Menikah Dadakan

Menikah Dadakan
Bab 15


__ADS_3

Setelah devan memastikan clara telah tenang, baru devan melepaskan pelukannya, devan menghapus air mata clara.


"jangan menangis, ini sangat menyakitkan bagiku"


"kamu jahat, kamu jahat"clara memukul dada devan


Devan menangkap tangan clara, devan menggegam tangan clara.


Devan kemudian membawa tubuh clara untuk duduk. Kini clara dan devan telah duduk berhadapan.


Devan tersenyum melihat wajah cantik clara, devan mengusap wajah pujaan hati. Tidak henti-hentinya devan mengucapkan kata maaf.


"sekarang jelaskan ke mana saja kamu selama ini" clara menatap mata devan


Devan memberikan senyuman tangan satu devan menggegam tangan clara sedangkan yang satunya membelai wajah clara.


"maafkan aku karena meninggalkan kamu tampa pamit"


"maafkan aku karena tidak memberi kabar, maafkan aku karena tidak mencarimu"


Clara masih diam membisu mendengarkan penjelasan devan.


"waktu kelulusan SMA aku harus menyusul sodara kembarku, sodara kembarku mengalami kecelakaan, aku sangat panik saat itu"


"tapi kamu bisa hubungi aku"


"maaf, karena waktu itu aku terancam dan harus membuang ponselku, aku di kejar oleh musuh daddy t, mereka ingin menyakiti aku agar daddy t mau menuruti kemauannya"


"kamu tau? saat aku di kejar mereka, aku terjun dari tebing masuk ke laut, aku terombang ambing di laut"


"dan akhirnya aku bisa menyelamatkan diri, itupun karena ada kapal pesiar lewat, jika tidak ada mereka mungkin aku sudah mati"


Clara yang mendengar penjelasan devan tidak bisa membendung air mata, clara masuk ke dalam pelukan devan.


"kamu tau aku selalu mencari keberadaanmu, aku datang ke sekolahan kita dan menanyakan pada guru sekolah tetapi mereka semua bilang tidak tahu, aku juga menanyakan pada temanmu tapi mereka mencaci maki aku, mereka bilang aku jahat karena meninggalkanmu, mereka bilang aku tidak pantas untukmu"


Clara menggelngkan kepala..


"aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi untuk merubah segalanya, aku janji tidak akan meninggalkanmu"


Clara menangis "aku akan memberikan satu kesempatan lagi" devan semakin mengeratkan pelukan. Kemudian devan melepaskan pelukannya dan berjongkok menghadap clara


"clara harus kamu tau aku menyiapkan ini saat kita ingin merayakan hari jadi kita, aku tau mungkin ini terlambat tapi asal kamu tau aku membeli cincin ini saat aku masih sekolah, aku ingin melamarmu saat aku lulus karena sebuah tragedi maka hari ini di saksikan oleh abangku dan yang lain"


"aku ingin mengukapkan keinginanku, clara utomo maukah kamu menjadi wanita satu-satunya dalam hidupku, maukah kamu menjadi pelabuhan terakhirku, maukah kamu menjadi istriku, menjadi ibu dari bibit-bibit yang akan ku tanam padamu, maukah kamu menjadi ratuku" devan menyodorkan cicin yang selalu dia bawa ke mana saja.


Clara menangis kemudian mengagukan kepala, devan sangat senang kemudian devan memasangkan cicin dan memeluk tubuh clara, devan tidak lupa mengecup kening clara, saat devan ingin mengecup bibir clara, devan mendapatkan lemparan botol dari zico.


Devan mendengus kesal dengan tingkah abangnya.


"woy ingat tempat lo" tegur zico

__ADS_1


"apa sih bang ganggu aja" tolak devan, kemudian devan tetap mengecup bibir clara. Wajah clara berubah merah tomat karena malu dengan kelakuan kekasih pujaan hati.


"yaampun sumpah mata polos gue ternodai" caca menangis bombai


"so polos lo ca" tegur devan


"ih emang gue masih polos kali, lo aja yang mesum" jawab cac


Devan tersenyum "biar aja yang penting mesumnya sama yayang sendiri" devan menjulurkan lidahnya.


Kini mereka kembali ke ruang makan, devan selalu memberi perhatian kepada clara, saat semua telah makan clara membasuh piring kotor, saat clara tengah sibuk membasuh devan datang menghampiri dan memeluk tubuh clara dari belakang.


"aku sangat sangat sangat merindukanmu" devan mulia menghirup aroma tubuh clara


Clara yang menerima hembusan napas devan langsung merinding merasakan hembusan napas.


"berjanjilah untuk tidak menghilang lagi" clara memegang tangan devan


"aku berjanji"


Setelah clara dan devan bersatu kembali kini indah harus berangkat ke rumah orang tua indah, devan yang baru bertemu clara dia tidak ingin meninggalkn clara, devan merengek minta posisinya bertukar dengan bangnya. Karena zico males mendengar rengekan devan akhirnya clara di beri izin untuk mengatar indah kembali pulang.


Saat mereka akan berangkat zico menatap kepergian indah, seperhh hatinya merasa hilang, zico tidak bersemangat.


"eleh-eleh yang di tinggal ayang beb" ejek rendy


"biasa aja kali mukannya gak usah di tekuk lesu gitu" kini zakkh ikut mengopori


"sedih gue" zico memasang sedih


Setelah beberapa jam menempuh perjalanan indah telah samapi di rumab, indah di sambut oleh ayah dan ibunya. Kini indah berada di kamar rasanya indah sangat sepi, yang biasanya tidur berdua kini dia harus sendiri.


Indah kemudian menghubungi zico.


Tut.... Tut.... Tut.....


"hay apa sudah samapi dengan selamat" tanya zico


"aku sudah samapi, aku sangat merindukanmu"


Kemudian zico mengubah dari telepon menjadi video call.


"aku juga sangat merindukanmu, belum ada 24 jam tetapi bagiku sudah 20 tahun tampamu" zico memasng wajah suram


Indah terkekeh "lebay"


"ini fakta sayang aku sangat merindukanmu"


"bagaimana ibu, apakah dia baik-baik saja"


Indah mengagukan kepala "ibu baik-baik saja"

__ADS_1


"sampaikan salamku pada orang tuamu"


"sayang sudah dulu aku ingin menjalankan tugas melihat daerah batas"


"jaga kesehatan, jangan rindu rindu, rindunitu berat aku tidak sanggup, jangan lupa untuk kembali aku sidah sangat merindukanmu"


" i love you sayang"


"i love to sayang"


"kiss" zico menyodorkan bibirnya


Kemudian indah memeberikan kecupan di layarnya.


Cup...


"terimakasih sayang" zico memberikan tanda hati untuk istrinya.


Setelah melakukan video call indah tertidur karena merasakan lelah.


Sedangkan zico, dia dan tentara yang lain memeriksa area perbatasan.


Sedangkan caca, setelah mengatar kakak iparnya ke rumah orang tuanya, caca langsung kembali ke rumah, sesampai di rumah caca memberi tahu pada elisa bahwa kakak iparnya sangat cantik, elisa yang mendengar calon menantunya sangat canti dia bersemangat untuk berjumpa dengn menantunya.


Sedangkan di posisi lain kini devan membawa clara ke apartemen, saat clara masuk ke dalam kamar devan, clara berdiri mematung melihat foto-foto kebersamaan mereka terpampang jelas, bahkan devan mencetak foto clara yang tersenyum kepadanyan dengan ukuran sangat besar.


Devan memeluk tubuh clara dari belakang.


"kamu yang melakukain ini" tanya clara


Devan menarok dagunya di bahu clara, devan menghirup aroma tubuh clara.


"aku melakukan ini karena aku percaya bahwa aku akan menemukanmu"


"kamu bisa mencari penggantiku"


"tidak clara utomo, di hatiku dari dulu sampai sekarang hanya ada namamu"


"aku tidak tergoda dengan wanita lain selain dirimu"


"asal kamu tau, aku menyimpan semua barang kenangan kita"


"benarkah"


Devan mengagukan kepala, kemudian devan membawa clara masuk ruang rahasia yang ada di dalam kamarnya.


Semua barang pemberian clara, foto clara, foto kebersamaan mereka semua tersusun rapi di ruangan itu.


Clara memandangi setiap barang-barang kenangnya.


"aku tidak mungkin membuang ini, karena ini sangat berhatga bagiku" devan memeluk clara

__ADS_1


"terimakasih telah menyimpan hati untukku, menjaga hati untukku" clara membalas pelukannya.


Entah siapa yang memulai kini bibir mereka sudah menyatu, mereka mengukapkan kerinduan dari ciuman itu, mereka saling melepas rindu.


__ADS_2