
Menyadari pandangan Asgar yang sedang curi-curi lihat ke arahnya, membuat wanita tersebut merasa tidak senang. Di tambah lagi ukuran dua bukit indah milik wanita itu sangat besar dan menggoda.
"Besar dan padat!" gumam Asgar.
Sebagai lelaki normal Asgar seharusnya bebas melihat pemandangan gratis di depannya itu. Apalagi wanita cantik itu memakai pakaian yang ketat dan seksi sehingga lekukan tubuhnya terlihat jelas.
Kedua mata Asgar sedari tadi mengarah kepada dua bukit indah milik wanita itu yang sangat menggoda. Andai itu milik Aurora mungkin saja sudah dilahap habis olehnya.
Pikiran Asgar jadi tidak menentu karena hal itu. Begitu pula dengan wanita cantik itu. Wanita manapun jika dipandang laki-laki bagian itu juga akan marah.
Padahal Asgar tadinya hanya melihat ke arah hasil laporan yang berada di tangan wanita itu.
Akan tetapi karena ada penghalang yaitu dua bukit kembar itu secara otomatis pandangan Asgar menjadi sedikit kurang fokus.
Asgar baru menyadari wanita tersebut sangat cantik. Bahkan kecantikannya sangat berbeda dengan istrinya, wajah dan body wanita cantik itu lebih seperti wanita seksi.
Body yang padat dan berisi membuat ia seperti wanita nakal yang biasa mangkal di perempatan jalan untuk menjajakan tubuhnya. Merasa jika sedari tadi ia dilihat oleh lelaki di sampingnya membuatnya tidak nyaman.
Wanita cantik tersebut tentu tidak senang dengan pandangan dari Asgar dan mulai menegur kepadanya. “Maaf Tuan sedang memandang apa?”
Karena Asgar tidak terlalu fokus karena pemandangan di depannya sangat menganggu, ia justru bertanya balik pada wanita cantik itu.
“Apakah Nona sudah menikah?” tanya Asgar balik.
Tentu saja wanita cantik itu segera melotot ke arah Asgar, dan berkata jangan mengira dirinya tidak tahu apa yang sedang dipikirkan olehnya.
“Jangan kira tidak bisa membaca pikiran jorok Anda ya, Tuan.”
Merasa dirinya bersalah, Asgar meminta maaf dan kembali menatap ke arah depan.
"Maaf, maaf, tidak ada maksud untuk melecehkan Anda, Nyonya."
Namun, wanita cantik itu sudah merasa tersinggung sejak awal.
__ADS_1
“Daripada kau terus menatap dengan pikiran mesum, lebih baik Anda membantu memecahkan masalah ini,” ucapnya sambil menatap sendu ke arah hasil laporan kesehatan anaknya.
Tidak lama kemudian wanita itu menunjukkan ke arah Asgar tentang laporan tersebut. Akhirnya wanita itu mengatakan keluh kesahnya pada Asgar. Bercerita tentang semua hal yang menjadi beban pikirannya.
Tampak sekali jika wanita itu menghela nafasnya dalam-dalam sebelum ia mulai bercerita. Mengisyaratkan jika masalahnya terlalu besar hingga ia merasa tidak sanggup menahannya.
Wanita cantik itu mengatakan jika dirinya sedang bingung, padahal dia hanya mempunyai satu suami. Akan tetapi hasil pemeriksaan justru mengatakan jika anaknya bukan milik suaminya, lalu dia berpikir serta curiga pada dirinya sendiri, jangan-jangan dirinya pernah diperkosa.
Dari cerita tersebut Asgar memastikan kepada wanita cantik itu jika dirinya hanya memiliki satu suami, kemudian menyebutkan kemungkinan lain. Wanita cantik itu kaget kenapa Asgar bisa percaya dengannya, padahal mereka baru saja bertemu.
Lalu Asgar menganggukkan kepala sebagai tanda ia benar-benar mempercayai wanita itu. Asgar juga mengatakan tentang peluang yang barusan dikatakan wanita itu sangat kecil. Lalu Asgar mulai mengatakan penjelasannya pada wanita itu.
“Tubuh laki-laki dan alat kelamin adalah dua set gen, sehingga ini menyebabkan anak dan ayahnya saat melakukan tes DNA malah mendapatkan hasil keduanya tidak berhubungan darah.”
“Benarkah yang Tuan katakan itu?”
Asgar kembali mengangguk. Wanita cantik itu terlihat senang dengan penjalasan Asgar hingga menangis, berkata akhirnya ada yang mempercayainya. Tanpa sadar wanita cantik itu memeluk Asgar sambil menangis.
"Beraninya kau menyentuh dia!" teriaknya penuh amarah.
Asgar dengan cepat menyadari jika orang tersebut adalah suami wanita cantik itu, dan mengerti kemarahannya.
"Maaf, maaf Tuan, tidak ada maksud untuk melecehkan Nyonya ini," ucap Asgar bersungguh-sungguh.
Namun, lelaki itu terus melayangkan pukulan kepada Asgar. Akhirnya Asgar hanya menghindar pukulan darinya tanpa membalas.
Wanita cantik itu segera menjelaskan pada suaminya tentang siapa Asgar. Ia berkata jika dia akhirnya mendapatkan orang yang mempercayainya sehingga terlalu senang, dan juga mengatakan tentang kesimpulan Asgar tentang masalah yang sedang ia hadapi saat ini.
"Benarkah yang kamu katakan, Sayang?"
"Iya, Mas. Kalau kau tidak percaya tanya saja pada Tuan itu."
"Syukurlah kalau begitu, setidaknya ada seseorang yang membantu kita."
__ADS_1
Setelah mendengar penjelasan dari istrinya ia pun juga ikutan senang, karena selama ini dia sering ditertawakan orang mengenai masalah anaknya. Alangkah baiknya jika dia bisa membuktikan dirinya tidak diselingkuhi oleh istrinya.
Suami wanita cantik itu tidak mengerti ilmu kedokteran. Akhirnya dia memohon Asgar agar bisa mencoba berkomunikasi dengan dokter.
“Tuan, tolong bantu kami bicara dengan dokter tentang masalah ini. Jika hasilnya sesuai dengan prediksi Tuan, maka kami akan memberikan Tuan imbalan yang menggiurkan. Kami berjanji,” ucap suami wanita cantik tersebut.
"Baiklah, kalian tunggu di sini!" ucap Asgar sambil bersiap untuk menemui dokter.
Asgar pun setuju, akan tetapi ia tidak menyangka suami wanita itu memiliki kekuasaan sebesar ini. Setelah ia berbicara dengan dokter, maka dokter itu dengan cepat mengeluarkan hasil pemeriksaan.
Asgar berbicara dalam hatinya, “Ternyata benar asal ada uang, semua hal jadi mudah.”
Suami wanita cantik itu sangat girang setelah melihat hasil test, ternyata benar dirinya memiliki dua set DNA, jika menggunakan set DNA satunya, anak tersebut memang benar anak kandungnya.
Wanita cantik dan suaminya itu berpelukan sambil menangis. Setelah puas melampiaskan, Lelaki itu berterima kasih pada Asgar.
“Terima kasih Tuan, Anda benar-benar dewa penolong kami. Sebagai ungkapan terima kasih kami, sesuai dengan janji kami tadi maka hadiah akan segera kami berikan, tunggulah di sini. Biar supir saya mengambil hadiahnya.”
“Tidak perlu repot-repot, Tuan.”
Tanpa memperdalam ucapan Asgar, rupanya ia langsung meminta supirnya untuk mengambil dan mengeluarkan kotak berlapis emas yang ada dirumah agar segera dibawa ke sana. Tentu saja sang supir menjadi kaget dan menghalanginya.
“Ha-ah, bukankah itu benda pusaka turun temurun, Tuan?”
“Kau hanya supir, tidak berhak menghalangi urusan kami!”
“Semoga Tuan tidak menyesal akan hal ini,” ucapnya di dalam hati.
Akhirnya sang supir hanya bisa mengikuti perintah Tuannya. Dengan cepat, supir membawa kotak emas yang sepanjang setengah meter ke tempat Asgar.
Tentu saja Asgar terkejut dengan apa yang dilihatnya saat ini. Karena terlalu kaget ia sampai tidak sadar jika mulutnya terbuka lebar.
“Hadiah apa ini? Kenapa besar sekali?” tanya Asgar pada hatinya.
__ADS_1