Menikah Dadakan

Menikah Dadakan
Junior


__ADS_3

Gio mengatar echa pulang ke rumah.. Sesampai di rumah echa keluar dari mobil.


"abang tidak masuk dulu". Tawar echa


"tidak sayang, tidak enak tidak ada omma".


"takut di amuk t" jawab gio


Echa tertawa "iya aku tau kakakku sangat kejam, terimakasih abang sudah mengatarkan aku" kata echa


"sudah sana bang pergi ke hotel" perintah echa


"hmmmm.....,, jadi abang di usir nih ceritanya" gio sambil cemberut.


Echa tertawa melihat gio cemberut kemudian echa mengecup pipi gio, agar sang empu tidak cemberut lagi.


Gio terbengong kemudian gio menatap echa.


"sayang sebelah sini belum" gio meunjuk pipi sebelahnya


"ihh abang, sana cari hotel" perintah echa


"yang sebelah belum cha". Rengek gio


"habis di cium langsung cari hotel ya". Kata echa


Gio hanya mengagukkan kepala, kemudian echa mengecup pipi gio yang sebelah tetapi belum mengenai pipi gio, gio sudah membalikkan wajahnya hal hasil echa mengecup bibir gio. Echa terkejut


"ihh abang". Echa memukul lengan gio


"hehehe". Gio hanya tersenyum menampilkan gigi


"sudah sana bang cari hotel , ketauan kakak nnti abang di buang ke kandang buaya lo". Kata echa


"tidak apa apa ke kandang buaya asalakn berdua bermasamu". Goda gio


Wajah echa memeremah menahan malu karena perkataan gio.


"cha lo tau bedanya lo sama angka 2"tanya gio


"lah memang bedakan bang, itu angka sedengkan aku manusia bang". Jawab echa

__ADS_1


"salah" kata gio


"terus apa bang". Penasaran echa


"bedanya kalo 2 angka kalo kamu tidak ada duanya" kata gio


Echa semakin tersenyum kini pipi merah tomat echa mengembang...


"ihh abang gombal" kata echa


"ini bukan gombal sayang, abang serius". Kata gio


"ihh abng dari tadi di suruh cari hotel". Perintah echa


"iya sayang abng nurut, abang pergi dulu ya". Pamit gio


Gio kemudian mencari hotel setelah mendapatkan hotel gio memesan satu kamar, saat gio ingin menuju kamarnya gio bertemu dengan cika di dalam lift.


"ehh mas nginep di sini juga "tamua cika


" iya cik" jawab gio


Gio memperhatikan laki laki di sebelah cika. Sadar dengan tatapan sepupunya cika langsung memperkenalkan pacarnya.


"xiu chan" chan memperkenalkan diri


"gio" Jawab gio


Tidak lama telpon gio berbunyi menandakan ada panggil, saat gio melihat hpnya tertera elisa yang memanggilnya.


"hallo el kenapa? Tenang saja echa sudah aku antar ke rumahnya, aku tidak membawa dia untuk bermalam dengan ku". Kata gio


Tampa sadar chan mendengarkan percakapan gio dalam hati chan "echa apakah echa yang aku kenala?".


"hehe,, ketahuan ya gue mau nanyain adik gue" echa tersenyum.


"sudah gue duga" gio tertawa


"bilangin sama laki lo adiknya aman sudah, tidak gue sentuh sedikit pun". Kata gio


Tidak lama pintu lift terbuka gio berjalan mendahuli cika dan chan.

__ADS_1


Gio masih larut dalam obrolan dengan sahabatnya sedangkan cika dan chan juga masuk ke dalam kamar mereka di perjalanan chan selalu teringat nama echa. Chan berbikir keras apakah echa yang dia kenal atau hanya memiliki nama yang sama.


Setelah meresa sudah cukup dengan obrolan gio dan elisa mematikan hpnya.


"siapa sayang" tanya t


"gio mas" jawab elisa


T kemudian memeluk tubuh elisa tangan kekar t memeluk perut t, kemudian t mengecup perut elisa.


"sayang kapan kamu muncul di rahim mommy" t sambil mengelus perut elisa


Elisa tersenyum dengan setuhan t, elisa sangat senang.


"sayang jam berapa sekarang"tamya t


"jam 9 malam mas" jawab elisa


"emm kita makan yuk, mas sangat lapar" ajak t


"baiklah mas" jawab elisa


Kemudian elisa dan t keluar apartemen mereka pergi ke restoran yang dekat dengan apartemen, t dan elisa memesan ramyon mereka lahap mememakan.. Setelah selesai mereka kembali ke apartemen.


Setelah di dalam apartemen t langsung memeluk tubuh elisa dari belakang.


"aku sangat mencintaimu, aku tidak akan pernah melepaskanmu" kata t


T kemudian menghirup aroma tubuh elisa, aroma tubuh elisa membuat t selalu candu, kemudian t mulai menelusuri leher elisa.


"aku juga sangat mencintaimu mas".


Kemudian elisa berpaling kini, tangan elisa mengalungkan di leher t. Elisa tersenyum kemudian t mengecup bibir elisa. T mulai mengabsen wajah elisa, t mulai mengecup kening, mata, pipi, hidung, bibir t selalu mengecup bibir elisa dari kecupan kini menjadi lumatan, t dan elisa saling melumat, kemudian t mengendong tubuh elisa, t berjalan menuju kasur kemudian t merebahkn badan elisa di atas kasur, t **** tubuh elisa mereka belum melepaskan lumatan. ketika mereka merasa pasokan oksigen menipis mereka melepaskan lumatan, tidak menunggu lama t kemudian mulai menelusuri leher elisa, saat t menelusuri leher elusa, elisa mengeluarkan desahan yang mampu membuat t bersemangat berapi api. Tangan t tidak tinggal diam kini tangan t menyelusuri buah dada elisa. Ketika tangan t mulai memanjakan buah dada elisa, elisa makin me desah. T tersenyum mendengar desahan elisa.


T kemudian mulai menyusuri buah dada elisa , elisa makin mendesah kuat. Setelah t meresa puas dengan memanjakan tubuh elisa kini t memainkan permain inti. Kini t dan elisa menyatukan. Elisa dan t sama sama mendesah saat proses penyatuan, saat mereka menemukan kenikmatan yang mereka cari t kemudian berbaring di sebelah elisa.


"sayang kamu tidak berpikir ini akan selesai kan"tanya t


Kemudian elisa berbalik kini mereka saling menatap, elisa tersenyum kemudian elisa mengecup bibir t dari kecupan menjadi lumatan, kini yang menjadi pemain utama yaitu elisa, t hanya menerima perlakuan dari elisa. Elisa mulai melumat bibir t setelah puas elisa kini ke leher t, t mendesah saat leher t mendapatkan kemanjaan dari elisa. Tangan elisa mulai memanjakan dada bidang t, setelah puas dengan memanjakan dada bidang t kini elisa mulai memainkan peran penyatuan elisa memalukan penyatuan, t hanya menerima yang bermain elisa, t selalu mendesah saat elisa berlikuk likuk di atas tubuh t. Karena t sudah tidak tahan dengan elisa yang berada di atas t kemudian membalikkan posisi kini t yang bermain pemeran utama, mereka mencari kenikmatan, mereka mendesah bersama sampai mereka menemukan kepuasan. Setelah selesai t memeluk tubuh elisa, t mengecup kening elisa dan perut elisa.


"cepat tumbuh sayang" t mengusap perut elisa.

__ADS_1


Kemudian mereka tertidur setelah melakukan aktivitas dengan durasi kurang lebih, lebih dari 2 ronde. Elisa dan t berpelukan mereka tertidur larena lelah yang mereka rasakan.


__ADS_2