MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI

MENGHARAPKANMU UNTUK KEMBALI
CHAPTER 17 : Aku sudah memaafkanmu.


__ADS_3

Kevin merencanakan bagaimana cara


mengambil hati Melissa kembali, dia


berencana akan membawa anak-anaknya


menemui Melissa agar orang-orang sekitar


mengetahui bahwa dia adalah suaminya,


dan dapat memperlancar urusannya.


Maulana hari ini di panggil ke rumahnya, di


sana dia melihat ada tamu yang telah


menanti, mereka relasi bisnis perusahaannya.


Maul menyalami tamu-tamu itu, dan


memberi salam hormat kepada kedua


orang tuanya.


" Nak.. kenapa kamu tidak tinggal di rumah


saja? " Tanya ibunya karna kemarin Maul


memutuskan untuk pindah dengan alasan


agar dekat dari kantor.


"Nggak papa bu. biar dekat aja" Jawab Maul.


"Kan nggak ada yang ngurusin kamu di


sana. " Kata Ibunya lagi.


"Aku bisa sendiri Bu, selama ini aku sudah


terbiasa tinggal sendirian kan? "Kata Maul


lagi.


"Gini aja, dari pada kamu repot tinggal


sendiri. gimana kalau kamu nikah aja..


usiamu udah 30 Tahun kan? mau nunggu


sampai kapan lagi?" Tanya Ibunya. Maulana


hanya diam, dia ingin mengatakan bahwa


dia memnpunyai seseorang yang telah lama


di sukainya, tapi dia tidak mungkin


mengatakan orang itu adalah Melissa, karna


Melissa masih berada dalam suatu ikatan.


Karna anaknya masih diam, Ibunya berkata


lagi.


"Ibu punya calon untukmu.. lihat. Namanya


Wati, dia putri Pak Adam sahabat


ayahmu, bagaimana menurutmu?" Tanya


ibunya, Wanda tersenyum memandarng


Maul. 'Perempuan itu sangat berani'


batinnya. Dia melihat pandangan Wati


padanya, tak sedikitpun ada pandangan


malu, pansedangannya seolah menggoda


Maulana agar tertarik padanya.


"Ibu.. terima kasih.. Tapi aku tidak bisa, Aku


sudah punya kekasih" Jawab Maulana.


Sontak saja Wati dan keluarganya


menjadi kaget.


Wati tak menyangka dia akan langsung


ditolak saat itu juga, Pak Adam merasa


malu karna menawarkan putri mereka


tanpa bertanya terlebih dahulu.


"Maaf.. bukan maksud menolak.. tapi dia


terlalu baik untukku. " Kata Maulana menolak


secara halus.

__ADS_1


Ibunya menghembuskan nafas lelah, entah


seperti apa wanita yang disukai putranya


ini, sementara usianya sudah mencapai 30


tahun.


"Baiklah. jika kamu memang mempunyai


kekasih. kamu harus membawanya ke sini...


jika tidak ada, kamu harus menerima jodoh


yang Ibu berikan" Kata Ibunya sedikit kesal.


Maulana berfikir. mungkinkah dia akan


membawa Melissa? jika Melissa sudah pasti


bercerai, dia berani membawa wanita itu,


tapi status Melissa sekarang masih seorang


istri, bukan hanya dia yang akan diomeli,


tapi Melissa akan di caci maki keluarganya.


•••


Kevin mengusulkan pada anak-anaknya


bagaimana kalau mereka akan ke rumah ibu


mereka. ketiga anaknya bersemangat. Hal


itu terdengar oleh Diana.


"Apa mas..? Kau mau menemui wanita itu?


nggak boleh.. kalau mereka ingin ketemu


sama ibu mereka antar aja mas, nggak usah


ikutan pergi" Kata wanita itu dengan nada


tinggi.


" Bagaimana pun juga itu ibu mereka, jadi


nggak ada salahnya kan? Lagi pula dia


masih Istriku, jadi kamu nggak berhak


melarangku. jika kau tak setuju, kau juga


Diana langsung terdiam.. dia tak ingin


kembali ke rumah kumuh itu, lagi pula


sampai saat ini dia belum mendapat


mangsa yang baru, sementara Kevin sudah


mulai perhitungan padanya. Akhirnya


Diana melunak.


" Baiklah... maafkan aku.. tapi kau jangan


marah ya! " Katanya merajuk.


" Baiklah. kami akan pergi sekarang " Kata


Kevin..


Dia sengaja memilih waktu ini untuk


mengunjungi Melissa, supaya banyak orang


yang melihatnya sehingga mereka


mengetahui kalau Melissa adalah istrinya.


" Jadi.. dia bebas mengunjungi wanita itu Sekarang..? " Tanya Diana tak percaya.


Kevin pun membawa ketiga anak-anaknya


menemui Melissa, Melissa sempat kaget melihat Kevin mengetahui alamatnya. Tapi dia


amat senang bisa bertemu anak-anaknya.


" Bagaimana kau tau alamatku? " Tanya


Melissa.


"Apa yang tak bisa ku ketahui tentangmu"


Jawabnya dengan nada menggoda.


Melissa tak ingin berbicara panjang dengan


Kevin.. Dia langsung membawa anak-


anaknya masuk, tentu saja Bapaknya ikutan

__ADS_1


masuk.


"Bolehkah mereka tinggal di sini? aku


sudah bisa membiayai mereka, kalau


mereka di sini pikiranku bisa tenang.."


Jawab Melissa.


"Tidak bisa. aku akan sering mengantar


mereka ke sini.. jika perlu setiap hari.."


Jawab Kevin.


Melissa : " ... "


Melissa tak ingin berdebat lagi.. Dia membawa


anak-anaknya bercerita tentang sekolah


mereka, mereka dengan semangat


menceritakan kisah mereka. Kevin yang


duduk di sofa ruang tamu hanya


memandang Melissa dengan senyuman nya.


Melissa menjadi takut dengan senyuman itu.


beberapa bulan yang lalu, dia sangat


merindukan senyuman suaminya padanya,


sekarang senyuman itu seolah - olah


bagaikan sebuah pisau yang menyayat -


nyayat perasaannya. Melissa menjadi gelisah.


"Apa yang kau lihat?" Tanyanya kesal. Melissa


tak pernah lagi bicara manis pada Kevin,


bahkan sekarang dia tidak lagi memanggil


Kevin dengan sebutan mas..


"Aku melihatmu.. aku sangat


merindukanmu." Jawabnya lirih.


Mendengar itu hati Melissa menjadi kosong,


dia tidak tau harus merasakan apa lagi.


" Terima kasih" Jawabnya kesal.


"Apa kau juga merindukanku? " Tanya Kevin


lagi.


"Apa aku pantas untuk dirindukan?" Melissa


balik bertanya.


"Apa sebegitu mudahnya kau melupakanku?


kita telah bersama hampir sepuluh tahun" Kata Kevin.


"Yang kuingat hanya kenangan terakhir


yang kau berikan" jawab Melissa. Jawaban Melissa membuat Kevin terdiam.


"Tak bisakah kau memaafkanku? "Tanya


Kevin lagi.


"Aku sudah memaafkanmu" Jawab Melissa,


mendengar itu Kevin tersenyum lega, dia


akan beranjak mendekati Melissa.


" Tapi tak akan menerimamu kembali"


Sambung Melissa. mendengar itu.. Kevin


sedikit kesal.


" Maaf.. sudah malam. sebaiknya kau


pulang, anak-anak biar di sini. " Kata Melissa


lagi.


"Anak-anak akan tetap bersamaku" Jawab


Kevin.


"Kami pulang, besok aku akan membawa


mereka kesini lagi" Kata Kevin dengan

__ADS_1


senyumannya.


__ADS_2