MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 22 : Yang bercerai hanya suami istri, bukan ibu dan ayah.


__ADS_3

•••


Pukul 07.30 malam


Melissa berangkat dari rumahnya menuju


tempat yang di katakan Kevin, dia berharap


Kevin benar-benar akan memberikan buku


nikahnya itu.


Sementara Kevin telah berada di restoran


itu, dia berbicara dengan seorang pelayan,


agar memasukkan obat tidur dalam


minuman perempuan yang nanti akan


bicara dengannya, awalnya pelayan itu


tidak berani, dia tidak ingin mencelakakan


seseorang, tapi Kevin meyakinkan bahwa


perempuan itu adalah istrinya, dan


menunjukkan surat nikahnya pada pelayan


restoran itu. Dia mengatakan akan


memberikan kejutan pada istrinya untuk


merayakan hari pernikahan mereka. Hal ini


memang benar, ini adalah ulang tahun


pernikahan mereka yang ke sepuluh.


Akhirnya pelayan itu setuju untuk


membantunya terlebih setelah melihat


tanggal pernikahan itu.


Untuk berjaga-jaga, Kevin juga sudah


menyiapkan sapu tangan yang di berinya


obat bius, andaikan Melissa tidak mau


meminum minuman itu nantinya itu


merupakan rencana cadangannya.


Dia juga sengaja memilih tempat duduk di


lesehan luar paling ujung yang berada di


dekat parkiran, mobilnya pun telah di


parkirnya dekat dengan pondok lesehan


tersebut, ini juga bertujuan untuk memudahkan rencananya untuk membawa Melissa ke dalam mobilnya. Dia benar-benar telah memikirkan semuanya.


Tak berapa lama kemudian Melissa datang, dia


menelfon Kevin, dan mengetahui kalau


Kevin sudah berada di salah satu lesehan


yang ada di luar, dia dapat melihat mobil


Kevin yang terparkir di samping pondok


lesehan itu, dan Kevin ada di dalamnya.


Ketika Melissa akan keluar mobilnya,


ponselnya berdering karna di telfon oleh Maul.


"Melissa... kamu ada di mana? " tanyanya cemas.


"Restoran lampion, aku akan menemui


Kevin, dia akan memberikan surat nikahku" Jawab Melissa


"Kau belum bertemu dia kan?" Kata Maulana


penuh harap.


"Belum, aku baru nyampe, tapi aku sudah


melihatnya, aku akan segera menemuinya" Kata Melissa sambil membuka pintu mobilnya.


" Tunggu dulu, ku mohon, aku akan ke sana,


aku akan mengawasimu dari jauh, begitu


aku sampai, kau boleh menemuinya, bagaimana jika dia berbuat yang tidak-tidak


padamu?" Kata Maulana sambil membuka


pintu mobilnya, dia akan meluncur ke


tempat Melissa berada.


Melissa merasa kekhawatiran Maulana bisa saja terjadi, jadi dia menunggu beberapa saat,


sampai Maulana tiba di sana.


Setelah sampai di lokasi, Maulana menghubungi Melissa.

__ADS_1


"Aku telah sampai, aku melihat mobilmu


dimana dia?" Tanya Maul yang masih berbicara melalui telfon.


"Di pondok lesehan paling ujung, mobilnya


ada di dekat sana" kata Melissa.


Maulana sedikit khawatir, kenapa dia memilih


tempat di dekat mobilnya terparkir, Maul


pun memarkir mobilnya di dekat mobil


Kevin dan bisa melihat mereka nantinya di


sana. dia duduk diam di sana sambil


memperhatikan Kevin yang sedang duduk


di dalam sana.


"Kau boleh turun sekarang " Kata Maulana


lagi.


Melissa sengaja menjalankan mobilnya


kembali, dan berpindah parkiran, dia


sengaja agar Kevin melihatnya seolah -olah


baru sampai.


Kevin terpesona melihat Melissa, wanita itu


benar-benar kelihatan anggun, dia


kelihatan lebih ramping dari terakhir


mereka bertemu hampir sebulan yang lalu,


Melissa memakai baju warna merah marun


dan rok span hitam sepanjang lutut,


rambutnya yang di ikat, tergerai indah, Melissa


tidak sempat mengganti pakaiannya


sepulang dari kantornya. 'Bagaimana bisa


dia bisa berubah sejauh ini dalam waktu


hampir dua bulan?' Batin Kevin.


Melissa berdiri di luar pondok lesehan itu, dia


"Apa kau tak mau masuk dan duduk


sebentar? kita makan malam dulu" tanya


Kevin.


"Aku tak bisa lama-lama, anak-anakku


menungguku di rumah" kata Melissa.


"Tak akan lama, begitu selesai makan, aku


akan memberikan yang kau inginkan" Kata


Kevin lembut.


Karna tak ingin berdebat, akhirnya Melissa


masuk, Kevin memberi isyarat pada


pelayan bahwa mereka akan memesan


makanan. pelayan itupun segera datang


dan mencatat pesanan mereka.


Melissa sengaja hanya memilih soup iga, karna


hanya itu menu yang ada di sana yang


sesuai dengan menu dietnya.


"Sayang.. apakah kamu benar-benar telah


pasti untuk mengakhiri semua?" Katanya


seolah-olah dia seorang yang teraniaya.


"Bukankah itu yang kau inginkan? " Tanya


Melissa lagi.


"Yang aku inginkan kita seperti dulu, bukan


seperti ini" Kata Kevin.


"Bukankah dulu sudah ku katakan? aku tak


bisa memaafkan jika kau berselingkuh, apa


kau lupa? aku yakin kau lupa, bahkan


setahun ini kau mungkin lupa bahwa kau


memiliki kami. "Kata Melissa.

__ADS_1


Tiba-tiba Kevin memegang tangannya,


Melissa kaget dan segera menarik tangannya,


tapi genggaman Kevin terlalu kuat, Maulana


melihat hal itu, dia merasa amat kesal dan


ingin menonjok Kevin, tapi saat ini dia


masih belum bisa marah pada laki-laki itu,


karna status mereka masih suami istri,


kadang dia merasa sedih akan nasibnya


sendiri, karna merasa seperti pria


simpanan yang ingin merebut istri orang,


tapi.. bukankan Melissa telah di talak? Dan


Melissa belum bersedia untuk rujuk? Dalam


agama mereka, saat ini Melissa dalam status


masa idah.


Dia juga bukan penyebab hancurnya rumah


tangga Melissa, sebab Melissa berpisah sebelum bertemu lagi dengan dirinya.


"Bisa tolong lepaskan tanganku?" Kata


Melissa kesal sambil terus menarik tangannya,


dia merasa jijik dengan sentuhan Kevin,


karna dia membayangkan tangan itu telah


menyentuh tubuh orang lain.


"Aku masih suamimu! "Kata Kevin lagi.


"Tapi aku belum menerima mu lagi, kita


belum rujuk, dan masa idahku tidak sampai


dua bulan lagi , hanya sebulan sepuluh hari


lagi" Kata Melissa kesal.


Maulana yang berada di dalam mobil hanya


bisa melihat wajah kesal Melissa tanpa bisa


mendengar pembicaraan mereka.


Mendengar perkataan Melissa, Kevin terdiam,


dia tak menyangka akan serumit ini. talak


yang dia ucapkan saat itu ternyata akan


berakibat seperti ini. Dia bisa mengucapkan


talak sekehendak hatinya, tapi dia lupa


kalau rujuk harus sesuai keinginan istrinya.


"Boleh aku memintanya sekarang?" kata


Melissa lagi.


"Temani aku makan dulu" kata Kevin lagi.


"Jika memang keputusanmu sudah bulat,


aku tak bisa berkata apa-apa lagi, apakah


anak-anak kita nantinya harus kehilangan


salah seorang sosok orang tua nya?" Tanya


Kevin lagi.


"Tidak... yang bercerai hanya suami istri,


bukan ibu dan ayah, jika kau masih ingin


menemui mereka, aku tak akan melarang"


jawab Melissa.


"Aku ingin buku nikah ku sekarang". pinta


Melissa.


Kevin mengeluarkan buku itu dengan


wajah sedih, tapi Melissa tak terpengaruh


dengan raut wajah Kevin, dia tak percaya


kalau Kevin akan menyesal.


Kevin sengaja memberikan buku itu agar


Melissa menjadi tenang. sebentar lagi dia


bisa mendapatkan buku itu kembali,


sekalian dengan orangnya.

__ADS_1


__ADS_2