
Rupanya Wilona sangat mengenal Adelle, mereka adalah teman dekat dan sering bertukar informasi satu sama lain. Hingga pada akhirnya hanya karena seorang laki-laki maka hubungan teman dekat mereka terbilang berantakan dan putus.
Satu-satunya jalan yang mampu membuat hubungan mereka lancar satu sama lain adalah ketika semua hal yang berkaitan dengan Adelle harus sepadan dengan apa yang dialami Wilona dulu.
Kini tangan dan kaki Adelle terikat di atas kursi dengan kedua tangan terikat satu sama lain. Mulutnya di sumpal dengan kain hingga untuk berteriak pun rasanya sangat sulit.
Dengan langkah anggunnya kini Wilona mendekati tempat Adelle disekap. Beberapa saat setelah ia mengajarkan Asgar agar tetap berdiri di tegap membuatnya tidak bisa berbuat banyak.
Kini langkah kakinya terhenti ketika ia hendak menggoreskan sebuah pisau ke arah wajah Adelle.
"Stop! Apa yang akan kau lakukan?" tanya Asgar sambil membawa dua buah paper bag di kedua tangannya.
Ketika mendengar suara yang sangat dikenali oleh dia membuat Wilona seketika menoleh ke arah sumber suara.
"A-asgar!" ucap Wilona dengan terbata.
__ADS_1
"Nona Wilona yang terhormat. Sebagai seorang wanita yang mempunyai sebuah popularitas dan strata sosial yang tinggi seharusnya Anda tidak bersikap seperti saat ini."
Rupanya Wilona sangat mengenal Adelle, mereka adalah teman dekat dan sering bertukar informasi satu sama lain. Hingga pada akhirnya hanya karena seorang laki-laki maka hubungan teman dekat mereka terbilang berantakan dan putus.
Satu-satunya jalan yang mampu membuat hubungan mereka lancar satu sama lain adalah ketika semua hal yang berkaitan dengan Adelle harus sepadan dengan apa yang dialami Wilona dulu. Lagi pula Adelle hanya memanfaatkan semua harta kekayaan yang dimiliki olehnya.
"Kau harus membayar semua hal yang pernah kau lakukan padaku! Mengerti!" teriak Wilona pada Adelle sambil mengarahkan pisaunya.
Asgar seolah melihat orang lain di dalam diri Wilona, sehingga ia segera menaruh dua barang bawaannya ke lantai hingga setelahnya ia berlari ke arah mereka berdua.
Mata Adelle membola melihat Wilona justru berhambur memeluk kakak iparnya tersebut. Kakinya ia hentak-hentakan ke lantai hingga membuat suara gaduh dan membuat Asgar juga Wilona menoleh ke arahnya.
Mulut Adelle yang masih tersumpal membuatnya enggan untuk berkomentar dan lebih memilih untuk membuat gaduh agar Wilona tidak memeluk tubuh Asgar yang ia dambakan.
"Dasar wanita ja-la*g! Beraninya ia memeluk pujaan hatiku!" rutuknya dalam hati.
__ADS_1
Wilona memegang dagu Asgar dan membawanya kembali agar tetap menatapnya saja dan lebih menghiraukan keberadaan Adelle.
"Kenapa begitu?"
"Biar kau menjadi milikku, Asgar!" ucap Wilona setengah mendesah.
Asgar berada di dalam tubuh Wilona adalah makhluk halus. Sehingga ia harus segera menetralkan energi negatif itu dari tubuh Wilona. Atau jika hal itu dibiarkan maka akan membuat kesehatan Wilona semakin memburuk.
Bagaimana pun juga mereka berbeda alam, sehingga hal tersebut sebaiknya memang harus segera dihindarkan. Bukannya menggunakan kekerasan, Asgar rupanya menggunakan cara halus.
Ia mengikuti pergerakan Wilona hingga membuatnya terduduk di kursi. Lalu setelahnya ia mengunci titik-titik nadinya dan membuat Wilona seketika pingsan.
Melihat hal itu Adelle justru menganga karena terkejut. Ia mengira jika Asgar akan melakukan hal-hal yang tidak-tidak kepada sahabatnya tersebut.
"Hei apa yang akan kau lakukan pada sahabatku!"
__ADS_1