
Tapi begitu mengingat apa yang pernah
dilakukan Kevin padanya, apa lagi saat ini
dia sudah bersama wanita lain, dia
membuang perasaan itu jauh-jauh, bukan
karna ingin balas dendam atau
semacamnya, tapi entah kenapa dia seperti
tidak bisa menolak keinginan Maul, Melissa
sangat menyayangi pria ini dahulunya,
bukan sayang dalam makna sebagai
belahan jiwa, tapi lebih kepada seseorang
yang ingin di lindunginya, tapi saat ini
sepertinya pria ini tidak butuh lagi
perlindungan Melissa, sekarang malah dia
seperti yang ingin melindungi Melissa.
Lagi pula saat ini sudah hampir senja, tak
ada salahnya jika mereka pulang besok
pagi.
Mereka tidak pergi kemana-mana, mereka
hanya menghabiskan hari di taman hotel
itu, di dekat kolam renang.
"Apa kau ingin berenang?" Tanya Maul.
"Hmmm jangan bercanda" jawab Melissa dengan wajah canggung.
"Apa karna hari sudah malam? "Tanya Maul
lagi.
"Tidak, aku tak bisa berenang'' jawab Melissa.
"Aku akan mengajari dengan senang hati"
jawab Maul dengan nada usil.
"Tidak, terima kasih" jawab Melissa sedikit
kesal. melihat wajah Melissa yang kesal, Maulana ingin tertawa, tapi menahannya.
" Melissa... ceritakan bagaimana kau bisa
bertemu dengan suamimu, dan
meninggalkanku saat itu. "Kata Maul sedikit
kesal.
" Apa saat itu kau tak menyukaiku?
sehingga kau berpaling pada laki-laki lain? "
tanya Maul lagi.
"Perkataanmu seolah-olah aku ini wanita
jahat yang tega meninggalkan kekasihnya. "
Kata Melissa merasa tak senang di tuduh
begitu.
"Tapi kau memang meninggal kan ku saat
itu."
" Tapi kita hanya berteman, Maul. tak ada
ikatan apapun diantara kita. " Jawab Melissa.
"Apa kau tidak menyadari jika aku
mencintaimu? Lantas apa arti semua sikap
dan perhatianmu padaku?"
" Entahlah... aku tidak tau. Aku memang
menyayangimu saat itu, tapi bukan sebagai
kekasih. " Jawab Melissa.
"Apa kau hanya kasihan padaku? "Tanya
Maul sedih.
" Bukan, bukan, bukan kasihan. lagi pula
kau tak pernah menyatakan perasaanmu
padaku, mengapa malah menyalahkanku? "
Melissa berbalik menyalahkan Maul karna tidak bisa menjawab pertanyaannya.
" Iya.. itu memang kesalahanku, aku terlalu
pengecut saat itu. Ceritakan bagaimana kau
bisa bertemu suamimu. " Kata Maulana lagi.
" Kau ingat? waktu aku membawamu
kerumah sakit saat kepalamu terluka karna
seseorang mengerjaimu? saat itu aku
bertemu dengannya setelah itu kami sering
bertemu setelah aku pulang kuliah, dia
dulunya seorang pria yang baik dan
humoris, dia sangat pengertian dan
perhatian, sehingga aku mulai
menyukainya" Melissa melirik ke arah Maulana,
__ADS_1
laki-laki itu terdiam, sehingga Melissa tidak
melanjutkan ceritanya.
"Lalu?" Tanya Maul lagi.
"Dia sudah bekerja saat itu, sementara aku
masih kuliah tahun pertama, " sambung
Melissa.
"Jadi.. kau mengernalnya, di saat kita baru
sebulan berteman? "Tanya Maul tak percaya.
"Kenapa kau tak pernah bilang padaku?"
Tanyanya protes.
" Kau tak pernah bertanya padaku" Jawab
Melissa asal...
" Pantas saja kau menikah ditahun ke dua,
ternyata kau pacaran dengan Om-Om" kata
Maul usil.
"Apa katamu? usianya hanya enam tahun di
atas ku saat kami menikah, dia masih
berusia 24 tahun" Kata Melissa kesal sambil
mencubit lengan atas Maul. Dia kaget karna
lengan itu begitu keras, tidak seperti
dahulu, yang sangat lembek.
" Ya.. kau masih sangat muda saat itu, baru
18 tahun kan?. Oh ya, apa keluargamu
mengizinkan? "
"Mereka tidak setuju, tapi aku keras kepala,
jadi.. mereka mencoretku dari daftar ahli
waris dan daftar keluarga , meskipun aku
hanya anak satu-satunya dan untungnya
Kevin mau membiayai kuliahku sampai
selesai, tapi sekarang mereka sudah bisa
menerima, sayangnya.. masalah ini muncul"
" Bagaimana kau bisa bekerja di perusahaan
ayahku? " Tanya Maulana lagi.
"Awalnya aku magang, di sana, karna
kinerjaku bagus.. Pak Direktur memintaku
saat putra pertamaku lahir, dan aku
bersyukur sekali beliau mau menerimaku
setelah sekian tahun."
"Ayahku bahkan menyuruhku agar tidak
menggantimu dengan orang lain, dia sangat
percaya dengan kemampuan, ternyata
benar.. kau memang benar-benar bisa di
andalkan."
" Baiklah.. kita makan malam dulu, " Ajak
Maulana lagi dan mengajak Melissa meninggalkan tempat itu.
Setelah makan malampun, Maul tidak
mengizinkan Melissa kembali ke kamarnya. dia
masih ingin bersama perempuan itu untuk
beberapa saat lagi.
Saat ini mereka sedang berjalan-jalan, di
sekitar hotel itu, kendaraan tidak begitu
ramai, udara sedikit dingin malam ini, di
kiri kanan jalan, ditumbuhi pohon
pelindung yang rimbun. Tiba-tiba Maulana
memegang tangan Melissa, dan merangkul
perempuan itu, dia ingin melepaskan
kerinduannya yang telah lama tertahan
pada perempuan itu, tapi Melissa dengan
segera mendorongnya dengan marah dia
berkata.
"Apa yang kau lakukan? kenapa kau
melecehkanku seperti ini, aku tak percaya
kau mampu berbuat seperti itu padaku"
Kata Melissa dan bermaksud akan pergi, tapi
Maul segera mencegahnya.
" Melissa maafkan aku, aku tidak
melecehkanmu, aku benar-benar
merindukanmu, aku tak bisa lagi menahan
__ADS_1
perasaanku" Kata Maul sambil memegang
tangan Melissa agar perempuan itu tidak
kabur.
"Aku benar-benar mencintaimu" katanya
lirih.
Melissa hanya terdiam mendengar semua itu,
dia tidak tau mesti berkata apa.
"Maul... aku harus kembali ke kamarku"
jawabnya lirih.
" Aku akan menunggu sampai kau
membuka pintu hatimu untukku, " Kata
Maulana lagi. menderngar itu, Melissa hanya
tertegun.
'' kenapa kau begitu marah padaku hanya
karna sebuah pelukan? apa kau masih ingin
kembali bersamanya? '' Batin Maulana lagi.
'' Maafkan aku Maul... kau pantas
mendapatkan yang terbaik, bukan wanita
sepertiku '' Batin Melissa.
Melissa saat ini benar-benar merasa rendah
diri. terutama setelah suaminya membuangnya.
•••
Dirumah Kevin,
Di kamar itu, Diana telah memakai pakaian
siap tempurnya, pakaian itu benar-benar
tipis dan transparan, sehingga Kevin tidak
bisa menghindari perempuan yang satu ini.
dia benar-benar bisa memuaskan pria ini.
"Apa anak-anakmu sudah tidur?" Tanya
Diana sambil terus memainkan tangannya
di dada dan di sekitar bawah pusar Kevin.
"Sudah.. "jawab Kevin tegang karna ulah
perempuan itu.
"Mas... kenapa kau tidak menyerahkan saja
anak-anakmu pada perempuan itu?, Kita
berdua kan bisa bebas.. " Kata perempuan
itu manja, dia masih terus melanjutkan
aksinya, sekarang dia telah berada di atas
tubuh Kevin.
" Aku tidak..bisa.., " Katanya tertahan karna
kenikmatan yang di berikan perempuan itu.
" Kenapa... " Kata Diana masih dengan
suara merayu.
" Orang tuaku.. memasukkan anak-anakku
...ke dalam ahli waris mereka, sementara...
aku tidak, jadi... aku.. akan.. terus.. merawat
mereka. " Kevin benar-benar tak bisa
berkata lancar lagi akibat ulah perempuan
yang satu ini.
Diana akhirnya paham, kenapa Kevin tidak
ingin menyerahkan ketiga putranya pada
Melissa.
"Kenapa bisa begitu? " Tanyanya lagi.
Kevin sedikit mendorong Diana, agar
perempuan ini berhenti sebentar. lalu
menjelaskan.
"Aku ketahuan selingkuh, jadi. untuk jaga-
jaga, mereka memasukkan nama ketiga
putraku sebagai ahli warisnya,
"Kapan? apa denganku?" Tanya Diana
kaget.
"Bukan. sudah lebih dua tahun yang lalu,
aku bahkan belum mengenalmu."
"Jadi dari dulu kau sudah hobi selingkuh ya
Mas?" Tanya Diana kesal. Melihat itu
Kevin tertawa,
"Sekarang, tidak lagi.." Jawabnya sambil
menerkam Diana...
__ADS_1