MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 16 : Penguntit.


__ADS_3

Orang suruhan Kevin, tersenyum melihat


Melissa, mereka tak perlu terlalu lama


menunggu perempuan itu di sana, mereka


tak melepaskan pandangannya dari


perempuan itu.


Setelah Melissa selesai dengan ketiga


putranya, dia kembali naik ke mobil Maulana,


para penguntuit itu saling berpandangan,


bagimana mungkin wanita ini bisa naik


mobil semewah itu karna tadi mereka tidak


melihat kedatangan Melissa. Mereka hanya


melihat ketika Melissa sudah bersama anak-


anaknya.


Mereka mengikuti kemana arah mobil itu


melaju, dan akhirnya mereka tau dimana


tempat Melissa bekerja, mereka melihat Melissa turun dengan seorang pria, dan mengambil foto mereka berdua lalu mengirimkan pada Kevin.


Kevin yang menerima pasan dari anggotanya kaget melihat foto itu, 'bukankah ini adalah pria yang sama dengan orang yang dilihatnya waktu Melissa akan dinas luar dulu?' Batinnya.


Apa hubungan laki-laki itu dengan Melissa.


Tapi yang terpenting saat ini dia dapat


mengetahui kalau Melissa kembali bekerja di


tempat lamanya.


Pria penguntit itu memarkir mobil mereka


ditempat dimana mereka bisa memperhatikan mobil Maulana, karna mereka yakin, Melissa akan pergi dengan mobil itu lagi.


•••


Tak berapa lama kemudian, Melissa keluar dari pintu belakang, dia akan mengurus Surat lzin Mengemudinya, para penguntit yang


hanya memperhatikan mobil Melissa, tidak


sadar, kalau Melissa lewat di belakang mobil


mereka menaiki Ojek Online.


Waktu jam makan siang, Maulana keluar,


mereka bersiap-siap hendak mengikuti,


tapi Melissa tak kunjung keluar, akhirnya


mereka memutuskan untuk membiarkan


Maulana pergi dan tetap menunggu Melissa


hingga keluar.


"Kau tidak melihat perempuan itu keluar


kan?" Tanya salah seorang diantara mereka.


"Nggak, mungkin dia bawa bekal" Jawab


temannya lagi.


Mereka memberi tau kalau kepada Kevin


kalau laki-laki itu keluar, dan Melissa masih di


dalam. Mendengar itu Kevin tersenyum,


Berarti hubungan mereka hanya sebatas


atasan dan bawahan' Batin Kevin. Dia


sangat yakin kalau Melissa masih belum


mampu berpaling darinya, secara.. dia


adalah cinta pertama perempuan itu dan


masih satu-satunya sampai sekarang.


"Tunggu dia sampai keluar" Perintah Kevin.


Mobil Maulana memasuki kantor samsat


untuk menemui Melissa yang masih belum


selesai.


Saat ini Melissa sedang ujian mengemudi,


perempuan itu dapat dengan lancar


menjalani semuanya, sehingga dia berhasil


memperoleh SIM nya.


Dengan senyum yang menghiasi bibirnya,

__ADS_1


Melissa melihat Maulana sambil menunjukkan


SIM nya dari jauh.


Setelah Melissa sampai di dekatnya Maul


berkata..


"Selamat ya. kau mendapatkan SIM mu


kembali. Kita akan makan siang sekarang.."


Kata Maulana.


"lya terima kasih. " Jawab Melissa senang.


Akhirnya Mereka makan siang di Rumah


Makan Padang. Melissa hanya memakan


lauknya saja seperti ikan goreng, telur dan


sayuran, karna memang menu dietnya tidak


mengizinkan memakan nasi, tahu, tempe.


Maulana sudah terbiasa dengan pola makan


Melissa, jadi dia tidak protes sama sekali.


"Apa kau tak pusing tidak memakan nasi?"


Tanya Maulana.


"Awalnya memang sedikit pusing, tapi lama


kelamaan sudah terbiasa" Jawab Melissa


sambil mencomot makanannya.


" Lantas, dari mana pasokan karbohidrat


tubuhmu? Tubuh juga perlu karbohidrat "


Kata Maul sedikit cemas, karna dia juga ikut


membaca menu-menu yang boleh dimakan


Melissa pada pagi, siang, dan malam.


"Wortel dan labu kuning merngandung


karbohidrat, aku boleh memakan itu dari


pukul 12 siang hingga pukul 6 Sore. Pokoknya diet ini nggak nahan lapar.. cuma ngatur pola makan, aku bersyukur Alice mengenalkanku dengan diet ini. " Jawab Melissa, sekarang dia telah selesai dengan makannya.


"Asalkan itu baik untukmu aku mendukung"


Kata Maulana.


para penguntit itu kaget melihat Melissa yang


turun dari mobil Maulana, soalnya mereka


tidak melihat wanita itu naik ke mobil


tersebut.


"Kau.. kenapa tidak perhatikan baik-baik"


kata salah seorang diantara mereka dengan


kesal.


"Kau juga tadi tidak lihat kan? "kata teman


yang satunya.


Mereka hanya berdebat karna kecerobohan


mereka masing-masing. Tapi mereka tak


berani melaporkan hal itu pada Kevin,


bisa-bisa pria itu akan memecatnya seketika.


•••


Sesampai di dalam, Melissa langsung menemui Alice, ternyata sahabatnya ini juga sudah kembali sehabis jam istirahat.


"Gimana? lancar?" Tanya Alice.


Melissa hanya tersenyum sambil


memperlihatkan SIM nya.


"Alice.. Berapa nomor rekening mu.. Akan


ku transfer uangmu yang aku gunakan


sebulan ini" kata Melissa. mendengar itu Alice


hanya menghembuskan nafas kecewa nya


dan berkata..


" Aku ikhlas membantu mu, jangan kau


pikirkan itu, jika kau berkata seperti itu lagi


aku akan sangat sedih, berarti kau tak

__ADS_1


menganggapku sebagai sahabatmu" Kata


Alice, wajahnya tampak cemberut.


"Maafkan aku, tapi itu benar-benar sangat


banyak.. " Keluh Melissa yang merasa tak enak


hati.


"Kau gunakan saja untuk putra -putramu,


kau lebih membutuhkannya" Kata Alice.


"Terimakasih.. " Melissa tak ingin memaksa


sahabatnya itu karna takut akan melukai


perasaannya.


Aku ingin main ke tempatmu nanti, apa


boleh?" Tanya Alice..


"Tentu saja boleh. " Jawab Melissa semangat.


" Baiklah.. aku pergi dulu.. nanti kita pulang


bareng ya!" kata Melissa.


"Ok" jawab Alice.


Sesampai di ruangan Maulana, Melissa langsung duduk di tempatnya, dia berfikir... sejak kapan ada meja sekretaris berada di dalam ruangan atasan, lantas apa gunanya dia sebagai sekretaris?.


Melissa melihat Maulana sedang berbicara


dengan seseorang melalui telfonnya, dia


tampak begitu serius. Setelah menerima


panggilan itu Maul berkata..


"Melissa... nanti aku harus keluar, jadi setelah


mengantarmu pulang aku akan pergi lagi".


"Tak usah mengantarku. Alice ingin pergi


ketempatku, jadi aku akan pulang


bersamanya. " Jawab Melissa.


" Baiklah kalau begitu. " Kata Maulana, dia


berharap Melissa akan bertanya kemana dia


akan pergi, tapi wanita itu sepertinya tak ingin tau tentang dirinya, tentang urusannya dan sebagainya, sehingga Maulana merasa sedikit sedih.


Melissa sebenarnya ingin bertanya kemana


Maulana akan pergi, tapi dia tak berani karna


merasa itu bukanlah hak nya, jadi dia


menyimpan pertanyaannya itu.


Saat pulang kantor.. para penguntit itu


telah memasang mata mereka baik-baik,


kali ini mereka tak hanya fokus pada mobil


Maulana, tapi pada setiap orang yang keluar


dari gedung itu. Mereka melihat target


mereka yang berjalan dengan seorang


wanita, sementara mobil laki - laki tadi


masih berada ditempatnya. Mereka


membuntuti mobil itu hingga masuk ke


sebuah apartemen yang tidak begitu jauh


dari kantor tersebut.


mereka menunggu beberapa saat, sampai


benar-benar yakin, bahwa itu adalah


tempat tinggal target mereka.


Tak lama kemudian, mereka melihat mobil


yang membawa target keluar, tapi mereka


tak bisa mengetahui siapa saja di dalamnya,


akhirnya mereka membuntuti mobil itu


sampai kerumahnya, dan melihat hanya


teman target mereka yang turun dari mobil


tersebut. Akhir nya mereka menyimpulkan


kalau apartemen tadi tempat tinggal


targetnya.

__ADS_1


Mereka segera memberi tau Kevin


informasi ini, senyum pria itu mengembang, dia dapat melakukan rencananya untuk mendapatkan Melissa kembali sebentar lagi...


__ADS_2