
Ayah dan ibu serepak berkata " BESOK??"
" iya bu elisa dan aku sudah sepakat besok akan menikah di kau dekat rumah ibu jam 7 berkas-berkas persyaratan sudah saya urus" kata t
"baiklah nak besok ayah akan menikahkan kamu"
Tidak lama elisa pun datang dengan membawa air minum dan cemilan elisa melihat heran dengan orang tuanya karena sangat akrab dengan T tidak biasanya ayahnya sangat banyak biacara pada teman laki-laki elisa.
"di minum dulu T" kata elisa
T hanya mengagukkan kepala.
Setelah selesai minum T pamit ke mertua dan elisa.
"ayah ibu saya pamit pulang" sambil menyalami tangan mertuanya
"emm el ingat besok jam 7 sudah ada di kau gang sebelah" t mengingatkan elisa
Elisa hanya bengong mendengar perkataan T.
Hari yang di tunggu telah datang, elisa mengingat-ingat perkataan T.
"apa ini mimpi aku akan menikah secepat ini, aku tidak sedang mimpikan" lalu elisa mencubit tanganya, elisa kesakitan dia sadar bahwa ini bukan mimpi.
Pintu elisa di ketok oleh ibu
"el boleh ibu masuk"
"masuklah bu pintu tidak di kunci"
" el ibu ingin bertanya apakah kamu yakin dengan nak T"
"aku yakin bu dengan pilihanku ini" dengan senyum yang mengembang.
" baiklah el ibu yakin pilihanmu tidak mungkin salah". Ibu pun beranjak keluar.
Sebelum keluar ibu berbalik melihat elisa dan berkata "el kamu tidak mandi sebentar lagi jam 7 kamu lupa dengan pernikahanmu".
"iya bu ini elisa akan mandi" elisa pun menuju kamar mandi, setelah selesai mandi elisa memakai baju kantor niat elisa setelah acara pernikahan elisa pergi ke kantor langsung.
Di KUA t sangat gugup menggu elisa, dia takut elisa membohongi dia, tidak lama kemudian elisa dan kedua orang tuanya datang T pun menghampiri elisa.
"kamu sangat cantik el" puji t
Pipi elisa langsung menjadi merah tomat sangking malunya.
T menyalami kedua mertuanya dan langsung menuju ruangan untuk mengucapkan ijab kabul. Ijab kabul pun di mulai
"saya nikahkan dan kawinkan anak saya yang bernama park elisa mabo bin park lee woo dengan mahar 100 gram emas dan 1 rumah beserta isinya di bayar tunai"
"saya terima nikahnya dan kawinnya park elisa mabo bin park lee woo dengan mahar tersebut di bayar tunai"
Dengan satu tarikan napas saja T lancar mengucapkan.
"sah" kata ayah
Langsung semua saksi mengakatan "SAH"
"nak ayah titip anak bapak jangan buat dia sedih"
"siap yah" kata t
Elisa masih bengong dia tidak percaya detik ini menit ini dia bukan lagi seorang jomblo tapi sudah menjadi istri orang yang baru sekali bertemu..
__ADS_1
Setelah acara selesai, elisa berpamitan dengan orang tuanya elisa pamit untuk pergi ke kantor.
Ayah pun pamit juga untuk pergi bekerja di stasiun tv swasta.
"lalu yang mengantarkan ibu pulang siapa" tanya ibu
" saya yang akan mengatarkan ibu pulang".
T pun mengatar ibu pulang di dalam mobil T tersenyum bahagia.
C nak kamu sangat suka dengan elisa" tanya ibu
Csaya sangat menyukainnya bu, saya bahagia tidak ada yang bisa menukar kebahagiaan ini dengan apapun" kata t
Ibu yang mendengar langsung ikut senyum juga.
Sesampai di rumah ibu turun.
" nak kamu sudah makan"
T menggelengkan kepala.
Ibu memarahi T "kamu ini kenapa sampai telat sarapan tunggu dulu ibu bawakan bekal untukmu".
Ibu langsung masuk ke rumah membuatkan bekal untuk T
" nak ini bekalmu di makan ya nak jangan sampai telat makan"
T mengagukkan kepala dan berpamitan.
Sesampai di kantor elisa dan karyawan lain bersiap-siap menyambut bos baru mereka. Akhirnya mobil bos datang.
Elisa mendapatkan kabar bahwa bosnya yang sekarang sangat benci dengan karyawan yang malas, dia sangat teliti dalam pekerjaan maupun menilai penampilan orang.
Kesalahan sekecil apapun itu bisa membuat bosnya naik fital.
" jio bunga yang aku pesan mana"
"ini Tc jio memberikan bunga.
T berjalan sambil melihat karyawannya dan mencari sosok elisa, elisa terkejut melihat T.
T menghampiri elisa dan memberikan elisa sebukut bunga dan tersenyum.
Semua karyawan wanita iri dengan elisa.
"wah ternyata kamu el"jio memberika senyuman
Elisa hanya diam seribu bahasa.
Semua karyawan di suruh masuk ke aula untuk perkenalan bos baru meraka, karyawan boleh menanyakan apa saja dengan bos mereka.
Di dalam ruangan acara di mulai dan mc menyuruh T untuk memperkenalkan diri
"hai semua perkenalkan nama saya kim taehyun, saya lahir dan besar di korea selatan, Kalian pasti sudah dengarkan bahwa saya bos yang kejam masalah sekecil apapun itu tidak akan saya beri toleransi" ancam t
" wah cos kita sangat kejamc sambil tersenyum.
"Nah apa ada pertanyaan dari karyawan sebelum acara di lanjutkan dengan misi visi. Bila ada sialahkan acungkan tangan.
Banyak yang mengacungkan tangan mereka sangat penasaran denga sosok kim taehyun.
"Wah banyak sekali yang ingin bertanya baiklah saya akan memilih kamu, kamu dan kamu baju merah"
__ADS_1
"Di mulai dari baju merah lalu ke baju kuning dan terakhir baju hijau oke waktu dan tempat di persilahkan"
"perkenalkan nama saya srianun dari bagian akunting, saya ingin bertanya msalah pribadai apakah bapak sudah memiliki pacar" tanya sri (baju merah)
"perkenalkan nama saya desy kamora, pertanyaan saya pak jika bapak punya pacar siapa dia" (baju kuning)
"perkenalkan nama saya jengki yang saya pertanyaakan pak apakah kami yang masih jomblo boleh menikung sebelum janur kuning melekung" (baju hijau)
Semua karyawan bertepuk tangan sangat senang dwngan pertanyaan jengki, sedabgkan elisa sangat kesal mendengar semua pertanyaan yang di dengarnya ingin sekali dia berteriak bos itu suami ku.
"baiklah semua pertanyaa menanyakan hal pribadi, waktu dan tempat di persilahkan pak bos" kata Mc
"baik pertanyaan yang menantang" Sambil tersenyum,.
Karyawan wanita serempak berkata meleleh hatiku bang...
"pertanyaa dari 3 penanya berhubungan jadi saya akan menjawab, saya sudah memiliki pacar, janur kuning sudah melengkung dan tidak ada yang bisa merubahnya" tegas T
"dan itu nama pacar saya bukan pacar tapi istri saya namanya PARK ELISA MABO"
Semua karyawan kaget mendengar itu semua karyawan perempuan berkata patah hati berjemaah deh namanya. Sedangkan elisa merasa bangga dengan T dia berani memperkenalkan dia di smeua karyawannya bahwa dia istrinya tapi di satu sisi dia takut dengan fans T.
Setelah itu T menyampaikan misi vis perusahaan dan peraturan, tidak lama hp T berbunyi dia meminta ijin untuk mengakat
"hallo, iya dek kenapa"
"kak kakek masuk rumah sakit dan keitis sekarang.". Seperti di sambar petir T langsung terdiam
"baik kakak akan k korea sekarang"
T mematikan telpon T menghampiri jio
" jio pesankan aku tiket balik ke korea sekarang tiket untuk dua orang sekarang juga".
T mengabil mic dan berbicara
"maaf sekali lagi saya ada urusan mendadak jadi saya tidak bisa samapi selesai acara dan park elisa mabo bawa tasmu naik ke atas panggung sekarang juga tegas T".
Elisa langsung berjalan ke arah T setelah naik T langsung memberikan mic kepada hio untuk menyelesaikannya.
" tiket sudah di pesan langsung berangkat" kta jio
" tenks bro" T langsung menarik tangan elisa menuju keluar kantor.
Sedangkan di dalam semua karywan mulai mengosip elisa yang tidak-tidak. T menuju parkiran mobil dan membukakan pintu untuk elisa, elisa langsung masuk dan duduk tampa bertanya.
T langsung melesat meninggalkan kantor dan menuju bandara sesampai di bandara T dan elisa naik ke pesawat di dalam pesawat elisa dan T masih dian membisu sampai elisa merasa muak dengan kebisuan ini dan dia mulai mencairkan suasana.
" T apa yang terjadi, kemana kita"
T langsung memeluk rubuh elisa, sebentar saja seperti ini. Elisa pun membalas pelukan T.
" kita akan ke korea kakek di rumah sakit sangat kritis akau tidak mau kakek kenapa-napa".
"tenanglah kakek pasti akan baik-baik saja"
Sesampai di bandara T langsung menuju jemputan dan menuju rumah sakit sesampai di rumah sakit T dan elisa menuju ruangan kakek, saat memasuki ruangan tiba-tiba T terdiam melihat sosok jeni di samping kakek. Elisa yang melihat perubahan muka T bertanya-tanya apa yang terjadi. T mengahamapiri kakek.
" kek kau tidak apa-apa kan" tnya jio
ada yang ingin kakek biacarakan
"baiklah kek saya akan mendengarkan" kata t
__ADS_1
" T umur kakek tidak panjang lagi kakek ingin melihat cicit kakek, kakek ingin kamu menikah dengan jenic kata kakaek
Seperti di sambar petir di siang bolong elisa. Sangat sakit elisa mendengar kakek T berbicara seperti itu. Elisa masih mematung menunggu jawaban T.