Menikah Dadakan

Menikah Dadakan
Bab 18


__ADS_3

"emmm pak ada yang ingin saya katakan" kata jaka


"silahkan nak" kata ayah indah


"begini, saya sudah menyukai indah dari dulu, saya ingin minta ijin sama bapak buat jadikan indah pacar saya" pinta jaka


Kevin dan bella di samping merasakan aura panas yang sanagat panas..


Kevin membisiki istrinya "sepertinya bakal ada pertempuran"


Bella mengaguk kepala tanda setuju.


"bagaimana pak apa saya di ijinkan" tanya jaka


Indah melongo mendengar jaka meminta ijin pada ayahnya dan lebih parah lagi di hadapan suami indah.


Saat indha melihat ke arah zico, indah menyadari jika zico sangat marah pada jaka.


Indah menggegam tangan zico.


Zico mengepalkan tangan, ingin rasanya zico menguliti tubuh jaka.


"ehhh,, gimana ya nak jaka" ayah indah menggaruk kepala yang tidak gatal


"saya serius dengan indah pak, tapi beri saya waktu untuk meminang indah" kata jaka


Zico sudah membara menahan amarah karena tidak sanggup lagi zico langsung menggebrak meja.


Brakkkk.......


Semua mata melihat ke arah zico.


Ayah indah yang tau kalo mantunya sudah di ubun-ubun amarahnya hanya bisa tersenyum, ayah indah mengerti bagaimana perasaan zico saat ini.


"nak jaka serius dengan anak saya, saya berterimakasih tetapi keputusan bukan di tangan saya, keputusan ada di tangan suami indah" kata pak wahyu


Jaka langsung terdiam seribu bahasa, dia merasa malu, dia kira indah masih sendiri tapi nyatanya dia sudah memilki suami.


"gimana nak zico" tanya pak wahyu


Zico menatap mata jaka dengan tatapan mematikan, sampai-sampai orang yang berada di dekat zico merasakan suasana mencekam.


"sampai matipun saya tidak akan melepaskan indah, dia istri saya, dia hidup saya, berani lagi kamu lakukan ini saya tidak akan memberi ampun kepadamu sampai ke cicit-cicitmu" zico mengukapkan dengan kalimat santai tapi dengan aura membunuh


Jaka menelan air liurnya mendengar kata-kata zico.


"ayo pulang" ajak zico pada indah


Indah menuruti kemauan zico, indah tidak mau terjadi pertengakaran di rumah tangganya.


Pak wahyu menepuk bundak jaka "kau terlambat nak, dan jangan untuk mencoba menjadi api di rumah anak tanggaku"


Kemudian pak wahyu bangkit menyusul anak dan mantunya, semua kembali pulang.


Di dalam mobil zico memukul gagag setir kemudi...


Buk...


Bukkk..


Bukk.....


"aeyakkkhhhhhhh" teriak zico

__ADS_1


Indah mulai mengeluarkan air mata, indah menangis dalam diam. Ini pertama kalinya dia melihat zico marah.


Saat zico menyadari istrinya menangis, zico mulai memandang wajah indah, zico menghapus air mata indah. Kemudian memberika kecupan pada kening indah.


Cup..


"janganenangis, ini sangat menyakitkan bagiku" zicoenghapus air mata indah


"ma....m..maafkan aku mas" indah berhanbur ke pelukan zico.


"sudah jamgan menangis, ini bukan ke salahanmu" indah mengecup kenining indah


Setelah puas menangis mereka melanjutkan perjalanan di sepanjang perjalanan, indah memeluk lengan zico dengan erat. Zico tersenyum mendapatkan pelukan dari istrinya.


Saat mereka sampai rumah, zico dan indah masuk kamar untuk mandi karena setelah itu mereka akan kembali ke jakarta untuk ke rumah orang tua zico. Mereka mandi bersama dan melakukan olahraga penyemangat tubuh, mereka melupakan kejadian hari ini dengan mengisi kegiatan yang mereka inginkan satu sama lain.


Setelah mandi dan siap zico dan indah pamitan kepada orang tua indah.


"ayah bu, aku dan bang zico akan ke jakarta" kata indah


"loh jadi berangkat sekarang kamu dah" tanya kevin


"iya kak, besok ada acara yang harus di hadiri" jawab zico


"ibu ayah saya ijin membawa anak gadis ibu, untuk tinggal bersama saya" pinta zico


"eleh-eleh mantu ibu yang nikah gak bilang-bilang mau ke luar sekarang bilang" sindir ibu indah


"hehe maaf bu, kalo gak cepet nanti kedulauan orang" zico memamerkan giginya


"persis kamu kaya ibumu" jawab ayah


"yang bener yah" indah antusias mendengar


"ya gak papa yah, cinta butuh di perjuangi iya gak mantu ibu" tanya ibu indah


Zico dan bela menjawab serempak "betul bu, dua jempol buat ibu"


Mereka tertawa bersama... Setelah itu zico dan indah keluar rumah menuju landasan penerbangan, zico menggunakan pesawat pribadi milik keluarga T. Indah merasa heran akan suaminya, sebenarnya siapa zico? Indah selalu penasaran akan sosok zico.


Di perjalanan zico tidak melepaskan genggaman tangannya, saat ini zico tertidur dengan pulas, indah mengelus rambut zico.


Setelah perjalanan yang lumayan lama kini mereka telah sampai di kediaman orang tua zico. Zico turun mengandeng tangan indah, zico. Masuk ke dalam rumah sambil menggandeng indah.


Indah terpanah melihat luas rumah orang tua zico, dalam hati "ini rumah atau istana" indah masih mengamati rumah orang tua zico.


"mom, dad, ca, zay" panggil zico


Semua yang mendengar panggilan zico langsung keluar dari kamar masing-masing, saat caca melihat indah, caca berteriak..


"kakak ipar" caca langsung berlari memeluk tubuh jndah dengan sayang


T dan elisa memndekati zico dan indah.


Elisa tersenyum, kemudian dia memeluk indah.


"mom zico tidak di inginkan peluk" tegur zico


"tidak, mommy ingin memeluk mennatu mommy"


Tidak lama t juga memeluk indah dengan sayang.


"tidak menyaka aku akan mendapatkan mantu secantik ini, aku tidak sadar jika umurku sudha tua" kata

__ADS_1


"yeee daddy mengakui jika daddy sudah tua" ledek zay


"ehhh ralat, daddy tidak mengatakan itu" kata t


"ayaolah daddy mengaku saja" caca menggoda


"sudah-sudah jangan ledeki daddy kalian" kata elisa


"untung ada mommy, jika tidak habislah daddy" kata caca


Caca dan zay terkekeh kecil...


"siapa sih anak kalian sebenarnya" zico memasang wajah sedih


"tentu saja menantu daddy doang, iyakan mom" t menaik turunkan alisnya


"betul sekali dad" elisa mengacungkan jempolnya.


Zico mengedus kesal, semua terkekeh geli melihat zico cemberuttt.....


Kini mereka berkumpul di ruang keluarga, elisa duduk di samping indah.


Elisa mengelus rambut indah dengan sayang.


"kamu tidak di ancam zicokan untuk ke sini" tanya t


"tidak om" jawab indah


"noooo, daddy"


"D.A.D.D.Y" t menekankan kata daddy


"coba ulang"pinta t


"ehh, iyaa daddy" kata indah merasa canggung


"kamu dapat calon mantu mommy di mana zi" tanya elisa


Zico tersenyum "kami kerja di desa yang sama mom" jawab zico


"ciee cinlokk" kata zay


Zico melempar bantal ke wajah zay, sedangkan indah pipinya sudah merah tomat.


"jangan ledeki abang kamu zay, lihat tuh muka calon kakak kamu sudah merah kaya tomat" kata t


Indah makin menunduk malu..


"ihh daddy selalu saja, liat calon menantu kita sudah malu gini" kata elisa


"hehee iya istriku sayang" t memasang gigi pepsoden


"emmm dad mom" zico memanggil


"kenapa nak" kata elisa


"ada yang ingin abang katakan"


"sebenernya zico sama indah sudha menikah" kata zico


Semua serempak berkata "apaaaa"


Semua keluarga kaget mendengar pengukapan zico.

__ADS_1


__ADS_2