
Diana tampak tidak suka akan adanya
orang tua Kevin di sana, apa lagi
membayangkan dia akan bersama kedua
orang tua Kevin di rumah ini sementara
Kevin pergi bekerja, pasti akan sangat
mengerikan.
Akhirnya.. perempuan itu memutuskan
untuk keluar rumah juga, dengan alasan
ada kerjaan. Orang tua Kevin tak peduli,
perempuan itu mau kemana, bahkan nggak
pulang sekalian.
•••
Sore itu, Kevin buru-buru pulang, karna
kedua orang tua nya menunggu di rumah.
Tapi dia tidak menemukan Diana di rumah
itu, ketika di telefon. Diana mengatakan
tak betah ada di rumah, hal itu membuat
Kevin menjadi marah, dan memberi waktu
untuk sampai ke rumah dalam satu jam.
Mereka membiarkan Kevin menyegarkan
diri dahulu, baru menyidang putranya itu.
''Apa kau serius akan meninggalkan Melissa
dan menggantinya dengan perempuan itu?" Tanya Ibunya, beliau berusalha setenang
mungkin.
"Aku tak ingin meninggalkannya Ibu, " Kata
Kevin.
"Tapi ibu tak mengizinkan kau mempunyai
dua orang istri. lebih baik kau lepaskan Melissa
biar dia bisa bebas menemukan pria baik
lainnya". Kata Ibunya masih berusaha
tenang.
"Nggak akan". Kata Kevin dengan suara
bergetar, dia tidak ingin Melissa menjadi milik
orang lain.
" Aku masih mencintainya" Jawabnya lagi.
"Huh.. mencintainya? Lantas wanita itu
bagaimana? perempuan yang kau bawa
untuk menggantikannya, Melissa juga berhak
menggantikanmu dengan pria lain. Kau
tau. satu hati tak bisa memiliki dua cinta,
jika kau mempunyai dua cinta. berarti kau
tak mencintai orang pertama.. jadi ceraikan
Melissa" Di saat itu Diana masuk, dia
tersenyum mendengar perkataan Ibu
Kevin yang menyuruh anaknya untuk
menceraikan Melissa.
"Aku lebih memilih dia dari pada Diana"
Mendengar itu, senyum Diana memudar,
dia merasa amat terhina, karna dia bisa
kalah dari wanita berpenampilan tua itu.
"Kalau begitu tinggalkan perempuan itu
dan jemput istrimu kembali sebelum dia
benar-benar lepas darimu. " Saran Ibunya
tanpa menghiraukan perempuan yang
berdiri terpaku di sana.
"Tidak Bisa... Aku sedang hamil " Kata
Diana tiba-tiba. Dia tidak ingin ditinggalkan begitu saja, kecuali jika nanti dia telah menemukan pria kaya lain, dia akan suka rela untuk pergi, Dia juga tidak ingin pacar mudanya meninggalkannya karna tidak memberikan suntikan dana lagi yang di perolehnya dari Kevin.
" Apa? " Kata Kevin kaget. Dia tak percaya
dengan apa yang dikatakan Diana, sebab
dia berusaha bermain aman selama ini,
__ADS_1
bagaimana perempuan itu bisa hamil?.
" Baiklah kalau begitu, segera urus
perceraianmu dengan Melissa, Dan ketiga
anak Melissa adalah bagian dari keluarga besar kami.. kami tak akan kekurangan uang
untuk membiayainya, kau cukup
memikirkan keluargamu saja" Kata Ibunya
lagi dan berdiri untuk meninggalkan rumah
itu.
"Jika dalam waktu dekat Ibu masih tidak
mendengar kabar keputusanmu. kami akan
ikut campur lagi."
" Tapi ibu... dia juga salah.. kenapa dia tidak
bisa merawat dirinya sehingga aku memilih
wanita lain" Kata Kevin membela diri.
"Kecantikan seorang wanita sebelum
menikah. itu karna keturunan, kecantikan
seorang wanita setelah menikah.. itu karna
Suaminya, sayang sekali.. Melissa memilih
suami yang salah sehingga dia kehilangan
kecantikannya, sekarang bagaimana? apa
dia masih tak cantik setelah lepas darimu?.
Meskipun kau anak Ibu. Ibu tak akan
membelamu jika kau salah. " Jawab Ibunya
lalu mereka benar-benar meninggalkan
rumah itu.
Saat ini Diana benar-benar merasa
terancam. Jika dia tidak mengatakan kalau
dia hamil. mungkin Orang tua Kevin
benar-benar akan menyuruh anaknya
meninggalkannya.
" Mas... apa-apain ini.. semudah itu kau
melepaskanku?" Tanya Diana tak percaya.
mendapatkanmu". Katanya lalu berlalu
meninggalkan perempuan itu, Diana tak
percaya dengan apa yang di dengar nya.
Kevin masuk ke ruang kerjanya, dan
mengunci diri di sana.
Pikirannya kembali ke masa lalu..
Bagaimana dia berusaha keras untuk
mendapatkan Melissa waktu itu, setelah
mereka bertemu di IGD, pada suatu hari.
Gadis ceria ini benar-benar menarik
hatinya, dia sering mengincar Melissa di
kampusnya, dan melihat Melissa sering
bergaul akrab dengan seorang cowok culun
dan selalu membelanya. Awalnya Melissa tak
peduli padanya, tapi lama kelamaan gadis
itu luluh juga, dia membutuhkan waktu
setahun lebih untuk membuat Melissa
mencintainya.
Akhirnya Melissa benar-benar mencintainya,
bahkan dia rela menentang keluarganya
sendiri agar bisa bersamanya, tapi
sekarang.. perempuan itu amat
membencinya.. mungkinkah dia bisa
membuat Melissa kembali lagi padanya?.
•••
Di tempat Maulana, cowok ganteng yang satu
ini sedang memutar otaknya, mencari cara
bagaimana caranya agar dia bisa membawa
__ADS_1
Melissa ke rumah orang tuanya malam ini.
karna dia yakin, Melissa tak akan mau ikut
dengannya.
Akhirnya.. dia memutuskan untuk
membawa Melissa dengan cara.. tidak
memberi taunya.
"Melissa... nanti temani aku sebentar.. ada
urusan, kita akan membawa anak-anakmu." Kata Maulana.
" kemana? " Tanya Melissa heran.
"Ke suatu tempat, Aku ingin mengunjungi
sahabatku.. kita akan jemput anak-anakmu"
Kata Maulana lagi.
Mereka menjemput anak-anak Melissa, lalu ke
apartemen mereka masing-masing untuk
membersihkan diri setelah seharian
beraktifitas..
"Sehabis magrib kita berangkat" Kata
Maulana lagi.
Sehabis magrib. mereka berangkat menuju
sebuah rumah, Melissa tak tau kalau itu adalah
rumah keluarga Maulana, jadi dia tidak
merasa canggung sedikitpun.
Begitu mereka masuk.. dan menuju ruang
makan, Melissa amat terkejut melihat orang
yang ada di sana, wajahnya seketika pucat pasi, dia tidak menyangka Maulana akan
membawanya bertemu dengan kedua
orang tuanya yang tak lain adalah mantan
bos nya. orang tua Maulana pun tak
menyangka, kalau Maulana akan membawa
Melissa dan anak-anaknya ke sana, dengan
sedikit gugup Melissa menyapa kedua orang
tua Maulana..
"Malam pak.. buk.." kata Melissa hormat sambil
menyalami mereka, ketiga anaknya pun
langsung menyalami orang tua Maulana
tanpa di beri komando oleh Melissa..
Mereka terpesona melihat tingkah ketiga putra
Melissa yang amat sopan.
"Ayah... Ibu... ini wanita yang ku ceritakan
Aku akan menikah dengannya. "
Sontak saja Melissa kaget, dia tak menyangka Maulana telah menceritakan tentang nya pada orang tua Maulana , sementara Evan tampak sangat sedih mendengar semua itu, karna dia
takut hal yang sama yang dialaminya
bersama ayahnya akan terulang lagi dengan
ibunya, dia takut ibunya akan
meninggalkan mereka lagi dan tidak peduli
dengan mereka lagi.
Maulana dapat melihat perubahan wajah
Evan.. lalu berkata..
"Om akan menjadi ayah yang baik
untukmu. Om janji.. janji seorang kelaki"
Kata Maulana sambil mengacungkan
kelingkingnya dan tersenyum.
Evan tak ingin membuat malu ibunya, dan
mengaitkan kelingkingnya dengan
kelingking Maulana, tapi hatinya masih juga
risau.
Sementara Orang tua Maulana sedikit merasa
lega.. wanita itu adalah Melissa bukan wanita
lain, karna Maul tak akan mau merubah
keputusannya, mereka juga telah
__ADS_1
mengenalnya, dan mereka tau Melissa adalah
perempuan baik- baik.