MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 11 : Benar - benar merasa rendah diri.


__ADS_3

Tapi begitu mengingat apa yang pernah


dilakukan Kevin padanya, apa lagi saat ini


dia sudah bersama wanita lain, dia


membuang perasaan itu jauh-jauh, bukan


karna ingin balas dendam atau


semacamnya, tapi entah kenapa dia seperti


tidak bisa menolak keinginan Maul, Melissa


sangat menyayangi pria ini dahulunya,


bukan sayang dalam makna sebagai


belahan jiwa, tapi lebih kepada seseorang


yang ingin di lindunginya, tapi saat ini


sepertinya pria ini tidak butuh lagi


perlindungan Melissa, sekarang malah dia


seperti yang ingin melindungi Melissa.


Lagi pula saat ini sudah hampir senja, tak


ada salahnya jika mereka pulang besok


pagi.


Mereka tidak pergi kemana-mana, mereka


hanya menghabiskan hari di taman hotel


itu, di dekat kolam renang.


"Apa kau ingin berenang?" Tanya Maul.


"Hmmm jangan bercanda" jawab Melissa dengan wajah canggung.


"Apa karna hari sudah malam? "Tanya Maul


lagi.


"Tidak, aku tak bisa berenang'' jawab Melissa.


"Aku akan mengajari dengan senang hati"


jawab Maul dengan nada usil.


"Tidak, terima kasih" jawab Melissa sedikit


kesal. melihat wajah Melissa yang kesal, Maulana ingin tertawa, tapi menahannya.


" Melissa... ceritakan bagaimana kau bisa


bertemu dengan suamimu, dan


meninggalkanku saat itu. "Kata Maul sedikit


kesal.


" Apa saat itu kau tak menyukaiku?


sehingga kau berpaling pada laki-laki lain? "


tanya Maul lagi.


"Perkataanmu seolah-olah aku ini wanita


jahat yang tega meninggalkan kekasihnya. "


Kata Melissa merasa tak senang di tuduh


begitu.


"Tapi kau memang meninggal kan ku saat


itu."


" Tapi kita hanya berteman, Maul. tak ada


ikatan apapun diantara kita. " Jawab Melissa.


"Apa kau tidak menyadari jika aku


mencintaimu? Lantas apa arti semua sikap


dan perhatianmu padaku?"


" Entahlah... aku tidak tau. Aku memang


menyayangimu saat itu, tapi bukan sebagai


kekasih. " Jawab Melissa.


"Apa kau hanya kasihan padaku? "Tanya


Maul sedih.


" Bukan, bukan, bukan kasihan. lagi pula


kau tak pernah menyatakan perasaanmu


padaku, mengapa malah menyalahkanku? "


Melissa berbalik menyalahkan Maul karna tidak bisa menjawab pertanyaannya.


" Iya.. itu memang kesalahanku, aku terlalu


pengecut saat itu. Ceritakan bagaimana kau


bisa bertemu suamimu. " Kata Maulana lagi.


" Kau ingat? waktu aku membawamu


kerumah sakit saat kepalamu terluka karna


seseorang mengerjaimu? saat itu aku


bertemu dengannya setelah itu kami sering


bertemu setelah aku pulang kuliah, dia


dulunya seorang pria yang baik dan


humoris, dia sangat pengertian dan


perhatian, sehingga aku mulai


menyukainya" Melissa melirik ke arah Maulana,

__ADS_1


laki-laki itu terdiam, sehingga Melissa tidak


melanjutkan ceritanya.


"Lalu?" Tanya Maul lagi.


"Dia sudah bekerja saat itu, sementara aku


masih kuliah tahun pertama, " sambung


Melissa.


"Jadi.. kau mengernalnya, di saat kita baru


sebulan berteman? "Tanya Maul tak percaya.


"Kenapa kau tak pernah bilang padaku?"


Tanyanya protes.


" Kau tak pernah bertanya padaku" Jawab


Melissa asal...


" Pantas saja kau menikah ditahun ke dua,


ternyata kau pacaran dengan Om-Om" kata


Maul usil.


"Apa katamu? usianya hanya enam tahun di


atas ku saat kami menikah, dia masih


berusia 24 tahun" Kata Melissa kesal sambil


mencubit lengan atas Maul. Dia kaget karna


lengan itu begitu keras, tidak seperti


dahulu, yang sangat lembek.


" Ya.. kau masih sangat muda saat itu, baru


18 tahun kan?. Oh ya, apa keluargamu


mengizinkan? "


"Mereka tidak setuju, tapi aku keras kepala,


jadi.. mereka mencoretku dari daftar ahli


waris dan daftar keluarga , meskipun aku


hanya anak satu-satunya dan untungnya


Kevin mau membiayai kuliahku sampai


selesai, tapi sekarang mereka sudah bisa


menerima, sayangnya.. masalah ini muncul"


" Bagaimana kau bisa bekerja di perusahaan


ayahku? " Tanya Maulana lagi.


"Awalnya aku magang, di sana, karna


kinerjaku bagus.. Pak Direktur memintaku


saat putra pertamaku lahir, dan aku


bersyukur sekali beliau mau menerimaku


setelah sekian tahun."


"Ayahku bahkan menyuruhku agar tidak


menggantimu dengan orang lain, dia sangat


percaya dengan kemampuan, ternyata


benar.. kau memang benar-benar bisa di


andalkan."


" Baiklah.. kita makan malam dulu, " Ajak


Maulana lagi dan mengajak Melissa meninggalkan tempat itu.


Setelah makan malampun, Maul tidak


mengizinkan Melissa kembali ke kamarnya. dia


masih ingin bersama perempuan itu untuk


beberapa saat lagi.


Saat ini mereka sedang berjalan-jalan, di


sekitar hotel itu, kendaraan tidak begitu


ramai, udara sedikit dingin malam ini, di


kiri kanan jalan, ditumbuhi pohon


pelindung yang rimbun. Tiba-tiba Maulana


memegang tangan Melissa, dan merangkul


perempuan itu, dia ingin melepaskan


kerinduannya yang telah lama tertahan


pada perempuan itu, tapi Melissa dengan


segera mendorongnya dengan marah dia


berkata.


"Apa yang kau lakukan? kenapa kau


melecehkanku seperti ini, aku tak percaya


kau mampu berbuat seperti itu padaku"


Kata Melissa dan bermaksud akan pergi, tapi


Maul segera mencegahnya.


" Melissa maafkan aku, aku tidak


melecehkanmu, aku benar-benar


merindukanmu, aku tak bisa lagi menahan

__ADS_1


perasaanku" Kata Maul sambil memegang


tangan Melissa agar perempuan itu tidak


kabur.


"Aku benar-benar mencintaimu" katanya


lirih.


Melissa hanya terdiam mendengar semua itu,


dia tidak tau mesti berkata apa.


"Maul... aku harus kembali ke kamarku"


jawabnya lirih.


" Aku akan menunggu sampai kau


membuka pintu hatimu untukku, " Kata


Maulana lagi. menderngar itu, Melissa hanya


tertegun.


'' kenapa kau begitu marah padaku hanya


karna sebuah pelukan? apa kau masih ingin


kembali bersamanya? '' Batin Maulana lagi.


'' Maafkan aku Maul... kau pantas


mendapatkan yang terbaik, bukan wanita


sepertiku '' Batin Melissa.


Melissa saat ini benar-benar merasa rendah


diri. terutama setelah suaminya membuangnya.


•••


Dirumah Kevin,


Di kamar itu, Diana telah memakai pakaian


siap tempurnya, pakaian itu benar-benar


tipis dan transparan, sehingga Kevin tidak


bisa menghindari perempuan yang satu ini.


dia benar-benar bisa memuaskan pria ini.


"Apa anak-anakmu sudah tidur?" Tanya


Diana sambil terus memainkan tangannya


di dada dan di sekitar bawah pusar Kevin.


"Sudah.. "jawab Kevin tegang karna ulah


perempuan itu.


"Mas... kenapa kau tidak menyerahkan saja


anak-anakmu pada perempuan itu?, Kita


berdua kan bisa bebas.. " Kata perempuan


itu manja, dia masih terus melanjutkan


aksinya, sekarang dia telah berada di atas


tubuh Kevin.


" Aku tidak..bisa.., " Katanya tertahan karna


kenikmatan yang di berikan perempuan itu.


" Kenapa... " Kata Diana masih dengan


suara merayu.


" Orang tuaku.. memasukkan anak-anakku


...ke dalam ahli waris mereka, sementara...


aku tidak, jadi... aku.. akan.. terus.. merawat


mereka. " Kevin benar-benar tak bisa


berkata lancar lagi akibat ulah perempuan


yang satu ini.


Diana akhirnya paham, kenapa Kevin tidak


ingin menyerahkan ketiga putranya pada


Melissa.


"Kenapa bisa begitu? " Tanyanya lagi.


Kevin sedikit mendorong Diana, agar


perempuan ini berhenti sebentar. lalu


menjelaskan.


"Aku ketahuan selingkuh, jadi. untuk jaga-


jaga, mereka memasukkan nama ketiga


putraku sebagai ahli warisnya,


"Kapan? apa denganku?" Tanya Diana


kaget.


"Bukan. sudah lebih dua tahun yang lalu,


aku bahkan belum mengenalmu."


"Jadi dari dulu kau sudah hobi selingkuh ya


Mas?" Tanya Diana kesal. Melihat itu


Kevin tertawa,


"Sekarang, tidak lagi.." Jawabnya sambil


menerkam Diana...

__ADS_1


__ADS_2