Menikah Dengan Bos Dingin

Menikah Dengan Bos Dingin
Bab 24


__ADS_3

 


Sore hari nya Mega dan Rico sudah pulang, di ruang tamu mereka sedang mengobrol dengan chris yang masih berada di sana.


 


Rico :" kalian jadi kapan untuk melakukan pernikahan?" tanya Rico pada chris dan adelia


Adelia :"Adelia terserah bunda sama mommy aja yah"


Rico :" Kalau kamu chris"


Chris :"Kalau chris mau secepatnya yah. Lebih cepat lebih baik dan chris tidak mau menunggu lagi." ucap santai Chris


Mega :" Bunda dan mommy kalian sudah memutukan untuk pernikahan kalian akan dilangsungkan minggu depan. Bunda dan mommy juga sudah mempersiapkan gedung


Serta catring nya juga"


Adelia :" bunda benar kah? Kenapa tidak memberi tahu adel dan chris"


Mega :" Tidak usah memberi tahu kalian, yang penting kalian sekarang sudah tau dan bunda mau pernikahan kalian di rayakan dengan besar besaran."


Ayah :" Kalau gitu ayah akan mengundang semua rekan rekan bisnis ayah. Ayah ingin memberitahu mereka semua bahwa ayah punya seorang anak perempuan yang Cantik dan ayah juga tidak mau sampai anak ayah di hina seperti kemaren. "


Adelia :" Baiklah adelia dan chris akan ikut saja dengan rencana bunda dan mommy"


Mereka melanjutkan obrolan mereka, sampai waktunya makan malam. Mereka Makan bersama Chris sudah tidak sungkan lagi dengan keadaan itu. Mereka makan dengan tenang. Selesai makan Chris berpamitan untuk pulang.


*


 


Dijalan chris mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, tiba tiba ia melihat ada seorang wanita yang sedang di kerumuni preman. Chris mendekatkan mobilnya dan ia melihat stevani anak dari rekan bisnis nya itu yang ada di sana. Chris turun dan langsung menghajar semua preman itu. Setelah dipastikan semua preman itu pingsan chris mendekat ke arah stevani.


 


"Apa kau baik baik saja" ucap chris dengan raut wajah cuek.

__ADS_1


" I-iya tuan saya tidak apa apa. Terima kasih tuan chris sudah menyelamatkan saya" ucap stevani


" Ya, sekarang hubungi supir mu untuk menjemputmu."


" Tadi saya sudah menelfon tetapi tidak ada yang bisa di hubungi tuan. Apakah saya Boleh minta tolong tuan agar bisa mengantar saya pulang?"


Chris melirik taj ke arah stevani dan membuat stevani sedikit takut.


" Baiklah ayo naik. Akan ku antar kau pulang" chris berjalan masuk ke dalam mobilnya di ikuti stevani


"Tunjukan alamat rumah mu"


" Jalan merpati nomor 919 tuan"


Chris melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu. Selama perjalana chris hanya diam dan memperhatikan jalan. Sedangkan Stevani merasa senang karena gara gara preman ia dapat menumpang mobil berdua bersama chris. Ia terus menerus mencuri pandang pada chris. Tapi tetap chris tidak menoleh ke arahnya.


Selama tiga puluh menit Chris mengendarai mobil untuk mengantar stevani, ia sudah sampai di rumah besar stevani.


Chris :"Sudah sampai"


Stevani :" Terima kasih tuan" stevani membuka pintu mobil dan keluar.


"Sebentar lagi aku akan mendapatkan mu chris. Aku sudah berada setengah jalan sekarang" gumam Stevani.


**


 


Stevani adalah anak anggkat demian. Demian mengasuhnya karena Ibu dari Stevani meninggal dunia pasca melahirkan. Ia menyekolahkan dan memberikan pendidikan tinggi pada stevani. Karena ia pikir stevani dapat meneruskan perusahaannya. Demian juga sering mengajak stevani untuk menghadiri rapat diluar kantor dengan para rekan kerja nya. Stevani tumbuh menjadi gadis yang cantik, bentuk tubuh yang menggoda dengan payudara yang besar montok membuat semua rekan kerja demian dengan mudah menyetujui kerja sama yang dilakukan demian. Terkadang tak kurang dari rekan kerja demian meminta stevani menemani mereka dan stevani pun tidak keberatan dengan permintaan itu. Demian yang melihat kerja stevani merasa bangga dan membuat perusahaan nya mendapat banyak tender.


 


Setelah tadi Chris mengantar nya pulang, stevani langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia keluar dengan menggunakan linggeri tipis berwarna pink. Ia naik ke atas tempat tidur sambil memainkan ponsel nya. Tiba tiba pintu kamarnya terbuka, demian masuk masih dengan menggunakan baju kantor nya.


Stevani :" Papa, papa baru pulang ya" ucap stevani yang masih memainkan ponsel nya.


Demian :" Iya papa baru selesai rapat dan sekarang papa sangat capek" demian duduk di samping stevani

__ADS_1


Demian melihat kaki jenjang dan paha putih stevani yang tak terbungkus selimut membuat hasratnya memuncak.


Demian :" Bagaimana tadi pertemuan mu dengan Mr.Alben" ucap demian dengan senormal mungkin


Stevani bangkit membenarkan bantal dan menyenderkan punggungnya. Membuat linggeri yang ia pakai terangkat.


Stevani :" Mr.Alben sangat puas dengan stevani pa. Dan Mr. Alben menyetujui kerja sama dengan perusahaan kita"


Demian yang mendengar penuturan stevani membuat dirinya senang.


Demian :" Kau memang bisa di andalkan."


Tiba tiba demian mengelus paha stevani dan membuat stevani mendesah pelan.


"Aahh" desahan kecil keluar dari mulut stevani dan membuat demian semakin tidak bisa menahan hasratnya.


Demian berdiri untuk melepas kemeja nya, dan berjalan ke arah pintu untuk mengguncinya. Ia kembali ke arah stevani dan naik ke atas tempat tidur. Ia memposisikan di atas tubuh stevani. Stevani hanya diam dengan kelakuan papa nya itu. Karena stevani sudah mengetahui kalau demian bukan papa kandung nya, selama ini dia memang sudah menyukai tubuh papa tiringa itu karena memang demian memiliki tubuh yang sixpac.


Demian :" Kau sudah membiat rekan rekan papa senang, dan sekarang waktunya papa juga harus merasakan nya" ucap demian berbisik di telinga stevani


Perlahan demian mencium stevani, mengecap bibir nya, dari bibir turun ke leher stevani Sambil tangannya mer*mas dua gundukan putih dan montok itu. Stevani mendesah merasakan nikmat yang di berikan demian.


Demian perlahan melepas linggeri yang dipakai stevani meninggalkan celana dalam. Ciuman demian turun ke arah gundukan itu, ia mencium dan mel*mat nya sedangkan tangan nya sudah berada di ************. Stevani yang merasakan kenikamatan terus mendesah sambil meremas rambut demian.


Demian tiba tiba menghentikan aktivitasnya membuat stevani kesal karena akan ia akan mencapai pelepasan pertamanya. Demian segera melepas semua pakaian nya dan terlihat disana junior nya sudah menegak dengan ukuran panjang dan besar. Ia segera naik dan melepas celana dalam stevani.


Mereka melakukan itu berulang kali sampai stevani merasakan pelepasan yang berulang ulang. Sampai akhirnya mereka berdua tertidur.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2