
Tidak membutuhkan waktu lama, saat Wilona mendekat ke arah Asgar. Dalam waktu seketika ia langsung mengunci beberapa titik nadi di tubuh Wilona.
Tentu saja hal itu membuat hantu yang merasuki tubuh Wilona murka, karena pergerakannya sama sekali tidak bisa leluasa lagi seperti sebelumnya. Padahal sebelum ini ia telah menguasai tubuh Wilona seorang diri. Sayang, ketika Asgar hendak menyerang rupanya ia kembali teringat
"Dasar manusia bedebah!" pekiknya kesal.
Seketika lampu di kamar itu berkedip-kedip sejak Asgar mulai mengunci pergerakan hantu di dalam tubuh Wilona. Sang hantu mulai berontak karena ia ingin keluar dari sana. Tubuh Wilona seketika terasa panas, hingga membuatnya tidak betah.
Angin berhembus dengan sangat kencangnya menyerang ke segala arah. Menyapu apapun yang dilewatinya. Suara gemuruh membuat semua orang ketakutan termasuk Adelle.
Rambut yang semula tergerai indah kini justru terangkat dan mengembang ke segala arah, membuat siapapun yang memandangnya akan ketakutan. Bagian ujung rambut memanjang seperti ingin melilit tubuh Asgar, menyerang dan mengikuti setiap pergerakan Asgar. Seolah ia tidak bisa jauh dari aura yang mengelilingi tubuhnya.
__ADS_1
Beruntung gerakan Asgar sangat gesit sehingga bisa masih bebas bergerak dan terbebas dari serangan hantu itu. Ia bahkan berhasil menghindar dari setiap serangan yang ditujukan oleh hantu tersebut dengan pergerakan yang sangat cepat.
Kedua bola mata Wilona memerah dengan raut wajah mengerikan. Hantu itu bahkan tertawa melengking sambil menghujat Asgar. Mengatainya dengan ucapan-ucapan kotor dan tidak pantas.
"Hei, lelaki tampan tapi angkuh! Lepaskan aku!" teriak hantu yang berada di dalam tubuh Wilona.
Asgar tersenyum menyeringai. Ia tidak mudah untuk ditaklukkan. Mulutnya komat-kamit membaca doa untuk melumpuhkan kekuatan mereka dan membuatnya tunduk. Sorot matanya mampu mengunci pergerakan hantu itu.
"Kurang ajar kau!"
Sementara itu Adelle rupanya sudah lebih dulu pingsan ketika menyadari sabahat yang biasanya terlihat cantik justru kini terlihat sangat menyeramkan.
__ADS_1
"Ha ha ha, kau tidak akan bisa mengunciku, gadis ini berhutang nyawa padaku jadi selama hidupnya kami akan saling terikat satu sama lain."
"Baiklah kalau itu yang kamu mau!"
Tidak membutuhkan waktu lama, kini Asgar berhasil menekan sosok hantu itu dan Wilona akhirnya selamat meski pada akhirnya ia dibawa pergi ke Rumah Sakit dengan segera.
Kondisi tubuhnya lemas karena ternyata selama ini yang selalu membuatnya terlihat kuat adalah sosok yang selama ini mengisi raganya. Maka dari itu kini Asgar lebih memilih mengembalikan Wilona ke kondisi awalnya.
Sementara itu Adelle juga merasakan hal yang sama, kini ia justru lebih memilih untuk pindah ruangan demi menghindari Wilona. Aurora pun tidak menahan keinginannya.
Aurora begitu terkejut ketika menyadari bahwa sebenarnya saat ini Asgar lebih sering bersama adiknya. Takutnya cara pandang Adelle berubah karena hal itu. Beruntung saat ini mereka lebih banyak menghabiskan waktu dengan saling memahami situasi, sehingga rasa percaya pada Asgar begitu besar diberikan oleh istrinya tersebut.
__ADS_1
Hanya dengan memberikan sesuatu yang bisa membuat rasa percaya diri itu singgah. Pada akhirnya mereka menyerahkan semua hal pada suaminya. Meskipun pada akhirnya ia juga yang harus menjaga keyakinannya untuk tetap kuat dan bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan sekitar.
Apalagi Aurora memiliki suami idaman bagi setiap wanita, sehingga membuatnya justru lebih mudah digilai oleh banyak wanita.