
Sinar matahari masuk melewati celah cendela, kini zico sudah terjaga dari tidurnya, zico menelusuri wajah istrinya dengan tanggan, tidak sedikit zico tersenyum sambil memandangi wajah istrinya, zico memberikan kecupan pada kening indah, indah yang menerima kecupan hanya tersenyum.
"bagun" zico mulai menepuk wajah indah dengan penuh perasaan sayang.
Indah mengulet dari tidurnya bukannya membuka mata indah malah memeluk tubuh zico, indah memberikan kecupan pada dada bidang suaminya.
Cup
Cup
Cup
"5 menit lagi" indah melanjutkan tidur
"sayang ingat hari ini muridmu uan" zico masih setia dalam membelai wajah indah
Indah membuka mata"is kok gak dari tadi sih bangunin" indah langsung bangkit dari tidur dan ingin menuju kamar mandi
Saat indah melangkah ingin ke kamar mandi, indah berdiam cukup lama.
"kenapa" zico memperhatikan indah
"masih tanya, ini semua karena kamu, aku tidak bisa jalan karena kamu, sumpah kamu nyebelin banget" gerutu indah
Zico tersenyum "tapi kamu menikmati juga sayang, jangan luapakan desahanmu yang mampu membuatku melayang" zico menghampiri indah dan langsung menggedong indah menuju kamar mandi
"mau di mandiin atau mandi sendiri"
"mandi sendri cepet keluar zi" usir indah
Cup, zico memberikan ciuman
"hukuman karena memanggil nama, panggil sayang" zico memegang wajah indah
"iya iya aku lupa, sayang keluarlah" indah memerikan senyum manisnya
Zico keluar, sebelum keluar zico berbalik melihat badan indah terguyur air sower. Seketika ada pemberontakan dari tubuh zico. Zico menelan air ludahnya saat air mengalir begitu saja melewati tubuh indah, tidak ada pikir dua kali bagi zico, zico langsung memeluk tubuh indah dari belakan, indah yang menerima pelukan sangat kaget.
__ADS_1
Zico mulai menelusuri leher jenjang istrinya, indah mendesah saat zico mulai memainkan area dadanya.
Butuh waktu 2 jam bagi mereka untuk menuntaskan ritual mandi, saat mereka keluar tubuh mereka merasa dingin yang amat meusuk kulit.
"aku kapok mandi denganmu" kata indah
Zico tersenyum "tidak boleh begitu istriku, cintaku, sayangku, calon ibu anak-anakku" zico memberikan kedipan mata
"sumpah geli banget aku liat kamu" indah bergidik ngeri
Saat di dalam mobil zico tersenyum sepanjang jalan, zico merasa dirinya sangat beruntung di dunia ini.
"jangan senyum-senyum mulu zi aku takut kamu ke sambet"
Cup "hukuman" zico menggegam tangan indah
"aku sangat bahagia kamu menjadi milikku seutuhnya" zico mengecup punggung tangan istrinya
"aku juga sangat bahagiaa" indah tersenyum
Zico menaikan alisnya menatap indah
"kita belum minta restu orang tuaku, ayah ibu maafkan anakmu ini sudah menikah tampa ijin" indah memasang wajah sedih
"nanti kita beri tau, liburan ini mari ke orang tuamu" zico masih menggegam tangan indah
Indah mengagukan kepala.
Sekitar 30 menit indah telah sampai di sekolahan, hari ini jadwal muridnya melaksanakan ujian nasional.
Saat indah ingin keluar dari mobil, zico menarik tubuh indah.
"kenapa lagi sayang" penuh tanda tanya bagi indah
"kamu yakin keluar dengan begitu" zico memberikan tatapan serius
"100% serius, sudah ya aku ingin menemui muridku memberikan semangat kepadanya"
__ADS_1
"coba kamu lihat" zico memposisikan camera hpnya ke indah, saat indah melihat dirinya indah sangat kaget, leher putih nan jenjangnya di penuhi oleh tanda cinta zico.
"ih nyebelin banget sih kamu sayang, ih bagaimana ini" indah mulai panik
Zico tersenyum melihat kepanikan indah.
"gak usah senyum-senyum, bantuin mikir harus di tutupi dengan apa ini"
Zico tertawa kemudian zico mulai mencari benda untuk menutupi tanda cintanya.
Setelah selesai indah keluar dari mobil, perasaan jengkel masih dia rasakan.
Saat indah ingin masuk ruangan pak bagus memanggil indah.
"bu"
"iya pak ada yang saya bantu"
" eh gini bu nanti setelah anak-anak selesai ada yang saya bicarakan"
"oh baik pak, kalo gitu saya permisi dulu"
Indah menyemangati murid-muridnya, indah menunggu muridnya sampai selesai mengerjakan soal-soalnya.
Setelah selesai seperti kata pak bagus kini indah dan pak bagus sedang berbincang.
"jadi apa yang ingin bapak sampaikan"
"anu gini bu, saya ingin melamar orang yang saya suka"
"wah bagus itu, saya dukung itu" indah tersenyum
"katakan pak jangan tunggu lama"
Kemudian pak bagus jongkok di hadapan indah dan saat itu semua guru dan murid menyaksikan mereka.
"eh pak kenapa jokok bangun pak malu di liat orang"
__ADS_1