
Kini mereka berempat kembali ke rumah sakit, di rumah sakit acil hadrah dan anak sudah di perbolehkan pulang.
Mereka bergegas kembali ke rumah, di sepanjang perjalanan indah tidak henti-hentinya tersenyu. Clara yang memperhatikan tingkah indah mulai membisik ke indah "hutang cerita lo"
Indah hanya menanggapi dengan kedipan mata.
Sesampai di kampung mereka langsung mengatarkan acil hadrah ke rumahnya setelah itu mereka kembali ke rumah masing-masing.
Indah yang sampai rumah langsung masuk kamar mandi, setelah selesai indha langsung berangkat ke sekolahan, ketika indah melangkahkan kaki samapi depan pintu, zico sudah berada di atas notor untuk mengatarkan calon istrinya.
"cantik" puji zico, zico mengembangkan senyum
Pipi indah berubah warna karna pujian zico
"ayo naik"ajak zico
Indahpun naik ke motor dan mereka bergegas pergi, di perjalanan jantung mereka selalu berdetak tidak karuan.
"kapan pulang"tanya zico
"emm, belum tau lagi mungkin setelah anak-anak uan"jawab indah
"tidak usah pulang temanin aku di sini"pinta zico
"pegangan"perintah zico
"tidak mau"tolak indah
Kemudian zico mulai membawa motor laju kemudian mengerem mendadak karena ada ayam yang menyebrang jalan, indah yang di belakang langsung memeluk tubuh zico, zico tersenyum.
"cari kesempatan dalam kesempitan banget lo"nada kesal indah
"enak aja lo nuduh" kelak zico
"noh ayam nyebrang gak liat kiri kanan"jawab zico
"alibi lo wae"jawab indah
Ketika indah ingin melepas pelukakannya zico menahan
"gini aja, plis"pinta zico
"ya elah elo zi, mau gue tabok lo, ini kampung bukan kota, ngerti situasi ngapa"jawab indah kesal
Zico mengaruk kepala yang tidak gatal
"maaf" kata zico
Kemudian mereka melanjutkan perjalanan, sesampai di sekolahan indah langsung masuk dan zico kembali ke markas.
Indah mulai menjelaskan materi pelajaran setelah setengah jam menerangkan kini jam istirahat telah tiba indah kembali ke kantor untuk makan siang, saat indah membuka tasnya indah baru ingat bahwa dia tidak membawa bekal.
Indha menepok zidat "mampus gue lupa bawa makan"
Pak bagas pun menghampiri indah
"kenapa bu"tanya pak bagas
"eh ini pak saya lupa bawa bekal"jawab indah
"ini bu kalo mau makan saja" pak bagus menyodorkan bekalnya
"eh tidak usah pak, bapak saja yang memakannya"tolak intan
"tidak apa-apa bu"kata pak bagus
"eh"belum selesai berbicara suara ketukan pintu mengalihkan pandangan mereka saat semua mata melihat ke arah ketokan pintu zico sudah berdiri dengan membawakan bekal untuk indah.
Zico masuk ke dalam " ini pesenannya maaf telat" zico meyodorkan makanan
Indah tersenyum, zico duduk di sebelah pak bagus.
"siang pak"sapa rama zico
"siang pak tentara"balas pak bagus
Pak bagus merasa jengkel terhadap zico, pak bagus merasa zico akan menjadi saingannya dalam mendapatkan hati indah.
"ini pak bekalnya di makan, saya sudah ada bekal" kata indah
"eh iya bu" jawab pak bagus
"mari pak makan" ajak indah
Zico, indah dan pak bagus akhirnya makan bersama di meja indah, zico selalu memandang wajah cantik indah, sedangkan pak bagus harus meredam emosi karena zico menatap indah terus.
Indah yang merasa di perhatikan dia hanya cuek menanggapi.
__ADS_1
" zi, makan yang banyak "perintah indah
" baik sayang"jawab zico
Pak bagus langsung tersedak mendengar kata sayang "uhuk uhuk"
Zico cuek mendengar pak bagus batuk.
Sedangkan indah dia langsung membukakan minum untuk pak bagus "pelan-pelan pak makannya" kata indah
"terimakasih bu"kata pak bagus
Saat indah akan minun dengan air yang sama dengan pak bagus, zico langsung menahan tangan indah, kemudian zico membuka air baru untuk indah, indah menatap zico kemudian zico menggelengkan kepala. Indah hanya menuruti zico.
Saat selesai makan zico pamit ke indah dia kembali ke markas.
Di markas zico. Zico mendapatkan surat tugas dari presiden untuk menangkap penyusup di perbatasan negara. Zico dan team langsung mepaksanakan tugas.
Zico membagi team, mereka berpencar untuk mengepung penyusup yang masuk.
"rendy dan tim 1 ke arah timur" perintah zico
"tim dua ke arah barat" perintah zico
"siap ketua laksanakn"jawab kompak tim
Sebelum berangjat zico memberi tahu indah melalui telepon, karena indah sedang mengajar akhirnya indah tidak memjawab telepon, kemudian zico memberi kabar melalui cht.
Zico(aku melaksanakan tugas dan tidak tau kembali dengan selamat)
Zico(aku sangat mencintaimu, doakan aku berhasil dalam tugas ini).
Setelah mengirim cht zico dan tim berangkat ke titik penyergapan.
Saat ini zico dan tim telah bersiap-siap untuk mengepung penyusup.
"penyusup berjumlah 5 orang" kata rendy
"baik" jawab zico
Zico dan tim langsung bergegas mendekati markas mereka, saat penyusup lengah tim zico telah menempati posisi aman untuk mereka bersembunyi, zico mengamati kelompotan ini, tim zico menunggu aba-aba dari zico.
Setelah di rasa aman tim zico mulai menjalankan misinya, saat tim zico mulai menjalankan rencana salah satu dari penyusup melihat tim zico, penyusup langsung menembak ke arah tim, akhirnya adu tembak terjadi, 4 penyusup tertembak sedangkan yang satu masih selamat, zico mulai mendekati rumah itu, saat zico masuk, zico di sambut oleh penyusup.
Penyusup memberikan tepuk tangan.
"hai ketua zico"sapa penyusup
"kamu" zico masih tidak percaya
"yah ini aku, sahabatmu"jawab penyusup
"apa yang kau lakukan"tanya zico
"apa yang aku lakuakan? Aku menjalankan tugas bosku"jawab penyusup
"kau tau zico, setelah aku kehilangan semuanya hidupku hancur, sahabatku pergi"jawab penyusup
"apa yang terjadi denganmu rel? "
" kau tega meninggalkan aku di saat aku kehilangan semua" jawab farel
"tunggu apa maksudmu" zico benar-benar tidak percaya
"kau selalu menjadi munafik zi"
"aku tidak tahu rel"
"ceritakn padaku"
"baiklah aku akan menceritakan, kau tau ayahku? "
" ya aku tau ayahmu chan, lalu apa yang terjadi"
"ayahku menyiksa ibuku sampai mati dan aku ingin membalas itu semua, dan sekarang aku harus melunasi hutang ayah ******** itu"
"tapi tidak dengan begini farel, kamu bisa menceritakan kepadaku"
Farel tertawa" haha, kamu ke mana saja zico, di saat aku membutuhkanmu, dan di saat aku sudah menemukan orang yang dapat membatuku melunasi hutang ayahku, kau menyuruhku berhenti, kau bodoh zico"
"aku akan membatu melunasi hutang ayahmu"
"tidak perlu cukup aku membunuhmu maka hutang ayahku lunas"
Farel langsung menyerang zico, mereka berkelahi sangat sengit.
"aku tidak tega melukaimu rel, ku mohon berhenti" zico memohon pada sahabtnya
__ADS_1
"tidak akan, sebelum aku membunuhmu"
"kamu harus meredamkan emosimu"
"cukup lo mati di tangan gue" farel masih menyerang zico sedangkan zico menghindar, zico tidak ingin melawan bagaimanapun farel adalah sahabatnya.
"lo bisa cerita ke gue rel, semua masalah elo pasti ada jalan keluarnya percaya sama gue" zico menyakinkan farel
Farel berhenti menyerang zico, farel langsung jatuh terduduk, farel menagis sejadi-jadinya.
Zico mendekati farel kemudian zico memeluk tubuh farel, saat zico lengah farel langsung menusukkan pisau ke perut zico.
Saat pisau itu mengenai perut zico, zico terdiam menatap farel.
"maafin gue zi, geu terpaksa"
"geu gak bisa nolak tugas ini, nyawa adik gue di tangan bos gue, maafkan gue sekali lagi" farel memeluk tubuh zico
"lo berhutang cerita ke gue" zico memeluk tubuh farel dan saat itu zico langsung pingsan di pelukan farel
Rendy yang melihat zico pingsan langsung masuk dan menendang farel sehingga farel jatuh tersungkur.
Rendy langsung menghajar farel, farel hanya tersenyum.
"bangsadd lo" rendy membabi buta memukuli farel
Tim zico masuk langsung membawa zico kembali ke markas untuk mendapatkan pertolongan pertama, sedangkan farel dia di bawa ke tahanan untuk di intergrasi (intinya di tanya-tanya gitu).
Farel yang satu mobil dengan zico, farel tidak henti-hentinya menangis.
"buat apa lo nangis dasar ******** lo" sinis rendy
Farel tidak mendengarkan kata-kata rendy. Bagaimanapun farel terpaksa melalukan ini, jika dia tidak melukai zico, adik satu-satunya akan di bunuh oleh bosnya.
Saat tiba di markas, zico langsung di bawa ke ruangan clara, clara yang sudah mendapatkan kabar langsung sigap menanganin zico.
Setelah pengobatan selesai selang 3 jam, zico sadar dari obat bius.
Zico memperhatikan seisi ruangan. Zico mulai bangkit dari tidurnya.
"au"zico memegang perutnya
Clara yang melihat zico duduk langsung menghampiri "jangan banyak bicara lo bang"
Zoco tersenyum "indah mana?"
"ada di rumah" jawab clara cuek
"belum kamu kasih kabar ke indah kalo abang ganteng lo luka begini" zico mulai uring-uringan
"gak usah lebay dah lo bang" jawab clara
"mana telepon lo" pinta zico
Clara memberikan telponnya, kemudian zico menghubungi indah.
"hallo ra, kenapa" suara indah dari benda pipih
Zico langsung memberikan hpnya ke calara, clara mengabil dengan wajah cemberut.
"dah zico"
"zico kenapa ra?" indah mulai panik
"zico luk" sambungan telepon terputus
"sumpah nyebelin banget dah lo dah, belum juga selesai ngomong"keluh clara
Sedangkan zico dia kembali rebahan dan memajamkan mata.
Indah yang sudah berada di ruangan clara langsung masuk tampa mengetuk pintu.
"ra kenapa zico"kini air mata indah mengalir
Indah mendekati zico, indah memegang wajah zico.
"ra zico gak matikan" air mata indah makin deras.
"dia kenapa ra?"
"tenang dah, zico gak kenapa-napa"
"apa yang tidak kenapa-napa, lo gak liat dia mejamin mata, zico gak matikan ra"indah mengguncang tubuh zico
"yang sabar dah"kini clara memasang wajah sedih
"gak, gak gak mungkin" air mata indah mengalir sangat deras
__ADS_1