menghubungi Melissa.
__ADS_1
"Aku telah sampai, aku melihat mobilmu
dimana dia?" Tanya Maul yang masih berbicara melalui telfon.
"Di pondok lesehan paling ujung, mobilnya
ada di dekat sana" kata Melissa.
Maulana sedikit khawatir, kenapa dia memilih
tempat di dekat mobilnya terparkir, Maul
pun memarkir mobilnya di dekat mobil
Kevin dan bisa melihat mereka nantinya di
sana. dia duduk diam di sana sambil
memperhatikan Kevin yang sedang duduk
di dalam sana.
"Kau boleh turun sekarang " Kata Maulana
lagi.
Melissa sengaja menjalankan mobilnya
kembali, dan berpindah parkiran, dia
sengaja agar Kevin melihatnya seolah -olah
baru sampai.
Kevin terpesona melihat Melissa, wanita itu
benar-benar kelihatan anggun, dia
kelihatan lebih ramping dari terakhir
mereka bertemu hampir sebulan yang lalu,
Melissa memakai baju warna merah marun
dan rok span hitam sepanjang lutut,
rambutnya yang di ikat, tergerai indah, Melissa
tidak sempat mengganti pakaiannya
sepulang dari kantornya. 'Bagaimana bisa
dia bisa berubah sejauh ini dalam waktu
hampir dua bulan?' Batin Kevin.
Melissa berdiri di luar pondok lesehan itu, dia
"Apa kau tak mau masuk dan duduk
sebentar? kita makan malam dulu" tanya
Kevin.
"Aku tak bisa lama-lama, anak-anakku
menungguku di rumah" kata Melissa.
"Tak akan lama, begitu selesai makan, aku
akan memberikan yang kau inginkan" Kata
Kevin lembut.
Karna tak ingin berdebat, akhirnya Melissa
masuk, Kevin memberi isyarat pada
pelayan bahwa mereka akan memesan
makanan. pelayan itupun segera datang
dan mencatat pesanan mereka.
Melissa sengaja hanya memilih soup iga, karna
hanya itu menu yang ada di sana yang
sesuai dengan menu dietnya.
"Sayang.. apakah kamu benar-benar telah
pasti untuk mengakhiri semua?" Katanya
seolah-olah dia seorang yang teraniaya.
"Bukankah itu yang kau inginkan? " Tanya
Melissa lagi.
"Yang aku inginkan kita seperti dulu, bukan
seperti ini" Kata Kevin.
"Bukankah dulu sudah ku katakan? aku tak
bisa memaafkan jika kau berselingkuh, apa
kau lupa? aku yakin kau lupa, bahkan
setahun ini kau mungkin lupa bahwa kau
memiliki kami. "Kata Melissa.
__ADS_1
Tiba-tiba Kevin memegang tangannya,
Melissa kaget dan segera menarik tangannya,
tapi genggaman Kevin terlalu kuat, Maulana
melihat hal itu, dia merasa amat kesal dan
ingin menonjok Kevin, tapi saat ini dia
masih belum bisa marah pada laki-laki itu,
karna status mereka masih suami istri,
kadang dia merasa sedih akan nasibnya
sendiri, karna merasa seperti pria
simpanan yang ingin merebut istri orang,
tapi.. bukankan Melissa telah di talak? Dan
Melissa belum bersedia untuk rujuk? Dalam
agama mereka, saat ini Melissa dalam status
masa idah.
Dia juga bukan penyebab hancurnya rumah
tangga Melissa, sebab Melissa berpisah sebelum bertemu lagi dengan dirinya.
"Bisa tolong lepaskan tanganku?" Kata
Melissa kesal sambil terus menarik tangannya,
dia merasa jijik dengan sentuhan Kevin,
karna dia membayangkan tangan itu telah
menyentuh tubuh orang lain.
"Aku masih suamimu! "Kata Kevin lagi.
"Tapi aku belum menerima mu lagi, kita
belum rujuk, dan masa idahku tidak sampai
dua bulan lagi , hanya sebulan sepuluh hari
lagi" Kata Melissa kesal.
Maulana yang berada di dalam mobil hanya
bisa melihat wajah kesal Melissa tanpa bisa
mendengar pembicaraan mereka.
Mendengar perkataan Melissa, Kevin terdiam,
dia tak menyangka akan serumit ini. talak
yang dia ucapkan saat itu ternyata akan
berakibat seperti ini. Dia bisa mengucapkan
talak sekehendak hatinya, tapi dia lupa
kalau rujuk harus sesuai keinginan istrinya.
"Boleh aku memintanya sekarang?" kata
Melissa lagi.
"Temani aku makan dulu" kata Kevin lagi.
"Jika memang keputusanmu sudah bulat,
aku tak bisa berkata apa-apa lagi, apakah
anak-anak kita nantinya harus kehilangan
salah seorang sosok orang tua nya?" Tanya
Kevin lagi.
"Tidak... yang bercerai hanya suami istri,
bukan ibu dan ayah, jika kau masih ingin
menemui mereka, aku tak akan melarang"
jawab Melissa.
"Aku ingin buku nikah ku sekarang". pinta
Melissa.
Kevin mengeluarkan buku itu dengan
wajah sedih, tapi Melissa tak terpengaruh
dengan raut wajah Kevin, dia tak percaya
kalau Kevin akan menyesal.
Kevin sengaja memberikan buku itu agar
Melissa menjadi tenang. sebentar lagi dia
bisa mendapatkan buku itu kembali,
sekalian dengan orangnya.
__ADS_1