
Orang suruhan Kevin, tersenyum melihat
Melissa, mereka tak perlu terlalu lama
menunggu perempuan itu di sana, mereka
tak melepaskan pandangannya dari
perempuan itu.
Setelah Melissa selesai dengan ketiga
putranya, dia kembali naik ke mobil Maulana,
para penguntuit itu saling berpandangan,
bagimana mungkin wanita ini bisa naik
mobil semewah itu karna tadi mereka tidak
melihat kedatangan Melissa. Mereka hanya
melihat ketika Melissa sudah bersama anak-
anaknya.
Mereka mengikuti kemana arah mobil itu
melaju, dan akhirnya mereka tau dimana
tempat Melissa bekerja, mereka melihat Melissa turun dengan seorang pria, dan mengambil foto mereka berdua lalu mengirimkan pada Kevin.
Kevin yang menerima pasan dari anggotanya kaget melihat foto itu, 'bukankah ini adalah pria yang sama dengan orang yang dilihatnya waktu Melissa akan dinas luar dulu?' Batinnya.
Apa hubungan laki-laki itu dengan Melissa.
Tapi yang terpenting saat ini dia dapat
mengetahui kalau Melissa kembali bekerja di
tempat lamanya.
Pria penguntit itu memarkir mobil mereka
ditempat dimana mereka bisa memperhatikan mobil Maulana, karna mereka yakin, Melissa akan pergi dengan mobil itu lagi.
•••
Tak berapa lama kemudian, Melissa keluar dari pintu belakang, dia akan mengurus Surat lzin Mengemudinya, para penguntit yang
hanya memperhatikan mobil Melissa, tidak
sadar, kalau Melissa lewat di belakang mobil
mereka menaiki Ojek Online.
Waktu jam makan siang, Maulana keluar,
mereka bersiap-siap hendak mengikuti,
tapi Melissa tak kunjung keluar, akhirnya
mereka memutuskan untuk membiarkan
Maulana pergi dan tetap menunggu Melissa
hingga keluar.
"Kau tidak melihat perempuan itu keluar
kan?" Tanya salah seorang diantara mereka.
"Nggak, mungkin dia bawa bekal" Jawab
temannya lagi.
Mereka memberi tau kalau kepada Kevin
kalau laki-laki itu keluar, dan Melissa masih di
dalam. Mendengar itu Kevin tersenyum,
Berarti hubungan mereka hanya sebatas
atasan dan bawahan' Batin Kevin. Dia
sangat yakin kalau Melissa masih belum
mampu berpaling darinya, secara.. dia
adalah cinta pertama perempuan itu dan
masih satu-satunya sampai sekarang.
"Tunggu dia sampai keluar" Perintah Kevin.
Mobil Maulana memasuki kantor samsat
untuk menemui Melissa yang masih belum
selesai.
Saat ini Melissa sedang ujian mengemudi,
perempuan itu dapat dengan lancar
menjalani semuanya, sehingga dia berhasil
memperoleh SIM nya.
Dengan senyum yang menghiasi bibirnya,
__ADS_1
Melissa melihat Maulana sambil menunjukkan
SIM nya dari jauh.
Setelah Melissa sampai di dekatnya Maul
berkata..
"Selamat ya. kau mendapatkan SIM mu
kembali. Kita akan makan siang sekarang.."
Kata Maulana.
"lya terima kasih. " Jawab Melissa senang.
Akhirnya Mereka makan siang di Rumah
Makan Padang. Melissa hanya memakan
lauknya saja seperti ikan goreng, telur dan
sayuran, karna memang menu dietnya tidak
mengizinkan memakan nasi, tahu, tempe.
Maulana sudah terbiasa dengan pola makan
Melissa, jadi dia tidak protes sama sekali.
"Apa kau tak pusing tidak memakan nasi?"
Tanya Maulana.
"Awalnya memang sedikit pusing, tapi lama
kelamaan sudah terbiasa" Jawab Melissa
sambil mencomot makanannya.
" Lantas, dari mana pasokan karbohidrat
tubuhmu? Tubuh juga perlu karbohidrat "
Kata Maul sedikit cemas, karna dia juga ikut
membaca menu-menu yang boleh dimakan
Melissa pada pagi, siang, dan malam.
"Wortel dan labu kuning merngandung
karbohidrat, aku boleh memakan itu dari
pukul 12 siang hingga pukul 6 Sore. Pokoknya diet ini nggak nahan lapar.. cuma ngatur pola makan, aku bersyukur Alice mengenalkanku dengan diet ini. " Jawab Melissa, sekarang dia telah selesai dengan makannya.
"Asalkan itu baik untukmu aku mendukung"
Kata Maulana.
para penguntit itu kaget melihat Melissa yang
turun dari mobil Maulana, soalnya mereka
tidak melihat wanita itu naik ke mobil
tersebut.
"Kau.. kenapa tidak perhatikan baik-baik"
kata salah seorang diantara mereka dengan
kesal.
"Kau juga tadi tidak lihat kan? "kata teman
yang satunya.
Mereka hanya berdebat karna kecerobohan
mereka masing-masing. Tapi mereka tak
berani melaporkan hal itu pada Kevin,
bisa-bisa pria itu akan memecatnya seketika.
•••
Sesampai di dalam, Melissa langsung menemui Alice, ternyata sahabatnya ini juga sudah kembali sehabis jam istirahat.
"Gimana? lancar?" Tanya Alice.
Melissa hanya tersenyum sambil
memperlihatkan SIM nya.
"Alice.. Berapa nomor rekening mu.. Akan
ku transfer uangmu yang aku gunakan
sebulan ini" kata Melissa. mendengar itu Alice
hanya menghembuskan nafas kecewa nya
dan berkata..
" Aku ikhlas membantu mu, jangan kau
pikirkan itu, jika kau berkata seperti itu lagi
aku akan sangat sedih, berarti kau tak
__ADS_1
menganggapku sebagai sahabatmu" Kata
Alice, wajahnya tampak cemberut.
"Maafkan aku, tapi itu benar-benar sangat
banyak.. " Keluh Melissa yang merasa tak enak
hati.
"Kau gunakan saja untuk putra -putramu,
kau lebih membutuhkannya" Kata Alice.
"Terimakasih.. " Melissa tak ingin memaksa
sahabatnya itu karna takut akan melukai
perasaannya.
Aku ingin main ke tempatmu nanti, apa
boleh?" Tanya Alice..
"Tentu saja boleh. " Jawab Melissa semangat.
" Baiklah.. aku pergi dulu.. nanti kita pulang
bareng ya!" kata Melissa.
"Ok" jawab Alice.
Sesampai di ruangan Maulana, Melissa langsung duduk di tempatnya, dia berfikir... sejak kapan ada meja sekretaris berada di dalam ruangan atasan, lantas apa gunanya dia sebagai sekretaris?.
Melissa melihat Maulana sedang berbicara
dengan seseorang melalui telfonnya, dia
tampak begitu serius. Setelah menerima
panggilan itu Maul berkata..
"Melissa... nanti aku harus keluar, jadi setelah
mengantarmu pulang aku akan pergi lagi".
"Tak usah mengantarku. Alice ingin pergi
ketempatku, jadi aku akan pulang
bersamanya. " Jawab Melissa.
" Baiklah kalau begitu. " Kata Maulana, dia
berharap Melissa akan bertanya kemana dia
akan pergi, tapi wanita itu sepertinya tak ingin tau tentang dirinya, tentang urusannya dan sebagainya, sehingga Maulana merasa sedikit sedih.
Melissa sebenarnya ingin bertanya kemana
Maulana akan pergi, tapi dia tak berani karna
merasa itu bukanlah hak nya, jadi dia
menyimpan pertanyaannya itu.
Saat pulang kantor.. para penguntit itu
telah memasang mata mereka baik-baik,
kali ini mereka tak hanya fokus pada mobil
Maulana, tapi pada setiap orang yang keluar
dari gedung itu. Mereka melihat target
mereka yang berjalan dengan seorang
wanita, sementara mobil laki - laki tadi
masih berada ditempatnya. Mereka
membuntuti mobil itu hingga masuk ke
sebuah apartemen yang tidak begitu jauh
dari kantor tersebut.
mereka menunggu beberapa saat, sampai
benar-benar yakin, bahwa itu adalah
tempat tinggal target mereka.
Tak lama kemudian, mereka melihat mobil
yang membawa target keluar, tapi mereka
tak bisa mengetahui siapa saja di dalamnya,
akhirnya mereka membuntuti mobil itu
sampai kerumahnya, dan melihat hanya
teman target mereka yang turun dari mobil
tersebut. Akhir nya mereka menyimpulkan
kalau apartemen tadi tempat tinggal
targetnya.
__ADS_1
Mereka segera memberi tau Kevin
informasi ini, senyum pria itu mengembang, dia dapat melakukan rencananya untuk mendapatkan Melissa kembali sebentar lagi...