
Kevin merencanakan bagaimana cara
mengambil hati Melissa kembali, dia
berencana akan membawa anak-anaknya
menemui Melissa agar orang-orang sekitar
mengetahui bahwa dia adalah suaminya,
dan dapat memperlancar urusannya.
Maulana hari ini di panggil ke rumahnya, di
sana dia melihat ada tamu yang telah
menanti, mereka relasi bisnis perusahaannya.
Maul menyalami tamu-tamu itu, dan
memberi salam hormat kepada kedua
orang tuanya.
" Nak.. kenapa kamu tidak tinggal di rumah
saja? " Tanya ibunya karna kemarin Maul
memutuskan untuk pindah dengan alasan
agar dekat dari kantor.
"Nggak papa bu. biar dekat aja" Jawab Maul.
"Kan nggak ada yang ngurusin kamu di
sana. " Kata Ibunya lagi.
"Aku bisa sendiri Bu, selama ini aku sudah
terbiasa tinggal sendirian kan? "Kata Maul
lagi.
"Gini aja, dari pada kamu repot tinggal
sendiri. gimana kalau kamu nikah aja..
usiamu udah 30 Tahun kan? mau nunggu
sampai kapan lagi?" Tanya Ibunya. Maulana
hanya diam, dia ingin mengatakan bahwa
dia memnpunyai seseorang yang telah lama
di sukainya, tapi dia tidak mungkin
mengatakan orang itu adalah Melissa, karna
Melissa masih berada dalam suatu ikatan.
Karna anaknya masih diam, Ibunya berkata
lagi.
"Ibu punya calon untukmu.. lihat. Namanya
Wati, dia putri Pak Adam sahabat
ayahmu, bagaimana menurutmu?" Tanya
ibunya, Wanda tersenyum memandarng
Maul. 'Perempuan itu sangat berani'
batinnya. Dia melihat pandangan Wati
padanya, tak sedikitpun ada pandangan
malu, pansedangannya seolah menggoda
Maulana agar tertarik padanya.
"Ibu.. terima kasih.. Tapi aku tidak bisa, Aku
sudah punya kekasih" Jawab Maulana.
Sontak saja Wati dan keluarganya
menjadi kaget.
Wati tak menyangka dia akan langsung
ditolak saat itu juga, Pak Adam merasa
malu karna menawarkan putri mereka
tanpa bertanya terlebih dahulu.
"Maaf.. bukan maksud menolak.. tapi dia
terlalu baik untukku. " Kata Maulana menolak
secara halus.
__ADS_1
Ibunya menghembuskan nafas lelah, entah
seperti apa wanita yang disukai putranya
ini, sementara usianya sudah mencapai 30
tahun.
"Baiklah. jika kamu memang mempunyai
kekasih. kamu harus membawanya ke sini...
jika tidak ada, kamu harus menerima jodoh
yang Ibu berikan" Kata Ibunya sedikit kesal.
Maulana berfikir. mungkinkah dia akan
membawa Melissa? jika Melissa sudah pasti
bercerai, dia berani membawa wanita itu,
tapi status Melissa sekarang masih seorang
istri, bukan hanya dia yang akan diomeli,
tapi Melissa akan di caci maki keluarganya.
•••
Kevin mengusulkan pada anak-anaknya
bagaimana kalau mereka akan ke rumah ibu
mereka. ketiga anaknya bersemangat. Hal
itu terdengar oleh Diana.
"Apa mas..? Kau mau menemui wanita itu?
nggak boleh.. kalau mereka ingin ketemu
sama ibu mereka antar aja mas, nggak usah
ikutan pergi" Kata wanita itu dengan nada
tinggi.
" Bagaimana pun juga itu ibu mereka, jadi
nggak ada salahnya kan? Lagi pula dia
masih Istriku, jadi kamu nggak berhak
melarangku. jika kau tak setuju, kau juga
Diana langsung terdiam.. dia tak ingin
kembali ke rumah kumuh itu, lagi pula
sampai saat ini dia belum mendapat
mangsa yang baru, sementara Kevin sudah
mulai perhitungan padanya. Akhirnya
Diana melunak.
" Baiklah... maafkan aku.. tapi kau jangan
marah ya! " Katanya merajuk.
" Baiklah. kami akan pergi sekarang " Kata
Kevin..
Dia sengaja memilih waktu ini untuk
mengunjungi Melissa, supaya banyak orang
yang melihatnya sehingga mereka
mengetahui kalau Melissa adalah istrinya.
" Jadi.. dia bebas mengunjungi wanita itu Sekarang..? " Tanya Diana tak percaya.
Kevin pun membawa ketiga anak-anaknya
menemui Melissa, Melissa sempat kaget melihat Kevin mengetahui alamatnya. Tapi dia
amat senang bisa bertemu anak-anaknya.
" Bagaimana kau tau alamatku? " Tanya
Melissa.
"Apa yang tak bisa ku ketahui tentangmu"
Jawabnya dengan nada menggoda.
Melissa tak ingin berbicara panjang dengan
Kevin.. Dia langsung membawa anak-
anaknya masuk, tentu saja Bapaknya ikutan
__ADS_1
masuk.
"Bolehkah mereka tinggal di sini? aku
sudah bisa membiayai mereka, kalau
mereka di sini pikiranku bisa tenang.."
Jawab Melissa.
"Tidak bisa. aku akan sering mengantar
mereka ke sini.. jika perlu setiap hari.."
Jawab Kevin.
Melissa : " ... "
Melissa tak ingin berdebat lagi.. Dia membawa
anak-anaknya bercerita tentang sekolah
mereka, mereka dengan semangat
menceritakan kisah mereka. Kevin yang
duduk di sofa ruang tamu hanya
memandang Melissa dengan senyuman nya.
Melissa menjadi takut dengan senyuman itu.
beberapa bulan yang lalu, dia sangat
merindukan senyuman suaminya padanya,
sekarang senyuman itu seolah - olah
bagaikan sebuah pisau yang menyayat -
nyayat perasaannya. Melissa menjadi gelisah.
"Apa yang kau lihat?" Tanyanya kesal. Melissa
tak pernah lagi bicara manis pada Kevin,
bahkan sekarang dia tidak lagi memanggil
Kevin dengan sebutan mas..
"Aku melihatmu.. aku sangat
merindukanmu." Jawabnya lirih.
Mendengar itu hati Melissa menjadi kosong,
dia tidak tau harus merasakan apa lagi.
" Terima kasih" Jawabnya kesal.
"Apa kau juga merindukanku? " Tanya Kevin
lagi.
"Apa aku pantas untuk dirindukan?" Melissa
balik bertanya.
"Apa sebegitu mudahnya kau melupakanku?
kita telah bersama hampir sepuluh tahun" Kata Kevin.
"Yang kuingat hanya kenangan terakhir
yang kau berikan" jawab Melissa. Jawaban Melissa membuat Kevin terdiam.
"Tak bisakah kau memaafkanku? "Tanya
Kevin lagi.
"Aku sudah memaafkanmu" Jawab Melissa,
mendengar itu Kevin tersenyum lega, dia
akan beranjak mendekati Melissa.
" Tapi tak akan menerimamu kembali"
Sambung Melissa. mendengar itu.. Kevin
sedikit kesal.
" Maaf.. sudah malam. sebaiknya kau
pulang, anak-anak biar di sini. " Kata Melissa
lagi.
"Anak-anak akan tetap bersamaku" Jawab
Kevin.
"Kami pulang, besok aku akan membawa
mereka kesini lagi" Kata Kevin dengan
__ADS_1
senyumannya.